Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.80


__ADS_3

**Hallo gaes aku mo ngucapin terima kasih banyak buat yang masih setia mengikuti cerita ku ini dan rela meluangkan waktu membaca ceritaku😘😘😘 dan rela nuangin komentar buat aku semangat buat ngelanjutin cerita ini.


Terimakasih ya gaes buat vote,like nya,aku tetap berusaha melanjutkan cerita ku ini,mohon dukungannya ya gaes.


Mohon maaf jika kadang aku lambat up seperti saat ini,karena di landa kesibukan🙏.


Yuk gaes lanjutin happy reading ❤️❤️❤️**


...***************...


Freddy yang mengetahui tentang kembalinya Arumi segera memberitahu pada pria yang telah lama menyukai wanita tersebut.


Alvaro duduk pada kursi kebesarannya,terlihat sedang fokus pada layar monitor yang berada di depan mejanya,sesaat kemudian arah pandangannya beralih pada sumber suara yang datangnya dari arah pintu.


.


"Masuk" ujar pria tersebut segera menyingkir kan laptop yang sedang menyala lalu segera mematikannya,seorang pria masuk dengan senyum terukir di wajah tampannya.


"Wah ternyata ada ketinggalan info penting nih"ujar Baskoro begitu meletakkan bokongnya,Alvaro mengernyitkan dahinya.


"Info apa bro"ucap Alvaro penasaran.


"Setiap informasi gak ada yang gratis teman"Freddy tersenyum licik.


"Bagaimana jika kita makan siang bro,kebetulan gua belum kebetulan cacing diperut sudah pada demo" ujar Alvaro bangkit dari duduknya.


"Ini yang gua demen,langsung pada sasarannya" Freddy ikut bangkit terpampang senyum diwajahnya.


Kedua pria tersebut melangkah keluar dari ruangannya,kaum hawa yang berada di ruangan tersebut memandang tak berkedip pada sosok kedua pria tersebut dengan menyapa hormat pada Alvaro sebagai pimpinan mereka,Alvaro menyikut Freddy dengan mengerlingkan sudut matanya.


"Sori bos hati ini sudah ada pemiliknya"Balas Freddy memahami kode yang di berikan Alvaro.


"Setia ceritanya nih,ya ya ya setia setiap tikungan ada gitu kan" ujar Alvaro membalas ucapan Freddy dengan candaan menampilkan senyum terbaiknya.

__ADS_1


"Buruan deh,gua udah lapar nih"Ujar Freddy masuk kedalam mobilnya lebih dulu, mereka segera menuju restoran yang menjadi favorit keduanya, Freddy lalu menghentikan mobil miliknya,mereka pun turun dari mobil dan memasuki restoran.


Restoran tampak ramai terlebih jam-jam seperti saat begini,semua orang melakukan aktivitas mengisi perut Mereka,Sorang lelaki muda mempersilakan pada Alvaro dan Freddy menuju salah satu bangku kosong yang berada di sudut ruangan itu,anak muda tersebut menyerahkan sebuah buku menu dan setelah mencatat pesanan dari kedua pria itu pelayan restoran itu pun pergi untuk menyelesaikan tugasnya.


"Apa info yang bakal lu sampai kegua sob"tanya Alvaro dengan antusias.


"Santai kenapa sih, entar juga gua ceritakan sekarang gua mo makan dulu okay,


Tak memerlukan waktu lama pelayan tersebut kembali dengan membawa udang saus tiram,freid ckicken saus bolgogi dan dua gelas jus pesanan mereka,tanpa ba-bi-bu mereka pun menyantap makanannya yang telah tersaji di meja makan.


"Arumi sudah kembali bro"ujar Freddy dengan santai begitu setelah selesai makan.


"Uhuk.....uhuk....uhuk..."


Alvaro tersedak hingga terbatuk sangking kagetnya dengan sigap Freddy memberikan segelas air pada Alvaro.


"Lo kenapa bro"Freddy kembali bertanya dengan mengernyitkan dahi.


"Apa yang Lo katakan tadi benar"tanya Alvaro sambil menepuk-nepuk dadanya mengatur nafas.


"Gimana bro,apakah wanita itu tidak mengangkat telepon mu"


"Tidak aktif teman"jawab Alvaro sedetik kemudian tanpa sengaja matanya tertuju pada sosok wanita yang sedang ia telpon duduk bersama dengan seorang pria yang tidak asing lagi,sejurus mata Freddy mengikuti arah pandangan Alvaro.


"Ternyata yang di cari ada di depan mata,kasihan wanita malang itu" ucap Freddy dengan menunjukkan sikap tidak sukanya pada sepasang kekasih yang sedang duduk di seberang sana.


