
Sebenarnya Vian saat ada bencana gempa beberapa bulan lalu, ingin sekali ia mencari keberadaan Putri, tapi karena keadaan sangat kacau balau, maka dari itu ia pun diungsikan keluarganya ke luar kota, yaitu kota X sampai sekarang. Dan sebab itu ia tidak bisa mencari keberadaan Putri.
πVian Pov -
Saat sudah sampai kediaman neneknya Vian, ia membantu ibunya membawa barang belanjaannya ke dalam. Sehabis dari kebun binatang, ia mengantarkan ibunya berbelanja di supermarket, karena kebutuhan dapur sedang habis.
Ya selama 1 tahun ini Vian tinggal di kota X, dan sama sekali belum pulang ke kotanya. Bahkan rencananya kuliah Vian akan di lanjutkan di kota ini.
Vian mempunyai adik keponakan kembar. Tadi ia dan ibunyalah yg mengajak keponakannya ke kebun binatang dan tak sengaja ia bertemu Ryani Putri.
Disaat semangatnya hilang, kini ia ketemu dengan Putri, dan hal itu telah membuatnya berubah, ia semakin bersemangat untuk kuliah di kota ini.
Vian ingin sekali kembali ke tempat tadi, dan bertanya no telponnya. Ia pun kembali keluar kamar, tak lupa ia mengambil kunci sepeda motor dan segera melajukan motornya menuju kebun binatang tadi.
Ibunya yg melihat putra semata wayangnya pergi, ingin bertanya padanya tapi Vian keburu keluar dari garasi.
"Mau kemana anak itu? ga seperti biasanya!"
π Putri Pov -
Putri dan Tiyan masih di area kebun binatang, karena mereka masih membeli makanan disana. Sebenarnya Tiyan pengen segera pulang, tapi karena Putri yg lapar, maka dari itu mereka makan di situ.
Dia takut kena omel Putri yang dari tadi terus mendesaknya untuk membelikan makanan. Entah kenapa hanya karena makanan, Putri bisa secerewet seperti itu.
"Put, belum kenyang juga?" tanya Tiyan yg sedari tadi mengamati Putri yg terus makan.
"Hmm ..." jawab Putri yg masih menguyah makanannya.
"Ya udah, lanjutin aja," gumam Tiyan.
"Hmm ... ternyata Putri makannya banyak, tapi kok g gendut ya ... he ... he ..." ucap Tiyan dalam hatinya.
"Kenapa kakak terus ngeliatin Putri, kakak mau?" tanya Putri sambil menyodorkan satu sendok makanan berisi pentol pada Tiyan.
"A ... ayo dibuka mulutnya."
Tiyan yg sudah senyum pun menerima suapan dari Putri.
"Hap ..."
"Anak yg pinter ..." ucap Putri seolah sedang menyuapi anak kecil yg mogok makan.
Tiyan pun memakan suapan demi suapan yg diberikan Putri padanya.
"Wah ... wah ... anak mama sungguh lapar ya? makanya dimakan makanannya, jangan cuma ngeliatin Putri makan aja!"
Tiyan pun tersadar dari tadi makanannya masih penuh dan belum berkurang. Dia merasa malu sampe ahirnya ia pun memakan makanannya sendiri.
"Nah gitu dong ... pinter," sahut Putri yg terus memandangi Tiyan.
Tiyan yg melihat ada sisa makanan di sudut mulut Putri pun mengusapnya dengan tisu. Putri masih melongo akan perilaku Tiyan barusan. Sedang Tiyan masih asik memakan makanannya sendiri.
"Makanya kalo makan itu pelan-pelan, lagian ga ada yg merebut makananmu!"
Tiyan tau kalo Putri sedang memperhatikannya dari tadi. Tapi ia malu melihat ekspresinya dan memilih untuk menunduk dan terus makan.
__ADS_1
"Ish ... bukannya kakak tadi minta makananku, masih berani bilang ga ada yg minta!" dengus Putri dengan sebal.
Tiyan yg menyadari kesalahnnya pun meminta maaf.
"Ya maaf Putri."
"Ya ... ya ... Putri dah maafkan!" sahut Putri.
Setelah perdebatan tadi, mereka ahirnya menyelesaikan acara makan-makannya dan segera pulang.
πVian Pov -
Dengan kecepatan 100/km jam Vian mengendarai motornya. Ahirnya dalam waktu hampir 15 menit ia sudah sampai di lokasi.
Sedang Putri dan Vian sudah pergi dari tempat itu sejak 10 menit yg lalu. Karena mereka berbeda arah, maka ia tidak bisa berpapasan di jalan araupun melihat keberadaan Putri.
