Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps 82


__ADS_3

**Akhirnya bisa up juga hari ini walau kondisi kurang fit.


Halo gaes jumpa lagi🤗🤗🤗 Maaf ya baru bisa up,Smg kalian tidak kecewa.


Jangan lupa vote,like dan comment ya juga klik fav gaes kali ini aku maksa lho hehehe.


yuk langsung aja😘


Happy reading ❤️**


...****************...


Arumi mengitari taman menunggu kehadiran sang kekasih,hatinya di landa keresahan sudah hampir dua minggu ia sulit untuk menghubungi Baskoro bahkan di kampus pun mereka jarang bertemu,sesaat matanya melirik pada jam yang melingkar di tangan nya.


"Ada apa sih dengan mas Bas,biasanya on time "gumam Arumi.


Sudah hampir setengah jam namun sang kekasih tak kunjung tiba,Arumi menarik nafas dalam lalu duduk di sebuah bangku panjang.


"Ting"sebuah notifikasi pesan masuk terdengar, buru-buru ia mengeluarkan benda pipih yang berada di dalam tasnya.


"Malam ini aku tidak bisa datang,undur besok saja,.....maaf"


Isi pesan singkat yang dikirim Baskoro pun dengan cepat Arumi balas,Arumi menghembuskan nafas lelah ia seolah tahu ini akan terjadi,lagi-lagi Baskoro membatalkan kencan mereka.


Arumi sedih karena merasa diabaikan,namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia terlalu mencintai kekasihnya itu hingga perasaan sedih,kecewa yang kini ia rasakan dirinya berusaha memendamnya sendiri.


(Sebut aja si Arumi bodoh ya gaes tapi ya gimana juga,jatuh cinta dengan orang yang tidak tepat memang selalu membuat kita tampak bodoh)


Meski tahu kekasihnya berubah tidak membuat wanita tersebut berpikir untuk mengakhiri hubungannya dengan sang kekasih,ia memandang sendu jalanan yang terlihat dari tempat duduknya.


"Kamu berubah mas" ucap Arumi lirih.


Setelah lama termenung seorang diri ia pun beranjak dari tempat duduknya,tidak ada alasan untuk ia berlama-lama berada ditempat tersebut karena sang kekasih tidak akan datang, pandangannya lurus ke depan namun tatapan mata itu kosong ia hanya ingin segera pulang dan mengunci diri di kamar.


Hari belum terlalu malam namun udara begitu sangat dingin wanita itu tampak mengeratkan jaket yang ia kenakan untuk menghalau udara dingin yang menyentuh kulitnya,kakinya melangkah kearah halte bus terdekat dari tempat tersebut,begitu sampai di halte ia duduk di bangku halte untuk menunggu bus yang datang.


Beberapa kemudian.


Selagi menunggu bus lagi-lagi pikirannya melayang pada sikap kekasihnya yang akhir-akhir ini seperti nya sangat sibuk membuat wanita itu melamun menduga-duga gerangan apa yang sebenarnya membuat sang kekasih sulit untuk ia jumpai kini,karena pikirannya di penuhi berjuta pertanyaan membuat wanita tersebut tidak mengetahui ada sepasang mata yang sedang memperhatikan dirinya dari jarak yang tidak terlalu jauh.


Yah sepasang mata tersebut milik babang tanvam seorang polisi yang menggilai wanita tersebut,serasa ada magnet yang menuntun mata tersebut tertuju pada sebuah halte yang berada di jalanan yang ia lalui,pria tersebut segera menghentikan laju mobilnya entah apa yang sedang ia pikirkan yang jelas tampak senyuman terlukis di bibirnya saat dirinya yakin wanita yang sedang menunggu bus tersebut tak lain adalah wanita yang menyita pikirannya tersebut.

__ADS_1


Alvaro memarkirkan mobilnya di seberang jalan lalu ia segera turun dari dalam mobilnya dan melangkah menghampiri Arumi sedang wanita itu sama sekali tak menyadari kehadiran Alvaro karena ia larut dalam pikirannya sendiri.


"Hai"sapa Alvaro dengan tersenyum manis.


"Pak polisi"ujar Arumi terkejut sapaan pria itu membuat ia sadar sepenuhnya.


"Kok gitu sih manggilnya,gak enak banget kedengarannya"ujar Alvaro cemberut menampilkan wajah lucunya.


"Eh iya mas maaf habisnya kaget sih tadi,mas kenapa ada di sini" tanya Arumi dengan mengernyitkan dahi.


Alvaro menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia bingung mendapat pertanyaan seperti itu dari wanita yang saat ini berada di hadapannya.


"Hmmm.....itu aku kebetulan lewat dan lihat kamu sedang di sini tadinya ingin memberimu kejutan" jawab Alvaro memberikan cengiran lucunya.


"Apa aku berhasil buat kamu terkejut"lanjut Alvaro.


"He"em"jawab Arumi yang disertai anggukan.


"Maaf kalau begitu"balas Alvaro sambil cengengesan,Arumi tersenyum menatap pria dihadapannya,sesaat mereka berdua saling melemparkan senyuman masing-masing.


