Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.71


__ADS_3

...****Dendam kekasih come back nih gaes....


...Dukung terus ya gaes,budayakan vote,like dan comment terimakasih🙏...


...maaf jika terdapat typo bertebaran dimana-mana....


...Happy reading ❤️****...


...****************...


...Jika cinta kembali hadir menyapa maka tak seorang pun mampu tuk menghadang nya....


...Dia akan datang dan melanda seseorang...


...tanpa mengenal waktu dan situasi...


...dimana dan kapan pun jua....


...cinta hadir membawa sejuta kebahagiaan maka nikmatilah cinta itu tanpa membuat orang yang kita cinta terluka...


...karena cinta yang ada pada diri kita sendiri...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seperti biasanya setelah menyelesaikan semua pekerjaannya bik Surti segera ke kamar yang di tempati Arumi,wanita tersebut pasti membutuhkan dirinya karena kondisinya masih belum membaik secara maksimal tak lupa juga bik Surti membawakan makan malam buat Arumi,karena saatnya makan malam telah tiba.


Bik Surti meletakkan nampan pada pangkuan Arumi yang berisi menu makan malam seraya menyunggingkan seulas senyum yang menjadi ciri khas bik Surti yang sangat ramah dan baik pada siapa pun.


"Terimakasih bik, ayo kita makan sekarang" ucap Arumi segera menyantap makan malamnya begitu juga dengan bik Surti,sesuai janjinya pada Arumi malam ini kedua wanita yang lebih cocok sebagai anak dan ibu itu makan malam bersama sembari ngobrol santai.


"Bik siapa pria yang bersama dengan tuan saat pertama kali aku berada di sini?"


"Owh itu den Max non orang kepercayaan tuan Dexter"


"Lalu ada di mana anak serta istri tuan Dexter bik" lagi-lagi Arumi bertanya seolah ingin tahu tentang pria dingin nan baik hati itu,sesaat bik Surti terdiam sejenak mengingat kejadian tragis yang menimpa nyonya nya itu.


"Bik kenapa Bibik terdiam,memangnya ada apa bik" Arumi semangkin penasaran ingin mengetahui tentang pria yang telah menolongnya itu.


Pandangan bik Surti menatap nanar keluar jendela,Arumi memandangi wanita disampingnya dengan tak berkedip dari sikap bik Surti Arumi bisa menangkap ada suatu kejadian yang telah menimpa majikan wanita tua tersebut.


"Bik" ucap Arumi pelan membuat wanita tersebut tersadar dari lamunannya dan menoleh kearah Arumi lalu kembali diam sulit buatnya untuk.menceritakan kembali kejadian tragis yang menimpa pada majikannya yang sudah di anggap sebagai anaknya sendiri oleh bik Surti.

__ADS_1


"Baiklah bik,bibik tidak perlu menjawab pertanyaan ku jika itu sulit buat bibik,ayo bik kita lanjutin makan nya" ujar Arumi dengan tersenyum manis,kedua wanita tersebut lalu meneruskan sisa makan malamnya.


"Oiya bik apakah tuan Dexter sudah makan malam bik" tanya Arumi kembali yang disambut anggukan kepala oleh bik Surti.


"Bik apakah kaki ku akan segera sembuh bik,kira-kira kapan sembuhnya ya bik" wajah Arumi berubah muram.


"Tidak lama lagi non pasti sembuh"


"Benarkah bik" jawab Arumi sumringah.


"Benar non asal non nurut sama bibik dengan tidak banyak bergerak dulu" jawab bik Surti mengingatkan Arumi.


Arumi dan bik Surti mengakhiri obrolan singkat mereka ketika waktu sudah menunjukkan tengah malam,rasa kantuk mulai menyerangnya Arumi memejamkan matanya tak menunggu waktu lama wanita tersebut akhirnya tertidur pulas, sementara ditempat dan waktu yang sama Dexter yang berada di dalam kamarnya sedang bergelut dengan perasaannya sendiri,dengan satu tangan sebagai bantalan tidurnya matanya tertuju pada langit-langit kamarnya.


"Siapa wanita itu sebenarnya,mengapa wajahnya sama persis dengan almarhumah,apakah ini semua hanya kebetulan semata" ucap Dexter lirih.


Kejadian 10 tahun lalu kembali menyeruak kedalam ingatannya yang meninggalkan kepedihan didalam hatinya serta rasa rindu akan hangatnya cinta dari seorang Maryam membuat matanya sulit untuk terpejam.


Lelaki tersebut kembali bangkit dari pembaringan malamnya kakinya melangkah menuju sebuah kursi malas yang berada di balkon kamarnya lalu meletakkan bokongnya,bayangan Arumi yang memiliki wajah sama persis dengan mendiang istrinya seolah menari-nari di pelupuk matanya.


Kendati Dexter bukanlah pria suci dan selalu berkencan dengan beberapa wanita namun di dalam hatinya hanya tertulis nama Maryam dan kini seorang wanita yang memiliki wajah serupa tiba-tiba muncul di hadapannya membuat binih-binih cinta yang telah terkubur bersama jasad sang istri tercinta bersemi kembali.


****************


"bik ambillah kursi roda di dalam gudang dan bawalah wanita itu sarapan bersama agar dia tidak merasa bosan" ujar Dexter menghampiri bik Surti yang sedang sibuk menyajikan hidangan sarapan pagi di meja makan.


"Baik Tuan"bik Surti segera melaksanakan titah majikannya usai menyelesaikan tugasnya.


Arumi yang sejak tadi telah terbangun dari tidurnya mengernyitkan alis saat melihat bik Surti muncul dengan mendorong kursi roda.


