Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.42


__ADS_3

Albert segera menuju lift untuk naik kelantai atas restauran tersebut ia terpaksa meninggalkan Freddy dan Alvaro kendati dirinya masih ingin berbincang panjang lebar karena pertemuan bersama kelompok mafia lainnya segera akan di mulai sembari menikmati makan malam.


"Kamu sepertinya sangat mengenal pria tadi teman" ujar Alvaro dengan mata masih menatap Albert yang sedang berjalan berjalan menuju lift.


"Pria itu sangat famous di kota ini semua orang akan mengenalnya" ujar Freddy singkat dan segera menyantap hidangan yang sudah tersedia dimeja mereka.


"O ya,apa yang membuatnya di kenal ramai orang" Alvaro kembali menanyakan prihal lelaki tersebut.


"Sebaiknya kita nikmati saja makan malam ini teman pada akhirnya kamu akan mengetahui siapa lelaki tersebut " ujar Freddy tanpa menoleh pada Alvaro.


"Hmmm" Alvaro ikut menyantap makan malamnya namun otaknya berpikir keras tentang pria tersebut dari penampilannya dan juga dua orang yang berada disisi lelaki itu bukanlah orang sembarangan,Alvaro semangkin dibuat penasaran apa lagi pria itu menyebut secara lengkap nama dan pangkat dirinya Alvaro larut dalam pikirannya sendiri hingga beberapa kali ia tidak menanggapi obrolan dari Freddy.


"Ayolah teman,ada apa dengan mu Kenapa harus memikirkan lelaki tersebut" ujar Freddy yakin bahwa pria yang sedang duduk dihadapannya itu sedang memikirkan tentang siapa sebenarnya Albert.


"Sepertinya gua pernah lihat pria tersebut tetapi entah di mana " jawab Alvaro tampak ragu.


"Wajar jika kamu pernah melihatnya teman karena hampir seluruh tempat hiburan malam dikota ini miliknya" Freddy menghentikan aktivitas makan malamnya.


"Is that true" Alvaro menyipitkan matanya.


"Of course" jawab Fredy tersenyum kecut kembali menyantap kepiting mix yang hampir kandas di piringnya,sesaat mereka saling terdiam menikmati hidangan yang tersaji di meja mereka hanya alunan suara musik klasik yang menggema memenuhi ruangan tersebut.


setelah selesai menyantap makan malam tak lama kemudian Alvaro pamit pada teman lamanya tersebut untuk ke toilet,rasa penasaran membuat dirinya akhirnya mencari tahu dengan siapa Albert menikmati makan malamnya setelah kembali dari toilet pemuda karismatik tersebut secara sembunyi - sembunyi menyelinap masuk kedalam lift begitu melihat Freddy yang sedang asik pada benda pipih ditangannya sambil menghisap sebatang rokok.

__ADS_1


Begitu masuk kedalam lift Alvaro segera memencet tombol lift pun segera bergerak keatas, lelaki itu segera melangkah keluar dari dalam lift ,ia pun segera melemparkan pandangan keliling ruangan tersebut namun ia tidak menemukan sosok lelaki yang ia cari,


"Selamat datang tuan,silakan" sapa pelayan tersebut menyambut Alvaro dengan ramah dan mempersilakan Alvaro untuk memilih tempat duduknya,Alvaro memberi isyarat kepada salah satu pelayan tersebut pelayan tersebut pun mendekat pada Alvaro tanpa merasa sungkan ia segera bertanya posisi toilet berada.


"Tuan langsung saja menuju ke arah sana tuan" ujar pelayan itu dengan senyuman ramah yang masih tersungging di bibirnya.


"Terimakasih" Alvaro segera menuju ke arah toilet,Alvaro menatap pada suatu ruangan yang tampak dijaga oleh dua orang pria bertubuh tegap yang memakai pakaian berbeda dari pelayan restoran tersebut tampa ragu Alvaro yang memang tidak berniat untuk ke toilet segera menghampiri kedua lelaki tersebut.


"Selamat malam tuan,bisakah anda menunjukkan sesuatu sebagai bukti bahwa tuan salah satu dari tamu yang berada di dalam ruangan ini?" ujar pria berkumis tipis tersebut kepada Alvaro.


"Saya ada temu janji dengan rekan saya disini,namun saya tidak melihatnya sedari tadi,bolehkah saya masuk mungkin saja rekan saya itu salah satu orang yang berada di dalam ruangan ini" Alvaro sengaja berbohong agar ia bisa masuk ke dalam ruangan itu.


"Maaf tuan kami tidak mempunyai wewenang untuk membenarkan tuan masuk,sebaiknya silakan tuan menghubungi rekan tuan" ujar penjaga tersebut dengan tegas.


Alvaro segera kembali pada mejanya Freddy menyipitkan kedua belah matanya.


