
"Hei kalian juga disini?" sapa Arumi begitu melihat ketiga sahabat kekasihnya tersebut yang juga telah hadir di pesta ultah Rini.
Desta,Ardy dan Faisal malah terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka,ketiga sahabat Baskoro begitu terpesona melihat kecantikan Arumi dengan balutan dress yang dikenakan Arumi ditambah polesan makeup yang natural membuat Arumi terlihat semangkin cantik bahkan bisa dibilang Arumi pantas menjadi ratu pesta malam ini.
"Helloooo" ujar Khalista berteriak dengan tangan yang berada didepan wajah Desta membuat Desta akhirnya tersadar bahwa dirinya sedang menghayal bercumbu dengan kekasih sahabatnya tersebut.
"Lu sedang menghayal jorok ya" ujar Khalista lagi dengan bibir yang mencibir.
"Eh anu....i..iya gua tidak melihat Baskoro,apakah kalian lihat bro" jawab Desta gugup dan beralih bertanya kepada Ardy dan Faisal sedangkan yang ditanya malah garuk - garuk kepala,mereka juga seperti nya menghayal hal yang sama dengan Desta.
"Kalian aneh,Arumi sedang tidak menanyakan Bas koreng tau" jawab Khalista mengerutkan alis membuat ketiga pria tersebut salah tingkah,sedangkan Angel malah sibuk menyapa cowok - cowok yang ikut hadir meramaikan ultah Rini dengan gaya centilnya, sementara Arumi malah senyum - senyum sendiri membuat Khalista memijat keningnya sendiri.
Rini yang empunya pesta sedang berusaha menyelamatkan Baskoro dari masalah besarnya dengan menarik Baskoro dan menaiki tangga yang membawanya kesebuah kamar yang berada dilantai atas,kamar tersebut begitu luas 3 kali lebih luas dari kamar Baskoro dikamar tersebut terpajang pigura photo Rini yang cukup besar dapat dipastikan bahwa kamar tersebut adalah kamar Rini.
"Oh baby kamu memang sangat mengerti aku,i' m so lucky to be close to you" ucap Baskoro dengan mendekatkan bibirnya lebih rapat ke bibir Rini,namun Rini buru - buru menempelkan telunjuknya pada bibir Baskoro yang hampir ******* habis bibir mungil gadis tersebut.
"Hold on for later honey" jawab Rini dengan berbisik ke telinga Baskoro membangkitkan libido pria tersebut.
" you promise baby" ujar Baskoro menarik pinggang Rini dengan kedua tangannya.
"Of course honey" jawab Rini menggigit bibirnya sendiri dengan senyum yang menggoda.
"Thank you very much,baby" ucap Baskoro mengecup kening Rini dan segera melepaskan pelukannya,Rini bergegas kembali menuju ke ruangan pesta ultah nya.
__ADS_1
Setelah Rini keluar dari kamar tersebut Baskoro mengintip dari tingkat atas,sekilas tadi ia sempat melihat kearah kekasihnya, Arumi terlihat sangat cantik dan begitu sangat mempesona jika tidak sedang dalam kondisi saat seperti sekarang ini ingin rasanya ia menghampiri kekasihnya tersebut dan membawa gadisnya tersebut kedalam peluknya.
Dari atas Baskoro bisa melihat dengan jelas ketiga sahabatnya tersebut mencoba menggoda wanita yang sangat ia cintai.
"****" gumam Baskoro ia tampak kesal dengan ketiga sahabatnya tersebut yang mencari kesempatan dalam kesulitan yang sedang ia hadapi, Baskoro lalu mengeluarkan handphone nya dan segera mengirim pesan kepada Desta agar ketiga sahabatnya tersebut tidak membuat sesuatu hal yang mengharuskan dirinya untuk menghajar ketiga sahabatnya yang mengesalkan tersebut.
Desta segera membuka isi pesan yang dikirim Baskoro dengan tersenyum smirk lalu ia mengarahkan pandangannya keatas.
Arumi dan Khalista melihat hal tersebut sehingga kedua gadis tersebut ikut mengarahkan pandangan mereka keatas tingkat,beruntung Baskoro yang kesal tersebut kembali ke dalam kamar Rini, ia begitu kesal hingga menenggak minuman beralkohol yang tersedia di dalam kamar Rini.
