
...****Dendam kekasih up lagi ni gaes....
...Dukung terus ya dengan cara...
...vote,like dan jangan lupa klik favorit ๐...
...juga tinggalin jejak kalian buat bantuin bagai mana caranya agar Alvaro bisa membuat Arumi jatuh hati kepadanya....
...Cikidot..........**...
...****************...
Arumi tampak melamun di dalam kamar nya,buk Irma yang melihat perubahan akan sikap sang anak menjadi begitu kawatir.
"Rum kamu kenapa nduk dari tadi ibu perhatikan kamu melamun terus,bahkan kamu melewatkan makan siang mu,bicaralah pada ibu nduk" buk Irma mengusap pucuk kepala putri sulungnya.
"Tidak ada apa-apa buk,Rumi cuma sedikit kecapean bu" ujar Arumi berbohong.
"Yasudah kamu istirahatlah nduk" buk Irma segera melangkah keluar kamar putrinya.
Arumi mengambil handphonenya yang terletak diatas nakas ia segera mengaktifkan handphone miliknya kembali,tak ada satupun telfon atau pesan dari kekasihnya itu Arumi yang merasa kesal melempar benda pipih tersebut ke atas tempat tidurnya.
"kenapa kamu tega menuduhku serendah itu mas hiks.....hiks.......hiks" bisik Arumi lirih dan air matanya kembali tumpah.
Dering suara panggilan telepon yang berbunyi menghentikan tangisn Arumi diraihnya kembali benda pipih tadinya ia lemparkan,berharap tambatan hati yang tengah melakukan panggilan namun kenyataannya tak sesuai harapan setelah melihat nama yang tertera di layar handphone miliknya Arumi dengan malas akhirnya menerima panggilan telepon dari Alvaro.
"Hai gadis cengeng kamu lagi ngapain nih" terdengar suara Bariton yang mengalun mulus melalui telepon selulernya.
"Maaf ya aku punya nama,apakah kamu lagi kurang kerjaan meneleponku hanya ingin tahu aku.lagi ngapain"
"Iya aku tau,tapi.lebih pantas kalau namamu itu si cengeng"
Terdengar Lelaki itu tertawa renyah dengan suara khasnya melalui speaker telepon selular milik Arumi.
"Enak aja siapa yang cengeng"
Arumi mulai terpancing dengan ejekan Alvaro yang mengatakan dirinya adalah seorang wanita cengeng.
"Eh iya gadis cengeng aku ingin menunjukkan sesuatu kepada mu,ku tunggu kamu di tepi danau kamu harus datang jika tidak maka julukan kamu aku tambah gadis yang angkuh"
Alvaro segera memutuskan sambungan telepon sepihak tampa memberikan kesempatan buat Arumi berkata-kata.
__ADS_1
"Huff"Arumi mendengus kesal,ia tampak diam mulai berpikir apakah ia harus datang atau tidak,tidak ingin dianggap sombong,Arumi beranjak dari tempat duduknya sedikit merapikan diri lalu meraih tas sandangnya .
"Bu Arumi pamit keluar sebentar ya" ujar Arumi menghampiri buk Irma untuk meminta izin.
"Kamu mau kemana nduk" tanya buk Irma menghentikan kegiatan menguli adonan tepung yang ada di dalam baskom.
"Ingin bertemu mas Al bu tadi ia telfon dan mengajak Rumi bertemu" ujar Arumi menjelaskan pada sang ibu.
"Oh baiklah dan jangan pulang terlalu malam nduk"ujar buk Irma memberi izin pada Arumi dengan tersenyum begitu mendengar putri sulungnya menyebut nama Alvaro.
Arumi segera menuju danau dengan menggunakan jasa kang ojek, Setelah membayar kang ojek Arumi berjalan menuju danau,tiba disana ia tidak melihat batang hidung Alvaro hanya beberapa orang pengunjung lain yang tampak berada disekitar danau.
Arumi berdiri di bawah pohon rindang menghadap danau yang ada di hadapannya,ia tampak menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan-lahan,tepi danau yang sejuk dan adem membuat Arumi merasa tenang dan relax.
Arumi sedikit kaget dengan kemunculan badut yang secara tiba-tiba,badut tersebut memulai atraksinya, badut itu menyulap sapu tangan tersebut menjadi sekuntum mawar merah lalu badut itu memberikan pada Arumi walau tampak ragu Arumi menerima sekuntum mawar itu "terima kasih" ucap Arumi dengan senyum merekah disudut bibirnya.
Badut itu kembali menunjukkan kebolehannya lagi-lagi senyum manis mengembang di bibir indah wanita tersebut,membuat si badut semangkin bersemangat, kali ini Arumi tak bisa menutupi rasa geli di hatinya ia pun tertawa terkekeh saat si badut bertingkah sangat lucu
Ketika tengah asik melakukan atraksi badut itu tersandung sesuatu"Aww!"shh..." badut itu pun terjatuh.
Sontak Arumi berdiri"hei kamu tidak apa-apa" ucap Arumi membantu si badut untuk duduk.
Mata Arumi membesar bagai hendak keluar begitu melihat siapa orang yang berada di sebalik topeng badut tersebut.
"Kamu mas!" ujar Arumi secara reflek memukul pundak Alvaro dengan tas sandangnya.
