Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.20


__ADS_3

Khalista segera melangkah keruang kerja Freddy ia melihat lampu ruangan tersebut masih menyala ia segera membuka pintu tersebut.


Ceklek.............


"Maaf membuat mas lama nunggu" ucap Khalista menghampiri Freddy yang duduk di kursi ruang kerjanya.


"Mas kira kamu sudah tertidur sayang" ujar Freddy sambil membelai rambut Khalista dengan begitu lembut.


"Nggak mungkin mas aku tertidur sementara mas nungguin aku disini mas" ujar Khalista manja.


"Bagaimana kapan kamu berangkat sayang,masih lama kan,mas dalam Minggu ini ada pekerjaan diluar kota kamu mau ikut kan" ujar Freddy menatap wajah kekasihnya dengan penuh harap.


"Pengen sih mas tapi kayaknya nggak mungkin mas, tiga hari lagi Deddy akan segera mengirim ku ke As" jawab Khalista dengan raut wajah tampak bersedih, Freddy merasa menyesal awalnya ia berniat ingin membuat kekasihnya gembira karena ia bakal mengajaknya liburan namun kenyataannya justru membuat gadisnya tersebut malah tampak bersedih.


"Sayang kamu jangan sedih gini donk,jika itu demi kebaikanmu kamu berangkat saja,lain kali jika mas ada waktu mas akan usahakan untuk mengunjungi mu disana dan kita bisa jalan - jalan ok,mas janji seperti yang pernah mas ucap kan dulu" ujar Freddy mencoba menghibur Khalista.


"Beneran nih,janji" ucap Khalista sambil mengarahkan jari kelingkingnya ke arah Freddy "Mas janji sayang" jawab Freddy segera menautkan jari kelingkingnya ke jari Khalista sembari tersenyum lebar.


"Mas apakah saat di diskotik malam kemarin mas tidak salah orang mas,sebenarnya bukan Baskoro yang mas lihat" ujar Khalista dengan menatap Freddy serius.


"Mas tidak salah orang,yang mas lihat kemarin malam memang Baskoro,oiya apakah kamu sudah memberi tahu kepada Arumi agar berhati - hati dengan kekasihnya itu" ujar Freddy bertanya kepada Khalista.


"Sudah sih mas,tapi kayaknya Arumi tidak nyakin" jawab Khalista datar.


"Yasudah kita doakan saja semoga semuanya baik - baik saja ok" jawab Freddy mengusap punggung telapak tangan Khalista.


"Mas sudah terlalu larut mas,apakah mas tidak ngantuk" ucap Khalista bertanya kepada Freddy "Kamu kali yang ngantuk" ujar Freddy Khalista menganggukkan kepalanya " Yasudah sayang jika begitu kamu istirahat lah" ujar Freddy " Sun dulu donk mas" ujar Khalista melingkarkan kedua tangannya dileher Freddy, Freddy segera mengecup kening kekasihnya tersebut.dan akhirnya mereka berdua keluar dari ruangan Freddy dan menuju ke kamar masing - masing.




Pagi ini bandara Soekarno - Hatta sudah sesak dengan orang - orang yang mempunyai kepentingan yang berbeda,begitu juga dengan Khalista yang mempunyai kepentingan untuk melanjutkan kuliah di AS.


__ADS_1


Arumi dan Angel mengantarkan sahabat mereka sampai di bandara,mereka saling berpelukan ada rasa sedih di hati mereka masing - masing namun mereka bertiga berusaha untuk menutupi,Khalista tampak begitu gelisah menunggu Freddy yang tak kunjung menemuinya padahal pesawat akan terbang pukul 8.30 dan waktu hanya tersisa sekitar 30 menit lagi, sementara ia harus segera masuk boarding room.



Khalista kembali melirik jam tangannya " Kemana mas Freddy" batin Khalista.



Arumi dan juga Angel adik dari Freddy yang duduk sebelah Khalista juga ikutan gelisah,Angel sangat kesal kepada abangnya yang tak jua kunjung sampai padahal sebentar lagi Khalista akan segera berangkat tampak kekecewaan terpancar di wajah sahabatnya tersebut,dengan perasaan marah Angel segera menelepon abangnya namun Freddy tidak mengangkat telepon dari Angel,Angel segera mengirim pesan pada abangnya.



