Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.40


__ADS_3

Ditengah - tengah suasana senja dengan yang indah Alvaro malah mengurungkan niatnya untuk membesuk gadis yang mampu membuat suasana hatinya happy setelah apa yang lelaki itu saksikan barusan,ia memutar badannya seorang wanita berdiri tepat dihadapannya.


"Kok bapak nggak jadi masuk" tanya wanita tersebut mengarahkan pandangan kedalam ruangan yang sedikit terbuka,lalu kembali menatap sekuntum mawar yang berada digenggaman lelaki tersebut dengan mata menyipit.


"Owh saya sedang mencari buk dokter dan ternyata buk dokter tidak ada didalam" ujar Alvaro asal dengan senyuman memudar.


"Ada apa bapak mencari saya" jawab wanita tersebut semangkin penasaran.


"Saya ingin mengucapkan terimakasih pada buk dokter karena telah membantu saya pagi tadi dan sebagai ucapan terimakasih saya berharap agar dokter mau menerima bunga ini" Alvaro mengulurkan tangannya dengan sekuntum mawar yang masih segar pada dokter tersebut membuat pipi wanita itu merona memerah.


Arumi dan Baskoro memalingkan wajah menatap kearah pintu ketika mendengar seseorang sedang mengobrol tepat di depan pintu,Baskoro melepas genggaman tangannya lalu melangkah menuju pintu kekasih Arumi mengernyitkan dahi ketika melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu tersebut setelah ia membuka lebar pintu itu.


"Oh buk dokter" ujar Baskoro tersenyum " dan maaf kalau anda siapa ya apakah anda yang sudah membuat kekasih saya berada di rumah sakit ini" imbuh Baskoro bertanya pada Alvaro sang dokter segera menerima mawar putih dari Alvaro dan segera masuk kedalam ruangan Arumi dirawat.


"Kenalkan saya AKBP Alvaro Maldini dan saya akan bertanggung jawab atas insiden yang menimpa kekasih anda anak muda" jawab Alvaro dengan menyunggingkan setengah senyuman.


"Bagus kalau begitu saya ucapkan terimakasih" ujar Baskoro datar.


"Dokter tolong panggilkan bapak polisinya dok,saya ingin berbicara kepadanya" ujar Arumi dengan bersandar pada head board ranjang rumah sakit sang dokter tersenyum pada Arumi dan segera memanggil pria yang dimaksud oleh Arumi.


"Maaf pak,pasien ingin berbicara pada bapak" ujar dokter tersebut dan kembali masuk kedalam ruangan,kedua lelaki tersebut saling menatap sesaat lalu polisi tampan tersebut melewati Baskoro yang masih menatap padanya dan masuk menghampiri Arumi,sesat matanya tertuju pada sebuah paper bag yang masih terbungkus rapi seperti semula terletak di atas meja, dokter memeriksa Arumi dengan seksama setelah melakukan tugasnya dokter tersebut berpamitan pada Arumi dan kedua lelaki yang berdiri disampingnya.


"Bagaimana perkembangan kesehatan pasien dok" Alvaro segera menanyakan keadaan Arumi.


"Pasien dalam keadaan baik - baik saja pak dan sepertinya besok sudah boleh pulang" ujar dokter pada Alvaro " dan terimakasih buat bunga pak " imbuh wanita berpakaian jas berwarna putih itu lalu segera melangkah pergi dengan menyunggingkan seulas senyuman manis pada Alvaro,Arumi menatap kearah Alvaro membuat lelaki itu salah tingkah.

__ADS_1


"Sama - sama dokter" ucap Alvaro singkat sesaat suasana menjadi hening mereka tampak seperti sedang menyusun kata - kata untuk mengawali pembicaraan.


"O iya bukankah Anda besok pulang nona,saya atas nama pribadi dan mewakili jajaran kepolisian mengucapkan ribuan terimakasih dan mohon maaf yang sebesar - besarnya karena melibatkan nona dalam tugas kami" tampak Alvaro begitu kaku mengucapkan kalimat barusan,Arumi merasa heran akan perubahan Alvaro yang terlalu formal berbicara padanya.


"Tidak masalah tuan" ujar Arumi.


" Dan saya rasa tuan tidak perlu meminta maaf bukankah semua itu di luar dugaan,dan satu lagi tuan anda tidak perlu repot-repot memberi saya hadiah tuan" imbuh Arumi dengan sopan.


"Hmmm mengapa wanita cengeng ini membuatku merasa gugup" batin Alvaro.


"Tuan apakah tuan mendengarkan saya tuan" ujar Arumi lagi,melihat tiada respon dari lelaki itu.


