
Setelah meninggalkan rumah sakit Alvaro langsung pulang kerumah hari ini ia benar - benar bad mood,wajah yang tadinya cerah berubah lecek kayak baju belum disetrika "Hmmm ternyata gadis cengeng itu sudah punya kekasih"gumam lelaki tersebut "tapi apa urusan ku mau dia punya kekasih atau tidak" lagi - lagi Alvaro berbicara sendiri di dalam hati.
Saat dirinya memikirkan Arumi tiba - tiba dering suara handphone miliknya berbunyi ia segera menghentikan mobilnya di pinggiran jalan.
"Malam ndan,tersangka 01 sudah tewas ndan" suara seseorang dari seberang yang memberi info penting membuat emosi Alvaro meledak
"Apa!" kenapa bisa!" seru Alvaro memukul setir mobilnya dan segera memacu mobilnya kembali kekantor.....
🎀Two days leter 🎀
Kondisi Arumi sudah benar - benar pulih, hari ini dokter memberi izin Arumi untuk pulang kerumah,Alvaro sudah mengetahui informasi tentang kepulangan Arumi setelah sarapan pagi Alvaro segera menuju rumah sakit dimana Arumi sedang dirawat.
Begitu tiba dirumah sakit Alvaro segara menyelesaikan semua administrasi nya lalu ia segera menuju ke ruangan tempat Arumi dirawat, didalam ruangan tersebut sudah tampak buk Irma dan Ayuningtyas bersama kedua sahabat Arumi,Angel dan Khalista.
"Apa kabar bu,apakah sudah bersiap - siap untuk pulang" sapa Alvaro bertanya pada buk Irma dengan ramah.
"Sudah pak dan terimakasih atas semua bantuannya selama ini" buk Irma menjabat tangan polisi tanpam tersebut dalam hati ia mengagumi pria sikap sopan santun serta ramah tamah pria tersebut sedangkan Arumi hanya menatap pada Alvaro tanpa mengucapkan kata sepatah pun,sesaat mata mereka saling beradu pandang Alvaro segera melemparkan pandangannya kearah lain.
"Ibu jangan panggil bapak donk saya kan masih muda,lagian ini diluar kantor bukan?" Alvaro tertawa renyah "O iya bu kebetulan hari ini saya tidak sedang sibuk bagaimana jika saya mengantarkan ibu untuk pulang kerumah" imbuhnya memberikan bantuan pada bu Irma.
"Kebetulan teman Arumi sudah ada,mereka yang akan mengantarkan kami pulang,nak...." buk Irma berpikir sejenak ia menatap pada nama yang tertulis pada seragam Alvaro.
"Panggil Alvaro atau Al saja bu" Alvaro tahu apa yang sedang wanita paruh baya tersebut pikirkan.
"Iya nak Al tidak usah repot - repot dan sekali lagi ibu dan anak ibu mengucapkan ribuan terimakasih" ucap buk Irama dengan mencubit Ayuningtyas yang tak berkedip menatap pada lelaki yang sedang berdiri dihadapannya, Ayuningtyas menoleh pada sang ibu dengan bibir mengkerucut.
"Oh sudah kalau begitu bu tetapi jika ada sesuatu ibu jangan sungkan - sungkan untuk menghubungi saya bu terlebih mengenai kesehatan putri ibu,walau bagaimana pun kejadian ini ada hubungannya dengan saya bu" Alvaro segera mengulurkan sebuah kartu nama pada buk Irma, Ayuningtyas segera menyambar kartu nama tersebut wajah buk Irama spontan berubah pias menahan malu oleh tingkah putri bungsunya tersebut sementara Alvaro hanya tersenyum melihat tingkah Ayuningtyas,setelah mengobrol tidak lama Alvaro berpamitan pada buk Irma ia sempat melirik pada Arumi namun gadis tersebut sama sekali tidak melihat kearahnya Alvaro merasa Arumi seolah mengacuhkan dirinya.
"Maaf Pak saya hampir lupa jika sebelum kemari Abang saya meminta saya untuk menyampaikan salam buat bapak" Angel segera menghampiri Alvaro yang hendak melangkah ke luar ruangan,pria tersebut mencoba mencerna arah pembicaraan Angel "apakah ini adik dari Freddy " batin Alvaro sambil menatap kearah gadis tersebut.
__ADS_1
"Kenalkan pak saya Angel adik dari Freddy yang mobilnya rusak karena telah bapak meminjamnya tanpa permisi pada saya " Angel mengulurkan tangannya sambil tersenyum menunjukkan gigi putih nya yang rapi " gadis ini sama persis dengan sang Kakak" bathin Alvaro.
"Oh ya" jawab Alvaro singkat sambil tersenyum nyegir.
