Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.108


__ADS_3

Harap dukungannya gaes.


Klik vote,like juga Favorinya dan jangan lupa buat ninggalin jejak kalian.


Jika ada typo kasih tau aja gaes.


Happy reading 🤗😘


...****************...


Arumi merasa sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan adiknya,malam itu kedua Kakak beradik itu ngobrol dibalkom dengan menatap bintang-bintang,mereka saling melepas rindu.


Ada kesedihan terbersit direlung hati Arumi saat mengenang kan masa lalu bersama sang bunda,namun apa hendak dikata mau tidak mau ia harus mengikhlaskan semuanya dan kini ia harus melanjutkan hidupnya,dirinya berjanji dalam hati akan menjadi kan adik semata wayangnya itu sukses meraih impian nya kelak.


"Dek apa rencana mu kedepannya" tanya Arumi menoleh sang adik yang berbaring disebelahnya.


"Belum tau kak"jawab Ayu membalas menatap kakaknya.


"Kamu harus kembali bersekolah agar ibu bangga disana"Arumi menatap kearah langit yang penuh bertabur bintang,Ayu mengalihkan pandangan dari kakaknya dan matanya tertuju satu arah dengan sang kakak


Mereka ngobrol hingga larut malam tak terasa rasa kantuk mulai menyerang keduanya mereka beranjak masuk kedalam kamar tak butuh waktu lama mereka pun tertidur pulas sambil berpelukan.


☘️☘️☘️.


Suasana masih tampak gelap,meski subuh telah terlewati Arumi bangun dari tidurnya ia tersenyum saat memandang wajah adiknya yang masih tertidur lelap,Arumi mengusap pucuk kepala sang adik dan mengecupnya.


Secara perlahan ia pun bangkit dan berjalan menuju jendela kamarnya lalu membukanya lebar,Arumi sesaat memejamkan kedua matanya menghirup udara segar yang masuk melalui rongga hidungnya dan menghembuskan secara perlahan-lahan.


Arumi membuka matanya kembali menatap alam bebas yang terbentang dihadapan melalui jendela kamarnya,Arumi tampak begitu siap untuk menghadapi hidupnya yang terus berjalan.


Wanita itu bertekad seberat apapun itu ia akan menjalani dengan kuat dan tegar,ia yakin untuk bangkit demi adiknya yang kini sudah berada bersamanya kembali.


"Ya ini saatnya aku bangkit,aku akan mengubah semuanya termasuk diriku sendiri,Arumi yang dulu mungkin bisa lemah tapi tidak yang sekarang"Batin Arumi.


Setelah terdiam sesaat Arumi bergegas menuju kamar mandi menguyur seluruh tubuhnya untuk memberikan kesegaran pada tubuh dan pikirannya,setelah menyelesaikan mandinya ia pun keluar dan melangkah menuju cermin lalu mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


Jarum jam sudah menunjukkan angka enam lebih tiga puluh menit,Ayu mengerjabkan matanya dan mendongak kearah sang kakak


"Udah wangi aja nih kakak"ujar Ayu dengan suara khas orang bangun tidur.


"Kamu udah bangun rupanya dek"Arumi menoleh mengulas senyum kearah Ayu.


Ayu duduk diatas kasur lalu merenggangkan otot tubuhnya lalu kembali menoleh pada Arumi yang tengah memilih baju didalam lemari setelah mendapatkan gaun yang ia rasa pas ia pun mengenakan gaun tersebut Arumi benar-benar tampil beda kali ini,tetap cantik tetapi tampak sangat seksi.


Arumi mematutkan diri didepan cermin senyumnya kembali mengembang,dari dalam cermin ia bisa melihat sang adik yang tengah menatap dirinya dengan intens.


"Pagi-pagi malah bengong sih dek"Arumi sekilas menoleh pada adiknya lalu kembali menyibukkan diri memoles wajah cantiknya.


"Kakak semangkin cantik sekarang"


"Benarkah?" tanya Arumi dengan sikap centil yang dibuat-buat namun terlihat tidak kaku.


"Benar kak,hmmm kak bo...bolehkah ayu nanya sesuatu?"ucap Ayu ragu.


"Mau tanya apa sih dek"Arumi berjalan mendekati Ayu dan duduk disisi tempat tidur.


"Kok nanya gitu sih dek,memangnya kenapa"


"Saat lelaki itu menatap kakak,Ayu bisa melihatnya kak,bahwa lelaki itu menyukai kakak,Ayu takut kak kebaikan dan rasa perdulinya ada terselubung niat yang lain"


"kamu tidak perlu takut karena kakak sudah memikirkan semuanya,yang kakak inginkan saat ini kamu fokus saja dengan cita-cita mu dan masa depan mu,kakak akan berusaha mewujudkan semua mimpi mu sayang"Arumi menangkup kedua pipi Ayu dan mengecup pucuk kepala adik semata wayangnya dengan penuh kasih.


