Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.77


__ADS_3

...**Hai gaes author update lagi nihhh 🖐️....


...jangan bosan-bosan baca ya gaes....


...Dan jangan lupa buat klik vote,like author tunggu loh coment kalian....


...juga tambahin favorinya ya gaes...


...Happy reading ❤️❤️❤️**...


...****************...


Matahari mulai redup sinar jingga pelan-pelan menampakkan diri,wajah Arumi tampak berbinar-binar saat mobil tuan Dexter memasuki sebuah gang sempit itu adalah gang menuju rumahnya.


"Tuan itu rumah saya tuan!" pekik Arumi dengan hati gembira,pria itu menoleh kearah samping mengikuti arah telunjuk Arumi pada sebuah rumah cukup sederhana, bangunannya dilapisi cat berwarna putih di sepanjang pekarangan rumahnya di hiasi berbagai bunga beraneka ragam.


Tuan Dexter segera menghentikan mobilnya,suasana rumah tampak sepi,begitu mobil berhenti dengan buru-buru Arumi keluar dari dalam mobil sampai lupa bahwa ia belum melepaskan sabuk pengaman tuan Dexter tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu segera membantu Arumi yang tampak kesulitan untuk melepaskan sabuk pengamannya.


"Terimakasih tuan"Arumi tersenyum sumringah secara spontan memeluk erat tuan Dexter lagi-lagi perlakuan Arumi menuntut pria itu benar-benar menginginkan dirinya.


Baru saja Arumi hendak turun Dexter meraih tangannya dan akhirnya membuat Arumi kembali terduduk disampingnya.


"Ada apa tuan"


"Ingat jangan pernah mengatakan pada siapa pun tentang semuanya,katakan saja seperti yang kita bicarakan tadi" Dexter menatap serius pada Arumi.


"I promise sir"ujar Arumi lagi-lagi tersenyum begitu manis dan mereka kini saling menautkan jari kelingkingnya sebagai janji,lalu Arumi kembali hendak melangkah keluar namun lagi-lagi pria itu kembali menahannya.


"Tuan" ujar Arumi memutar mata jengah.


"Anda melupakan sesuatu nona"


Arumi mengernyitkan dahi ia sama sekali tidak mengerti maksud pria tersebut,tuan Dexter mendekatkan wajahnya dengan posisi berpaling lalu dengan jari telunjuk menunjuk pada pipi kirinya.


"Ayo atau jangan-jangan anda ingin berlama-lama bersama saya nona"ujar Dexter tersenyum licik melihat wanita disampingnya diam tak bergeming.

__ADS_1


"Uh dasar nyari kesempatan,itu sih maunya tuan saja" Arumi mendengus kesal.


"Biarin mending jujur kan"jawab Dexter terkekeh lalu kembali mendekatkan wajah dengan malu-malu akhirnya Arumi terpaksa mendaratkan kecupan pada pipi pria tersebut.


Tuan Dexter meraih tiga buah paper bag yang berisi barang belanjaan yang berada di jok belakang,saat menuju kerumah Arumi pria tersebut menyempatkan mampir disebuah minimarket untuk membeli oleh-oleh lalu memberikan pada Arumi.


"Apa ini tuan"Arumi tampak berat untuk menerimanya.


"Ambillah buat ibu dan adik anda nona, sampaikan salam ku pada mereka"


"Tapi tuan anda sudah cukup banyak menolong saya jujur saya tidak bisa membalasnya tuan,dan untuk ini saya tidak bisa menerima nya tuan"


"Tidak ada penolakan dalam hidup saya,dan ini saya memberinya ikhlas nona anda jangan pernah berpikir macam-macam"ujar Dexter dengan senyum memudar,lagi-lagi wanita itu terpaksa menuruti pria tersebut dan segera menerima tiga buah paper bag dari tangan Dexter.


"Terimakasih tuan,apakah anda yakin tidak ingin mampir terlebih dahulu tuan"


"Lain kali saya bakal mampir"balas Dexter lalu mengusap pucuk kepala Arumi yang dibalas senyuman dari bibir wanita tersebut,Arumi segera turun dan melambaikan tangan pada Dexter ia pun beranjak pergi setelah mobil pria tersebut menghilang di tikungan.


Ting tong!"


