
Suasana pagi ini dalam keadaan sedikit mendung,bahkan sempat beberapa menit yang lalu terjadi gerimis,buk Irma segera beranjak dari tidur malamnya lalu ia segera melangkah di dapur untuk memulai aktivitasnya menyiapkan sarapan pagi nya dan begitu selesai ia segera membersihkan diri.
"Bu" sapa Ayuningtyas begitu melihat sang ibu yang telah berada dimeja makan.
"Kamu sudah bangun nduk, segeralah mandi agar kita bisa sarapan bersama" ucap buk Irma dan di sambut dengan sebuah anggukan dari Ayuningtyas,setelah beberapa saat Ayuningtyas telah selesai acara mandinya lalu segera menghampiri sang ibu dan mereka pun menikmati makan malam bersama.
"Tok........tok........tok"
Kedua Ibu dan anak saling pandang ketika mendengar seseorang mengetuk pintu rumah,tanpa menunggu kedua perintah dari ibunya Ayuningtyas segera menuju keruang tamu dan membuka pintu tampak dua orang orang polisi dengan mengenakan pakaian biasa tengah berdiri didepan pintu.
"Selamat pagi nona " salah satu dari pria tersebut menyapa Ayuningtyas dengan ramah,kedua pria tersebut adalah anak buah dari Alvaro mereka sengaja ditugaskan oleh Alvaro untuk menjumpai orang tua dari Arumi untuk memberitahu apa yang telah terjadi kepada putri mereka.
"Selamat pagi,apakah ada yang bisa saya bantu Pak" Ayuningtyas balas menyapa lelaki tersebut dengan wajah tampak menegang.
Setelah salah satu dari pria tersebut mengatakan sesuatu Ayuningtyas mempersilakan tamu tersebut masuk kedalam rumah gadis itu lalu memanggil ibunya yang sedang menikmati sarapan nya.
"Buk ada tamu yang ingin bertemu bu" ucap Ayuningtyas,buk Irma meninggal kan sarapan nya dan bergegas menuju keruang tamu dengan Ayuningtyas yang membututi ibunya di belakang.
"Apakah bapak sedang mencari saya?" ujar buk Irma dengan mengerutkan kedua alis nya,tamu tersebut segera menyampaikan masuk tujuan kehadiran mereka,tamu tersebut belum selesai menerus kan kalimat namun buk Irma sudah terkulai lemas dengan mata mulai ber kaca - kaca rasa takut terlukis diwajahnya,kedua anak buah Alvaro mencoba menenangkan wanita paruh baya tersebut.
"Putri ibuk baik - baik saja buk,ibu jangan khawatir karena putri hanya mengalami luka yang tidak begitu serius,percaya lah buk dan kehadiran kami kemari sengaja untuk membawa ibu kerumah sakit agar ibu bisa membuktikan secara langsung bahwa putri ibu baik - baik saja" ujar anak bawahan Alvaro dengan tenang, Ayuningtias memeluk sembari mengusap pundak ibunya.
"Tolong segera bawa kami kesana pak" ujar buk Irma dengan suara bergetar.
"Baik buk " ucap salah satu dari pria itu dengan menyunggingkan seulas senyum,lalu mereka secara bersamaan bangkit dan segera menuju kerumah sakit tempat Arumi sedang dirawat.
Angel dan Khalista masih setia menemani Arumi sahabat mereka, pagi ini kendati belum begitu fit namun Arumi sudah mulai sedikit membaik,dengan telaten Khalista menyuap Arumi semangkuk bubur dan sesekali terdengar tawa keluar dari mulut ketiga sahabat tersebut.
Suara dering telfon yang berbunyi berulang kali membuat Alvaro terbangun dari tidurnya dan membuka mata dengan berat lalu segera meraih handpone milik nya,sinar layar handpone membuat matanya silau ia menyipitkan kedua belah matanya,jam yang tertera di handpone milik nya sudah menunjukkan pukul 7.30 pagi.
"Oh \*\*\*\*"umpat nya kesal,lelaki tersebut buru - buru bangkit dan segera menuju kekamar mandi,Alvaro telat bangun hari ini,ia baru saja terlelap ketika menjelang subuh.
Lelaki yang memiliki wajah tampan setara aktor ganteng iko uwais tersebut segera menyambar kontak mobil dan segera bergegas keluar dari apartemen nya menuju parkiran,pagi ini sebelum berangkat menuju kantor nya, lelaki bertubuh sikpack itu berniat mampir terlebih dahulu kerumah sakit untuk melihat kondisi gadis yang mampu menggetarkan hatinya tersebut namun sebelum menuju kerumah sakit ia mampir disebuah konter HP,setelah memilih sebuah handphone yang ia rasa tepat buat gadis manis tersebut ia segera meluncur kerumah sakit dimana gadis tersebut dirawat.
