Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.94


__ADS_3

**Hy gaes mohon maaf ya malam ini baru sempat up.


Tetap stay dan tetap berikan dukungannya buat aku ya gaes.


Dengan cara gerakan jempol kalian dengan klik vote,like dan koment serta rate bintang lima juga gift ya gaes makasih🤗😘😘😘.


Happy reading**.


...****************...


Sesuai janji setelah perkulihan selesai sore itupun Desta menemui Rini di sebuah cafe tempat mereka janji untuk bertemu,setelah menempuh beberapa menit perjalanan Desta akhirnya telah sampai terlebih dahulu ia segera memarkirkan mobilnya lalu masuk kedalam cafe tersebut.


Pria tersebut celigukan mencari sosok Rini namun wanita itu tak kunjung ia temukan di tempat itu.


Sesaat kemudian dering suara ponsel pintar milik pria tersebut berbunyi,Desta mengeluarkan benda berkilau dari dalam saku. celana nya lalu mengetik balasan pesan dari Rini setelah selesai ia kembali memasukkan benda pipih berbentuk kotak itu kedalam sakunya dan memilih tempat duduknya,untuk menghindari kebosanannya ia kembali berkutat pada ponsel nya sambil menunggu Rini.


"Sori Des,buat lu lama menunggu"ucap Rini lalu duduk tepat dihadapan Desta.


"No problem"balas Desta datar.


Seorang pelayan cafe menghampiri meja yang mereka duduki "mau pesan apa mbak,mas?" tanya pelayan itu dengan sopan.


"Gua cappucino mbak"ujar Desta.


"Samain aja deh mbak"sambung Rini yang diangguki pelayan cafe itu.


"Ada lagi mbak,mas?" tanya pelayan itu lagi


dengan sopan.


Rini menatap ke arah Desta"Itu aja deh mbak"ujar Desta.


"Emm,kentang goreng aja deh mbak,satu"sambung Rini,pelayan tersebut segera mencatat kembali pesanan Rini dan segera berlalu,setelah menunggu beberapa saat pelayan itu pun kembali dengan membawa pesanan mereka lalu kembali setelah mempersilakan Rini dan Desta dengan ramah.


"Des sebenarnya apa yang ingin lu sampaikan kegue tentang Baskoro"tatapan mata Rini tampak serius.


"Gue rasa sebaiknya lu lupain Baskoro"Desta menghentikan ucapannya.


"Memangnya kenapa dan apa alasan mengucapkan hal demikian"ujar Rini tampak antusias.

__ADS_1


Desta akhirnya menceritakan semuanya pada Rini,apa yang dilakukan Desta sangatlah beralasan,ia ingin agar Rini tau dan tidak berharap lagi pada Baskoro karena sesungguhnya dirinya sangat berharap dengan demikian ia dapat menggantikan posisi pria itu di hati Rini dan yang pastinya ia ingin sekali barang-barang mewah dari wanita itu.


"What!" pekik Rini setelah mendengar ucapan Desta tentang Arumi dan lelaki yang sangat ia puja itu dengan kedua tangan mengepal.


"Ya begitulah kenyataannya Rin,mau tidak mau sesulit apa pun itu lu harus terima kenyataannya"Desta menggenggam tangan Rini dengan berpura-pura bersimpati.


"I want to aks for your help just this time"ujar Rini dengan tatapan penuh harapan.


"With pleasure Rin"balas Desta dengan yakin.


"Good,lu sampaikan pesan gue pada Baskoro agar menemui gue malam ini"ucap Rini dengan menyebutkan waktu dan tempat dimana ia menunggu pria itu,Desta dengan terpaksa akhirnya memenuhi permintaan Rini,wanita itu pun segera meninggalkan cafe dengan tersenyum licik.


☘️☘️☘️☘️.


Pesan dari Rini telah pun sampai pada Baskoro,sekitar pukul delapan malam lelaki tersebut dengan menggunakan sepeda motornya menemui Rini di apartemen nya.


Dengan digelayuti perasaan akward yang tiba-tiba menyerangnya,Baskoro membalikkan badan,mengurungkan niatnya memencet bel apartemen milik Rini.


Ceklek!"


"Begitu bencinya lu kegue rupanya"ujar Rini yang telah berdiri diambang pintu dengan mengenakan bathdrobe putih membalut tubuh putih mulusnya,wanita yang baru saja selesai dengan ritual mandinya itu mengetahui kehadiran Baskoro melalui Cctv yang terdapat di apartemen nya.