Pergerakan tangan Ayuningtyas terhenti saat ingin memberikan minuman pada buk Irma,kedua wanita tersebut saling pandang.


"Hmmm....siapa yang datang senja begini" gumam Ayu.


Ceklek.....


"Kakak"teriak Ayu histeris dan langsung memeluk Arumi erat dengan derai air mata bahagia.


Buk Irma yang mendengar teriakan Ayu segera bangkit dari tempat tidur perlahan wanita paruh baya itu berjalan menuju ruang tamu dan betapa terkejutnya buk Irma melihat pemandangan di depan mata nya,ia tak dapat berkata-kata saat putri sulungnya yang begitu ia rindukan sudah berada di hadapan,wanita paruh baya itu mencubit lengannya sendiri memastikan bahwa ia sedang tak bermimpi.


"Buuuuuuu" seru Arumi melepaskan pelukan Ayu adiknya dan menghambur berlari memeluk sang bunda,senja itu penuh dengan keharuan ketiga wanita tersebut saling berpelukan tangis bahagia kembali pecah mewarnai pertemuan ibu dan anak di kala senja yang hampir menghilang.


"Ibu Arumi kangen bu' Arumi masih betah berada dalam pelukan ibunya.


"Ibu juga nduk" ujar buk Irma mengecup pucuk kepala putri sulungnya itu,Ayu yang berada disamping ibu serta kakaknya tersenyum bahagia melihat sang kakak sudah berada di tengah-tengah mereka dan lebih ajaibnya sang bunda tampak sembuh seketika.

__ADS_1


Azan magrib berkumandang Ayu beranjak dari sofa hendak mengambil wudhu tanpa sengaja mata nya menatap ke arah tiga paper bag yang tergeletak di lantai ia pun segera memungutnya.


"Kak ini punya kakak" ujar Ayuningtyas menyerahkan tiga buah paper bag pada Arumi.


"Makasih dek,oiya Bu ini oleh-oleh dari orang yang telah menolong Arum dan beliau titip salam buat ibu dan Ayu" lalu menyerahkan paper bag tersebut kepada buk Irma.


"O ya lalu dimana orang tersebut nduk,mengapa tidak disuruh masuk,ibu sampai lupa" buk Irma menoleh keluar pintu.


"Beliau tidak sempat mampir buk"


"Ibu berharap bisa bertemu ibu ingin mengucapkan terimakasih padanya nduk"


"Tapi beliau mengatakan nanti kapan-kapan beliau pasti mampir bu"ucap Arumi lalu bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri buk Irma yang mendadak sembuh karena kepulangan anaknya menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


Setelah melaksanakan sholat magrib mereka makan malam bersama dengan penuh kegembiraan mereka menikmati makan malam sambil bercengkrama penuh tawa tak henti-hentinya buk Irma mengucap syukur pada sang pencipta.


****************


Pagi ini cuaca mendung rintik hujan sisa subuh tadi masih setia menemani suasana pagi yang dingin,membuat sebagian orang memilih untuk berlama-lama berada di atas ranjang yang hangat termasuk Angel yang merasa enggan untuk datang ke kampus terlebih sejak sahabatnya yang tiba-tiba menghilang di hutan beberapa Minggu lalu,wanita tersebut menarik selimutnya hingga pucuk kepalanya menutupi tubuhnya saat hawa dingin mulai menyapa ia berniat untuk kembali tidur.


Namun suara benda pipih yang berada di atas nakas membuat Angel mengurungkan niatnya.


"Siapa sih pagi-pagi buta gangguin orang" gumam Angel.


Angel menggeliat pelan tangannya meraba nakas mencari benda pipih yang mengeluarkan bunyi,setelah berhasil mendapati handphonenya matanya mengerjap pelan menyesuaikan cahaya yang menerobos masuk ke retinanya.


"Ayu mengapa ia menelepon ku sepagi ini" ucap Angel lirih lalu duduk .


Angel tampak menarik nafas dalam lalu mengeluarkan secara perlahan-lahan ia kembali menatap layar handphone miliknya yang kembali menyala.


"Halo ada apa Yu"sapa Angel menerima panggilan telpon dengan suara khas orang yang baru saja bangun dari tidur.


...****************...


**Sampai disini dulu ya gaes part kali ini.

__ADS_1


Terimakasih buat vote,like dan comment nya ya.


See u👋😘**


__ADS_2