
Ia juga mulai tertarik dengan Putri sejak ia masuk ke dalam lingkup desainer.
Tapi ia masih gengsi karena ia senior Putri dan ia juga sedang menjalin hubungan dengan seorang gadis yg baru saja resign dari posisi admin.
π± Putri pov -
Untuk gadis seperti Putri memang sangat cocok kalo dikategorikan cewek idaman cogan-cogan.
Selain paras Putri yg cantik, tutur kata yg sopan dan tingkah laku yg apa adanya, ceria dan supel dan murah senyum membuatnya ia sangat disukai cogan-cogan. Kalo kata orang mah, cinta pada pandangan pertama.
Tapi yg namanya Putri menganggap semuanya itu wajar karena dari dulu temannya mayoritas cowok semua, jadi ia lebih mudah bergaul dengan cowok ketimbang wanita yg penuh teka-teki dan penuh tipu muslihat.
Bahkan kadang pertemanannya hanya sebuah kedok untuk meraup sebuah keuntungan. Sedangkan cowok kalo berteman pure teman ga saling menikung kaya cewek. Begitulah isi pemikiran Putri selama ini. Maka dari itu ia lebih suka berteman dengan cowok.
Tapi kadang cowok yg berteman dengan Putri sering salah paham akan kedekatan mereka, bahkan mereka kadang mengira Putri menyukai mereka padahal sikap yg ditunjukan Putri tidak pernah lebih dari sekedar pertemanan biasa.
Dan bagi Putri itu hal yg wajar apalagi ia sudah sering mengetahui area pertemanan kakaknya, jadi ia sudah bisa memilih mana yg boleh dan mana yg tidak. Apalagi soal memilih teman.
Dret
Dret
Dret ....
Putri menyadari kalau di Hp nya ada pesan masuk.
"Tumben kak Tiyan WA," batin Putri
...πIsi chatπ...
"Hai Put, lagi apa?"
"Lagi rebahan kak, capek."
"Oalah ... ok, berarti kakak ganggu dong?"
"Siapa yg bilang, he ... he ... Putri malah seneng ada temen ngobrolnya."
"Serius ni?" tanya Tiyan kembali.
"Dua rius malahan, ha ... ha ...βπ "
Melihat emoticon Putri, Tiyan tersenyum simpul, ada rasa nyesss gitu dihatinya.
"Ok deh, kalo gitu boleh aku tanya kembali?"
"Ya boleh dong kak, mang mau tanya apaan?"
"Putri udah makan belum?"
"Eh, kirain apaan, uda si tadi sore, tapi kebetulan sekarang Putri uda lapar lagi," jawab Putri tanpa basa basi lagi.
"Ok kalo gitu, jalan bareng yukk, beli apa gitu ...."
"Beli apa ya?" jawab Putri sambil berpikir keras.
"Gimana kalo beli martabak atau terang bulan gitu," ajaknya kembali.
"Kalo deket gpp kak, tapi kalo jauh ga usah aja, nanti keburu malam," terang Putri
__ADS_1
Tiyan tampak berfikir sejenak, lalu ia ada ide.
"Gimana kalo aku beliin aja, tinggal kamu tunggu di kamar gimana?"
"Ya gak enak dong, kan ga bisa ngeliatin wajah tampan kak Tiyan, rugi dong," jawab Putri disertai tawa cekikikan karena ia sedang menggoda Tiyan diseberang sana.
Tiyan yg membaca teks dari Putri senyum-senyum geli.
"Serius pengen ngeliat wajah aku?" godanya perlahan.
Tapi yg ngegodain dari awal malah dia yg tersipu malu sendiri, siapa lagi kalo bukan Putri. Dan terbukti, lama sudah Putri tidak membalas pesannya.
"Ehm ... dia yg kena sendiri, wkwkkwkwk ..." batin Tiyan sambil senyum.
Tiba-tiba Egi muncul dari belakang Tiyan sambil menepuk bahu Tiyan. Ia tau Tiyan sedang ber chat ria dengan seseorang, makanya dia ingin sekali-kali mengganggunya sebelum ia benar-benar pulang kampung.
"Hei bro ..." tepukan Egi yg sangat keras berhasil mendarat mulus di bahu Tiyan yg sedang duduk.
Tiyan pun terkaget, lalu dengan segera menaruh HP di sakunya sambil mengelus-elus dadanya untuk menetralkan detak jantungnya yg sesaat lalu tak beraturan.
"Astaghfirullah Gikk ..." pekiknya diiringi sorot mata yg tajam ke arah Egi.
Egi yg diliriknya segera melarikan diri dengan berlari, "Sorry Bro ... kapan lagi ngerjain elu ... wkwkwkwkwk ...."
Tiyan yg melihatnya hanya geleng-geleng. Dan ia kini tersadar belum membalas chat Putri. Putri pun bingung, padahal dia sudah membalas pesannya tapi belum dibalas oleh Tiyan.
Tiyan pun segera membuka HPnya, ternyata sudah ada balasan chat dari Putri.
