
Meskipun Vano tidak menganggapnya seperti itu, tapi ia bahagia bisa diterima Putri, bahkan lebih dekat daripada saat pacaran dulu. Padahal ini salah satu cara Vano untuk merebut hati Putri kembali. Ya kembali ke pelukannya dan menjadikannya pasangan hidupnya.
🌱 Revano Pov-
Sekarang Vano seperti mendapatkan nafas dan nyawa yg baru. Ia lebih semangat buat bekerja. Ia bahkan selalu mengumpulkan uang gajinya.
Kadang ia rela lembur demi mendapatkan uang yg banyak. Hanya untuk membahagiakan Putri saat ia kembali.
Beberapa hari lagi akan memasuki bulan puasa yg artinya 1 bulan lagi ia bisa bertemu lagi dengan Putri.
Saat ini ia bekerja di sebuah toko yg menjual kerajinan seni, dan kalo malam ia akan manggung di sebuah cafe bersama teman-teman bandnya.
Memang wajah Vano terbilang tampan, didukung dengan postur tubuh yg atletis tak jarang banyak wanita yg mau jadi pacarnya, apalagi saat di cafe penampilan lebih modis.
Tapi pendiriannya tak akan goyah karena ia hanya mencintai Putri seorang. Dan ia sudah bertekad ia akan menebus semua kesalahannya dimasa lalu.
🌱 Putri Pov -
Pagi ini terasa sangat melelahkan baginya, bahkan ajakan joging dari Aga dan Dwi ia abaikan. Hari ini ia hanya ingin bermalas-malasan saja di kamar asramanya.
Tiba-tiba di Hpnya ada notif dari grup alumni sekolah seninya dulu.
" Pengumuman "
UNDANGAN HALAL BIHALAL
Yth,
Seluruh siswa-siswi alumni SEKOLAH MENENGAH SENI RUPA angkatan 2005 -2008
Di Tempat
Assalamualaikum Wr. Wb.
Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, semoga kita bisa meraih suatu kemenangan yang sebenarnya di Hari Raya Idul Fitri di tahun ini.
Karena bertepatan dengan momen tersebut, maka kami pihak panitia ingin mengundang seluruh alumni siswa-siswi SEKOLAH MENENGAH SENI RUPA angkatan 2005 - 2008 untuk hadir pada acara Halal Bihalal dengan tema “Silaturahim Tahunan” yang Insya Allah akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 8 Juni
Tempat : Aula Sekolah
Pukul : 09.00 sampai selesai
Demikian surat undangan ini kami buat, kami mengharapkan siswa dan siswi dapat datang tepat pada waktunya. Atas waktu dan perhatiannya, kami ucapkan banyak terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Hormat kami
Panitia penyelenggara.
Demikian bunyi pemberitahunan tersebut. Putri langsung interest dan ingin menghubungi kak Vanonya, tapi ia terlalu gengsi, makanya niatnya ia urungkan.
Dan hari ini dilanjutkan dengan rebahan saja. Rambut yg dikucir cepol, kaos lengan pendek yg kebesaran serta celana hot pants diatas lutut. Jadi terlihatlah paha mulus Putri yg mulus itu.
Karena seperti biasa hari minggu ia hanya sendirian di kamar, maka dari itu ia berani berpakaian minim seperti itu.
Bahkan saat ia membuang sampah di depan kamar nya pun ia santai saja karena tau situasinya sepi.
Tiyan yg tak sengaja melihat paha mulus Putri, susah payah menelan salivanya.
__ADS_1
"Glek, gila tu cewek, ga takut apa berpakaian minim bahan kayak gitu ..." guman Tiyan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Putri dengan santainya kembali masuk sesudah membuang sampahnya tersebut.
Padahal kalo boleh memilih, pasti Tiyan dengan senang hati akan terus memperhatikan Putri. Apalagi body semlohai Putri yg biasanya tak nampak, barusan saja terpampang nyata.Tapi Putri terlanjur masuk ke kamarnya lagi.
"Untung aja cuma gue yg lihat, kalo yg lain gimana nih!"
Padahal niatan Tiyan tadi hanya ingin menghirup udara di luar kamarnya apalagi cuaca siang ini lagi cerah. Tapi takdir berkata lain, dia dapat pemandangan luar biasa siang itu.
Putri yg hendak mandi baru tersadar kalo handuknya ia letakkan di tempat jemuran baju, maka dari itu ia kembali keluar kamar lagi.
"Glek ... glek ..." Tiyan kembali menelan salivanya dengan susah payah untuk kedua kalinya.
Baju kedodoran Putri dan celana yg ia pakai sungguh mempertontonkan tubuh Putri yg tidak gemuk tidak juga terlalu kurus, tapi ada bagian tubuh Putri yg menonjol dan berisi.
Karena Tiyan pria normal tentu saja pemandangan seperti tadi sempat membangunkan "Tiyan Juniornya". Tiyan kemudian berbalik arah dan tak lagi memandang Putri agar detak jantungnya kembali normal dan tentu saja agar juniormya ikutan jinak kembali.
Karena ia sudah mendapatkan handuknya Putri pun segera masuk kamar dan menutup pintunya. Ia lalu melanjutkan ritual mandinya yg sempat tertunda.