"Ma...maaf"hanya kata tersebut yang mampu keluar dari mulut lelaki tersebut dengan gugup.


"Ayo masuk"ucap Rini segera Meraih tangan lelaki tersebut dengan sebelah tangannya lalu membawanya untuk segera masuk kedalam apartemen milik nya dengan suka rela akhirnya Baskoro menuruti perintah Rini.


Setelah melangkah masuk kedalam netra lelaki tersebut disuguhi pemandangan yang begitu indah,Rini segera melepaskan baju handuknya tepat di depan mata Baskoro membuat lelaki itu menelan ludahnya.


"Se...sekali lagi maaf kan aku yang membuatmu kecewa" lagi-lagi dirinya tampak masih gugup tidak dipungkiri detak jantungnya meningkat,dadanya tampak kembang kempis dan nafasnya semangkin memburu seperti orang sesak nafas saat melihat Rini yang bohay dalam keadaan naked.


Rini menggelengkan kepalanya dengan jari telunjuknya keatas dan menggoyangkan kekiri dan kekanan,wanita itu mendorong tubuh Baskoro membuat lelaki itu mendarat sempurna pada sofa yang terdapat didalam ruangan tersebut.


"Kamu tidak perlu meminta maaf,kamu hanya perlu berjanji untuk tidak mengulangnya lagi"ujar Rini dengan posisi yang sudah berada dipangkuan Baskoro.


"Maksudnya?" aku sunguh-sunguh tak mengerti"kata Baskoro serius dengan menatap kedua bola mata indah Rini.


"Benerkah kamu ingin tahu honey" ucap Rini menyungingkan senyum menggoda yang disambut anggukan oleh lelaki itu,Rini menempelkan bibirnya pada telinga Baskoro lagi-lagi Baskoro mengganggukkan kepalanya.


"Bagaimana apakah kamu bersedia honey?" tanya Rini menatap seksama.

__ADS_1


"Why not" sambut Baskoro tegas.


"Is that true?"


"Of crouse" lagi-lagi Baskoro dengan tegas menjawab pertanyaan Rini, membuat wanita tersebut tersenyum sumringah.


Baskoro semangkin kehilangan kendali,beberapa saat ia hanya terdiam dan terus menatap setiap inci pada tubuh polos Rini.


"Apakah kamu hanya akan menatap ku honey"Dengan manjanya Rini justru memeluk erat Baskoro sambil berbisik ditelinga lelaki itu,Baskoro yang merasa tertantang dengan perlakuan Rini segera membopong tubuh polos tanpa sehelai benang yang menempel ditubuh wanita itu lalu membaringkan pada ranjang King sizenya.


Tanpa ba,bi,bu Baskoro segera melucuti pakaiannya dan segera menuntaskan pertarungan ronde pertama malam ini.


Baskoro menjatuhkan tubuhnya disisi Rini setelah kegiatan panas yang mereka lakukan barusan dengan beberapa gaya,mereka saling memuaskan satu sama lainnya setelah hampir tiga minggu mereka tak bertemu.


"Apakah kamu puas malam ini baby" Baskoro menoleh pada wanita yang terbaring disebelahnya dengan bermandikan keringat.


Rini terkekeh mendengar ucapan dari lelaki tersebut"aku belum puas sebelum kamu menunaikan misi kita honey"


Baskoro menyurukkan kepalanya,mendekat dan berbisik ditelinga Rini"Sabar ya baby ini tidak akan lama beri aku waktu"


Rini memdogakkan wajahnya menatap wajah dengan hidung bangir,bibir tipis,rahang tegas serta terlihat jantan itu.


"Apakah kamu mau baby?" tanya Baskoro wanita itu mengangguk dengan cepat.


"Thank you baby"Baskoro berbisik tepat ditelinga Rini dengan lembutnya.


Mereka kembali bermain cinta dalam hasrat yang berapi-api sampai puncak gelombang memukul berulang kali,Baskoro memperlakukan Rini dengan sangat istimewa hal tersebut membuat wanita tersenyum penuh kepuasan.


Dengan sekujur tubuh yang telah banjir oleh keringat,Baskoro kembali berbisik tepat di telinga Rini yang masih dalam kungkungannya.


"Aku sepenuhnya milik mu baby"


...****************...


**Okay sampai disini dulu gaes mudah"an kalian semua sudi mendukung karya ku gaes.


Mohon kasih tau jika typonya bertebaran gaes .


Akhir kata a**ku ucapkan ribuan terimakasih**

__ADS_1


__ADS_2