Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.93


__ADS_3

Arumi kembali pulang kerumah dengan perasaan sedikit lebih baik setelah menjumpai Baskoro kekasihnya sore itu.


Setidaknya kekasihnya itu tidak lagi memaksa nya untuk menggugurkan janin yang tengah ia kandung.


☘️☘️☘️☘️


Berbeda dengan Arumi,Baskoro begitu frustasi setelah tahu bahwa wanita yang dipacarinya setelah bertahun-tahun lamanya saat ini tengah berbadan dua,mengandung darah daging nya.


"Argh!" umpat Baskoro berteriak kencang, lagi-lagi kepala nya terasa begitu pusing menghadapi masalah demi masalah yang tak kunjung ada habis nya.


"Lu ada apa masalah apa sih sebenarnya bro" tanya Aldy tampak menyipitkan mata.


"Gua harus menikahi Arumi bro" jawab Baskoro jujur ia merasa sudah tidak ada yang perlu ia tutup-tutupi lagi dari ketiga sahabatnya itu.


"Kenapa harus secepat itu, jangan bilang lu juga melakukannya dengan Arum"timpal Desta yang baru saja tiba, bahkan ia tidak tahu bahwa sebelumnya Arumi baru saja menemui Baskoro.


Sesaat Desta mengalihkan pandangannya pada Aldy yang memberitahu hal kedatangan Arumi di tempat mereka.


"Lu yakin melakukannya"ucap Desta lagi.


Baskoro mengangkat kedua bahunya,ia sendiri tak yakin dengan keputusan yang ia ambil barusan.


"Apa tidak ada ide lainnya bro,lagian bagaimana dengan pendidikan kalian berdua jika kalian benar-benar menikah lalu bagaimana biaya kehidupan kalian sementara dirimu sendiri tidak bekerja"Aldy menimpali dengan penjelasan menurut sudut pandang dirinya secara pribadi.


"Entahlah gua sendiri bingung tapi tidak ada cara lain bro"jawab Baskoro datar,seketika ia teringat akan ucapan ayahnya.


"Lu sih,main embat aja,lagian kenapa sama tu cewek lu lakuin itu dasar bodoh" ujar Desta mengumpat


Baskoro tidak tersinggung terhadap Desta ia sendiri menyadari semua terjadi karena memang kebodohan dirinya sendiri kini ia hanya bisa menyesali perbuatannya itu.

__ADS_1


Dengan perasaan yang campur aduk Baskoro pamit pulang kepada ketiga sahabatnya itu meninggalkan basechamp dengan langkah gontai.


Begitu tiba dirumah ia telah disambut sang ibu dengan sejumlah pertanyaan membuat kepalanya terasa hampir pecah,Baskoro langsung masuk kedalam kamar dengan menutup pintu kamarnya sedikit keras.


"Sudahlah buk jangan memaksakan kehendak"pak Supriyadi menyela ucapan sang istri dengan menunjukkan wajah tidak suka.


☘️☘️☘️☘️.


Setelah mengetahui kekasihnya hamil,Baskoro tidak bisa tidur semalaman dan terus memikirkan hubungannya bersama Arumi kedepannya dan pada akhirnya ia memilih pergi ke kampus pagi dan ini untuk mencari solusi bersama kekasihnya itu.


Tanpa pamit kepada kedua orang tuannya Baskoro bergegas menuju pintu keluar dan menuju sepeda motornya lalu segara memacu laju sepeda motornya tanpa menghiraukan gerimis yang turun pagi itu"argh, mengapa hubungan ku kali ini begitu rumit"Baskoro membatin ditengah rintik hujan pagi itu.


Pria itu menambah laju kecepatan sepeda motornya dan akhirnya ia pun sampai di kampus 30 menit setelahnya,begitu memarkirkan sepeda motornya ia melihat sebuah mobil sport BMW i8 yang terparkir disana,Rini dan ketiga temannya itu tampak turun dari dalam mobil,Baskoro ingin sekali menghampiri Rini yang tengah bercanda ria bersama ketiga sahabatnya itu namun pergerakannya terhenti seketika begitu melihat Arumi yang sedang berjalan memasuki gedung kampus.


Baskoro dengan mempercepat langkahnya menghampiri Arumi,tanpa menoleh lagi pada Rini yang menatap kearahnya dengan kesal.