Alvaro bangkit dari tempat duduknya berjalan melangkah menghampiri sepasang kekasih yang sedang menunggu pesanan mereka, Freddy menautkan kedua alisnya.


"Hy gadis cengeng,apakah kamu tahu jika aku sedang mengawatirkan dirimu"sapa Alvaro dengan santai,Baskoro menatap Alvaro sinis.


"Benarkah pak polisi dan sekarang aku ada di depan mu,apakah yang hendak kamu sampaikan kepada ku" balas Arumi dengan sikap ramah.


"Tidak sekarang sepetinya ada yang tidak suka dengan kehadiranku di sini,nanti aku akan berkunjung kerumah sampai nanti gadis cengeng" ujar Alvaro sambil mengedipkan satu matanya yang disambut acungan jempol oleh Arumi,Baskoro memutar mata jengah menanggapi sindiran Alvaro dengan melipat kedua tangan di dada.

__ADS_1


Alvaro kembali menuju mejanya tak berapa lama ia menuju meja kasir setelah melakukan pembayaran pria tersebut pergi meninggalkan restoran tersebut bersama Freddy yang tak hentinya menggodanya.


"Sayang mas paling tidak suka jika kamu dekat dengan pria tersebut" ujar Baskoro ketus.


"Memang kenapa sih mas,dia baik kok" balas Arumi dengan lembut.


"Apakah kamu tidak merasa pria tersebut menyukaimu bahkan secara terang-terangan ia katakan tadi bahwa ia sangat mengawatirkan dirimu"


"Mas cemburu ya" Arumi tersenyum dan memegang tangan sang kekasih namun Baskoro menepisnya dengan kasar pria tersebut begitu emosi karena rasa cemburu terhadap sikap Alvaro yang secara blak-blakan menunjukkan sikap menyukai kekasihnya tersebut.


"Mas apakah kamu tidak mempercayai ku mas"Arumi menatap lekat wajah tampan kekasih itu,pria tersebut memalingkan wajahnya"Intinya aku tidak suka kamu dekat dengan pria tersebut titik"ujar Baskoro dengan rasa geram bercokol di hatinya.


percakapan mereka terhenti saat seorang pelayan restoran kembali dengan membawa pesanan mereka,keduanya segera menikmati makan siangnya suasana hening tak terdengar obrolan dari keduanya.


Dering suara telpon yang berasal dari handphone milik Baskoro yang berada di meja menyita perhatian Arumi,wanita tersebut melirik pada benda pipih yang mengeluarkan bunyi dengan gugup Baskoro segera meraih handpone dan segera menonaktifkan handphone miliknya.


"Kok nggak di angkat sih mas" protes Arumi mengangkat satu alisnya heran.


"Tidak penting"jawab Baskoro singkat melanjutkan makan siangnya.


☘️


Rini tampak begitu uring-uringan saat Baskoro tidak menerima panggilan telpon darinya.


"Dasar menyebalkan"ucap Rini lirih dengan sejuta emosi.


"Sudahlah beb jangan gila,pria tersebut sedang menikmati kebersamaan dengan kekasihnya,doi tidak ingin lu mengganggunya"ucap Margaretha sengaja membuat sahabatnya itu sadar bagaimana sebenarnya pria yang bernama Baskoro itu terhadapnya.


"Iya beb dan pastinya tu cowok sedang di cuci otaknya dengan ************ cewek kampung yang sok lugu itu dan mereka berdua saat ini tengah menikmati fasilitas yang lu berikan"timpal Nindy dengan tertawa terkekeh.


"Lu jangan gila karena cinta beb,sudah tahu tu cowok sama sekali tidak memperdulikan lu tapi lu tetap aja manjakan tu cowok dengan menuruti apa yang doi inginkan,tapi lihat kenyataan nya tu cowok mengacuhkan lu saat bersama kekasihnya"lagi-lagi ucapan Margaretha membuat Rini semangkin tersudut dan emosinya memuncak dalam kamusnya tidak ada kata penolakan untuk itu ia melakukan sesuatu dengan menghubungi pihak Bank.


"Saatnya sekarang lu harus membuat tu cowok bersikap tegas pilih lu atau cewek kampungan itu"ucap Margaretha

__ADS_1


"Tepat sekali beb"timpal Nindy dengan mengajak cheers yang lainnya Nindy bertukar pandang pada ketiga temannya akhirnya mereka setuju dengan Nindy,mereka bersulang dan melanjutkan Fun untuk saat ini di sebuah apartemen milik Rini.


...****************...


__ADS_2