"Saya sengaja datang untuk mastikan bahwa nona tidak mengalami luka yang cukup serius" Alvaro menjawab ucapan Arumi dengan kata - kata yang tidak nyambung sama sekali sehingga Arumi dan Baskoro saling menatap dan kembali beralih pada Alvaro.


"Oh maaf saya memang sedang memikirkan pekerjaan saya jadi maaf jika tidak fokus" ujar Alvaro berbohong.


"Tuan tidak perlu repot-repot tuan" ujar Arumi segera mengembalikan paper bag yang Alvaro berikan pagi tadi ada lelaki tersebut.


"Jika anda tidak menerimanya membuat saya semangkin bersalah nona "Alvaro menolak menerima paper bag dari Arumi.


"Sayang mas rasa tidak masalah jika kamu menerimanya,karena handphone milikmu yang hilang juga karena insiden tersebut,bukan begitu bapak polisi yang terhormat" Baskoro menimpali obrolan yang terjadi antara kekasihnya dan polisi tersebut sembari tersenyum sinis pada Alvaro,membuat lelaki tersebut sadar bahwa kehadirannya sore itu tidak di sukai oleh kekasih wanita itu.


"Tepat sekali,anda telah membantu saya memberikan pengertian pada pacar anda anak muda,dan karena saya masih banyak tugas yang harus saya selesaikan untuk itu saya mohon pamit terlebih dahulu" Alvaro tersenyum dan menepuk pundak Baskoro lalu segera meninggalkan Arumi yang tampak masih ingin mengatakan sesuatu padanya.


Setelah kepergian Alvaro dari ruangan tersebut Baskoro segera meraih paper bag dari tangan Arumi dan segera mengeluarkan sesuatu dari dalam paper bag tersebut,Arumi membiarkan kekasihnya itu melakukan semuanya,Baskoro membuka kotak yang berada di dalam paper bag sebuah handphone keluaran terbaru dengan harga yang cukup mahal terdapat di dalam kotak tersebut,waktu bersamaan pintu ruangan tersebut terbuka, Ayuningtyas menyelonong masuk dan melangkah menghampiri kakak dan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Wah bagus banget nih kak dan pastinya harga handphone ini cukup mahal " ujar Ayuningtyas begitu melihat handphone yang berada didalam sebuah kotak berwarna hitam.


"Nah justru disitu permasalahannya " ujar Arumi spontan Baskoro dan Ayuningtyas menunjukkan ekspresi masing - masing, mereka tidak mengerti arah dari pembicaraan Arumi.


"Memang masalah apaan sih kak" Ayuningtyas kembali bertanya dengan antusias.


"jujur kakak merasa nggak enak menerima pemberian dari tuan tadi,karena beliau juga pasti tidak berniat untuk membuat kakak harus kehilangan handphone dan ini terlalu mahal jika untuk mengantikan handphone milik kakak yang hilang itu" Arumi mengutarakan tentang perasaannya tentang pemberian Alvaro pada kekasih dan adik kandungnya.


"Jangan terlalu dipikirkan donk sayang lagian kamu kan sudah menolaknya tadi tetapi pria itu tidak mau mendengar alasan apapun itu dan kekeh meminta kamu untuk menerima handphone ini" Baskoro mencoba menyakinkan gadisnya bahwa menerima pemberian dari polisi tersebut adalah sebuah hal wajar.


"Wah jadi lelaki yang barusan keluar dari ruangan ini yang memberikan Handphone ini ya kak,dan dia adalah lelaki yang sama yang membuat kakak seperti ini" Ayuningtyas bertanya pada sang kakak dan disambut oleh sebuah anggukan dari Arumi.


"Sudah baik tampan pula" ucap Ayuningtyas lirih namun ucapan tersebut terdengar jelas ditelinga Baskoro dan Arumi.


"Adek, kok malah ngelantur gitu sih" Arumi menyentil hidung sang adik membuat gadis tersebut menyibakkan rambutnya.


"Katarak kamu Yu,masak gitu kamu bilang ganteng,gantengan juga calon abang kamu" sungut Baskoro mendengar Ayuningtyas memuji Alvaro,Arumi tersenyum menanggapi ucapan kekasihnya.


"Iya deh mas ganteng kok tapi lebih banyak gantengan cowok tadi" ujar Ayuningtyas tersenyum lebar Baskoro balas mencibir pada adik kekasihnya tersebut,melihat keakraban antara sang adik dengan kekasihnya tersebut membuat Arumi tersenyum sembari mengacak rambut Ayuningtyas adik kesayangannya itu.


#Buat yang sudah mampir dan slalu setia hadir di cerita q terimakasih ya aq ❤️ kalian.


terus pantengin cerita q selanjutnya ya🤗


jng lupa koment,like dan votenya selalu😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2