
Buk Irma menatap intens pada Arumi.
"Kamu kenapa nduk" ujar buk Irma karena sedari tadi putri sulungnya tersenyum sendiri dengan menatap handphonenya.
"Eh ini bu si Angel suka aneh" ujar Arumi berbohong,ia sedikit kaget mendapat pertanyaan secara tiba - tiba dari sang ibu Arumi pun segera segera meletakkan handphone miliknya dan segera melanjutkan pekerjaan membantu ibu menyusun kue - kue yang kedalam wadahnya.
"Angel apa Angel" celetuk Ayuningtyas sambil melirik sang kakak.
"Apaan sih dek" ujar Arumi ketus dengan membulatkan matanya menatap adiknya, Ayuningtyas malah menjulurkan lidah pada Arumi dengan tersenyum membuat Arumi kesal.
"Lah kok malah bertengkar sih,buruan selesaikan pekerjaan nya karena kalian juga harus segera mengantarkan kue - kue nya saat ini juga" ujar buk Irma mengingatkan kedua putrinya.
Arumi dan Ayuningtyas mengikuti titah sang bunda mereka segera melanjutkan tugas mereka masing - masing,tidak memerlukan waktu cukup lama akhirnya kue - kue tersebut sudah tersusun rapi.
"Oya buk alamat pemesannya dimana ya buk" ujar Arumi bertanya kepada ibunya,buk Arumi segera mengeluarkan secarik kertas didalam saku celananya dan memberikan kepada Arumi,setelah Arumi menerima secarik kertas yang tertulis alamat si pemesan iya segera meraih handuk melangkah kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.sementara Ayuningtyas standby menunggu sang kakak dengan melanjutkan menonton drakor favoritnya diruang tengah.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya Arumi segera bersiap - siap lalu dengan mengendarai sepeda motornya bersama sang adik mereka menuju ke tempat kediaman si pemesan tersebut.
Arumi mengernyitkan kening saat sang adik menghentikan sepedanya motor mereka disebuah rumah mewah.
"Dek beneran ini rumahnya?" apakah kamu nggak salah baca" ujar Arumi kepada Ayuningtyas untuk memastikan, Ayuningtyas pun mengeluarkan secarik kertas yang berada di sakunya dan kembali membaca alamat yang tertera dalam secarik kertas tersebut lalu ia pun menyerahkan secarik kertas itu kepada Arumi yang berada di boncengan belakangnya.
"Kenapa sih kak, apakah kakak mengenal pemilik rumah ini?' ujar Ayuningtyas dan menoleh kepada Arumi dan Arumi mengganggukkan kepalanya seketika dan turun dari motor segera menghampiri Satpam yang sedang bertugas menjaga rumah tersebut.
"Ada yang bisa bantu nona" tanya satpam tersebut kepada Arumi.
__ADS_1
"Pak kami mau mengantarkan pesanan ini kepada ibu Desi pak" ujar Arumi kepada penjaga tersebut.
"Apakah sebelum sudah janji nona" ujar penjaga tersebut kepada Arumi sembari mengecek pesanan apa yang dimaksud oleh Arumi.
"Sudah pak dan Bu Desi yang memintanya kami mengantarkan kue hari ini" jawab Arumi tersenyum ramah,penjaga tersebut meminta Arumi untuk menunggu sesaat sementara penjaga tersebut kembali masuk kedalam pos.ia pun mencoba mengkonfirmasi pada Bu Desi tentang kehadiran Arumi.
"Baik nona silakan masuk Bu Desi sudah menunggu di dalam" ujar penjaga itu dengan membukakan pagar rumah mewah tersebut setelah mendapat izin Arumi kembali menghampiri adiknya lalu mereka berdua segera memasuki rumah yang mempunyai halaman cukup luas tersebut.
Begitu Arumi baru saja turun dari sepeda motornya sebuah mobil tampak memasuki halaman rumah dari bentuk mobilnya Arumi langsung dapat mengenali siapa yang sedang berada didalam mobil berwarna silver metalik tersebut.
Rini segera turun dari dalam mobil,seketika Rini mengernyitkan dahi begitu melihat Arumi yang sedang berdiri didepan rumahnya lengkap dengan menenteng sebuah bingkisan ditangannya,Rini dengan heran segera menghampiri Arumi dengan tatapan sinis.
"Hy Rin" sapa Arumi dengan begitu ramah pada Rini.
"Bukan Rin gua datang nggak minta sumbangan kok" Jawab Arumi masih tetap tersenyum.
"Lalu ngapain lu datang kerumah gua" ujar Rini ketus dengan kedua tangan menyilang tepat di dadanya.
