
Setelah ngobrolin tentang Freddy yang Tampa sengaja bertemu dengan Baskoro dan Rini disebuah tempat hiburan malam,Khalista menyarankan pada sahabatnya Arumi agar tidak terburu - buru menanyakan hal tersebut kepada Baskoro kekasih dari Arumi karena sudah pasti Baskoro tidak mungkin mengakuinya,
"Gini aja deh sebelum lu nampak dengan mata kepala lu sebaiknya lu santai aja dulu Rum,dan ada baiknya lu hanya jaga jarak aja soalnya gue yakin kalau abang gue nggak pernah akan ikut campur dengan urusan orang lain jika bukan untuk kebaikan orang itu sendiri" ujar Angel menimpali.
"Gue berterima kasih banget pada lu semua,akan tetapi biarlah gue sendiri yang menyelesaikan urusan gue dengan mas Baskoro" jawab Arumi dengan nada gusar.
"Itu terserah lu Rum,gue yakin dengan lu" ujar Khalista pasrah karena baginya tidak mungkin memaksa Arumi untuk mengikuti semua sarannya.
"Udah deh untuk sekarang lebih baik kita Fun" ucap Angel dengan mengedipkan sebelah mata dengan tangan membentuk simbol ok dan berhasil membuat kedua sahabatnya tersebut tersenyum lebar, akhirnya mereka sepakat untuk melupakan tentang Baskoro membiarkan Arumi memutuskan segalanya.
Untuk menikmati kebersamaan mereka yang akan berakhir tak lama lagi karena Khalista akan melanjutkan studinya keluar negri mereka berencana untuk menginap malam ini di rumah Angel,malam mulai menyapa ketiga sahabat tersebut memutuskan untuk pulang terlebih dahulu kerumah Arumi untuk meminta izin pada ibu sahabatnya tersebut,malam itu Bu Irma ibu Arumi memberikan izin kepada Arumi,dan sebelum menuju kerumah Angel mereka berencana untuk nonton bioskop terlebih dahulu.
"Wah gue sepertinya melupakan sesuatu" jawab Angel dengan menepuk jidatnya.
"Lupa apa sih beb" ujar Khalista menatap Angel dari kaca spionnya.
"Malam ini Rini ulang tahun bukan,gue baca digrup WA sekolah" ujar Angel.
"Terus emang kenapa" ujar Khalista sementara Arumi menoleh kepada Khalista.
"Apakah kita tidak ikut menghadiri pesta ultahnya Rini saja malam ini,kali aja bisa kenalan dengan cowok - cowok ganteng" ujar Angel dengan tersenyum.
"Kalau gue sih ogah" ujar Khalista ketus
"Tapi setidaknya kita bisa mengetahui apakah Baskoro juga hadir disana" ujar Angel membuat Khalista dan Arumi saling pandang,sejenak mereka berdua mulai berpikir tentang kalimat yang diucapkan Angel ada benarnya juga,jika antara Baskoro memang ada hubungan spesial tentunya akan tampak dari gerak - gerik mereka nantinya,apalagi ini momen penting bagi Rini.
"Kali ini ada bener nya ucapan Angel,bagaiman menurut lu Rum" ujar Khalista meminta pendapat dari Arumi.
__ADS_1
"Gue ikut kalau begitu,gue ingin melihat apakah mas Bas ada disana juga" jawab Arumi bersemangat untuk datang ke pesta Rini malam ini.
Arumi menelepon Baskoro terlebih dahulu untuk memastikan apakah Baskoro ikut menghadiri pesta ultahnya Rini.
Dretttt ....dretttt.....dretttt
Handphone milik Baskoro mengeluarkan getar ia segera mengeluarkan handphone nya dari saku celananya, setelah mengetahui Arumi yang sedang menelepon ia segera menghentikan motornya ditempat sepi.
"Halo mas,mas lagi ngapain nih" ~ Arumi
"Mas lagi dikamar ni nggak enak badan" ~Baskoro.
"Sudah minum obat mas"~ Arumi
"Sudah sayang dan mas mau istirahat" ~ Baskoro.
"Owh iya mas sudah mas istirahat saja,besok saja kita ngobrolnya" ~Arumi
"Malam mas bye"~Arumi.
Baskoro pun memutuskan Sabungan teleponnya dan segera melanjutkan menuju kerumah Rini.
"Mas Boskoro tidak datang ke pesta Rini karena dirinya sedang sakit, jadi apakah kita tetap kesana juga" ujar Rini kepada kedua sahabatnya.
"Kita wajib kesana untuk membuktikan kebenarannya" jawab Angel.
