
Hy gaes dukung donk cerita imajinasiku ku ini,biar Aku semangat nih gaes 😉🤗.
Jangan lupa sebelum baca vote ok,dan sesudah baca Lansung klik like,rate gift dan favoritnya ya gaes sertakan juga komen kalian.
Ok udah tau kan yuk kita lanjut lagi.
Happy reading 🥰🥰🥰**
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
~Hidup adalah pilihan dan kita akan bertanggung jawab atas pilihan itu dengan segala konsekuensi nya ketika pilihan yang kita ambil adalah pilihan yang tidak menyenangkan.
selain itu kita juga perlu menyiapkan keberanian menatap hidup saat kita mengambil pilihan yang salah,untuk membantu mu menata kembali kehidupan yang lebih baik kedepanya.
Tak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan itu adalah milik sang pencipta.
Tetap lah semangat dalam hidup sesukar dan sesulit apapun kehidupan yang kamu lalui,tanpa harus mengeluh~
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah mendengar tentang putrinya buk Irma jatuh tak sadarkan diri,berita itu pun cepat menyebar luas bahkan kini para tetangga sedang menggunjingkan keluarga tersebut.
Pak Supriadi begitu pulang dari kantor ia segera menemui Baskoro yang tengah asik mendengkur didalam kamarnya.
"Bangun kamu"bentak pria paruh baya itu tampak kesal lalu menampar Baskoro dengan begitu keras.
Baskoro yang baru saja terbangun dari tidur nya tampak terkejut"Ayah"pria itu mengerjabkan matanya beberapa kali lalu mengucek kedua matanya.
"Jangan panggil Aku ayah"sarkas Pak Supriadi.
Baskoro tidak menjawab ucapan sang ayah karena ia yakin ini ada hubungannya dengan kabar tertangkapnya Arumi,pria itu hanya mengusap kedua pipinya yang terasa perih karena tamparan ayahnya barusan.
"Aku tidak menyangka jika kamu sepicik ini Bas,selama ini aku tidak pernah mengajari mu untuk mendapatkan sesuatu dengan cara hina"
"Ma..maaf yah,aku tidak mengerti maksud dari perkataan ayah"Baskoro lagi-lagi berdalih.
__ADS_1
"Kamu bisa membohongi semua orang tapi tidak berlaku bagi ku,kali ini aku benar kecewa aku telah gagal mendidik mu"
"Ayah sumpah aku tidak tahu apa-apa dan aku tidak melakukan perbuatan yang ayah duga sekarang ini"
Pak Supriadi menatap putranya nanar sedangkan Baskoro tampak menundukkan kepalanya"Sekarang tinggalkan rumah ini"
Baskoro terperangah mendengar kalimat yang keluar dari mulut sang ayah,ia sama sekali tak menduga sang ayah begitu marah kepadanya hingga tega mengusirnya.
"Bapak,mengapa bapak mengusir anak kita"buk Tuti yang baru saja pulang ngegibah kaget melihat suami mengusir putra semata wayang mereka.
"Tanya pada anakmu,apa yang sudah ia perbuatan dan aku rasa percuma karena apa yang dilakukan oleh anak mu sekarang adalah contoh dari mu"
"Loh kok malah bawa-bawa ibu jadi nya"ujar buk Tuti protes.
"Selama ini,aku mencoba bersabar dengan sifat dan sikap kalian karena aku mengindar terjadi keributan dirumah ini namun kali ini aku sudah tidak bisa toleransi lagi kalian sudah keterlaluan,untuk itu kamu harus keluar dari rumah ku ini"pak Supriadi menoleh sesaat pada Baskoro lagi beranjak pergi dari kamar putranya dengan wajah penuh amarah.
Baskoro pun bangkit dari tempat tidur lalu membuka lemari nya mulai mengemaskan beberapa pakaiannya kedalam tas milik nya.
"Nak kamu jangan pergi ya,jangan tinggalin ibu,ayah mu mungkin saja sedang ada masalah dikantornya jadi jangan diambil hati ucapannya nanti,nanti juga bakal baikan kok"buk Tuti berusaha membujuk putranya dengan air mata yang menggenang pada kedua belah kelopak matanya.
"Ibu jangan khawatir,Bas sudah dewasa bu bisa jaga diri jika Bas tetap dirumah ini ayah akan semangkin marah untuk sementara biarlah Bas menghindar dari kemarahan ayah"Baskoro lalu menyandang tasnya dan melangkah pergi setelah berpamitan pada ibunya.
"Bapak kenapa bapak tega menguesir anak kita"tanya buk Tuti.
"Ibu dari mana saja,sore begini baru pulang kerumah"ujar Pak Supriadi balik bertanya.
"Loh kok bapak malah balik nanya,ibukan ada kesibukan diluar"
"Sibuk apa,sibuk menjelek-jelekkan orang lain"sarkas Pak Supriadi.