Insting Vian bekerja dengan baik, ia merasa Putri sudah tidak ada di situ, ia pun memukul stir motornya dan kemudian melanjutkan untuk pergi dari situ. Ia pun kembali melajukan motornya untuk kembali ke rumah.
πTiyan pov -
Tiyan hari ini merasa sangat bahagia dan juga senang. Karena Putri sudah mau diajak jalan-jalan olehnya. Tapi ia kasihan karena roknya Putri sobek akibat insiden tadi. Maka dari itu, Tiyan mau membelikan Putri celana atau rok untuk menggantinya. Ia pun mengalihkan arah motornya menuju mall terdekat dari situ.
Putri yg keheranan pun menepuk pundak Tiyan. "Kok arahnya beda ama yg tadi kak?"
"Ya kan memang jalannya searah, makanya jalannya ga bisa sama dengan tadi," jawabnya ngasal, biar Putri ga terlalu curiga nantinya.
Dan sepuluh menit kemudian, mereka sampai si salah satu mall.
"Kok mall?" ucap Putri yg melihat kesekelilingnya.
"Ya udah deh, ayo ..."
Ahirnya ia dan Tiyan pun memasuki area mall tersebut dan segera memasuki salah satu toko pakaian disana.
"Oh kak Tiyan mau beli celana? mau buat cewek atau cowok? tanya Putri sambil membolak balikan deretan celana.
"Buat cewek ..."
"Owh, kalo ukurannya?"
"Samain ana ukuran kamu aja Put!"
"Loh emang yang dibelikan aku, kok pake ukuranku?" tanyanya polos.
"Ya memang orangnya seukuran kamu Put?"
"Hilih ... " jawab Putri sambil mencibir.
"Ok ... ok ... Putri bantu pilihin deh."
Ia pun kembali menyelesaikan acara memilih celananya. Tiba-tiba Putri memanggil Tiyan yg letaknya agak jauh dari dia.
"Kak ... kak ... sinih ... cepetan!"
Tiyan yg merasa terpanggil ahirnya mendekati Putri.
__ADS_1
"Ini lihat, bagus ga pilihanku? atau mau yg ini? atau yg ini? Putri pun menyerahkan pilihannya pada Tiyan.
Dan ahirnya ia pun menjatuhkan pilihannya pada 2 celana.
"Coba pake ini atau yg ini ..."
Tiyan pun memanggil mbak penjaga.
"Mbak tolong antar nona ini ke kamar ganti ya!" pinta Tiyan pada penjaga itu.
"Baik mas ..."
Kemudian Putri yg masih bingung pun menuruti mbak penjaga itu. Dan Tiyan mengikutinya dari belakang.
"Disitu mba kamar gantinya!" tunjuk nya pada kamar ganti.
"Makasih mba ..."
Ia pun masuk ke ruang ganti. Dan mencoba satu celananya tersebut. Lalu ia keluar menunjukan pada Tiyan.
"Gimana dengan yg ini kak?"
"Wah kamu keliatan tambah seksi Put!" jawab Tiyan.
"A ... aapan si kak," ucapnya malu-malu.
"Coba yg satunya deh."
Ia pun melangkahkan kakinya masuk kembali ke ruang ganti. Lalu keluar lagi menunjukan celana warna cream itu padanya.
Tiyan yg memandang terus kamar ganti tersebut segera tau kalo Putri sudah melangkah keluar.
"Wah, kalo pake yg itu kamu keliatan tambah cantik Put, tapi terserah kamu mau yg mana!"
"Kok aku mau yg mana si, bukannya untuk teman kakak?" jawabnya dengan penuh kebingungan.
"Ya dah ... aku masuk dulu," ucapnya kemudian, ia masih malas untuk berdebat.
Dan ahirnya mereka pun menuju kasir setelah Putri memilih salah satunya.
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
GIMANA DENGAN EPISODE KALI INI ? AUTHOR LAGI SEMANGAT NULIS NI..MAKANYA COBA UNTUK UPDATE 3 EPISODE..SEMOGA KALIAN TAMBAH SUKA DENGAN ALURNYA YA..KARENA NOVEL INI PANJANG MAKANYA DIRAJINKAN BUAT UPDATE..π.. DAN SEKARANG MULAI MUNCUL KARAKTER BARU DARI MASA LALU PUTRI..
JANGAN LUPA LIKE , VOTE DAN KOMENNYA .. MAKASIH BANYAK ππ
__ADS_1