"Karto lu dimana sih"



Sesaat kemudian Freddy membalas pesan dari Angel " gue sudah sampai nih,kalian dimana ?" .




Setelah berpamitan Arumi dan Angel meninggalkan bandara, hari ini mereka berdua berniat mendaftar disebuah universitas yang cukup populer di ibu kota Jakarta,jika Angel mengandalkan materi yang dimilikinya juga pengaruh nama besar orang tuannya Arumi hanya berbekal dengan beasiswa yang ia peroleh dan tidak sia - sia akhirnya Arumi dengan kepintarannya ia bisa masuk dan terdaftar sebagai mahasiswa di universitas tersebut,tidak hanya Angel dan Arumi yang beruntung menjadi mahasiswa di kampus tersebut Baskoro juga Rini seorang anak konglomerat di kota tersebut yang menjadi salah satu donatur di kampus tersebut dengan mudah bisa berkuliah ditempat tersebut.



Arumi sangat bahagia setelah dirinya dinyatakan lulus harapan dan tekadnya semangkin kuat,ia semangkin optimis bisa meraih mimpinya.



Tak terasa sudah hampir sebulan lebih Arumi merasakan bangku kuliah,sebagai siswa berprestasi tak heran jika Arumi bisa berkuliah di kampus yang cukup tenar di kota metropolitan,



Arumi bertekad mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin,untuk itu ia mulai menunjukkan eksistensi agar ia bisa lebih dekat dengan dosen - dosen Arumi bergabung dalam lembaga pers kampus dan mengikuti kegiatan - kegiatan yang ada,tak ayal Arumi kini menjabat sebagai wakil komting dikelas hingga membuat sosok Arumi mudah dikenali disetiap sudut kampus, ia salah satu mahasiswa terpopuler karena kecerdasannya.

__ADS_1



Arumi baru saja keluar dari sebuah ruangan ia menyandang tas dibahunya yang penuh dengan catatan - catatan hasil pertemuannya siang ini dengan dosen pembimbing,siang ini masih ada satu mata kuliah yang harus ia ikuti Arumi memacu langkahnya menuju kelas dengan buru - buru sambil sesekali membalas sapaan teman - temannya yang melambai kearahnya, seketika langkah Arumi terhenti begitu mendengar seseorang memanggil namanya.



"Rum tunggu" teriak Angel yang berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Arumi,Arumi membalikkan badan dan tersenyum kemudian mereka berjalan beriringan menuju kelas.



"Rum kamu dicari Baskoro tu" ujar Angel sambil mengimbangi jalan Arumi " Mas bas ngomong apa ke lu" jawab Arumi singkat Angel belum sempat menjawab karena Baskoro kini sudah berdiri tepat dihadapan mereka berdua.



"Rum gua duluan ke kelas" ucap Angel meninggalkan Arumi dan Baskoro.



"Sayang setelah selesai jam kuliah kita jalan sebentar ada yang ingin mas sampaikan" ujar Baskoro menatap wajah kekasihnya yang ia rindukan karena kendati satu kampus namun mereka jarang sekali bertemu karena jadwal Arumi yang cukup padat.



"Mas kayaknya belum bisa deh hari ini,gimana jika lain kali karena setelah jam kuliah selesai ada tugas dari dosen yang harus aku selesaikan dengan segera" jawab Arumi dengan nada lembut meminta pengertian dari kekasihnya tersebut.



"Kamu berubah Rum,kamu sudah tidak perduli dengan hubungan kita" ujar Baskoro mulai kesal terhadap sikap Arumi yang sering kali menolak setiap kali Baskoro mengajaknya pergi.



"Mas kamu harus mengerti mas" jawab Arumi dan menarik tangan Baskoro yang segera beranjak pergi karena kesal namun Baskoro tidak memperdulikan ucapan Arumi,dan segera berlalu meninggalkan Arumi.



Arumi segera melangkah masuk kedalam kelas membiarkan sementara waktu Baskoro dengan kesimpulannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2