"Betul aku setuju,kita tetap ke pesta Rini si tukang pamer itu,tetapi kita harus kerumah Angel terlebih dahulu tidak mungkin kita berpenampilan seperti sekarang ini bakal ditertawai kita dengan Rini,bagaimana"ujar Khalista mengurangi kecepatan mobilnya.
__ADS_1
"Sangat setuju"ujar Angel tersenyum karena ia membayangkan akan banyak cowok tampan akan dijumpainya disana,Khalista segera mengarahkan mobilnya menuju rumah Angel.
Sementara di sebuah rumah mewah dengan arsitektur Eropa klasik acar pesta yang sangat meriah sedang berlangsung, yang didominasi anak - anak remaja,Rini seorang putri konglomerat sedang mengadakan acara pesta ulang tahunnya yang ke- 17 tahun di rumahnya yang megah tersebut,acara tersebut memang tidak didampingi kedua orang tua Rini karena mereka sedang berada di luar negri,namun sebelumnya mereka sudah mengucapkan selamat ulang tahun dengan memberikan Rini sebuah mobil Lamborghini yang sangat Rini idam - idamkan,dan hadiah tersebut sengaja Rini panjang diruang acara ulang tahunnya dengan niat ingin menyombongkan diri didepan teman - temannya.
Semua yang hadir sangat terpukau tak terkecuali Baskoro yang baru saja tiba dirumah Rini yang megah tersebut,Rini pun menyambut mesra kedatangan Baskoro dengan menggandeng tangan Baskoro menuju ruang pesta berlangsung.
Baskoro begitu takjub akan kemewahan rumah dan fasilitas yang dimiliki Rini, sama sekali Baskoro tidak menyangka selama ini bahwa Rini adalah seorang putri tunggal dari keluarga yang kaya raya, Baskoro semangkin menyukai Rini dan menginginkan Rini sepenuhnya agar ia bisa ikut menikmati kemewahan yang Rini dapat dari kedua orang tuanya.
"Honey tinggal dulu ya sebentar" ucap Rini kepada Baskoro dengan mesra Baskoro segera menganggukkan kepala,Rini kemudian melangkah menghampiri ketiga sahabatnya dan tamu undangan lainnya yang kebetulan baru saja datang memenuhi undangan Rini.
"B**** ternyata Rini tajir melintir bro jauh berbeda dengan Arumi bro,andai gue jadi lu gue akan putusin Arumi dan memilih Rini yang jelas - jelas punya segala - gala nya" ujar Desta berbisik pada Baskoro.
"Gue emang niat untuk memacari Rini bro tapi gue tidak akan memutuskan Arumi karena Arumi adalah intan yang berada di kubangan lumpur, sedangkan Rini yang akan menghasilkan intan buat gue" jawab Baskoro tersenyum licik.
"Gila Lo bro,lu yakin Rini mau lu jadikan cadangan" timpal Ardy yang ragu akan keyakinan sahabatnya tersebut.
"Rini tergila - gila terhadap gue dan gue yakin gue akan dapat nyetir tu cewek,lu lihat aja bro" ujar Baskoro penuh keyakinan,saat Baskoro sedang memperbincangkan tentang dirinya Rini tiba - tiba muncul dan bergelayut manja dipundak Baskoro.
"Honey kamu temenin aku potong kuenya ya" ucap Rini dengan manjanya.
"Jangan sayang,banyak teman - teman kita disini mereka tahu tentang aku dan Arumi,Aku harap dirimu mengerti posisiku saat ini" ujar Baskoro menatap kepada Rini.
"Jadi kamu lebih perduli dengan perasaan Arumi ketimbang diriku,begitu" jawab Rini dengan cemberut.
"Come on baby don't be childish" ujar Baskoro mengedipkan satu matanya lalu menyentil hidung Rini membuat Rini tersipu malu dan akhirnya mengalah pada keputusan Baskoro,Rini segera melaksanakan acara potong kue Baskoro tersenyum penuh kemenangan menoleh kepada sahabatnya.
Setelah acara potong kue selesai Rini tetap memberikan potongan pertama kue tersebut kepada Baskoro yang telah ia pilih sebagai tamu istimewa buatnya malam ini, secara tiba - tiba Faisal menghampiri Baskoro yang sedang bercanda ria bersama Rini begitu melihat Arumi dan kedua sahabatnya ikut hadir malam ini di acara pesta ultah Rini.
__ADS_1
"Bro gawat Arumi datang bersama Angel dan Khalista Bro mereka sudah berada didepan" Ujar Faisal mendadak Baskoro tampak begitu panik Rini segera menarik tangan Baskoro dan berlalu pergi meninggalkan ruangan pesta berlangsung.
Bersambung.