
...****Sorry gaes up nya agak siangan,ada kerjaan mendesak soalnya🙏....
...Dan author minta maaf jika masih banyak typo yang bertebaran,tapi semoga aja nggak ngaruh pada vote dan like nya ya gaes....
...Happy reading ❤️❤️❤️****...
...****************...
Udara sore itu begitu panas,bahkan angin yang berhembus pun terasa hangat,daun-daun dari pepohonan yang tumbuh di sekitar kampus mengering dan berjatuhan.
Arumi mempercepat langkahnya meninggalkan gedung kampus menuju ke arah mobil yang terparkir di halaman kampus.
"Tu anak ngomong apa ke lu beb" ujar Angel sembari mengemudi mobil nya keluar kampus.
"Nggak ada yang penting kok cuma ucapan permintaan maaf doang"
"Jadi lu bilang apa ke tu anak" Angel menoleh sekilas pada Arumi dan kembali fokus menatap jalanan.
"Gue bilang jika gue udah melupakannya, udah deh gua malas membahasnya,nggak penting juga kali" ujar Arumi memutar mata malas.
Sesaat keduanya saling diam larut dalam pikiran masing-masing.
"Btw bagaimana pendapat mu tentang ajakan Bayu dan teman-temannya beb?" menoleh kearah Arumi dengan sorot mata berbinar-binar.
"Seru sih beb tetapi lu kan tahu nyokap gue gimana beb" ujar Arumi tak bersemangat.
"Gini aja beb biar gue aja yang minta izin ke nyokap lu, bagaimana"
"Hmmm.....terserah lu aja beb gue ngikut" lagi-lagi Arumi hanya tampak pasrah.
"Tapi lu niat nggak ikut?" kelihatannya lu nggak semangat gitu" tanya Angel ingin tahu reaksi sahabatnya itu.
Sejak mengetahui perbuatan Nofan atas perintah Rini membuatnya resah, batinnya berkecamuk perasaan yang campur aduk membuat dirinya bad mood dan memilih diam sembari memejamkan matanya enggan untuk menjawab pertanyaan Angel dan membiarkan Angel yang mengomeli dirinya.
"Silakan nyonya besar kita sudah sampai nih" sungut Angel sambil menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah Arumi.
"Jangan sewot gitu donk beb entar lekas tua lho" ucap Arumi tersenyum tipis,baru saja Arumi menyentuh pintu mobil mendadak Angel menarik tangannya.
"Ck....ada apa lagi sih beb" ujar Arumi berdecak kesal.
__ADS_1
"Lu kenapa sih beb jadi nggak asik gini" Angel memasang wajah sedihnya membuat Arumi merasa iba lalu ia berusaha membuat suasana kembali mencair seperti biasanya.
"Baiklah cantik sekarang lu boleh ngomong gue akan denger ok" Arumi menyentil hidung sahabatnya itu dengan senyum yang mengembang lebar.
"Nah gitu donk" Angel ikutan tersenyum.
"Cepetan buruan ngomong keburu bad mood gue"
"Hmmm.....bagaimana kalau lu aja yang izin dengan nyokap lu,entar kalau nggak dapat izin baru deh gue yang bilang ke nyokap lu,tapi lu harus janji ke gue beb lu usahakan bagaimana caranya agar kali ini nyokap lu ngasi izin,ok" Angel menatap Arumi penuh harap lagi-lagi Arumi merasa iba pada sahabatnya itu yang benar-benar ingin ikutan camping bersama Bayu.
"Hem baik gue akan upayakan untuk membujuk nyokap"
"Yes" pekik Angel girang dan langsung memeluk Arumi.
"Angel lepasin!" gue nggak bisa napas ne"seru Arumi napasnya terasa sesak karena Angel memeluknya cukup.
"Ma....maaf gue terlalu gembira beb" spontan Angel melepaskan pelukannya dengan cengengesan.
"Ya....ya gue tahu lu gembira karena bakal camping bersama Bay,tapi nggak gue juga kali jadi pelampiasan nya" sungut Arumi sembari turun dari dalam mobil.
"Gue kan udah bilang maaf Beb"
"Udah jangan pura-pura sedih buruan pulang gih"ucap Arumi dengan menutup pintu mobil,sebelumnya kedua sahabat tersebut saling melambaikan tangan.
Karena lokasi camping yang akan mereka tuju lumayan cukup jauh maka mereka sepakat akan berangkat lebih awal,Angel tampak begitu bersemangat menjemput Arumi setelah berpamitan mereka menjemput Bayu dan dua orang lainnya,mereka berangkat mengunakan mobil Angel.
Baskoro tidak bisa ikut camping bersama mereka dengan alasan sedang sibuk dengan kerja sampingannya,Arumi sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut karena ia sangat memahami kekasihnya itu.
