Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.28


__ADS_3

Malam begitu tenang mengiringi keindahan suasana dimalam hari membuat jiwa - jiwa yang kelelahan terlelap tertidur dengan sejuta mimpi.


Lain halnya dengan Baskoro malam yang semangkin larut namun matanya tak kunjung mengantuk ia terus memikirkan tentang Rini yang tiba - tiba menghilang begitu saja, jika boleh jujur Baskoro sebenarnya tidak mencintai Rini,Baskoro hanya mengincar harta kekayaan yang dimiliki Rini semata,sedangkan rencana yang sudah disiapkan oleh Desta gagal karena ketiga sahabat Rini tidak menemukan Rini saat mereka berkunjung kerumah Rini sore tadi.


Baskoro kembali mencoba menghubungi Rini malam ini namun ternyata handphone milik Rini masih sama dengan tiga hari yang lalu masih tidak bisa di hubungi.


"Hmmm...... kemana Rini kira- kira,mana gua lagi butuh duit lagi"batin Baskoro kesal.


Cuaca pagi ini tampak mendung,awan gelap bergelayut memudarkan cuaca cerah,tarik ulur cuaca seolah menyiratkan pergulatan mungkin saja hujan akan segera turun.


Dengan melangkah malas Baskoro kembali berjalan melalui lorong - lorong kampus tampak beberapa mahasiswa sedang asik bercengkrama menyambut cuaca pagi yang tidak bersahabat itu.


Arumi berlari - lari kecil menghampiri kekasih ia hanya melambaikan tangan kepada setiap orang yang menyapanya.


"Pagi mas" sapa Arumi


"Hy sayang,kamu juga barusan sampai ya" ujar Baskoro sembari menyentil hidung mancung Arumi.


"Iya nih mas,ngomong - ngomong kenapa wajah mas kok cemberut begitu sih?" ujar Arumi menatap lekat kekasihnya tersebut.


"Mas tadi malam nggak bis tidur sayang,mikirin kamu" ujar Baskoro berbisik sambil merengkuh pundak kekasihnya dengan berjalan beriringan.


"Gombal kamu mas" jawab Arumi mencubit perut Baskoro dengan tersipu malu.


Rini yang kembali masuk kuliah hari ini begitu kesal,melihat sepasang kekasih yang sedang bermesraan di depannya tersebut ia mempercepat langkahnya melewati Arumi yang bergelayut manja pada lengan Baskoro,Baskoro melihat semburat kecemburuan dari sikap Rini membuat dirinya melepaskan gandengan tangan Arumi dengan berpura - pura merapikan tali sepatunya.

__ADS_1


Rini yang buru - buru tanpa sengaja menabrak seseorang yang sedang menguping pembicaraan Bayu dan dua orang sahabatnya disebuah ruangan.


"Woi lagi ngintip apaan lu pagi - pagi begini,kurang kerjaan aja" ujar Rini semangkin kesal suara Rini yang keras membuat Bayu menghentikan obrolan dengan temannya dan bergegas keluar dari ruangan tersebut,Jecky segera berlalu pergi meninggalkan Rini dengan segala sumpah serapahnya dan segera melangkah menuju toilet kampus.


"Ceklek.........


Bayu memutar kenop pintu ruangan tersebut namun ia tidak melihat satu orang pun diluar ruangan.


"Siapa bro" ujar Denis ikut bangkit dari duduknya dan mendekati Bayu,Bayu hanya mengangkat kedua tangan sejajar dada,mereka segera keluar aula kampus dan menuju ke kelas mereka mengingat perkuliahan akan dimulai sebentar lagi.


Disebuah Apartemen Niko masih setia memeluk kekasihnya tersebut,ia.masih merasa sangat ngantuk karena pesta yang berlangsung cukup panjang malam tadi namun ia.terpaksa bangun karena mendengar suara handphone miliknya yang tak kunjung berhenti "A****g siapa yang ganggu gua pagi begini" ucap Niko kesal dan segara meraih handphone miliknya yang berada di atas nakas.


"Bos mereka mulai menyusun rencana bos" ujar Jacky langsung menyampaikan laporannya.


