
"Ih ... tambah manis dan elegan ya ma."
Nenek pun mengangguk, "Iya ... cantik ...."
"Baju kayak gini dibilang bagus, hmm ... orang kaya mah bebas ..." batin Putri sambil meringis bila mengingat harganya, lalu ia pun kembali untuk mencoba baju kedua.
"Haissshhh, uda kaya model aja ni bolak-balik ruang ganti," batin Putri.
Dia pun iseng memfoto dirinya di depan cermin di ruang ganti.
Lalu ia pun keluar dari kamar ganti menuju ke tante dan nenek Vian.
Tak sengaja saat Putri keluar mata Vian memandangnya tanpa berkedip.
Mama Vian yg melihat Putri menyuruh Putri untuk sedikit berpose, karena ia ingin mengabadikan Putri. Ahirnya Putri pun bergaya di depan ruang ganti.
"Perfect," ucap mama Vian. Lalu ia pun mendekati Putri dan berbisik pada karyawan butik untuk membungkus keduanya.
Lalu Putri pun berganti baju dengan pakaiannya yg tadi. Sebenarnya pakaian yg dipake Putri saat ini juga pilihan mama Vian pas di rumah tadi.
🌱 Flash back on -
"Hai Put."
"Hai tante ...."
"Kamu mau pake sweater itu ke mall?" tanya mama Vian yg melihat Putri memakai sweater hijau sama persis yg dipakainya tadi malam saat datang.
"Iya tan, emang kenapa?"
"No, kamu pake baju yg tante pilihin ini ya," ucap mama Vian seraya memberinya Putri sebuah paper bag.
Putri pun menilik ke dalamnya. Dan ia pun mengeluarkan isinya, ia kaget saat melihat baju yg akan dikenakan tidak cukup panjang, bahkan kalau salah gerak, perutnya bisa ke ekpos dengan sempurna.
"Pake ini ya put, kalo engga nanti nenek marah," ucapnya sambil berbisik.
Ahirnya Putri pun menurut memakai apa yg dipilihkan mama Vian tadi pagi
🌱 Flash back off -
Putri sempat menggeleng gelengkan kepalanya saat mengingat kejadian pagi ini.
Vian yg merasa Putri tidak nyaman memakai pakaian itu dari tadi ahirnya berbisik di telinga Putri.
"Put ... kamu ga pengen beli kaos atau jaket kah?"
__ADS_1
Putri mendongakkan kepalanya, "Pingin ... tapi ..." ucapnya lirih.
"Ayo ikut aku sebentar," ucap Vian.
Mama yg mendengar kedua anak muda di belakangnya berbisik, lalu ia pun menoleh.
Kalian kenapa?"
"Putri ingin ke toilet ma."
"Iyakah Put?"
"Iya tante."
"Ya dah, anterin Putri sana Vian! Biar mama sama nenek menunggu kalian di food court ya," ucap mama tak curiga sama sekali.
"Oke ma."
"Nek ... tante ... Putri permisi dulu," ucapnya sambil berlalu, tak lupa ia menenteng paper bag tadi.
Lalu mereka berpisah, nenek dan tante menuju food court, sedangkan Putri dan Vian pergi untuk mencari jaket untuk Putri.
Setelah beberapa saat mereka berjalan berdua. Ahirnya mereka bisa menikmati jalan-jalan berdua.
"Masuk ke situ aja Put, ada beberapa jaket dan hodie yg cocok buat kamu," ucapnya.
"Ayuk."
Ahirnya pilihan mereka jatuh pada jacket motif kotak kotak. Dan sesudah dipadu padankankan dengan kaosnya ternyata cocok. Maka Vian pun membelikan jaket itu pada Putri.
Dengan keributan kecil terlebih dulu tentunya. Karena Putri merasa hari ini ia lebih sering dipaksa dan dibelikan barang oleh orang lain. Sedangkan ia paling anti terhadap pemberian orang.
Dengan langkah gontai plus sebal ia melangkahkan kaki mengikuti Vian yg menyebalkan hari ini. Entah kenapa semua orang hari ini memaksakan kehendaknya pada dirinya.
Harusnya ia bisa bersenang-senang dengan tidur seharian di kamar, sekarang menjadi harus menyenangkan orang lain.