"Aw....Aw...." Alvaro kembali berteriak membuat Arumi panik seketika.
"Eh...ma...maf mas,aku kaget tak menyangka itu kamu" Arumi gugup lalu mengusap pundak Alvaro, Sebenarnya lutut Alvaro tidak begitu sakit akan tetapi melihat Arumi panik membuat Alvaro berniat mengerjai Arumi.
"Hmmm.....kalau bukan sekarang,kapan lagi aku punya kesempatan di perhatikan wanita cengeng ini"bisik Alvaro dalam hati.
"Kamu sungguh keterlaluan,aku sudah menghibur mu tetapi kamu malah memukuliku,dasar wanita cengeng yang menyebalkan"omel Alvaro dengan masih berpura-pura merasa kesakitan.
"Maaf mas beneran aku tak sengaja memukul mu,sini aku obati lutut mu" ucap Arumi lalu membantu Alvaro melepas pakaian badutnya, Arumi mengambil tisu dari dalam tasnya dan menghapus keringat di kening lelaki tersebut,beberapa saat wajah mereka begitu dekat Alvaro bahkan bisa mencium aroma wangi tubuh Arumi membuat jantungnya berdegup dua kali lebih kencang.
"Benar-benar sungguh manis,matanya yang indah,hidungnya dan bibir nya sungguh sangat sempurna....oh tuhan mengapa aku harus jatuh cinta pada wanita ini tuhan" batin Alvaro dengan wajah murung
"Kamu kenapa mas wajah mu merah dan pucat begitu?" ujar Arumi,lamunan Alvaro seketika buyar.
"Ti...dak,tidak apa-apa" jawab Alvaro gugup ia membiarkan Arumi yang memeriksa lutut kakinya.
__ADS_1
"Mas lutut kaki mu memar harus segera di kompres,mari kita pulang" Arumi segera bangkit namun Alvaro segera menangkap tubuh Arumi sedikit kuat membuat wanita tersebut kehilangan keseimbangan dan brukkkk.....tubuh Arumi terjatuh tepat di atas Alvaro,tanpa sengaja bibir mereka pun saling menempel Arumi buru-buru bangkit dengan menahan rasa malu karena kejadian barusan.
"Maaf aku tak bermaksud membuat mu terjatuh" ujar Alvaro melirik pada Arumi,wajah wanita yang berada di sampingnya tersebut memerah bak tomat matang,Alvaro segera duduk dalam hatinya ia bersorak girang walau pun kejadian tadi hanya berlangsung seperkian detik namun moment tersebut sangat indah di rasakan lelaki itu.
"Sudah lupakan saja,ayo kita segera pulang luka memar mu harus segera di obati mas" Arumi tertunduk,ia merasa sangat malu karena telah mencium Alvaro tanpa sengaja.
"Nanti saja aku baru saja kelelahan telah menjadi badut,lagian rasa sakit nya sudah berkurang" ujar Alvaro santai.
"Lagian siapa suruh kamu jadi badut" sungut Arumi kembali duduk di sebelah Alvaro.
"Kamu payah,bukannya berterima kasih malah menyalahkan aku"
Mendengar ucapan Alvaro membuat Arumi merasa bersalah atas ucapannya barusan walau bagaimanapun Alvaro telah menghiburnya.
"Iya deh aku minta maaf dan aku berterima kasih kamu salah satu badut terlucu yang pernah aku lihat" Arumi menyunggingkan senyum yang begitu manis pada Alvaro.
"Huuuu....aku tahu kalau kamu tu nggak ikhlas ngomong terimakasih nya" ujar Alvaro protes sambil menekuk wajahnya.
"Kenapa sih ngomong begitu,aku sudah ngucapin terima kasih masih saja kamu protes lalu aku mesti gimana donk agar kamu senang dan tidak su'uzon lagi pada ku"
"Baiklah sekarang kamu harus traktir aku makan bakso yang ada di pinggir jalan itu, bagaimana?'
"Oke tak masalah asal kamu senang dan tidak lagi menyudutkan ku"
Arumi bangkit dari duduknya dan melangkah menuju tukang bakso yang lagi mangkal di sekitar danau.
"Hei nona aku meminta mu untuk mentraktir ku bukan menyuruh mu makan bakso" seru Alvaro,Arumi menghentikan langkah dan membalikkan badannya.
"Ayo buruan,apa aku harus mengendong mu, bukankah kamu bilang lutut kaki mu sudah tidak terasa sakit?"
"Aku cuma bilang sakitnya sudah berkurang tetapi aku tidak mengatakan lutut ku sudah sembuh"
"Lalu?" Arumi mengernyitkan dahi tak mengerti maksud perkataan lelaki tersebut,Alvaro segera merentangkan kedua tangannya.
"Bantu aku berjalan kesana" pinta Alvaro singkat,Arumi segera membantu Alvaro untuk berdiri dengan meletakkan tangan kanan lelaki itu kepundak nya lalu memapah tubuh Alvaro berjalan menuju tukang bakso yang lagi mangkal di pintu masuk danau tersebut.
...****************...
...****Terima kasih buat yang udah vote,like dan koment bagi yang belum author harap bisa ikutan dukung dengan cara seperti diโ๏ธdan tambahin favorinya ya,tank you๐๐ค....
...See you next part ๐****...
__ADS_1