"B*****t lu malah melapor gua emang otak lu nggak bisa mikir apa yang harus lu lakuin"


Jacky sangat tahu jika Niko sangat marah,ia segera mendial nomor Evan dan langsung menghubungi Evan entah apa yang barusan di katakan Evan sehingga Jacky tampak terburu - buru pergi meninggalkan kampus.


waktu bergulir begitu cepat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang,Joko tengah beristirahat di gubuk sambil menikmati singkong rebus dan secangkir kopi hangat bekal yang telah Bu Endang siapkan sebelum ia berangkat ke kebun milik pak Hadi pagi tadi.


"Wah enak juga ya siang - siang begini nikmati singkong rebus dan kopi hangat dengan ditemani semilir angin"ujar Brock mengambil sepotong singkong segera memasukkan kedalam mulutnya dengan tersenyum smirk,Jacky ikut tersenyum licik.


"Kalian mau apa lagi,tolong jangan ganggu aq dpan keluargaku aku mohon kepada kalian"ujar Joko tampak begitu ketakutan.


"Hahahaha.....kedatangan kami justru mau menemani mu anak muda kami ingin membuat hari mu penuh warna sehingga kamu tidak perlu mencari teman lain selain kami" ujar Jacky menimpali.

__ADS_1


"Maksud kalian apa" jawab Joko mulai panik.


"Jangan pura - pura b**** anak muda sini mendekat lah" ujar Brock meraih tengkuk Joko.


"Bug...................


sebuah bogeman mendarat tepat di ulu hati Joko membuat Joko meringis menahan sesak yang tiba - tiba ia rasakan,Jacky memandang sinis pada Joko yang sedang kesakitan sementara Brock tertawa dan melepaskan tangannya dari leher Joko.


"Aku mohon tolong lepaskan aku selama ini aku dan keluarga ku tidak pernah punya masalah terhadap kalian" ucap Joko memelas namun kedua preman tengik tersebut tidak menggubris Joko,Jacky malah ikutan menonjok pelipis mata Joko pukulan itu menyebabkan pelipis kiri Joko terluka dan memar,beruntung kejadian tersebut dipergoki oleh salah satu warga yang kebetulan lewat disekitar tempat tersebut.


"Ada apa dengan kalian" ujar pria paruh baya tersebut dengan mengernyitkan dahi.


"Owh tidak apa - apa pak Saleh,kami hanya mengunjungi Joko kasihan dia sendirian di kebun sepi begini takutnya ada apa - apa dengan Joko pak" jawab Brock santai namun pria paruh baya tersebut tidak begitu saja mempercayai ucapan Brock karena pak Saleh mengenal sikap Brock yang suka buat ulah,pak Saleh menurunkan seikat rumput yang di pikul nya dan melangkah berjalan menuju ke arah gubuk tersebut.


"Ingat jauhi mahasiswa itu jika kamu masih ingin menghirup udara segar" ujar Brock berbisik pada Joko.


"Oke karna bapak seperti bersedia menemani Joko jadi biarkan kami pamit pak dan kamu bro jika ada sesuatu jangan sungkan untuk memberitahu kepada kami" ujar Brock dengan tersenyum dan segera pergi membuat pak Saleh menggelengkan kepalanya.


"Kamu ada masalah apa dengan begundal itu Ko" ujar pak Saleh yang sudah duduk di samping Joko dan menatap wajah Joko dengan pelipis yang koyak.


"Ti....tidak ada apa - apa pak,kebetulan mereka lewat dan mampir begitu melihat ku" jawab Joko gugup.


"Lalu mengapa pelipis mu luka dan memar" ujar pak Saleh dengan serius.


"Aku terjatuh saat mencuci tangan di kali tadi pak,pelipis ku terbentur batu saat aku jatuh" jawab Joko datar.

__ADS_1


Namun sedikit pun pak Saleh tidak mempercayai ucapan Joko barusan ia sangat percaya bahwa luka di pelipis Joko adalah perbuatan Brock dan temannya tersebut namun pak Saleh tidak ingin mendesak Joko karena pak Saleh yakin Brock sudah menekan Joko sehingga membuat Joko terpaksa berbohong kepadanya.


__ADS_2