Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps 43


__ADS_3

# mohon maaf jika beberapa hari ini aq tidak up🙏 karena ada sesuatu kegiatan yang bersifat mendesak untuk itu aq mohon maaf yang sedalam - dalamnya dan buat kamu" yang masih setia stay di karya q ini aku ucapkan ribuan terimakasih yang tak terhingga, love you😘#


Sejak Alvaro yang bertemu dengan Baskoro bersama dengan wanita lain membuat lelaki tersebut berusaha untuk mendekati Arumi, entah mengapa dirinya yakin bahwa lelaki yang menjadi kekasih gadis bernama Arumi itu bukanlah pria yang baik.


Sudah dua hari Arumi pulang dari rumah sakit sejak hari itu pula Alvaro tidak bertemu dengan gadis cengeng sekaligus mengemaskan itu,Sepulangnya dari kantor Alvaro segera melepaskan semua pakaiannya dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu segera mengganti pakaian dengan pakaian santai,lelaki tersebut segera melangkah keluar menuju ke mobilnya pria tampan tersebut berniat ingin berkunjung kerumah Arumi untuk bersilaturahmi.


Alvaro berhenti disebuah rumah sederhana dengan halaman rumah yang sempit namun tertata rapi dengan dihiasi bunga - bunga indah,walau sedikit ragu ia akhirnya turun dari mobilnya, dari kejauhan Baskoro melihat sebuah mobil mewah yang sedang terparkir tepat di depan rumah sang kekasih Baskoro yang saat itu sedang melintas di depan wanita pujaan hatinya akhirnya menghentikan motornya dipinggir jalan dan melangkah lebih dekat karena rasa penasarannya akan tamu yang sedang berkunjung kerumah kekasihnya tersebut.


"Hmmm lagi - lagi polisi menyebalkan itu,mau apa ke rumah Arumi".batin Baskoro kesal karena diliputi rasa cemburu.


Sementara Alvaro sama sekali tidak menyadari jika kehadiran nya kerumah Arumi diketahui oleh kekasih gadis tersebut setelah menarik napas dalam Alvaro mengetuk pintu rumah Arumi tidak begitu lama pintu tersebut dibuka oleh gadis belia yang berparas ayu dia adalah Ayuningtyas,gadis tersebut tampak terkejut dengan kehadiran Alvaro ia menatap pria tersebut dengan mulut menganga.


"Halo apakah kamu berniat menyuruhku berdiri terus" sapa Alvaro menyunggingkan seulas senyum di bibirnya.


"Eh iya si...silakan masuk kak,aku akan panggilkan Kak Rum dan ibu" jawab Ayuningtyas sedikit gugup,setelah mempersilakan masuk tamunya Ayuningtyas segera memanggil buk Irma yang sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan membuat kue di dapur,buk Irma segera menemui Alvaro begitu Ayuningtyas memberitahu kedatangan polisi tampan itu di rumah mereka.


"Oh ada nak Al rupanya,bagaimana kabarmu nak" buk Irma menyapa dan menyalami pemuda tersebut dengan ramah.


"Alhamdulillah baik buk,maaf saya baru sempat berkunjung malam ini" jawab Alvaro dengan memberikan sebuah bingkisan pada buk Irma.


"Kenapa harus repot - repot nak" buk Irma tampak sungkan saat menerima bingkisan dari tamunya.


"Ini hanya oleh - oleh kecil saja buk dan saya tidak merasa direpotkan harap ibu Sudi untuk menerimanya" ujar Alvaro,buk Irma menerima buah tangan dari pria tersebut lalu memberikan pada Ayuningtyas yang berdiri disampingnya.


"Nduk segera panggilkan kakakmu nak" perintah buk Irma yang dibalas anggukan dari Ayuningtyas,gadis tersebut segera memanggil sang kakak yang berada didalam kamarnya.


"Kak ada yang lagi nyariin kakak tuh"ujar Ayuningtyas nyelonong masuk kekamar kakak semata wayangnya tersebut.


"Kamu kebiasaan sekali dek masuk nggak ketuk pintu terlebih dahulu" ujar Arumi tampak tidak tertarik dengan info yang diberikan Ayuningtyas,ia mengerucutkan bibirnya kesal terhadap tingkah sang adik.


"Tunda dulu donk protesnya kak,mending sekarang kakak keluar dari kamar dan segera lihat siapa yang datang pasti kakak terkejut bakal nggak nyangka" mata Ayuningtyas berkedip - kedip dengan centil.

