Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
AKU MASIH MENUNGGUMU


__ADS_3

"Kok aku mau yg mana si, bukannya untuk teman kakak?" jawabnya dengan penuh kebingungan.


"Ya dah ... aku masuk dulu," ucapnya kemudian, ia masih malas untuk berdebat.


Dan ahirnya mereka pun menuju kasir setelah Putri memilih salah satunya.


πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ


Setelah keluar dari toko,Tiyan memberikan paper bag itu pada Putri.


"Loh, kok Putri yg bawain! kan yg cowok kak Tiyan," sahut Putri yg tidak terima disuruh bawa paper bag tadi.


"Putri ... emang ini buat gantiin rok kamu yg sobek tadi, masa iya jalan-jalan pake rok kayak gitu!" tunjuknya sembari mengarahkan telunjuknya ke lutut Putri.


"Ha ... ha ... gini-gini bakal jadi trending fashion terbaru lo kak!" ucapnya narsis.


Tiyan menepuk jidatnya frustasi, "Ni anak ya, dijagain malah kek gitu."


"Sudah sana ganti celana di toilet wanita aja!"


Ia pun mendorong tubuh Putri menuju toilet wanita, sedang Tiyan berjaga di depan toilet itu.


Putri hanya geleng-geleng, lalu menyerahkan tasnya ke arah Tiyan.


"Tulung bawain ya kak, takut jatuh di air nanti pas aku ganti." Ucapnya memelas pada Tiyan.


Tiyan pun menoleh dan diambilnya tas tersebut tanpa mengucap sepatah katapun.


"Makasih," lalu Putri pun menutup pintunya.


"Beraninya nyuruh-nyuruh gue, dasar gadis aneh!" gumamnya.


Setelah itu Putri pun mencopot bandrol harga yg menempel di celana itu.


"What's ... 499 rb ...? gue hutang dong, celana kek gini aja mahal bingits ya Allah, mending beli di pasar aja, hiks ... hiks ..." ringis Putri sesudah melihat harga pada celananya tersebut.


Ia merasa g enak hati, karena tanpa sengaja ia sudah menguras isi dompet Tiyan. Setelah semuanya selesai, ia ahirnya keluar dari toilet dan menenteng paper bag yg isinya roknya tadi yg sobek.


"Sungguh malang kau Putri, atau kau lagi ketiban untung karena udah dikasi hadiah sama orang terdekat kamu," ucapnya lemas.


Ia pun melangkahkan kakinya dengan gontai menuju Tiyan.


"Kamu uda selesai?" tanya Tiyan yg melihat Putri sudah keluar dari toilet.


"Sudah kak," jawabnya perlahan.


"Yuk pulang," ajak Tiyan.


"Pulang ?????" tanya Putri tidak percaya.

__ADS_1


"Iya pulang, emang mau kemana lagi?"


Putri pun menggaruk-garuk kepalanya yg tidak gatal. Ia pun lagi malas berdebat dan ahirnya menuruti Tiyan untuk pulang.


Kalo lagi ga malas berdebat, mungkin dia masih ingin ngemall, tapi apa daya, ia sudah capek hati dan fikiran.


Ahirnya mereka berdua pun pulang. Hampir pukul 3 sore mereka baru sampai asrama . Dan Putri pun pamit dan tak lupa mengucapkan terimakasih buat semuanya yg sudah dilakukan Tiyan hari ini.


"Makasih ya kak,uda ngajak Putri jalan-jalan hari ini."


"Iya ... sama-sama."


"See you kak, Putri masuk dulu, papay ..."


"Hati-hati ya, oh ya jangan lupa buat nanti malam, tunggu sms dariku ya Put!"


"Siap."


Ia pun melangkahkan kakinya masuk area asrama putri. Dan dibukalah pintu kamarnya. Ya hari ini hari minggu artinya penghuni kamar ini hanya Putri seorang.


Dia pun melempar paper bag ke kasur kak Novi dan langsung mencuci wajah dan kakinya di kamar mandi. Sesudah itu ia langsung merebahkan dirinya di kasur kak Novi untuk sementara waktu. Ia sungguh lelah dengan semua kejadian hari ini.


Dimulai dari diajak jalan-jalan kak Tiyan, trus ia terjatuh dan ketemu orang yg mirip Vian, trus karena luka ia digendong kak Tiyan, ditraktir makan, dibeliin celana yg hampir 500 rb an. Akh ... mimpi apa dia semalam?"