__ADS_1
Alvaro melangkah dengan penuh semangat ia sengaja menghapal kata - kata yang bakal diucapkan saat bertemu dengan gadis cengeng yang mengemaskan tersebut tetapi tiba - tiba ia menghentikan langkah nya karena mendapat panggilan penting dari kantornya ia terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengunjungi Arumi pagi ini.
"Mohon maaf dok, saya AKBP Alvaro Maldini,saya ada pekerjaan yang tidak bisa saya tunda pagi ini, untuk itu bolehkah saya meminta bantuan dokter" ucap Alvaro sangat ramah pada dokter yang kebetulan hendak masuk kedalam ruangan Arumi dirawat.
"Owh baik pak, semoga saya bisa membantu" ujar dokter tersebut membalas senyuman manis lelaki tampan yang berdiri dihadapannya.
"Pasti dokter bisa bantu"lalu Alvaro menyodorkan paper bag yang ia tenteng sedari tadi kepada dokter tersebut "Tolong dokter berikan pada pasien yang sedang dirawat di dalam"imbuhnya dengan masih menyunggingkan seulas senyuman dibibir indahnya sesaat suster tersebut diam karena terpana dengan ketampanan seorang Alvaro Maldini.
"Helloooo.........kok dokter malah bengong sih,apakah permohonan saya terlalu berat buat dokter lakukan?" Alvaro kembali mengucapkan kata - kata ketika dokter tersebut tidak memberi respon kepadanya.
"Terimakasih dok" ucap Alvaro lagi.
"Sama - sama pak" jawab dokter tersebut dengan kepala tertunduk menatap lantai Alvaro segera membalikkan badan dan melangkah berlalu pergi senyuman dibibir nya kembali merekah sambil menggelengkan kepalanya.
Dokter tersebut segera masuk kedalam ruang rawat Arumi.
"Selamat pagi,gimana pagi ini mbak apakah ada keluhan" Dokter tersebut menyapa Arumi dengan sebuah senyuman dan segera mendekati Arumi yang duduk bersandar di tempat tidur.
__ADS_1
"Pagi kembali dok,udah baikan dok" Arumi membalas senyuman pada dokter tersebut membuat hati buk Irma dan Ayuningtyas menjadi tenang dan yakin tidak terjadi sesuatu yang serius akibat kejadian malam tadi pada Arumi.
"Oh iya saya ada titipan dari bapak polisi nih mbak,mohon diterima" dokter tersebut langsung menyerahkan paper bag titipan Alvaro dan segera melanjutkan tugasnya memeriksa keadaan Arumi ia mengeluarkan stetoskop dari saku baju
"Terimakasih suster" ujar Arumi saat menerima paper bag dari suster tersebut dengan mata melebar merasa heran sekaligus bingung,semua yang berada di ruangan tersebut menatap biasa pada Arumi,Arumi meletakkan paper tersebut ke atas meja kerena dokter akan memeriksa denyut nadinya,dokter tersebut kembali memasukkan stetoskop kedalam saku uniform nya setelah melakukan pemeriksaan terhadap Arumi seorang suster tampak sedang mencatat hasil pemeriksaan keadaan Arumi pagi ini.
"Bagaimana dengan keadaan anak saya dokter" buk Irma tampak sedikit khawatir.
"Keadaan pasien baik - baik saja ibu,dan kemungkinan dua hari sudah bisa pulang bu,ibu jangan khawatir" jawab dokter tersebut menyakinkan buk Irama dengan tersenyum.
"Jangan lupa diminum obatnya dengan teratur ya,dan harap didalam ruangan ini yang menjaga pasien hanya satu orang saja ya agar pasien bisa istirahat dengan nyaman" dokter tersebut melemparkan pandangannya pada orang yang berada di ruangan tersebut dengan tersenyum.
"Baik dok" ujar mereka menjawab sang dokter secara serempak.
Bersambung.
(kayak jawab kuis aja ya serempak😁 sori ya hbs outhor lg ngebleng nih jika ada saran agar kalimat diatas lebih jadi lebih hidup silakn koment pada kolom dibawah dan jng lupa sekalian like jg votenya☺️ biar outhor mangkin semangat nih🙏🤗.
oh iya sekalian mampir yuk dicerita temen aq ceritanya lebih seru pastinya 👌😘😘😘

__ADS_1