"Apakah kamu sedang tertidur didalam sana teman" ujar Freddy tersenyum lebar sembari berdiri dari duduknya lalu melangkah keluar dari tempat Alvaro tampak hanya tersenyum tipis dan mengikuti lelaki tersebut berjalan beriringan menuju parkiran mobil.


"Apakah kita akan mengunjungi tempat lain setelah ini" Alvaro melirik pada lelaki yang kini sedang mengemudi mobilnya, Freddy tertawa lebar.


"Wah ternyata seorang polisi yang berpangkat AKBP bisa maruk juga ya" ucap Freddy menyindir namun Alvaro cukup santai mendengar kalimat yang terlontar dari lelaki tersebut.


"Polisi juga manusia teman,andai saja merusak mobil mu malah mendapat traktiran makan di tempat elite,mungkin kemarin aku akan membuat lebih parah mobil itu teman dan pastinya traktirannya akan lebih besar bisa - bisa tiket umroh yang aku dapatkan darimu kawan" ucap Alvaro tersenyum licik membuat pria tersebut tertawa lebar.

__ADS_1


"Baiklah teman aku tidak pernah ingin membuat lelaki yang betah menjomblo seperti mu akan kesepian saat weekend maka untuk itu aku akan mengajakmu untuk bersenang - senang malam ini" Freddy segera mengarahkan mobilnya menuju salah satu tempat hiburan malam yang cukup terkenal di kota itu.


"Aku rasa tak pantas jika sesama jomblo saling menghakimi teman"Alfaro merasa tak terima dirinya dikatakan sedang kesepian walau pada kenyataannya apa yang diucapkan lelaki disebelahnya benar adanya.


"Tapi sayang sekali ucapan mu salah kali ini" lagi - lagi Freddy tertawa lebar.


"Oh yeah are you sure mate" Alvaro mengerutkan dahi tak percaya akan bualan teman lamanya tersebut "lantas siapa wanita yang kurang beruntung itu teman" imbuh Alvaro tersenyum smirk, obrolan mereka terhenti saat pria disampingnya tersebut menghentikan mobilnya tepat disebuah club hiburan yang ramai pengunjungnya namun bisa di lihat dari orang - orang yang berkunjung disana tampak berkelas dari segi penampilan dan tumpangan yang mereka kendarai.


tiba - tiba seorang wanita muda dengan mengenakan pakaian kurang bahan berbicara dengan nada tinggi pada Freddy karena mobil milik Freddy menghalangi wanita tersebut keluar dari dalam mobil miliknya, Alvaro tertawa terbahak - bahak mendengar seorang wanita yang sedang mengumpat temannya tersebut,ucapan wanita muda nan seksi tersebut membuat emosi sang teman memuncak Freddy tampak enggan untuk mengalihkan mobilnya malah meminta seorang polisi dengan pangkat AKBP tersebut segera keluar dari dalam mobil dan kemudian lelaki tersebut ikutan turun melalui pintu yang sama lagi - lagi melihat tingkah temannya yang sangat kekanakan itu membuat Alvaro tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


Sikap Freddy semangkin membuat gadis tersebut semangkin berteriak,dengan santai Freddy menghampiri mobil lalu sengaja menggedor pintu mobil dan akhirnya lelaki tampan yang cukup dikenal Freddy keluar dari dalam mobil melihat siapa yang berdiri dihadapannya membuat anak muda tersebut memilih diam dan meminta wanita didalam mobil tersebut keluar melalui pintu samping dengan masih mengucapkan sumpah serapahnya wanita itu hanya menuruti perintah sang pria dan berlalu pergi meninggalkan Freddy dan Alvaro yang berdiri tepat disamping Freddy dengan mengingat - ingat lelaki tersebut.


"Ayo teman kita lanjutkan fun malam ini,dan kamu pasti bisa mendapatkan wanita yang lebih menarik dari wanita bermulut kasar itu" Freddy menepuk pundak Alvaro .


"Aku juga tidak tertarik pada wanita itu kawan aku merasa pernah melihat pria yang bersama dengan wanita jelmaan mak lampir itu" ucapan Alvaro membuat Freddy yang kini gantian tertawa terkekeh - kekeh.


"Wajar jika dirimu pernah melihatnya teman karena lelaki tersebut kekasih wanita yang kamu culik bersama mobil adik kesayangan ku" jelas Freddy masih dengan tersenyum dan segara melangkah masuk kedalam tempat hiburan malam meninggalkan Alvaro yang masih tertegun di tempatnya.


B e r s a m b u n g.


hy buat pembaca setia ku mampir juga ya di novel teman ku di๐Ÿ‘‡jangan lupa tinggalin jejak like dan votenya, terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿค—๐Ÿ˜˜.


__ADS_1


__ADS_2