"Lihat tu beb,doi mengacuhkan lu kan malah nyamperin cewek kampung itu"celetuk Margaretha membuat Rini semangkin kesal olehnya,namun matanya tak lepas menatap punggung pria itu


"Ngel lu duluan gih entar gue nyusul" ujar Arumi pada sahabat itu dengan tangan yang di gandeng pria yang menjadi kekasihnya itu ia pun meninggalkan Angel yang belum sempat membalas perkataannya barusan


Rini yang melihat sepasang kekasih itu bergandengan tangan terbakar cemburu,sorot matanya memancarkan kemarahan"****!" ternyata setelah gue mengambil semua yang gue berikan justru tak membuat dia menyesal"batin Rini kesal pada kenyataan yang tak sesuai ekspektasi nya.


Dengan perasaan yang masih kesal Rini mengikuti ajakan ketiga sohibnya untuk ke kantin tanpa menanggapi ledekan temannya yang terkesan menertawainya secara tidak langsung.


Disana telah ada Desta dan yang lainnya tengah mengisi perut mereka.


"Hy gaes"sapa Aldy begitu melihat Rini the geng dengan melambaikan tangan agar menawarkan untuk gabung,Rini the geng pun akhirnya menyamperin mejanya.


"Elu kenapa Rin pagi-pagi tu muka udah main di tekuk aja"ucapan Desta menginterupsi yang lainnya mereka pun secara serempak menoleh kearahnya.

__ADS_1


"Semua itu gara-gara teman lu tuh,lebih memilih sampah daripada mutiara"Nindy yang dari tadi hanya diam kini ikut berbicara menyela perkataan Desta.


"Hmmm baiknya lu lupain aja Rin"kata Desta sambil bangkit dari tempat duduknya,Rini menatap intens kearah Baskoro.


"Iya kami cabut dulu gaes"imbuh Desta karena mereka harus segera masuk,Aldy dan Faisal ikut berdiri.


"Tunggu Des,maksud lu ngomong gitu apa ya?"tanya Rini penasaran.


"Gua gak bisa buat ngomong sekarang,jika lu penasaran siang nanti kita ngobrol ok"jawab Desta,Rini mengangguk dengan cepat sambil mengangkat jempol keatas.


"Udah Rin mending lu nyari yang lain aja,gua juga bersedia kok buat lu manjain" ujar Faisal menimpali sambil mengedipkan sebelah matanya,Rini mencibir kearahnya Aldy yang berada disebelah Faisal menoyor kepala pria tersebut membuat yang lainnya terkekeh geli melihat Faisal Kesaktian,ketiga pria itu pun akhirnya melangkah meninggalkan kantin.


Sementara ditempat yang berbeda dan waktu yang sama Arumi dan Baskoro duduk ditaman kampus tampak sedang ngobrol serius.


Setelah keduanya saling ngobrol namun tetap saja tidak menemui kata sepakat, kendati Arumi sejujurnya mengakui apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu ada benarnya namun ia tak ingin mengulangi kesalahan lagi bahkan melakukan sisa yang sangat besar dengan membunuh darah daging ya sendiri,pikiran Arumi yang kalut membuat ia melamun.


Baskoro menghembuskan nafas nya pelan,ia Meraih tangan Arumi untuk dikecupnya sekilas,Arumi tersentak lalu menoleh pada Baskoro.


"Kenapa kita harus cemas pada kenyataan ini mas,bukankah selama ini kita saling mencintai?" kita akan sama-sama menghadapi nya baik suka dan duka sekali pun.


"Fine,mas mengerti itu lalu bagaimana dengan orang tua kita, apakah kamu tidak memikirkan apa yang bakal terjadi pada ibu mu jika tahu akan hal ini Rum?"


Perkataan Baskoro lagi-lagi membuat cemas Arumi semangkin menjadi,wanita itu menundukkan kepala,ia tidak bisa berpikir jernih untuk kali ini,


Baskoro berusaha membuat Agar Arumi mendengar kan perkataan nya,untuk itu ia tidak ingin terkesan memaksa agar rencana berhasil.


"Yaudahlah sayang,kita pikirkan lagi nanti sekarang yuk kita masuk kelas"ujar Baskoro mengusap wajah Arumi dengan senyum yang tampak memudar.


...****************...

__ADS_1


.


__ADS_2