Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
NGEDATE MA AGA


__ADS_3

Tapi kalo yg nyamperin anak magang laki-laki mereka bersikap biasa saja, berbeda halnya ketika Putri yg mendekati mereka. Mereka akan berubah sikap menjadi lebih hangat.


Jiwa laki-laki mereka muncul, ketika ada cewek cantik mendekat. Dan tentu saja mereka selalu mencari perhatian bila ada wanita cantik yg mendekat.


Setelah semua anak magang melihat-lihat cara kerja anak design 2D. Dan karena hari sudah sore, maka anak-anak magang diperbolehkan pulang.


Sesampainya di asrama, Putri segera masuk ke dalam kamar buat ambil uang untuk membeli camilan. Tapi ia ingat janjinya sama Aga tadi, kemudian ia pun mengecek HPnya.


"Huft, untung aja Aga lom sms," decak Putri.


Tapi tiba-tiba Hpnya berbunyi, menandakan ada notif yg masuk dari telponnya.


"No siapa ini kok g ada namanya? gumam Putri. Tapi ia pun mengangkat telponnya.


"Hallo, assalamu'alaikum."


Deg ...


Deg ...


Deg ...


Detak jantung Putri berhenti berdetak, nafasnya pun berhenti sejenak, ia benar-benar hafal suara itu, sangat familiar di telinga Putri. Orang yg dirindukan selama ini dan bahkan hampir ia kubur kenangannya. Tapi kenapa ia datang lagi.


"Hallo ... hallo ...." Ucap orang diseberang sana.


"I ... iya ... hallo ... maaf ini siapa?" tanya Putri hati-hati.


"Ryani ... benarkah ini kamu?"


"Benar aku Ryani, tapi maaf kamu siapa?"


"Kamu lupa sama aku?" tanya orang diseberang sana memastikan.


"Maaf kau siapa? maaf nama anda tidak muncul di Hpku."


"Maafkan aku Ryani, maafkan aku atas semua yg telah aku lakukan padamu, aku Vano."


Detak jantung Putri berdetak 2 kali lebih cepat. Kali ini ia benar-benar kaget luar biasa. Orang yg sudah ia lupakan, kini datang kembali dalam kehidupannya.


"Kak Vano," ucap Putri lirih, tapi masih bisa terdengar di seberang sana.


"Iya ini aku ...."


"Da ... da ... dari mana kakak dapat noku? tanya Putri kembali.


"Dari kedua orangtuamu, maaf aku menemui mereka untuk bertanya tentang kabarmu."


"Ka ... kakak menemui orangtuaku? benarkah? hiks ... hiks ... buat apa?"


"Ryani, kumohon jangan menangis, aku tak sanggup mendengar kamu menangis, Ryani ... maafkan aku."


Putri tak menghiraukan perkataan Vano lagi, ia makin terisak. Dia begitu terluka saat ini, sampai-sampai ia mendiamkan panggilan dari Vano.


Sampai ahirnya Vano memutuskan untuk mengakhiri panggilan telponnya dan meneruskan kembali saat Putri sudah bisa menerimanya.


"Rya, aku pamit dulu ya, kapan-kapan disambung lagi. Assalamu'alaikum." Ucap Vano sedikit kecewa.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam."


Putri yg tidak mau teman-teman kamarnya melihatnya menangis, ia pun segera menaruh Hpnya kembali di almari dan masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Tapi di dalam kamar mandi, ia makin terisak.


"Kenapa ia kembali? disaat akan ada orang lain yg hadir di hidupku, kenapa ia harus kembali Tuhan?"


Ahirnya Putri pun menyelesaikan ritual mandinya dengan cepat, karena ia mendengar kakak seniornya sudah pada pulang.


Cekrek ...


Ia pun membuka pintu kamar mandi.


"Lo Put, kamu udah pulang."


"Iya kak, tadi pulangnya ontime."


"Ow, ya dah, aku mau mandi dulu, oh ya dimeja uda aku belikan cemilan buat kamu, jangan lupa dimakan ya."


"Makasih kakak." Ucap Putri senang, ia sengaja menyembunyikan masalahnya dari siapapun.


Ia pun mengemasi handuknya dan menaruhnya di tempat jemuran baju, karena masih basah sehabis mandi tadi.