"Tapi kak..."ucapan Ayu terpotong karena jari telunjuk sang kakak yang menempel pada bibir gadis itu


"Sutttth,sudah buruan mandi,lalu segeralah turun kebawah,kakak akan menyiapkan sarapan pagi"ujar Arumi lalu melangkah keluar kamarnya.


Arumi menuruni beberapa anak tangga berjalan menuju dapur menghampiri bik Odah yang sedang berkutat dengan alat masaknya.


"Pagi bik" sapa Arumi.


"Eh Enon,pagi non maaf non bibik belum selesai menyiapkan sarapannya" bik Odah lalu buru-buru melanjutkan memasaknya.

__ADS_1


"Gak papa bik,aku kemari justru mau bantu bibik kok"


"Jangan non,nanti bibik dimarahi tuan non"


"Sudah jangan takut tuan pasti tidak akan marah bik"Arumi mengambil celemek dan memakainya lalu segera membantu bik Odah di dapur menyiapkan sarapan pagi.


Setelah masakan siap Arumi tampak menyajikan menu sarapan pagi diatas meja dengan begitu semangatnya hingga ia tak menyadari Dexter yang sedari tadi memperhatikannya.


"Sepertinya ada yang kurang hmm...oh iya sendok dan garpu kok bisa lupa akunya"Arumi berbicara sendiri.


Arumi membalikkan tubuh untuk sekedar mengambil sendok dan garpu,tak sengaja ia pun melihat tuan Dexter yang sedang berdiri menatap kepadanya.


"Lho kenapa malah berdiri disana tuan,ayo kemarilah aku sudah membuatkan sarapan pagi yang spesial buat anda tuan"


Dexter yang masih bingung akan perubahan Arumi terlihat masih tak bergeming dengan santai Arumi pun menghampiri nya dengan menarik sudut bibirnya yang sensual lalu mengandeng tangan lelaki itu berjalan menuju meja makan.


Tentunya perubahan sikap Arumi itu membuat Dexter merasa sangat gembira,lelaki itu semangkin berharap dirinya secepatnya akan mendapatkan hati Arumi sepenuhnya,namun lain halnya dengan Arumi perubahan sikapnya serta penampilannya itu hanyalah sebagai cara untuk memuluskan niatnya mencapai tujuannya.


"Oh sebentar tuan saya melupakan sesuatu"imbuh Arumi hendak melangkah kembali ke dapur namun langkahnya terhenti karena tangan kekar Dexter keburu menarik lengannya hingga Arumi kehilangan keseimbangan dan akhirnya tubuhnya jatuh tepat dipangkuan lelaki itu, sesaat mata keduanya saling beradu pandang.


Bik Odah yang tiba -tiba masuk keruang makan dengan peralatan makan ditangan merasa tidak enak,wanita paruh baya itu pun buru-buru kembali ke dapur akan tetapi sendok ditangannya terjatuh hingga membuat kedua insan berlainan jenis itu pun tersadar dan menoleh ke sumber suara.


Dexter melepaskan tangannya dari pinggang Arumi dengan wajah gugup,sedangkan Arumi segera berdiri dari pangkuan Dexter dengan wajah santai seolah tidak terjadi sesuatu.


Ayu yang selesai dengan ritual mandinya segera bergabung dimeja makan,mereka menikmati makan pagi bersama diselingi dengan obrolan santai.


Dexter tak henti-hentinya mencuri pandang kearah Arumi,lelaki itu begitu menyukai penampilan baru Arumi yang tampak lebih fresh dan berkelas,Arumi menyadari hal itu dirinya semangkin optimis rencananya akan berhasil dengan mudah.


Tidak hanya Dexter,Max yang pagi itu tiba di villa milik Dexter tampak speechless dengan penampilan baru Arumi diam-diam lelaki itu mengagumi sosok Arumi namun ia tak berani menatap paras cantik wanita itu ia takut Dexter akan meradang jika tahu,menyadari hal itu Max buru-buru menundukkan kepalanya bahkan ia menolak saat wanita itu mengajaknya untuk sarapan pagi bersama,Max memilih menunggu Dexter diruangan khusus mereka untuk menyampaikan hal penting tentang kegiatan terlarang mereka.


...****************...


Ok gaes sampai disini dulu,makasih buat dukungannya.


see u next part ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2