Sedangkan Tiyan diatas sana, nafasnya sudah memburu, wajahnya sudah merah padam menahan hawa panas yg tiba-tiba menyerangnya. Ia pun pergi ke kamar mandi untuk mandi, agar bisa menormalkan kembali "Tiyan Juniornya" yg sempat menegang tadi.
Setelah 20 menit ahirnya Putri keluar kamar mandi dan sudah mengenakan celana panjangnya dan memakai sweater pink serta menguncir rambutnya bercepol keatas.
Ia ingin keluar membeli beberapa cemilan buat menemani hari liburnya.
Tiyan yg sudah selesai mandi pun ingin keluar membeli mie untuk makan siangnya nanti di depan asrama.
Ia pun turun ke lantai 1. Dan dari arah pintu keluar asrama putri, terlihat Putri juga keluar dari pintu. Karena mereka sama-sama tidak memperhatikan jalan, mereka ga sengaja bertabrakan.
"Aduh ..." pekik Putri.
"Maaf kak ..." sahutnya kembali.
"Putri ..."
"Kak Tiyan ..."
Dan bayangan tubuh indah Putri menari-nari diingatan Tiyan. Dan ia pun mencoba menetralkan kembali pikiran kotornya agar kembali ke jalan yg benar.
"Mau kemana?"
"Mau ke depan kak cari camilan," jawab Putri
"Oh ... sekalian aja bareng gimana?"
"Ya uda yuk!"
"Maaf buat yg tadi ya Put."
"Iya kak, gpp ... Putri juga salah karena ga liat jalan, malah meleng aja ... he ... he ..."
"Ha ... ha ... bisa aja Put, aku juga meleng tadi."
Mereka berdua pun menaruh Hpnya kedalam saku celana masing-masing dan mereka pun menuju toko di depan asrama mereka.
Ini adalah interaksi pertama buat mereka berdua. Meskipun dulu Ahmad sempat mengenalkan tapi mereka sama-sama tidak terlalu akrab dan hanya sebatas mengenal saja.
Tapi kali ini sepertinya Tuhan memberikan waktu mereka berdua untuk saling mengenal.
__ADS_1
Sesampainya di toko depan asrama, mereka pun memilih makanan yg dibutuhkannya.
Sampai suatu ketika saat Putri mengambil mie instan eh, ada tangan yg memegangi tangannya karena barang yg mereka ambil sama.
"Deg ... deg ... deg ..." kedua detak jantung Putri dan Tiyan sama-sama berdisko.
Tangan mereka tak sengaja bertemu membuat kecanggungan diantara mereka berdua muncul seketika. Sampai deheman sang empunya toko membuyarkan ketegangan tadi.
"Ehem ... udah belum pegang-pegangannya," ucap pemilik toko sambil matanya dikedip-kedipin, maksudnya menggoda mereka berdua. Memang ia suka sekali menggoda para muda-mudi yg sedang belanja di tokonya, apalagi buat pasangan yg sedang ketauan mesra-mesraan.
Reflek tangan mereka berdua terlepas satu dengan yg lain. Lalu mereka pun saling menatap satu sama lain.
Blush ... seketika rona merah pun muncul dengan tak tau malunya di kedua pipi Putri.
"Ini buk ... udah selesai belanjanya, semuanya berapa?"
"Oh, total semuanya 20 rb."
Putri pun membayar semuanya. Kemudian Tiyan juga menyerahkan belanjanya untuk ditotal, lalu ia pun juga membayar tagihannya.
Putri pun keluar dari toko diikuti Tiyan dengan langkah terburu-buru.
"Put ... tunggu!"
"Eh iya kak, ada apa?"
"Boleh minta no Hp kamu?"
Putri nampak berfikir sementara waktu.
"Emm ... boleh!"
Kemudian Putri pun memberikan no ponselnya.
Dengan kecekatan penuh Tiyan mencatat no telponnya dan tak lupa berterima kasih pada Putri.
"Makasih Put," ucapnya dengan binar penuh kebahagiaan.
"Sama-sama kak, Putri pamit duluan ya."
"Hati-hati ...."
Akhirnya mereka berdua pun berpisah menuju kamar masing-masing. Dengan senyum yg tidak dapat diartikan, Tiyan terus melangkah menuju kamarnya. Sedangkan Putri mempercepat langkahnya karena ia merasa malu dengan kejadian tadi.
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
SEKALI LAGI AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH KEPADA SEMUA READERS YG SUDAH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI ... MAKASIH BANYAK YA ... SEHAT SELALU BUAT SEMUANYA✌😊🙏 JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVELKU YG KEDUA YA ... JUDULNYA " AFTER MERRIED ".
MAAF KALO MUNGKIN ALURNYA MASIH FLAT KARENA MEMANG INI BELUM SAMPAI INTI CERITA NOVEL INI ... KARENA MASIH PANJANG, SEMOGA KALIAN SABAR MENANTI YA 😘😘
JANGAN LUPA LIKE , VOTE , DAN KOMENTARNYA ... MAKASIH BANYAK 🙏😊
__ADS_1
SEHAT-SEHAT SELALU SEMUANYA