"Maksud bapak apa sih"
"Jadi ibu tidak tau,atau pura-pura tidak tahu ha,dimana hati nurani ibu,saat orang lain mendapat musibah ibu malah menertawakan mereka"
"Oho ibu tau sekarang,apa yang maksud dari ucapan bapak"buk Tuti tersenyum miring"bagus sangat bagus,bapak tega ngusir anak kita dan marah pada ibu hanya untuk membela Mirna kan,karena apa?" karena bapak masih mencintai Mirna"imbuh buk Tuti dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Jaga bicara mu, tidak sepantasnya kamu berbicara demikian asal kamu tau apa yang menimpa Arumi adalah perbuatan Baskoro putra kesayangan mu itu"balas pria paruh baya itu dengan menatap tajam istrinya.
Pak Supriadi yang tersulut emosi dengan sikap sang istri yang tak pernah berubah akhirnya mengungkap semuanya tanpa ada yang terlewatkan sedikit pun,pria itu tampak sudah lelah dengan sikap sang istri yang tak pernah berubah menjadi sosok yang lebih baik.
"Ti....tidak itu tidak mungkin"ucap buk Tuti terbata-bata tak percaya dengan menggelengkan kepala berulang kali.
"Kamu bisa tidak mempercayainya tapi itu lah kenyataannya"ujar suaminya lirih namun bisa didengar jelas oleh buk Tuti.
Buk Tuti bersimpuh kelantai dengan air mata yang mengucur deras setelah mendengar cerita yang disampaikan oleh suaminya itu ternyata kecemburua nya selama ini terhadap Mirna telah membutakan hati nurani nya,dan kesalahan yang lebih besar terhadap Mirna kini diperbuat oleh anak laki-laki nya.
"Menangislah kini sepuas hati mu, dendam mu telah membawa kehancuran pada anak mu sendiri,kita tidak tahu apakah itu akan lebih parah dari orang yang telah kalian aniaya nantinya"ucap pak Supriadi lalu meninggalkan buk Tuti yang masih berurai air mata.
☘️☘️☘️.
Meski ada sedikit keraguan namun Arumi mulai menyadari,hati kecilnya mulai menduga sang kekasih ikut andil atas apa yang ia alami saat ini,Kesedihan yang teramat dalam dan jiwa yang terguncang berimbas pada kandungan nya.
Wanita itu pun terpaksa kehilangan janin yang ia kandung,Arumi keguguran dan terpaksa menjalani perawatan secara intensif pada salah satu rumah sakit atas pengawasan pihak kepolisian.
Sudah jatuh tertimpa tangga pepatah tersebut sangat pantas disematkan pada keluarga tersebut,buk Irma yang juga mengetahui hal tentang kehamilan putrinya itu membuat kesedihan terasa bertubi-tubi,ia begitu kecewa akan perbuatan Arumi secara mental dan perasaan wanita paruh baya itu alami,ditambah dengan gunjingan para tetangga menambah sempurnanya penderitaan keluarga itu.
Tidak sanggup menjadi bahan olokkan para tetangga singkat cerita buk Irma membawa Ayuningtias pulang kekampung halaman nya,dan buk Irma berniat menjual rumahnya itu.
Sesampainya dikampung buk Irma terus-terusan terpikirkan Arumi putri sulungnya itu hingga berpengaruh pada kesehatannya,mangkin hari berbagai penyakit pun bersarang ditubuh nya dan pada akhirnya wanita paruh baya itu pun menghembuskan nafasnya dalam keadaan luka batin yang begitu dalam.
Dunia tiba-tiba dirasakan Ayuningtias menjadi gelap ia harus kehilangan orang yang begitu berarti dalam hidupnya diusianya yang masih remaja,hatinya terasa pilu hingga timbul kebencian pada sang Kakak.
Ayuningtias merasa sangat marah pada Arumi ia sangat kecewa atas perbuatan sang Kakak,Arumi yang selama ini menjadi panutan dalam hidupnya namun ternyata membawa kehancuran pada keluarga kecil mereka.
Wajah Ayuningtias tampak muram,akan tetapi matanya tidak lagi mampu mengeluarkan air mata,gadis itu bersumpah diatas pusara ibunda bahwa ia tidak akan pernah mengingat bahwa dirinya mempunyai seorang Kakak bernama Arumi.
...****************...
Gimana gaes,jangan lupa klik vote,like rate gift dan favoritnya juga komen kalian pada kolom di👇.
Bagi yang gak suka dengan cerita ini silakan Skip ok gak usah ikutan koment gak mutu buat nambahin dosa aja.
__ADS_1
Terimakasih sebelumnya buat kalian yang udah ngasih support aku selama ini.
See u and love you👉👋**