
Baskoro celingukan menoleh ke kanan dan ke kiri tampak sedang mencari sesuatu,ia kemudian menuju ke kolam renang yang berada dibelakang villa namun ia tak kunjung menemukan apa yang sedang ia cari, Baskoro tampak sangat putus asa sementara adik kembarnya semangkin haus dan meronta ingin segera keluar,ia kemudian bergegas meninggalkan kolam renang pikirannya yang kacau membuat ia mengalami kejadian yang kurang menyenang
"Gedubrak......"
Baskoro meringis karena lututnya menabrak tong sampah yang ukurannya cukup besar" ****" umpat Baskoro cukup keras,dengan tertatih Baskoro memutuskan untuk kembali ke acara pesta tersebut.
ketika melewati sebuah kamar yang letaknya sedikit lebih tinggi daripada tubuhnya, matanya menangkap sosok wanita yang sedang berdiri didepan kamar menikmati udara puncak dimalam hari, walau jarak antara keduanya agak jauh dan sinar lampu yang tidak begitu terang namun Baskoro bisa menebak wanita tersebut adalah Rini, Baskoro yang biasanya selalu menjauhi Rini kini malah melangkah mendekati Rini,detak jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.
Rini yang sudah tahu kehadiran Baskoro ia segera masuk kedalam kamar tanpa menutup pintu dan menutup gorden jendela kamar kemudian Rini merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Sesaat Baskoro menghentikan langkahnya ia tampak kebingungan dan mulai berpikir alasan apa agar ia bisa masuk kedalam kamar tersebut sementara matanya tetap tertuju pada Rini melalui jendela kaca yang tidak tertutup gorden,Rini semangkin membuat Baskoro semangkin menggila dengan mulai melepas gaun yang ia kenakan dan kini tubuh Rini hanya mengunakan dalaman.
(Author pindah dulunya ke cerita lain 😁)
Sementara ditempat yang berbeda masih di suasana malam yang sama Arumi sedang berbaring ditempat tidur hatinya sedang resah karena sejak siang tadi Baskoro tidak sekalipun mengangkat panggilan telepon darinya Kendati handphone milik Baskoro dalam keadaan aktif.
"Kamu sedang apa mas,kenapa tidak mengangkat panggilan telepon dari ku ataukah kamu sekarang ini sedang bersama Rini"bisik Arumi dalam hati, di sudut kelopak matanya kini sudah mengalir butiran bening,Arumi tampak begitu sedih oleh sikap kekasihnya yang tak kunjung memberi kabar.
Dengan langkah gontai Arumi melangkah menuju jendela kamarnya menatap bulan yang ditutupi awan bayangan Baskoro kembali melintas dipelupuk matanya membuat perasaannya semangkin resah dan gelisah.
Jika perasaan Arumi resah karena memikirkan Baskoro lain halnya dengan kekasihnya itu,Baskoro juga sedang resah malam ini namun bukan karena sedang memikirkan Arumi akan tetapi Baskoro resah karena belum mendapat ide agar ia bisa masuk kedalam kamar Rini dan bercumbu semalam suntuk dengan wanita tersebut,tiba - tiba lamunan Baskoro tentang Rini mendadak buyar saat ketika Faisal yang sengaja menguntitnya mengejutkan dirinya.
"Lu lagi ngintip apaan si brother" ujar Faisal ikutan mengarahkan pandangannya dengan membuka mata lebar.
"Lu tu kenapa sih suka ikut campur urusan orang" sungut Baskoro menggaruk kepalanya, Rini yang mendengar orang sedang berbicara diluar kamarnya segera keluar dengan mengenakan pakaian tidur yang transparan.
Oh ternyata kalian berdua,kenapa kalian ada diluar kamar ku" Rini segera duduk di sebuah kursi yang berada di luar kamar vila,Baskoro dan Faisal menghampiri Rini dan ikutan duduk.
"Hmmm anu....Rin gua lagi nyari udara segar didalam sana terlalu pengap dan berisik" ujar Baskoro berbohong,Faisal mengangguk seolah membenarkan perkataan Baskoro,Rini ngeloyor masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Untuk yang kedua kalinya Baskoro tidak ingin kehilangan kesempatan agar bisa mendapatkan Rini malam ini, ia segera melangkah masuk kedalam kamar tanpa menunggu yang empunya kamar mempersilakan dirinya untuk masuk sedang kan Faisal lagi - lagi mengikuti Baskoro masuk kedalam kamar vila.
"Rin gua haus boleh gua minta minumnya " ujar Baskoro dengan masih grogi ( maklum biasanya Baskoro making lovenua dengan wanita malam dan tidak perlu basa - basi sedangkan dengan wanita seperti Rini baru perdana jadi wajar jika alurnya agak lambat 😆)
Rini segera melangkah menuju kulkas mini dan membukanya lalu mengambil dua kaleng minuman.
"Adanya ini bas gapapa kan" ucap Rini dan mendekat kearah Baskoro memberikan 1 kaleng minuman tersebut kepada Baskoro dan Faisal, Baskoro segera menerimanya secara tidak sengaja mata Baskoro menatap kearah gunung kembar yang tak terkancing membuat Baskoro menelan Saliva nya sendiri dengan buru - buru segera meneguk air didalam botol yang Rini berikan.