__ADS_1


"Mas Bas ya" ujar Arumi hatinya mulai penasaran dengan tamu yang dimaksud adiknya.


"Ye mana berani cowok itu kemari Kak,pasti mikir deh seribu kali mau bertemu kakak,lagian kekasih tercinta kakak itu sepertinya nggak punya nyali tuh"ujar Ayuningtyas dengan senyum - senyum kecil,membuat Arumi menatap cemberut pada dirinya,Arumi segera mengalihkan pandangannya saat terdengar notifikasi sebuah pesan masuk dari handphone miliknya ia pun segera membuka dan membaca isi pesan whatsapp yang ternyata dari kekasihnya yakni Baskoro,pemuda tersebut meminta pada gadis tersebut agar menjauhi pria yang kini sedang bertamu dirumahnya Arumi segera melangkah menuju jendela kamarnya dan melepaskan pandangannya kearah luar.


Ayuningtyas yang mendekat ke jendela ikutan celingukan seolah sedang mencari tahu apa yang sedang sang kakak lihat " lihat apaan sih kak" ujar gadis tersebut.


"Bukan apa - apa" jawab Arumi singkat lalu kembali menuju ranjangnya.


"Lho kok malah duduk lagi,kasihan kak Alvaro kak lama nungguin kakak" ujar Ayuningtyas sembari menarik tangan Arumi.


"Tiba - tiba kepala kakak pusing dek,kakak mau istirahat saja dan bilang saja kakak sudah tertidur" Arumi melepas perlahan tangan sang adik dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.


"Baiklah kak" ujar Ayuningtyas lalu melangkah keluar kamar sang kakak sesaat gadis itu menoleh pada Arumi ia merasa bahwa sang kakak sedang berbohong.


"Mana kakakmu Yu" buk Irma mengerutkan keningnya.


"Sudah tidur bu" ujar Ayuningtyas singkat.


"Sudah bu,tapi tiba - tiba kakak kepalanya terasa pusing bu" jelas Ayuningtyas pada ibunya.


"Bukankah tadi kakakmu baik - baik saja" buk Irma yang hendak melangkah menuju kamar putrinya segera menghentikan langkahnya.


"Sudah bu biarkan saja jika sudah tertidur,kasihan jika dibangunkan bu" ucap Alvaro kepada buk Irma,dari sikap Ayuningtyas menyampaikan kedaan Arumi pada ibunya lelaki tersebut dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya Arumi tidak menyukai kehadirannya untuk itu ia mencegah buk Irma yang hendak ke kamar putrinya tersebut,walau merasa tidak enak hati buk Irma kembali duduk dan melanjutkan mengobrol dengan tamunya itu.


Tak selang beberapa lama Angel dan Bayu bersama temannya datang berkunjung kerumah Arumi,Bayu yang belum sempat membesuk Arumi saat berada dirumah sakit sengaja meminta pada Angel untuk menemani mereka berkunjung kerumah Arumi malam itu.


"Assalamualaikum" sapa Angel pada pemilik rumah mata gadis tersebut langsung tertuju pada sosok pria yang sedang ngobrol bersama ibu sahabatnya tersebut diruang tamu.


"Waalaikumsalam,oh Angel silakan masuk nak" ujar buk Irma tersenyum ramah namun sesaat senyum wanita paruh baya tersebut memudar saat melihat kehadiran seorang pria bersama Angel,namun ia berusaha untuk tetap bersikap wajar dengan menutupi perasaan ketidak sukaan nya terhadap lelaki tersebut, Baskoro menundukkan kepala saat mata buk Irma mengarah pada dirinya,Baskoro yang bertemu dengan Angel,Bayu dan beberapa orang temannya sengaja gabung dengan mereka yang hendak berkunjung kerumah sang kekasih,lelaki itu tidak rela jika kekasihnya tersebut di dekati oleh Alvaro untuk itu ia memberanikan diri ikut bersama Angel dan teman - temannya bertamu kerumah gadis pujaan hatinya tersebut,sekilas Baskoro dan Alvaro saling menatap dan masing - masing mereka menunjukkan sikap saling tidak menyukai satu sama yang lainnya.