"Gua mau anterin pesanan kue nyokap lu Rin" ujar Arumi menjelaskan pada Rini.
"Lu jangan ngadi - ngadi ya nyokap gue tu lagi berada di luar negri tau" ujar Rini semangkin emosi kepada Arumi.
"Tejo kamu panggil satpam kemari" ujar Rini kepada salah satu pembantu dirumah Rini,Tejo bergegas berlari memanggil satpam.
"Gini aja deh kakak nggak perlu repot - repot memanggil satpam untuk mengusir kami,kami toh tau jalan arah keluar,tapi biarkan kami terlebih dahulu untuk bertemu buk Des,karena sesuai alamat yang ia berikan kepada kami beliau meminta agar kami mengantarkan kue itu kemari" ujar Ayuningtyas kepada Rini dengan mengepal kedua tangannya karena kesal terhadap Rini yang sombong dan terkesan arogan itu,Rini berbalik menatap Ayuningtyas yang berdiri disamping Arumi dengan menyeringai.
__ADS_1
Setelah mengetahui siapa sebenarnya yang memesan kue tersebut Rini tetap tidak berniat untuk memanggil Desi kepala asisten rumah tangga dirumahnya dan juga merupakan orang kepercayaan mominya untuk mengurus segala sesuatu dirumah tersebut,Rini tetap saja menyuruh satpam untuk mengusir Arumi dan Ayuningtyas dari rumahnya tapi beruntung Desi yang dari awal sudah diberitahu oleh penjaga tentang kedatangan Arumi dan adiknya saat itu akhirnya keluar dari dalam rumah.
"Saya yang memesan kue itu non,untuk keluarga saya dikampung karena mereka akan mengadakan acara " ujar Desi kepada Rini dengan tegas membuat Rini diam tak bergeming jika dengan pembantu yang lainnya Rini bersikap semena - mena tapi tidak terhadap Desi karena ucapan Desi berlaku bagi mominya, setelah kehadiran Desi Rini pun bergegas masuk kedalam rumah dengan sengaja menyenggol Arumi membuat bingkisan kue yang berada ditangan Arumi terjatuh ke lantai.
"Hy kak punya mata nggak sih!"seru Ayuningtyas membuat Rini menoleh "Ups sori" ucap Rini santai Ayuningtyas terpancing emosi melihat sikap Rini ia melangkah maju menghampiri Rini,namun segera ditarik dengan sang kakak,Arumi memberi isyarat kepada Ayuningtyas untuk tidak memperpanjang masalah tersebut dan segera mengambil bungkusan yang terjatuh dilantai.
"Aduh Bu gimana ini" ujar Arumi kepada buk Desi panik karena kue - kue tersebut sudah tidak tersusun rapi seperti semula.
"Tidak mengapa " ujar Desi tersenyum ramah dan segera mengambil bungkusan ditangan Arumi yang masih tampak ragu untuk memberikan bungkusan kue itu kepada dirinya.
Setelah Desi membayar kue pesanannya Arumi dan Ayuningtyas segera berpamitan kepada Desi.
Tanpa diketahui oleh Arumi dan Ayuningtyas ternyata diseberang jalan Baskoro yang hendak menemui Rini sedang memperhatikan mereka berdua yang baru saja keluar dari pintu gerbang rumah Rini yang megah tersebut "Hmmm ada apa Arumi dan adiknya kerumah Rini" batin Baskoro heran dan setelah Arumi sudah cukup jauh dari rumah tersebut Baskoro segera mengeluarkan handphone dari sakunya dan langsung menghubungi Arumi,Baskoro ingin tahu ada urusan apa Arumi dengan Rini sehingga kekasihnya itu kerumah Rini.
"Mengapa sih kak temen kakak itu sepertinya tidak menyukai kakak" tanya Ayuningtyas saat diperjalanan menuju pulang kerumah.
"Kakak sendiri tidak tahu dek mengapa Rini bersikap demikian kepada kakak" jawab Arumi kepada sang adik.
"Drettt.......Drettt.......... Dretttt
Arumi segera meraih handphone miliknya " siapa kak " tanya Ayuningtyas sambil menatap Arumi melalui spionnya " Mas Baskoro " ujar Arumi singkat.
#Maaf ya jika masih banyak kata - kata yang nggak tepat/salah jangan bosan - bosannya untuk memberi masukan di ceritaku yang g jelas ini,jika ada ide atau plot yang bagus silakan koment dibawah ini dan sekalian ya like dan votenya🤗🤗🤗.
Biar mangkin semangat aku untuk up,tanks 😘
__ADS_1