"Hai Putri ... wah makin cantik aja ni, siapa yg beliin ni?" tanya mama Vian sembari menaik turunkan alisnya.
"He ... he ... Vian yg maksa tante."
"Bagus gini kok dibilang jelek si?" ucap Vian sembari menundukkan wajahnya.
Sungguh acting mereka hari ini super duper menyebalkan bagi Putri.
Entah karena dari tadi muter-muter dan ia belum makan siang ataukah memang dia lagi syndrome sebelum Haid.
Ha ... ha ... ha ... author engga tau ya 🤗
__ADS_1
Ahirnya setelah Putri dan Vian datang, aneka menu makanan pun tersaji di depan mereka.
"Kalian pasti capek ya habis dari toilet dan muter-muternya, sekarang makan dulu," pinta mama Vian yg sebenarnya tau kalau mereka berdua sedang berbohong.
"Uhukkk ... uhukk ...." Vian tiba-tiba tersedak minumannya.
"Udah-udah kalo ngerasa kesindir minta maaf kan bisa," ucap mama Vian sambil menaik turunkan alisnya.
"Maaf tante ... ini semua keinginan Putri, karena tadi ga nyaman dengan blouse nya makanya Putri pengen cari jaket atau hodie, biar sedikit nyaman kalau jalan-jalan."
"Ga papa Put, tante juga minta maaf karena maksa kamu buat nurutin tante yg pengen make over kamu, biar tambah girly."
"Sudah belum maaf-maafannya, kasian Putri sama Vian uda pasti lapar, makanlah, nenek sama sekali tidak marah kok, yg penting kalian bahagia."
"Makasih nek," ucap Vian dan Putri hampir bersamaan.
Lalu mereka melanjutkan acara makannya lalu sesudah itu mereka pulang. Putri tidak jadi menginap lagi malam ini melainkan ia lebih memilih pulang ke asrama. Tapi nenek bersikeras agar Putri tetap menginap, kalau tidak mau, nenek akan menikahkan Putri dengan Vian.
Karena Putri telah membuat kesalah pahaman diantara keluarga Vian, maka ia pun memilih menginap untuk menjelaskan semuanya sebelum terlambat.
Dan sudah dapat dipastikan bahwa Putri ahirnya menginap lagi di rumah itu gara-gara masalah itu.
Di ruang tengah.
"Maaf nek, Putri itu hanya teman Vian nek, dia bukan pacar Vian," ucap Putri menjelaskan.
Mereka semua terdiam dalam pemikiran masing-masing.
"Vi ... Viann tolong bantu jelaskan dong," ucap Putri hampir putus asa.
Sementara Vian masih diam saja, begitu pula dengan yg lainnya.
Putri yg jengah ahirnya memilih mengambil tasnya di kamar tamu lalu berniat untuk pulang, lagian ini masih sore, ia bisa meminta Tiyan menjemputnya disitu.
Vian yg melihat Putri masuk ke kamar tamu lalu mengambil ranselnya lalu mengejarnya.
"Kamu jahat Vian, kamu sudah aku anggap teman, jadi mana mumgkin kita pacaran dan kamu ga mencoba menjelaskan pada keluargamu."
"Tunggu Put! Aku akan menjelaskan semuanya, kamu ikut aku dulu, please."
Lalu dengan langkah gontai ia pun mengikuti Vian ke ruang tengah.
"Ma ... nek ... sebenarnya Vian dan Putri tidak pacaran, kita cuma teman dan Putri sudah mempunyai pacar. Jadi mana mungkin kita menikah? pacaran aja engga?" ucap Vian.
"Nenek ga peduli, pokoknya kalian harus menikah! Soal cinta bisa menyusul nanti, dan untuk Putri, pacar kamu putusin aja! Dan jadilah pacar Vian," ucap nenek Final.
"Hah ... mana mungkin bisa begitu nek!" ucap Putri mulai kesal.
__ADS_1
"Mana mungkin ia pacaran ama Vian, suka aja enggak, lagian memang dari dulu ia dan Vian hanya sebatas teman dan saling mengagumi, tidak lebih dari itu," gumam Putri dalam hatinya.
...~Bersambung~...