Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps,60


__ADS_3

...**Salam hangat selalu,hari ini author double up nih mumpung lagi semangat,tau nggak kenapa author semangat semua karna kamu....iya kamu yang lagi read cerita kuπŸ˜†...


...So jangan pernah lupa buat vote,like dan koment serta klik favorit πŸ‘Œ**...


...****************...


#Flashback#


Baskoro melepaskan tangannya ia berusaha mengejar Angel,Rini tak tinggal diam wanita itu segera menarik tangan Baskoro.


"Honey kamu mau kemana sih, biar kan saja wanita pengacau itu pergi,ayo kita Fun" Rini menahan Baskoro.


"Maaf baby,gua sedang bad mood lain kali saja kita lakukan" ujar Baskoro berlalu pergi.


"Oh ****,lBas lu sangat menyebalkan" umpat Rini lirih.


Matanya menyala merah menahan amarah,karena Baskoro lebih mementingkan perasaan Arumi sehingga berusaha membujuk Angel agar wanita itu tidak mengatakan pada Arumi yang menangkap basah Baskoro yang sedang bersamanya, ketimbang memikirkan rasa sakit yang ia rasakan karena Baskoro meninggalkan dirinya begitu saja.


****************


Setelah tak berhasil membujuk Angel,Baskoro segera menyetop angkot ia segera menuju ke rumah Desta dengan wajah tampak panik.


"Des,anterin gue ke pasar Senen donk" ujar Baskoro begitu sampai di rumah sahabatnya dengan nafas ngos-ngosan.


Desta mengernyitkan dahi " lu di kejar setan mana sih sampai segitunya,terus lu mau dagang apaan di pasar?" jangan bilang lu mau nyaingin Arumi bro,wah parah banget lu sama pacar sendiri lu tega nikung" Desta tertawa kekeh melihat Baskoro dengan wajah semrawut.


"Sudah bercandanya,nggak lucu tau,sekarang buruan kita berangkat" Baskoro segera menarik tangan Desta,lelaki tersebut yang tidak tau menahu ujung pangkalnya terpaksa menurut bak kambing congek.


"Des lu temuin,Arumi bilang gue mau ngomongin hal penting" ujar Baskoro lagi-lagi meminta tolong dengan cara maksa,Desta diam tak bergeming.


Hei lu kok malah bengong sih,buruan keburu Angel mengacaukan semuanya"bentak Baskoro.


"Gua mau jumpain Arumi di toko yang mana bro" jawab Desta santai.


Baskoro menepuk jidatnya ia baru menyadari bahwa Desta tidak tahu di mana letak toko bunga kekasihnya tersebut,ia terpaksa turun dari motor Desta dan menarik tangan sahabatnya itu lagi-lagi Desta terpaksa nurut pada Baskoro yang tampak gusar seperti menunggu bisul yang akan meletus.


"Kemari! lagi-lagi Baskoro menarik tangan Desta"Lu hanya perlu jalan lurus setelah berada tepat ditoko pakaian lu tinggal belok kekiri,nah lu melangkah sepuluh kali,setelah itu lu belok ke kanan sampai di toko perhiasan lu menoleh ke kanan lagi terus belok kiri lu bisa lihat toko Arumi" terang Baskoro,Desta menatap.wajah Baskoro serius.


"Lu sudah tahukan sekarang buruan lu samperin Arumi dan bilang seperti apa yang gua katakan tadi" perintah Baskoro " sudah sana tunggu apa lagi" imbuh Baskoro mulai emosi.


"Maaf gua nggak paham,lu ngomong apaan tadi" jawab Desta nyengir,Baskoro kembali menepuk jidatnya.


"Gua sudah menjelaskan panjang lebar tapi otak lu kagak nangkap juga,emang lu makan apa sih sob" gerutu Baskoro kesal.


"Gua makan batu" puas lo!" jawab Desta ikutan kesal,Baskoro yang menyadari dirinya yang kelewatan segera melunak.

__ADS_1


"Ok lu denger ya gua ulang sekali lagi lu....'


"Alah kelamaan keburu azan magrib" ucap Desta ngeloyor pergi.


Desta tak melihat Arumi sedang berada di tokonya.


"Halo cantik sendirian aja nih" sapa Desta ramah pada Ayuningtyas yang kebetulan hari itu giliran menjaga toko bunga miliknya.


"Hei mas Desta,tumben kemari,mau beliin bunga pacarnya ya mas" ucap Ayuningtyas membalas menyapa Desta.


"Nggak kok lagian cewek sekarang nggak suka bunga ginian dek,sukanya bunga Bank" jawab Desta mengedipkan matanya.


"Hahaha bener mas,aku juga lebih suka bunga Bank" ujar Ayu tertawa lebar.


"Hayo kamu udah mulai nakal ya,emang udah punya pacar kamu dek"


"Belum lah mas lagian masih kecil gini mending fokus belajar biar jadi sukses"


"Wah itu sungguh keputusan yang sangat tepat,salut mas,btw kak Arumi kok nggak kelihatan dek" Desta mengarahkan pandangan kedalam toko.