"Bu ini kenalkan teman - teman kampus Rumi,mereka kemari ingin bertemu dengan Arumi karena kemarin saat dirumah sakit mereka belum sempat besuk" ujar Angel,Bayu dan yang lainnya segera memperkenalkan diri dan menyapa buk Irma dengan ramah,Baskoro dengan sedikit rasa takut menyalami ibu dari kekasih nya tersebut,Alvaro yang melihat sikap canggung dari lelaki itu hanya tersenyum smirk.

__ADS_1


"Ibu sangat senang dengan kehadiran kalian" ujar buk Irma dan sesaat terdiam untuk beberapa detik.


"Namun Arumi kebetulan sedang istirahat dikamarnya karena kurang enak badan" imbuh buk Irma dengan berat hati,Angel dan yang lainnya tiba - tiba menoleh mengalihkan pandangan yang tadinya menatap kearah buk Irma ke arah Arumi yang berjalan menuju keruang tamu tampak keadaan Arumi segar bugar tidak ada tanda - tanda bahwa gadis tersebut sedang tidak enak badan seperti yang buk Irma sampaikan,buk Irma segera mengikuti arah pandangan mereka.


"Bu Rumi sudah baikan setelah istirahat" Arumi yang sudah berdiri disamping ibunya menjelaskan kondisinya saat ini dengan tersenyum pada sang ibu, Baskoro merasa sangat senang karena kekasihnya tersebut mengikuti keinginannya dengan sengaja menghindar dari Alvaro sikap Arumi membuat Baskoro merasa menang hingga membuat pemuda itu menatap Alvaro dengan tersenyum smirk,Arumi segera mengajak Angel dan yang lainnya ngobrol di teras rumah setelah sebelumnya izin pada buk Irma terlebih dahulu,lagi - lagi sikap Arumi yang sama sekali tidak menyapa Alvaro membuat buk Irma merasa tak enak hati,hal itu dapat dirasa oleh polisi tersebut untuk itu ia melanjutkan mengobrol dengan bertanya tentang kegiatan buk Irma sehari - hari sesekali Alvaro sengaja bercanda agar situasi mencair akhirnya Alvaro berhasil menciptakan suasana nyaman buat Irma.


Arumi sama sekali tidak menghiraukan apa yang sedang di bicarakan Alvaro dan sang ibu diruang tamu dirinya larut dalam obrolan bersama Baskoro dan yang lainnya diteras rumahnya.


"Ngomong - ngomong Rumi minta maaf mas Bayu karena tidak bisa membantu untuk kegiatan seminar yang akan digelar nanti" ujar Arumi disela - sela obrolan mereka.


"Tidak perlu minta maaf Rum, karena kami tahu keadaan lu kemarin dan yang penting saat ini kondisi lu sudah baikan dan mudah - mudahan lu bisa hadir malam besok"


"Insyaallah Rumi akan datang" Wajah Arumi tampak sumringah apalagi ada sang kekasih yang berada disampingnya malam itu.


"Seminar?" kok gua baru denger jika kampus akan mengadakan seminar" Baskoro menatap pada gadisnya dan Bayu secara bergantian.


"Kami sudah menempelkan selembaran informasi di papan pengumuman bro,lu kali yang nggak lihat,gua harap lu bisa hadir juga malam besok bro" ujar Bayu menepuk pundak Baskoro yang duduk disebelahnya.


"Apakah undangan ini sebuah keterpaksaan" Baskoro menatap Bayu dengan sudut mata menyipit.


"Lu jangan negatif thinking gitu lah bro,jika banyak yang datang itu malah bagus kok" ujar Bayu tersenyum,Arumi segera meraih tangan sang kekasih lalu menganggukkan kepala pada pemuda tersebut


"Baiklah gua dan teman - teman gua bakal hadir di acara besok malam " jawab Baskoro yakin Arumi tersenyum pada kekasihnya tersebut.


"Nah gitu dong bro,jangan sampai lupa besok malam tepat pukul 7 di aula kampus,gua bakal tunggu kehadiran lu bersama yang lainnya" Bayu tersenyum pada Baskoro.


malam semangkin larut sebelum Baskoro dan yang lainnya Alvaro lebih dahulu berpamitan pada buk Irma.


🌺buat readers setiaku dan maupun yang baru aja mampir dicerita q ini jangan lupa ya tetap tinggalin jejak,like dan votenya ya terimakasih 🙏🌺


jangan lupa juga mampir dicerita teman q di👇ini yang tak kalah serunya👌 🤗🤗🤗

__ADS_1



__ADS_2