"Jadi ceritanya lagi nunggu bus mau pulang ya"


"Owh yasudah kalau begitu kita barengan aja, kebetulan kan satu arah"tawar Alvaro memberikan tumpangan pada Arumi.


"Boleh mas, tapi apakah tidak merepotkan mas.


"Malah akan repot jika kamu menolaknya"


"Mas ada-ada saja,aku gak numpang kok malah mas yang repot"Arumi mengangkat alis heran.


"Iya jelas repot,bagaiman jika aku tidak memberi mu tumpangan kamu nya bakal hilang lagi"cibir Alvaro membuat Arumi membulatkan matanya.


"Maaf canda doang kok,yuk buruan"Alvaro secara reflek menarik tangan Arumi menuju mobilnya yang terparkir di seberang jalan.


Alvaro menghembuskan nafas menetralisirkan keadaan,berdua saja berada di dalam mobil bersama dengan Arumi membuat ia gugup jantungnya berdetak tak karuan.


"Oh astaga ada apa dengan ku"gumam Alvaro sambil mencuri pandang pada wanita yang sedang duduk di sampingnya.


Setelah memasang seatbelt ia segera menyalakan mesin mobilnya,mobil segera meluncur membelah gelapnya malam.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Arumi lebih banyak berdiam,ia hanya menatap jalanan yang masih ramai oleh kendaraan yang sedang berlalu lalang.

__ADS_1


"Kamu lagi ada masalah ya,kamu boleh kok cerita jika kamu mau"ujar Alvaro menatap Arumi dengan seksama.


"Oh....itu hem aku"Arumi berpikir keras ia tidak mungkin menceritakan pada pria tersebut tentang kegundahan hatinya saat ini,sedangkan Alvaro masih menatap kearahnya seolah menunggu jawaban dari dirinya.


"Anu mas,gak ada masalah kok cuma aku lagi fokus dengan mata kuliah yang banyak tertinggal"jawab Arumi berbohong.


"Benarkah"tanya Alvaro memastikan.


"Ho'oh mas"angguk Arumi.


"Syukurlah tadinya aku berpikir kamu sedang bertengkar dengan pacar mu itu"ucap Alvaro dengan tersenyum lega Arumi menoleh kearah Alvaro dengan tersenyum tipis dan kembali melempar pandangannya kearah luar matanya menatap barisan gedung-gedung yang berada disepanjang jalan.


Dari seberang sana ada sesuatu yang menarik perhatian wanita tersebut,ia melihat dua orang yang tengah bergandengan tangan tertawa bahagia memasuki sebuah toko,ia menatap tak berkedip saat mobil semangkin bergerak mendekat pada kedua sosok tersebut seketika matanya tampak mulai berkaca-kaca setelah tahu siapa sosok yang tengah tertawa bahagia.


"Apakah ini penyebabnya kamu tidak bisa menjumpai aku mas"batinnya dengan tersenyum getir.


Tanpa terasa air mata luruh di pipi mulusnya,hatinya terasa begitu perih ia tak menyangka kekasihnya akan berubah setelah apa yang terjadi diantara mereka selama ini,ingin rasanya dirinya turun dan berlari menemui kekasihnya dan mempertanyakan tentang apa yang ia lihat saat ini namun di sisi lain ia tak cukup berani jika apa yang di ucapkan oleh kekasihnya nanti adalah suatu hal yang tidak pernah ia inginkan terjadi,pikirannya semangkin berkecamuk.


Alvaro mengangkat sebelah alisnya heran melihat Arumi yang diam tak bergeming dengan tatapan matanya mengarah pada samping mobil sedangkan mobilnya telah terparkir tepat dihalaman rumah wanita tersebut.


"Hallo" Alvaro pun mengangkat tangannya keatas mengerakkan tepat pada wajah Arumi.


Arumi buru-buru menyekanya air matanya sedikit gugup ia tak ingin pria disampingnya mengetahui bahwa dirinya sedang menangis.


"Kamu menangis?" tanya Alvaro dengan cukup hati-hati.


"Huh...ti..tidak mata ku sakit sepertinya aku begitu mengantuk mas, terimakasih tumpangannya"Arumi buru-buru melepas seatbelt tangannya segera meraih pintu mobil hendak segera turun.


"Arumi kamu tidak bisa menutupinya katakan lah aku siap mendengarkan keluhan mu,bukankah kita teman" Alvaro meraih tangan Arumi ia tahu saat ini wanita tersebut sedang bersedih.


"A..aku baik-baik saja mas,aku hanya ingin beristirahat"Arumi menundukkan kepala,tubuhnya merasa benar-benar lelah begitu juga hati dan pikirannya.


"Yasudah kalau begitu istirahatlah,jangan sungkan untuk bercerita jika kamu butuh teman dengan senang hati aku akan selalu ada buat mu"Alvaro melepaskan pegangannya tangannya Arumi hanya menganggukkan kepala lalu segera keluar dari dalam mobil pria tersebut,Alvaro hanya bisa melihat wanita pujaannya itu melangkah gontai masuk kedalam rumahnya.


...****************...


**Ok gaes sampai disini dulu.


Gimana kalian udah pencet like,vote serta comment dan klik fav gak,buruan kalau belum bagi yang sudah makasih ya🙏😍.


See u👋**.

__ADS_1


__ADS_2