Dan ia pun melihat TV sambil makan camilannya.


🌱 Di Kota Vano


Sehabis menelpon Rya tadi ia merasa sedikit lega juga kecewa. Lega karena ia benar-benar bisa menghubungi Rya saat ini, meskipun ia belum bisa bicara banyak, tapi setidaknya ini awal yg bagus.


Rasa cintanya untuk Ryani tak pernah berkurang sedikitpun sampai saat ini, meskipun kemarin ia sempat kehilangan semangat hidup saat ada bencana gempa, tapi ia bersyukur orang yg begitu dicintainya masih selamat dan sehat sampai saat ini.


Meskipun sekarang ia terpisah jarak dan waktu, tapi ia akan berusaha mengejar dan memperbaiki lagi hubungannya dengan Ryani.


🌱 Ryani Putri Pov -


Putri yg masih asyik makan camilan dan nonton TV sempat kaget ketika HPnya berdering lagi.


Kak Novi yg barusan mandi keluar dari kamar mandi dan menghampiri Putri.


"Enak ga Put camilannya?"


Putri pun menoleh, "Emm enak banget kak, beli dimana?"


"Tadi kakak pesen di teman kantor, karena kemarin ia habis pulang kampung, trus aku minta oleh-oleh ma dia, he ... he ...."


"Wah, jadi ga enak ni, camilannya hampir habis karenaku, maaf kak ...."


"Gpp, santai aja, nanti biar aku telpon dia buat ngantar lagi yg sama persis ama yg kamu makan."


"Oh ya, Hp kamu tu bunyi dari tadi ga kamu angkat?" tanya kak Novi.


"Oh iya, hampir lupa, bentar Putri angkat dulu ...."


Putri pun menghampiri Hpnya yg ia letakkan di almarinya. Dia melihat nama yg ada disana. "Kak Aga?"


"Hallo ... assalamu'alaikum kak?"

__ADS_1


"Wa' alaikumsalam Put, gi apa ni?"


"Mm .. lagi nonton Tv ama makan camilan, ada apa kak?"


"Emm ... aku mau ngajak kamu makan di luar malam ini ... mau ga?"


"Jauh ga?"


"Ga terlalu kok, cuma digang depan aja! Tapi kamu keberatan g?"


"Mm ... gimana ya?"


Kak Novi dari seberang kasur manggut-manggut ke arah Putri sambil bibirnya ngomong sesuatu, "Di ok-in aja Put, mayan kan ngirit plus kencan ... he ... he ...."


"Mmm, ok kak, jam berapa?"


Aga diseberang sana jingkrak-jingjrak saking senangnya.


"Mm jam 7 malam ya, nanti aku tunggu di depan gerbang asrama."


"Ok kak."


"Makasih Putri, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam."


Putri pun menutup panggilan telponnya.


"Bagus Put, kaya gitu aja kalo diajak keluar ama temenmu." Jawab Kak Novi sambil mengacungkan kedua jempolnya ke arah Putri.


Putri yg mendengar itu hanya tersenyum. Kemudian beberapa kakak seniornya pun datang silih berganti. Dan ahirnya waktu maghribnya pun tiba. Selesai adzan, Putri segera mengambil air wudhu dan segera menunaikan ibadah sholat maghrib.


Dan sesuai kesepakatan jam 7 malam, ia pun menemui Aga untuk makan malam bareng dia.


Diluar asrama tepatnya didepan gerbang ia melihat Putri datang, Aga pun senang bukan main saat melihat Putri begitu cantik malam itu. Padahal ia hanya mengenakan sweater hitam dan rambut tetap tergerai. Saat terkena angin malam, kecantikannya begitu memukau.


Kelap kelip lampu malam itu membuat suasana makin romantis menuju warung makan yg ingin mereka kunjungi. Ya malam itu mereka berdua hanya berjalan kaki menuju tempat itu.


~ Bersambung ~



.


.


.


.


Hello para readers yg budiman, bila suka karya author..tolong kasih like dan vote buat authornya..biar bisa ngasih cerita yg lebih baik lagi buat kalian..🙏


Oh ya.. kalo mau sapa author boleh banget follow author di sosial media author ya


Jangan lupa Like, KOMEN, dan Vote nya ya makasih.


~ Terimakasih ~

__ADS_1


__ADS_2