"Kak Rumi nggak jagain toko hari ini giliran Ayu mas"


"Emang perlu banget sama kak Rumi ya mas,samperin aja tuh ke rumah" saran Ayu pada Desta.


"Penting soal apaan sih mas,kenapa nggak mas Baskoro aja yang telpon Kak Rumi,apakah mereka sedang bertengkar" ujar Ayu ingin tahu.


"Sepertinya iya sih mereka sedang ada masalah mangkanya Arumi tidak mau menerima panggilan telpon si tukang emosian itu" jawab Desta yang masih kesal pada Baskoro.


Tanpa menanyakan sebab mengapa kakaknya dan Baskoro bertengkar,Ayu segera merogoh saku ia mengeluarkan handphone miliknya dan segera menghubungi sang kakak namun Handphone milik Arumi berada diluar jangkauan,Ayu mengulang kembali namun hasilnya tetap sama, handphone Arumi belum bisa dihubungi.


"Mas kayaknya handphone kak Rumi sedang lowbat deh mangkanya nggak bisa dihubungi" ujar Ayuningtyas menoleh ke arah Desta.


"Oke deh dek kalau gitu mas permisi dulu ya" Desta segera melangkah keluar toko dan kembali menjumpai Baskoro yang menunggu dirinya di ujung pasar.


"Lho mana Arumi bro,apa yang ia katakan pada lu,apakah dia marah ya bro" tanya Baskoro tak sabar.


"Arumi sedang tidak berada ditoko" jawab Desta singkat berjalan melewati Baskoro menuju parkiran.


"Apakah Ayu yang jagain toko?" ujar Baskoro sambil membututi Desta dari belakang Desta menoleh dan mengangguk kan kepala.


"Ck....Kenapa nggak lu suruh Ayu buat telfon sih" ujar Baskoro sambil berdecak.


"Sudah tapi Handphone Arumi lowbat bro,emang ada apa sih yang lu lakuin sampai segitunya lu takut tu cewek bakal marah ke lu bro"


"Angel memergoki gue bersama Rini di hotel"

__ADS_1


"Emang Angel lihat lu sedang asik kuda-kudaan dengan Rini?" tanya Desta sembari meneguk air mineral yang sempat ia beli didalam pasar.


Baskoro meraih botol dari tangan Desta segera meneguknya lalu menggelengkan kepalanya.


"Yaudah kalau gitu lu nggak perlu kawatir, gua tahu alasan apa buat jelasin pada Arumi sekarang gua lagi suntuk bro mending kita bersenang-senang buat nenangin otak,gimana"


"Ok kita berangkat" ujar Baskoro segera naik di boncengan sepeda motor Desta.


"Tunggu bro,lu ada duitnya kan?" tanya Desta menoleh kebelakang Baskoro menggelengkan kepala.


"Yaelah bro gimana mo fun duit aja kagak punya" Desta garuk-garuk kepala " gimana lu telfon aja Rini,doi kan tajir bisa traktir kita" usul Desta.


Baskoro mulai menyadari bahwa semuanya perlu duit lelaki tersebut menyesali telah meninggalkan Rini begitu saja,ingin rasanya ia menelepon wanita tersebut namun ia sangat yakin Rini pasti tak akan menerima panggilan telpon darinya,namun pucuk dicinta ulam pun tiba,baru saja Baskoro memikirkan Rini wanita itu sekarang malah meneleponnya.


"Buruan bro angkat doi tu telpon" Desta yang sengaja mencuri pandang pada handphone sahabatnya itu langsung berteriak histeris.


"Sabar bro,gua mau tau sejauh mana doi demen ke gua"terpampang senyum pada wajah Baskoro,ia sengaja mengacuhkan panggilan telepon dari Rini,untuk yang sekian kalinya Rini kembali menghubunginya,untuk kali ini Baskoro segera menerima panggilan telfon Rini.


"Halo honey,kamu kok tega banget sih ninggalin aku gitu aja" terdengar suara manja Rini dari seberang sana.


"Sorry baby aku lagi suntuk pengen sendiri,ternyata selama ini aku salah wanita semuanya hanya bisa buat kepala ku pusing,maunya dituruti semua keinginannya dan tidak bisa berkorban" ujar Baskoro sambil mengedipkan mata pada Desta.


"Honey aku nggak seperti yang kamu tuduhkan aku malah bisa memberi apa aja yang kamu mau asal kamu lebih mementingkan aku ketimbang cewek kampungan itu"


"Bulshit"


"Tidak honey aku bisa buktikan kok,kamu minta aja deh apa yang kamu inginkan dan aku pasti akan mengabulkan nya"


"Are you serious"


"Of course dear"


"Baiklah aku sekarang ingin bukti,kamu jemput aku dicafe tempat biasanya"


"Baiklah honey aku meluncur ke sana Sekarang juga"


kedua saling mengakhiri pembicaraan mereka, dan segera menuju ketempat yang sudah mereka janjikan.


...****************...


...****Bagaimana gaes apakah kalian sudah vote,like serta klik favorit?"...


...Ok terimakasih πŸ™πŸ€—...


...See you next partπŸ‘‹πŸ˜˜****...

__ADS_1


__ADS_2