Sementara itu di kamar Tiyan.


"Ihi ... yg baru pulang dari kencan," goda Dwi yg melihat Tiyan baru saja pulang.


Ia yg sudah lelah pun menerobos tubuh Dwi yg menghadangnya di depan pintu.


"Wah, songong ni anak, mentang-mentang habis kencan langsung berubah jadi arogan, ckckckck," decak Dwi.


Tiyan hanya mengunggingkan sedikit senyum, lalu ia segera menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Sungguh lelah bercampur rasa bahagia sedang ia rasakan saat ini.


Sesudahnya ia rebahan di kasurnya. Berbeda dengan kamar Putri yg selalu sepi di hari minggu, kamar Tiyan selalu rame, karena hampir semua penghuninya rumahnya luar kota semua, jauh sekali dari kota X.


Lalu ia mendengarkan lagu lewat Hpnya menggunakan headset di kedua telinganya. Jadi omelan Dwi dan teman kamarnya tidak lagi kedengaran.


🌱 Sementara itu di Kediaman Raharja



Vian yg sudah memasuki pekarangan rumah neneknya pun segera memarkirkan motornya di garasi yg tersedia. Dan setelah memasuki rumah tersebut ia sudah dihadang oleh ibu dan neneknya.


"Pulang-pulang kok ga memberi salam, malah nyelonong masuk gitu aja," ucap nenek Vian dengan angkuhnya.


"Ga biasanya kamu kek gini lo Vian, emang ada apa," bujuk ibu yg sudah mendekati putra semata wayangnya seraya membelai bahu Vian.


"Ga ada apa-apa kok ma ..."

__ADS_1


"Dan maaf nek, Vian ga sengaja, maaf Vian ingin masuk kamar dulu, permisi."


Setelah berpamitan, ia pun segera melangkahkan kakinya ke dalam kamarnya. Ibunya hanya menghela nafasnya.


Sedang neneknya sudah membuang muka seraya berkata, "Sifat anak kamu sungguh mirip ayahnya, hampir satu tahun tapi ia belum berubah juga!"


"Ibu, jangan gitu dong, biar aku yg bicara sama Vian.


"Ya dah kalo gitu, ibu mau aku ambilkan kue dan susu?"


"Ga usah, aku mau masuk kamar aja," pinta neneknya.


"Ayo bu, aku antar."


Lalu Rena pun mengantar ibunya masuk ke kamar. Sesudahnya ia ingin menengok putranya, tapi niatnya ia urungkan, biar saja nanti Vian yg akan cerita sendiri padanya.


🌱 Sedang di kamar Vian..


Dia menatap dirinya di cermin, "Apa yg kurang dariku Put, sehingga kamu tidak pernah melihatku, padahal aku sudah lama di belakangmu dan disisimu."


Vian pun mengambil sebuah foto Putri dari dalam buku sketsanya, ia melihat Foto Putri yg tersenyum lepas saat liburan di Bali beberapa tahun yg lalu. Ia memang membuka hijabnya saat itu dan rambut indahnya masih dikepang dua, menambah kesan imut pada dirinya.



Ya tentunya foto itu ia dapat bukan karena diberi Putri, melainkan ia dapat dari mencuri fotonya saat ia yg ingin memfoto pemandangan disana dan tak sengaja melihat Putri disana dan ia memfotonya sekalian.


Pesona Putri sungguh membuat Tiyan membujang hampir selama 4 tahun ini. Bahkan neneknya sudah menjodohkan dengan model pun ia sama sekali tidak tertarik. Justru ia sangat tertarik pada kepribadian Putri sejak pertama bertemu.


Orang-orang yg selalu mengucilkannya sejak lama karena ia begitu pendiam dan kurang bergaul. Tapi Putri bisa datang dengan membawa kebahagiaan dan kehangatan dalam hatinya.


Bahkan Putri pun menyukai hasil sketsanya. Dan ia selalu memuji-muji setiap hasil karyanya. Putri itu anaknya ceria dan hangat, bisa membuat nyaman setiap orang yg berada di dekatnya.


~ Bersambung ~


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE , VOTE, FAVORIT DAN KOMENNYA... DAN GIFT JIKA IKHLAS, MAKASIH BANYAK πŸ™πŸ˜Š


KARENA SETIAP DUKUNGAN DARI KALIAN SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR BIAR MAKIN SEMANGAT UPDATEπŸ™


SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN ... AAMIIN

__ADS_1


__ADS_2