Rini duduk disisi ranjang dan menyesap sedikit demi sedikit minuman yang berada digenggaman tangannya,Baskoro menatap Faisal dengan memberi kode agar lelaki tersebut segera enyah dari kamar itu dengan mata yang melotot pada pemuda tersebut tetapi Faisal tidak mengerti akan kode yang di tujukan pada dirinya pemuda tersebut malah merebahkan tubuhnya keatas ranjang.
"Lu kalau mau tiduran kekamar lu sendiri gih,ngapain juga di kamar gue" ujar Rini ketus.
"Ya ni anak kurang kerjaan banget" timpal Baskoro.
"Alah bilang aja lu berdua mau wik wik iya kan,mangkanya kalian keberatan gua ada di sini" ujar Faisal santai dengan tersenyum smirk membuat wajah Baskoro dan Rini memerah karena Faisal sudah mengetahui niat di hati mereka berdua.
"Mau kemana sih,sementara gua sengaja kemari ingin menemani lu di sini" ujar Baskoro memberanikan diri jujur pada wanita tersebut.
"What.....lu mau nemani gue bersama temen lu yang menyebalkan itu,mending nggak usah ya" ujar Rini ketus.
"Artinya lu pengen kita berdua aja,iyakan" goda Baskoro membuat Rini tersipu wajahnya mulai memerah seperti tomat matang,melihat reaksi gadis tersebut membuat Baskoro semangkin berani ia segera membawa wajah Rini menghadap ke wajahnya sesaat kedua anak muda tersebut saling menatap.
"Ehem" lagi - lagi Faisal muncul dengan tiba - tiba membuat Baskoro semangkin kesal pada sahabatnya yang selalu mengganggu kesenangannya,Rini segara melempar pandangannya kearah lain.
"Lu bisa nggak jika tidak mengganggu urusan orang lain,pergi sono sebelum lu gua timpuk lagian lu tu ya kurang kerjaan banget" Baskoro tampak sudah tidak sabar hingga dirinya terang - terangan mengusir Faisal dari tempat tersebut lagi - lagi Faisal hanya nyengir kuda menanggapi omelan sahabatnya tersebut.
"Yaelah santai aja napa sih bro kalian lanjut aja,anggap aja gua nggak ada,yah jika lu berbaik hati gua nggak nolak jika harus berbagi" ucap Faisal ceplos.
"Maksud lu apa" Rini emosi mulai terpancing " nih buat lu dasar kampret " imbuh Rini menimpuk Faisal segera mengunci kamarnya dan berlalu pergi.
__ADS_1
"Rasain lu mangkanya jangan resek" timpal Baskoro segera mengejar Rini yang berjalan terburu - buru.
"Maafin sahabat gua ya,Rin" ujar Baskoro sembari mengimbangi langkah Rini.
"Bodo ah" ujar Rini ketus.
"Please jangan marah donk,jika lu beneran mau gua bisa kok atur waktu untuk berdua malam ini" Baskoro berusaha membujuk Rini,gadis itu menghentikan langkahnya menatap dan menatap Baskoro serius.
"Tanpa cowok menyebalkan itu?" ujar Rini mencoba memastikan.
"Yaps......hanya berdua tanpa siapapun" ujar Baskoro menyakinkan Rini dengan tersenyum manis mendengar ucapan Baskoro membuat Rini tersenyum sumringah.
"Nah gitu donk senyum,cantiknya jadi nambah mangkin gemes gua jadi nggak sabar" ujar Baskoro mengedipkan mata.
"Udah deh jangan gombal mulu,cepetan usir temen lu sono" Rini segera mendorong tubuh lelaki tersebut namun Baskoro segera menarik tangan Rini dan melangkah kembali menuju kamar Rini.
"Kenapa mesti sama gua sih" ujar Rini protes.
"Gua ingin lu nungguin gua di kamar lu,gua akan segera mengeksekusi cowok resek itu" jelas Baskoro pada Rini membuat Rini semangkin girang ia pun mengikuti perintah lelaki pujaan hatinya itu dengan senang hati,namun ketika mereka kembali kekamar yang sengaja Rini sewa Faisal sudah tidak menampakkan batang hidungnya disana.
"Kemana dia?" ujar Rini,Baskoro mengangkat kedua bahunya dan segera mengecek sekitarnya namun Faisal tidak ditemukan kendati Baskoro sudah mencarinya sampai ke dalam tong sampah ( wah parah Baskoro dikira Faisal kecoak kali 🤦🏻♀️)
"Gimana" Rini bertanya pada Baskoro lelaki tersebut memberi tanda ok pada gadis itu.
"Sekarang aman baby jadi gimana nih "Baskoro tersenyum genit,Rini segera membuka pintu menarik Baskoro untuk segera masuk kedalam tak lupa Rini menutup pintunya kembali dengan rapat dan jendela kamar dengan gorden,malam itu mereka berhasil menuntaskan keinginan mereka yang sudah sedari tadi berusaha mereka tahan.
B e r s a m b u n g
#langsung aja ya raiders tetap pantengin cerita ini dan jangan lupa tinggalin jejak,like dan vote 👌🙏#
__ADS_1