Mobil melaju meninggalkan kota,setelah menempuh waktu hampir satu harian dalam perjalanan akhirnya mereka sampai disebuah desa yang cukup terpencil,sebelum memasuki hutan Bayu mengemudikan mobil menuju rumah pak kades yang merupakan saudara jauh Bayu.
Bayu mengurangi laju kendaraannya mobil kembali bergerak secara perlahan,setelah melewati jalanan yang terjal dan berbatu Bayu menghentikan mobil tepat disebuah rumah yang lebih besar dari rumah-rumah yang ada di desa tersebut,mereka di sambut hangat oleh pak kades dan keluarganya,setelah beristirahat sejenak Bayu dan temannya melanjutkan perjalanan mereka menuju hutan dengan berjalan kaki, Bayu menitipkan mobil Angel dirumah pamannya.
Hampir satu jam dengan berjalan kaki mereka memasuki kawasan hutan lindung yang sangat asri,hutan tersebut tampak belum terjamah oleh tangan-tangan liar manusia yang tidak bertanggung jawab.
"Sungguh eksotis" Arumi yang berjalan paling belakang berdecak kagum begitu memasuki hutan tersebut,Bayu mulai sibuk membidikkan kemera nya dengan Angel yang sebagai modelnya dengan memilih spot-spot yang sangat bagus untuk ia abadikan.
Hari mulai gelap mereka mulai mencari tempat untuk mendirikan tenda.
"Bagaimana jika di pinggir itu kita mendirikan tenda" ujar Arumi memberi saran.
__ADS_1
"Ide yang sangat brilian beb" ujar Angel lalu bergegas berjalan sedikit berlari mendahului yang lainnya menuju tepian sungai sementara yang lain mengikuti dari belakang.
Mereka mulai membagi tugas,Bayu dan Angel mengumpulkan kayu bakar, Denis dan Sopian yang dibantu Arumi mendirikan tenda,sebelum malam mereka telah menyelesaikan tugas masing-masing.
"Sudah lama gue nggak berkemah dengan mengunakan tenda manual seperti ini" ujar Denis sambil mulai membuat api unggun.
"Benar bro ini sungguh kemah yang melelahkan,hingga tulang belulang gua terasa rontok bro"jawab Sopian lalu merebahkan tubuh di alam bebas.
"Alah dari tadi juga lu cuma duduk-duduk bro, emang lu udah uzur jadi gitu deh mudah lelah" ujar Denis melirik Sopian kearah Sopian.
"Biar uzur tapi banyak cewek-cewek histeris lihat gue bro"
"Jelas mereka histeris karena takut lihat tampang jelek lu"Ujar Denis dengan tertawa lebar Bayu yang sedang asik melihat-lihat hasil jepretannya ikutan tertawa melihat tingkah konyol kedua temannya tersebut.
"Terus tertawa asal kalian bahagia bro" Sopian mencibir.
"Sudah-sudah jangan ribut terus yuk kita makan" Arumi membawa makanan yang baru saja masak.
"Gua beberapa hari nggak nafsu makan,tapi lihat masakan lu gua jadi berselera Rum" ujar Sopian berjalan mendekat ke arah Arumi.
Tuk!" Denis memukul kepala Sopian dengan ranting kayu"lu jangankan lihat masakan tau kebo pun lu bakal ngelir"
"Astaga lu kok bisa tau bro" Sopian menepuk jidatnya sendiri dengan mimik wajah yang lucu.
"Ya pasti tau donk bro karena lu makannya bareng Denis" timpal Bayu tersenyum renyah.
"Kampret lu"sungut Denis kesal Bayu berpihak pada Sopian kali ini,mendengar Bayu membela Sopian mengangkat tangannya mengajak Bayu ber highfive Bayu menyambutnya Denis mendengus kesal melihat kedua sahabatnya tersebut niat hati ingin meledek Sopian malah dirinya yang dibully.
"Mau makan atau gue sama Arumi aja yang makan" omel Angel melihat ketiga cowok tersebut masih saja saling bercanda.
"Jangan donk mak,kami juga lapar nih" ujar Sopian segera mengambil piringnya.
"Mak,Mak pale lu bau menyan,kapan gue nikah sama bapak lu"Angel merampas piring yang berada di tangan Sopian lalu menimpuknya dengan menggunakan piring plastik tersebut Sopian meringis sambil mengusap kepalanya tawa pun pecah di antara mereka.
Makan malam berlangsung penuh dengan tawa canda tak terasa malam pun telah larut,Arumi dan Angel beranjak masuk kedalam tenda sedangkan ketiga pria tersebut secara bergantian menjaga disekitar kemah.
...****************...
**Akhirnya selesai juga part kali ini.
__ADS_1
Jangan lupa vote,like dan comment juga klik favorinya ya gaes.
thank you and see u😘👋**