"Bik buat apa dengan kursi roda ini,apakah bibik ingin mengajak ku berkeliling sambil menghirup udara segar pagi ini?" tanya Arumi penasaran.


"Tuan Dexter mengajak non Arumi sarapan bersama non siapa tahu non bosan di dalam kamar"ujar bik Surti menjawab pertanyaan Arumi.


"Baiklah bik kebetulan aku ingin menyampaikan sesuatu pada tuan Dexter"


Bik Surti segera membantu Arumi untuk berpindah duduk pada kursi tersebut lalu membawa Arumi keluar dari dalam kamar menuju meja makan di sana telah duduk Dexter dengan wajah datar namun di dalam hati lelaki itu ingin rasanya berteriak sangking bahagianya karena pagi ini ia di temani sarapan pagi dengan wanita jelmaan istrinya.


"Selamat pagi tuan" sapa Arumi ramah.


"Pagi silakan"balas Dexter dengan ekspresi yang masih sama dingin dan kaku lalu mereka menyantap sarapan paginya,seperti yang kalian duga setelah itu tidak ada percakapan yang terdengar diantara mereka,hanya dentingan Suara sendok dan garpu terdengar memenuhi keheningan sarapan pagi diantara mereka,keduanya merasa canggung karena mereka belum saling mengenal dengan akrab.

__ADS_1


Arumi sesekali mencuri pandang kearah tuan Dexter tampak lelaki itu begitu fokus dengan makanannya.


Tidak dipungkiri Arumi bahwa ia sangat merindukan ibu dan adiknya pasti mereka saat ini begitu bersedih untuk itu ingin rasanya secepatnya dirinya kembali pulang kerumah,berulang kali Arumi menarik napas lalu menghembuskan secara perlahan dirinya merasa bingung harus memulai dari mana lidahnya terasa Kelu sulit rasanya memulai pembicaraan yang dari tadi ingin ia sampaikan.


Pikiran yang campur aduk membuat Arumi melamun ia tampak hanya mengaduk-aduk sisa makanannya.


"Makanlah jika anda merasa bosan setelah ini saya bisa menemani anda untuk berjalan-jalan pagi nona"ujar Dexter memecah kebisuan yang yang mewarnai sarapan pagi mereka,ucapan Dexter secara


Uhukk uhukkkk Arumi tersedak saat sedang minum mendengar Dexter berbicara secara tiba-tiba.


"Ma...maaf tuan"ucap Arumi dengan salah tingkah karena saat itu tuan Dexter terus menatapnya,melihat hal itu pria tersebut segera mengalihkan pandangannya pada piring yang ada dihadapannya menyelesaikan sarapan paginya,sesaat kemudiaan akhirnya mereka telah selesai sarapan pagi.


"Bagaimana apakah anda ingin jalan-jalan nona"Dexter kembali mengulangi pertanyaan yang sama yang disambut anggukan kepala dari Arumi.


Disepanjang jalan yang dipenuhi pepohonan rindang dengan udara pagi yang terasa begitu segar membuat suasana terasa nyaman keduanya akhirnya terlibat obrolan santai meski masih terasa sedikit canggung.


"Tuan aku sangat berterima kasih atas bantuan tuan selama ini dan aku sangat nyaman dengan semuanya namun pastinya ibu ku sangat kawatir,untuk itu bolehkah saya meminta bantuan tuan sekali lagi"


"Katakan saja jangan sungkan"


"Bolehkah aku meminta bantuan mu tuan,untuk mengabari seorang teman agar mereka bisa menjemput ku kemari" Arumi mengulurkan secarik kertas yang berisi nomor handphone seseorang dengan tatapan penuh pengharapan,tuan Dexter mengambil secarik kertas dari tangan Arumi.


"Disini handphone tidak berfungsi sama sekali,tapi kamu jangan kawatir nona,4 hari lagi akan ada seseorang yang mengunjungi ku kamu bisa menumpang padanya nanti" ujar Dexter dengan tersenyum tipis.


"Benarkah tuan!"pekik Arumi girang dan secara spontan mengenggam erat kedua tangan tuan Dexter,secara tak sengaja pandangan mata mereka bertemu,manik mata lelaki bernama Dexter itu menatap retina Arumi dalam lelaki tersebut semangkin larut dalam kenangan indah bersama mendiang sang istri hingga tanpa ia sadari wajahnya mendekat pada wajah Arumi,hingga tak berjarak sedikit pun lalu mencium bibir Arumi, mendapat perlakuan demikian Arumi mendorong tubuh tuan Dexter hingga terjatuh ke tanah..........


(panik gak?panik gak?ya panik lah masak nggak 😁 begitu juga dengan Arumi)


"Ma....maafkan saya tuan"ujar Arumi yang panik melihat tuan Dexter yang terjatuh terlentang ke tanah berusaha untuk menolong hingga ia melupakan kondisi kakinya yang sedang sakit,sekuat tenaga ia berdiri namun ia kehilangan keseimbangan lalu tersungkur ketanah"Auhhh" desis Arumi merasakan sakit pada kakinya.


"Are you okay" ujar tuan Dexter tak kalah panik lalu membantu Arumi kembali duduk di kursi roda tersebut.


"Terimakasih tuan dan maaf aku tak sengaja" imbuh Arumi tampak meringis menahan sakit.


"Hujan akan turun sebentar lagi,ayo.kita segera pulang" ujar lelaki tersebut mengalihkan topik pembicaraan lalu mendorong kursi roda tersebut dan berjalan kembali pulang menuju villa miliknya.


...****************...


...****Terimakasih vote, like dan comment ya gaes...


...See you next part 👋****...

__ADS_1


__ADS_2