"Hei ternyata kalian juga hadir di ultah gue,dan sori sebelumnya jika gue sebenarnya hanya mengundang teman - teman yang selevel gue aja" ujar Rini menyapa ketiga sahabat tersebut dengan sombong.
"Maaf Rin,jika kehadiran kami menganggu acara lu tapi kami hanya ingin mengucapkan selamat ultah buat lu" jawab Arumi dengan sikap sopan dan ramahnya tersebut.
"Gue sebenarnya males juga datang ke pesta lu Mak lampir,jika bukan karena sesuatu" ujar Khalista ketus.
"What do you say?" sarkas Rini
"Gue rasa lu nggak budeg" jawab Khalista ketus Rini hendak melangkah mendekat pada Khalista ,Ardy yang melihat segera mencoba menengahi dan membuat Rini menahan emosinya sedang kan Khalista membusungkan dada ia sama sekali tidak takut pada Rini dan Khalista tersenyum sinis ketika Rini mengarahkan tangannya memberi isyarat agar mereka bertiga segera enyah dari pestanya.
Khalista tanggap akan hal itu ia segera menarik Arumi dan Angel yang sedang asik ngobrol dengan seorang cowok jangkung tetapi sangat manis tersebut.
"Apaan sih lu Ta,nganggu kesenangan orang aja" ucap Angel kesal.
__ADS_1
"Ayo kita pulang tempat ini tidak cocok buat kita bertiga" jawab Khalista dan segera menuju mobilnya yang terparkir.
Angel masih saja menggerutu karena kesal gara - gara Khalista ia gagal untuk pedekate dengan cowok tersebut lain halnya dengan Arumi yang merasa tidak keberatan harus pulang sebelum pesta berakhir.
"Lu kenapa sih Angel bisa diam nggak" ujar Khalista yang mulai kesal kepada Angel dengan segera mengarahkan mobilnya keluar dari halaman rumah mewah milik Rini.
"Lu yang kenapa,kenapa sih hobi lu itu berkelahi melulu,dulu lu emang mantan preman ya" ujar Angel dengan cemberut.
Khalista hanya menggeleng - geleng kan kepalanya menanggapi ucapan Angel " Rini yang mulai duluan tadi Angel" ucap Arumi menengahi.
"Rini tidak suka akan kehadiran kita disana dan Rini mengatakan bahwa kita tidak selevel dengannya" ujar Arumi menjelaskan pada Angel.
"Kita disana hanya untuk Fun biarkan saja ucapan nenek sihir itu karena pastinya ia cemburu karena kalah cantik dengan gue" jawab Angel dengan pedenya,membuat Khalista dan Arumi tertawa ngakak.
Malam yang hampir larut namun pesta semangkin panas yang awalnya hanya pesta biasa kini berubah menjadi pesta *** karena masing - masing mereka sudah mulai teler setelah menenggak minuman yang sengaja disediakan rini,apa lagi dengan fasilitas kamar yang disediakan oleh Rini membuat mereka semangkin leluasa melampiaskan hasrat birahi yang sudah sampai di ubun - ubun.
Baskoro yang merasa tubuhnya begitu gerah melucuti pakaiannya sendiri,dinginnya AC yang menyala didalam ruangan tersebut tidak bisa membuat tubuhnya mendingin hasrat Baskoro semangkin tidak terkendali ditambah dengan pengaruh minuman yang baru saja ia teguk,ia seolah tidak sabar menunggu Rini kembali kedalam kamar Baskoro memutuskan untuk kembali melihat acara pesta tersebut ia pun bangkit dari duduknya begitu ia berada didepan pintu tiba - tiba Rini muncul dan menabrak tubuh Baskoro spontan membuat mereka saling memeluk, Baskoro yang belum hilang kesadarannya segera m****** bibir mungil Rini dengan sangat rakus dan segera menggendong tubuh Rini dengan kedua kaki Rini yang melingkar di pinggang Baskoro dengan bibir mereka yang masih saling m******..
Rini seketika melepas pagutan bibir Baskoro
"Be patient honey I'm yours tonight" ucap Rini berbisik manja membuat Baskoro semangkin tak sabar ingin melahap habis Rini malam ini.
#hey raiders dimana kalian 🤔 author takut sendiri Baskoro berubah jadi kanibal tu ingin memakan Rini author jadi ngeri sendiri so nungguin kalian ja deh kalau gitu segera komen ya biar author g ngerasa sendirian👌
__ADS_1