"Ah nggak seru masak jawabnya cuma oh ya" Angel cemberut.
"Trus bagaimana dong,mobilnya juga sudah diperbaiki bukan" ujar Alvaro sambil tersenyum tipis memberi penjelasan pada gadis tersebut.
"Ya ela pak jika tidak diperbaiki juga tidak apa - apa,toh kami bisa beli sepuluh mobil yang tentunya lebih mahal dari mobil itu" jawab Angel santai.
"Bener - bener mirip dengan sang abang" batin Alvaro lagi.
"Hmmm jadi apakah yang harus hamba lakukan buat putri,agar saya bebas dari rasa bersalah" intonasi Alvaro lembut berdialog seperti cerita kerajaan,membuat Angel mangkin cemberut merasa pemuda tersebut sedang mengejek dirinya.
"Ups........maksudnya abang saya Freddy pak" terang Angel menjelaskan "sampai bertemu kembali Pak polisi bye" ucap Angel ngeloyor pergi meninggalkan Alvaro yang masih begong.
"Bodoh ah mau Freddy,Angel atau Karto tidak masalah toh mereka tidak akan memerasku" bisik Alvaro dan berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.
Alvaro baru saja selesai mandi suara dering handpone terdengar ditelinganya, pria tersebut segera mengambil benda pilih yang masih berada disaku pakaian dinasnya.
"Hy halo sob,apakah telepon ku mengganggu mu" suara diseberang sana terdengar tertawa renyah.
"Tentu tidak teman,gerangan apakah membuat dirimu menelepon ku"
"Wah sepertinya kamu lupa sob,tentang perjanjian kita kemarin"
__ADS_1
"Tentu tidak teman"
"Malam ini aku ingin mengajamu makan malam dan setelah itu kita enjoy bareng,kirimkan alamatmu maka aku akan menjemput teman"
"selalu begitu" bathin Alvaro " baik lah teman,aku akan kirimkan alamat ku dengan segera" jawabnya kemudian kedua lelaki tersebut mengakhiri obrolan mereka Via handpone Alvaro segera meng share alamat tempat tinggalnya, setelah itu lelaki tersebut menukar piyamanya dengan pakaian kasual dengan atasan kaus berwarna putih fit to body.
tepat pukul depan malam Freddy menjemput teman lamanya itu lalu mereka menuju sebuah restoran mewah yang terdapat dikota tersebut untuk menikmati makan malam,seorang pelayan segera menghampiri kedua pemuda tampan tersebut dengan ramah,setelah keduanya memesan menu seafood pelayan tersebut kembali melanjutkan tugasnya.
Sembari menunggu pesanan mereka tersaji kedua pria itu terlibat obrolan santai mengingat kisah Lima tahun lalu,saat keduanya tengah asik ngobrol tampak lelaki masuk kedalam restauran tersebut dengan didampingi dua orang bodyguard nya di samping kanan dan kiri lelaki tersebut dari style nya bisa terlihat pria tersebut bukanlah orang sembarang.
Dan saat ia melintas semua pelayan tersebut tampak menundukkan kepala terhadap lelaki paruh baya itu,dan ternyata Alvaro sedari tadi memperhatikan kehadiran lelaki tersebut membuat Freddy mengikuti arah pandangan Alvaro.
Lelaki tersebut tampaknya melihat akan kehadiran Freddy di restauran tersebut dan lelaki itu akhirnya melangkah menghampiri Freddy yang sedang menunggu sajian makan malamnya.
"Halo sahabat ku ternyata kamu berada disini juga" ucap Albert menyapa ramah pada Freddy lalu mereka berjabat tangan dan saling berpelukan, Alvaro menatap intens pada Freddy dan lelaki tersebut.
Setelah melepas pelukannya Freddy memperkenalkan Albert dengan Alvaro karena Freddy yakin Alvaro tampak berminat untuk mengenal pria tersebut,namun belum sempat Freddy melakukannya Albert lebih dahulu menyapa Alvaro dengan akrab.
"Halo AKBP Alvaro Maldini saya sangat bahagia hari ini dapat berjumpa dengan anda teman" Albert mengulurkan tangan pada Alvaro.
"Sama - sama tuan saya juga senang bisa dapat berkenalan dengan anda" Alvaro menyambutnya dengan sikap dingin.
"Saya sudah lama ingin mengenal anda teman,namun sayang malam ini saya ada keperluan yang tidak bisa saya tinggalkan,untuk itu besok malam saya ingin mengundang kalian untuk makan malam bersama dan saya harap kalian sudi memenuhi undangan ku malam besok"ucap Albert dengan wajah tampak mengharap,Alvaro menatap pada Freddy.
"Jika waktu luang kami akan datang" jawab Freddy sekedar basa - basi.
\#B e r s a m b u n g\#
__ADS_1