"Jadi gimana kak?"
"Hallo kak, hallo ... masih idup ga ya ...π€π€π€ !!!"
"Jahat banget si Put, gue masih idup kali, maaf tadi ada gangguan, jadi lama balas chatnyaπππ"
"Au ah ... malesssss ..." jawab Putri
"Ye ... yang ngambek, ntar gue panggilin Aga mau???"
"Idihhhh ogah, jadi gimana ni? jadi ga makan diluarnya?" tanya Putri memastikan karena dirinya sudah malas berdebat.
"Kayaknya harus nunggu besok deh, waktu berdebat kita tadi udah menghabiskan waktu lo! Kamu ga sadar ya?"
Kini Putri yg harus menepuk jidatnya sendiri, "Ampun Dj ..."
"Ya dah kak, kalo gitu Putri ijin bubuk aja deh."
"Ok ... ok ... iya Put, maaf ya, sebagai permintaan maaf dariku 30 menit lagi kamu keluar asrama Putri ya."
Karena saat ini Tiyan sedang membeli aneka gorengan di depan asrama. Ia tau kalo makanan kesukaan Putri aneka gorengan, karena pernah suatu saat Ahmad cerita ttg apa yg disukai dan tidak disukai Putri sebelum ia pulang kampung.
Dan itu menjadi keuntungan buat Tiyan saat ini.
Bahkan sebelum 30 menit, ia pun keluar sesuai instruksi Tiyan saat chating tadi.
Dengan langkah sedikit malas, ia pun melangkahkan kaki keluar asrama Putri. Dan betapa terkejutnya saat ia melihat Tiyan dikelilingi cewek-cewek.
"Huft, sialan, dasar cowok playboy, ternyata semua cowok sama," dengus Putri dengan sebal sembari membalikkan badannya menghindari Tiyan.
Tapi sebelum Putri melangkahkan kakinya, suara Tiyan membuatnya berhenti.
__ADS_1
"Put ..." sapa Tiyan sambil melambaikan tangannya ke arah Putri.
Putri pun berbalik dan memutar kedua bola matanya seolah jengah dengan keadaan saat ini.
Tiyan pun mendekati Putri dan dan meninggalkan barisan cewek-cewek tadi.
"Kok balik si Put ..." sapanya saat mendekati Putri .
"Mau aku kenalin ama temen aku yg ada disana tu!" tunjuk Tiyan pada barisan cewek ganjen yg mengerubungi Tiyan tadi.
"What's? kak Tiyan memintaku keluar hanya untuk itu? Putri mah ogah!" sungutnya dengan kesal sambil mengerucutkan bibirnya kedepan.
"Kenapa g! mau? kamu cemburu?"
"Cih ... pede amat, emang kak Tiyan siapa Putri pake cemburu, oke Putri kesana."
Putri pun membenarkan ucapannya seraya mendekati para cewek-cewek tadi yg mengelilingi Tiyan. Tak lupa Tiyan mengikutinya dari belakang.
"Desy, kenalin ini Putri."
"Hai kak kenalkan aku Putri adik kak Tiyan," jawab Putri memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya ke arah Putri.
Desy yg tadi cemberut dan memandang sinis Putri pun segera merubah mimik wajahnya sedikit senyum ke arah Putri.
"Hai juga, aku Desy teman Tiyan."
Ahirnya mereka berdua berkenalan. Dan Tiyan pun tersenyum penuh makna. Tapi disalah artikan oleh Desy yg menganggap ia satu-satunya cewek yg pantas buat Tiyan dan sedikit lega mengetahui kalo Putri hanya sebatas adik Tiyan.
Sesudah itu Desy pun undur diri dan menjauhi mereka meninggalkan Tiyan dan Putri berdua.
"Sudah belumm? Putri ngantuk ni, mau bubuk." ucapnya mulai malas pada Tiyan.
Tapi tangan Tiyan mencekal tangan Putri agar jangan pergi dulu. Ia pun menyerahkan kantong makanan yg sudah ia beli tadi dan menyerahkannya pada Putri.
Putri yg bengong hanya menatap bingung kantong yg dipegangnya dan sedikit menengok isinya.
"Wah, tau banget kalo Putri lapar kak," ucap Putri sumringah.
Tiyan hanya tersenyum." Udah masuk sana keburu ngantuk nanti," ucapnya.
"Makasih kak Tiyan ganteng ..." ucapnya sambil berlari masuk ke area asrama Putri.
"Huft ... dasar gadis aneh," ucapnya
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
GIMANA DENGAN EPISODE KALI INI ? AUTHOR LAGI SEMANGAT NULIS NI..MAKANYA COBA UNTUK UPDATE 3 EPISODE..SEMOGA KALIAN TAMBAH SUKA DENGAN ALURNYA..
OH YA..JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVELKU YG KEDUA YA..JUDULNYA " AFTER MERRIED ". π
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE , VOTE , RATE, FAVORIT DAN KOMENTARNYA....MAKASIH BANYAK ππ