Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
BERADAPTASI


__ADS_3

Bibi hanya manggut-manggut, kemudian berkata


"Maaf nyonya, bibi ijin ke dapur dulu."


"Iya bik ... tolong buatkan Vian makanan kesukaannya ya."


"Baik nyonya."


Satu jam kemudian, dokter Richard pun datang.


Asisten rumah tangganya pun segera memanggilkan Mama Vian.


Tok ... tok ... tok


"Permisi nyonya, dokter Richard sudah datang."


Ceklek


"Iya, tolong buatkan teh buatnya ya bi, makasih."


"Baik nyonya."


Lalu Mama Vian segera melangkah untuk menemuinya di ruang tamu.


"Malam tante, maaf saya datang terlambat," ucap dokter Richard.


"Ga papa, ayo tante antar ke kamar Vian."


Lalu mereka berdua segera masuk ke kamar Vian.


Dilihatnya kondisi Vian masih sama seperti tadi saat ia meninggalkan kamar putranya itu.


Lalu dokter itu pun segera memeriksa kondisi kesehatan Vian. "Kondisinya baik-baik saja" ucapnya dalam hati.


Dilihatnya manik mata Vian. Tatapan kosong dari kedua mata Vian masih terlihat jelas sampai saat ini. Lalu dokter itu memberi isyarat pada Mama Vian, agar ia ditinggalkan berdua saja dengan Vian di kamar itu.


Kemudian beliau seakan mengerti isyarat itu, lalu ia pun keluar dari kamar putranya itu.


Setelah tinggal berdua.


"Vian ... ini aku Richard, kau masih ingat aku bukan?"


Vian sedikit menoleh ke arah sumber suara itu, "Kau ... ?"


Dokter Richard tersenyum, "Iya, ini aku ... kau masih mengingatku?"


"Cihhh ... tentu saja aku masih mengingatmu!"

__ADS_1


"Syukurlah ... kamu kenapa lagi? apa karena wanita itu lagi?"


Vian menghirup udaranya dalam-dalam, lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Dia sudah menemukan pasangan hidupnya, sebentar lagi bahkan ia akan menikah dengannya."


"Apa kau pernah memberitau isi hatimu padanya?"


Vian menggeleng perlahan, ia hanya tersenyum kecut. Dipandanginya langit-langit kamarnya itu dalam-dalam.


"Kalau kau tak pernah mengutarakan isi hatimu? bagaimana ia bisa tau? kau kira hanya dengan perlakuan manis darimu bisa menjadikannya tau akan isi hatimu lalu mencintaimu."


"Vian, kenapa kamu bodoh sekali dengan namanya CINTA? padahal kamu pandai sekali dalam hal lain, tapi dengan satu hal ini saja kamu tidak bisa berbuat apa-apa."


"Aku tak pernah punya kesempatan, bahkan untuk mendekatinya saja, dari dulu aku butuh keberanian extra, apalagi sampai mengutarakan isi hatiku padanya," Ucap Vian nampak sedikit frustasi.


"Sudahlah, cari wanita lain saja," Ucap dokter Richard memberi solusi.


"Itu bukan solusi bodoh!" Sungutnya kesal.


"Pergi kau ...."


"Kau mengusirku? kalau bukan tante yg menyuruhku kemari, tak akan aku tinggalkan kekasihku disana sendirian." Ucapnya mulai jengkel akan pasiennya saat ini.


"Ya sudah sana ... pergilah ... anggap saja kau sudah memeriksaku, dan tolong bilang ke mama, aku butuh waktu untuk sendiri."


"Terimakasih dokter cap kelinci."


Dokter Richard pun hanya menampilkan senyumannya sambil berlalu meninggalkan kamar Vian.


Sesampainya di ruang tengah, ia pun segera menghampiri tantenya yg sedang gelisah itu.


"Eh ... udah selesai? gimana keadaan anak tante?"


"Tante tenang saja, ini sudah saya tuliskan resep untuk Vian, ia hanya kelelahan saja tante, dan ada beberapa hal yg membebani fikirannya, sampai mengakibatkan tubuhnya drop saat ini."


"Apa keadaannya sama seperti saat dulu?"


"Hampir seperti itu tante, tapi tante tenang saja, kondisinya akan segera membaik 2 hari ini."


"Makasih ya, malam-malam udah repot-repot datang kesini hanya untuk menolong anak tante."


"Tak apa te, lagipula kebetulan saya juga lagi g banyak kerjaan, maka dari itu, tolong jangan menemui Vian dulu, ia butuh memenangkan anak semata wayangnya itu.


🌹TEMPAT KERJA TIYAN


Setelah kejadian tempo hari, Tiyan sudah belajar untuk bersabar. Karena bagaimanapun Putri juga mempunyai masa lalu, meskipun itu bisa memicu gejolak dalam hatinya, tetapi demi calon istrinya itu, ia akan lebih bersabar dan bijak dalam menghadapi situasi.

__ADS_1


Dia juga sudah berjanji untuk menemani Putri menemui keluarga Vian. Minggu esok rencananya dia dan Putri akan mengunjungi rumah Vian.


Sore itu, ia pulang kerja pukul 17.00, karena pekerjaan di perusahaan sudah normal kembali, jadi ia bisa pulang tepat waktu, tidak perlu lembur lagi.


Malam harinya ia berniat mengaja Putri untuk refreshing, karena hampir seminggu ini ia dan Putri jarang bertemu.


⚘KOST PUTRI


Sore itu ia habiskan dengan mencuci baju-baju kotornya. Ia kemudian menjemur baju-bajunya tersebut di lantai 3 kostnya. Ia harus naik turun jika mau ke atas ataupun ke bawah melewati sebuah tangga. Karena Putri masih single jadi mudah baginya untuk menyelesaikan pekerjaan itu dengan cepat.


Ia sekarang juga rajin memasak, agar ilmu dari ibunya tidak begitu saja hilang. Ia juga terkadang memasakkan sebuah menu untuk menyambut Tiyan ketika berkunjung di kostnya.


Meskipun lidah Tiyan belum bisa menerima semua masakan Putri, tapi Putri tetap berusaha untuk mencari resep agar nantinya Tiyan akan suka dengan berbagai menu masakannya.


Bahkan tak jarang ia melihat resep melewati Google. Karena selera lidah Tiyan adalah aneka masakan pedas, tetapi Putri tidak terlalu menyukainya. Apalagi di keluarganya jarang sekali yg menyukai pedas. Jadi ia harus banyak belajar lagi untuk mengadaptasi dengan lidah Tiyan.


Karena ia paham betul bahwa pernikahan adalah penyatuan dua keluarga besar, jadi ia tak boleh mementingkan egonya sendiri. Dan juga harus pandai dan bisa menyayangi seluruh anggota keluarganya kelak.


Meskipun kebiasaannya nanti tidak akan pernah sama, tapi ia juga harus membiasakan diri mulai dari sekarang.


Dret ... dret ... dret ...


Suara Hp Putri membuyarkan lamunannya. Ia pun segera menyambar Hpnya yg berada di atas kasur, tak lupa sebelummya ia telah mematikan kompornya.


"Hai sayang, nanti kita ketemuan jam 7 ya." (Tiyan)


"Iya, jangan makan dulu ya, aku sudah membuat masakan buat kita berdua." (Putri)


"Siap sayang 😘." (Tiyan)


"Makasih 😘😘😘." (Putri)


Lalu setelahnya Putri kembali menaruh Hpnya di atas kasur, dan melanjutkan acara masaknya yg tadi sempat tertunda.


Sreng sreng sreng, bunyi spatula beradu dengan wajan terdengar nyaring dari arah dapur Putri.


Sepuluh menit kemudian, acara memasak Putri sudah selesai, dan ia juga sudah menata makanan tersebut dimeja kecil dekat penanak nasinya.


Lalu Putri membersihkan dirinya, lalu mengambil air wudhu untuk sholat maghrib.


Sesudah itu dia tinggal menunggu calon suaminya itu didepan TV.


⚘ASRAMA TIYAN


Setelah siap ia pun segera menuju motornya di tempat parkir. Di depan asrama ada penjual gorengan, ia teringat Putri yg sangat menyukai camilan satu itu, maka ia pun turun dari motornya dan membeli beberapa gorengan untuk Putri dan dirinya nanti.


Setelah selesai ia kemudian melanjutkan ke kost Putri. Cukup 15 menit, ia sudah sampai di depan kost Putri, ia pun memarkirkan motornya terlebih dulu sebelum ia menuju kamar Putri yg berada di lantai dua.

__ADS_1


__ADS_2