
Jangan lupa vote, Like dan koment ya gaes.
Maaf jika ceritanya tak sesuai ekspektasi kalian gaes.
Happy reading all 🥰
...****************...
Malam semangkin larut.
Aku sendiri
Tiada cinta dan
Tiada kasih dalam hati ini.
Haruskah ku berlari
Mencari jejak
Langkah yang pernah kita
Lalui saat bersama mu
Waktu t'lah berlalu
Suara merdu Anie Cacera mengalun lembut di tengah-tengah kesunyian malam,Arumi yang sedang duduk seorang diri di belakang Villa mengulas senyum miring"Ya semua memang telah berakhir namun aku kembali,tidak untuk mengulang kisah itu namun melanjutkan apa yang telah kamu mulai mas"batin Arumi.
Ayuningtias sang adik sudah terlelap tidur gadis itu mungkin saja lelah karena seharian sibuk dengan urusan sekolah nya yang baru.
Ya Ayu kini melanjutkan sekolah nya Dexter telah memerintahkan Max agar Ayu bisa melanjutkan pendidikan disalah satu sekolah favorit dikota tersebut.
Malam semangkin larut namun Dexter tak kunjung kembali ke villa,Arumi yang tengah menanti Dexter kembali akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya,namun langkah nya terhenti saat mendengar deru mobil dari arah luar.
Tampak mang Tego tergopoh-gopoh keluar dari kamarnya lalu menuju pintu samping dengan sigap pria itu membukakan pintu gerbang lalu berpindah pada pintu mobil.
Begitu mang Tejo membuka pintu mobil Dexter turun dari mobilnya,wajahnya tampak lelah setelah menjalankan rutinitasnya seharian penuh.
Arumi menyambut Dexter dengan melemparkan senyum manisnya"Selamat malam tuan"sapa Arumi tangannya mengambil jaket dari tangan Dexter,lelaki itu sedikit terkejut mendapat perlakuan dari wanita yang berada dihadapannya saat ini.
"Terimakasih"balas Dexter,tiba-tiba ia digelayuti perasaan awkward.
Meski Arumi hanya mengenakan baju tidur yang cukup sopan namun menambah kadar kecantikan wanita tersebut lelaki tersebut menatap Arumi tanpa berkedip.
__ADS_1
"Kok malam banget pulangnya tuan,lagi banyak pekerjaan ya,saya akan siapkan air hangat tuan"ujar Arumi tanpa menunggu jawaban dari pria tersebut Arumi melangkah menuju lantai dan langsung masuk kedalam kamar milik Dexter.
Setelah menyiapkan air hangat Arumi keluar dari dalam kamar mandi ia mendapati lelaki itu telah berada didalam kamar.
"Silakan tuan air hangatnya sudah siap,apakah tuan ingin makan setelah mandi,saya akan memanaskan makanan buat tuan?"
"Oh tidak kebetulan saya sudah makan malam"
"Baiklah kalau begitu,saya permisi tuan"ujar Arumi dengan senyum yang masih mengembang disudut bibirnya.
"Sekali lagi terimakasih"
"Jangan berbicara seperti itu tuan, seharusnya sayalah yang harus mengucapkan terimakasih pada tuan,tuan telah begitu banyak membantu saya,dan untuk sekian kalinya saya butuh bantuan tuan saya harap tuan tidak keberatan"
"Katakanlah aku akan membantu mu"balas lelaki itu dengan penuh semangat.
"Sebaiknya tuan mandi terlebih dahulu,saya akan kembali dengan segelas kopi hangat kita bisa ngobrol setelah ini jika tuan tidak lelah"
"Baiklah jika begitu"Dexter tersenyum pada Arumi sesaat lalu melangkah kedalam kamar mandi.
Arumi semangkin tidak sabar ingin segera menjalankan misinya dengan dua gelas kopi hangat ditangan,ia kembali masuk kekamar lelaki itu yang bernuansa hitam putih setelah sebelumnya ia mengetuk pintu kamar tuan Dexter.
Keduanya berjalan lalu lelaki itu duduk di kursi balkon kamar dengan segelas kopi hangat ditangannya,Arumi berdiri pada pagar balkon dengan mata tertuju ke depan.
"Apa ya sedang anda pikirkan nona,apakah anda mulai tidak betah berada di villa ini?" Dexter mencoba menebak apa yang ada dalam pikiran Arumi.
Arumi menoleh pada lelaki yang berdiri di sebelahnya"Tidak tuan"ucapnya lalu membalikkan badannya,saat ini ia sedang menghadap pada Dexter.
"Aku ingin merubah apa yang ada pada diriku tuan termasuk wajah ku,aku butuh batuan anda sekali lagi tuan" Arumi kembali membalikkan badannya menatap alam bebas.
"Apa yang ingin anda lakukan nona,apakah karena lelaki itu?" apakah anda masih mencintainya"ujar Dexter meraih pundak Arumi dan membalikkan tubuh Arumi,kini keduanya saling berhadapan
"Rasa cinta tidak tersisa dalam hati ku tuan khususnya buat lelaki itu,namun aku tidak bisa memaafkan apa yang telah ia lakukan pada ku tuan,saat aku mencobanya batinku begitu menolaknya bahkan aku sulit untuk bernafas setelah apa yang kulalui tuan"
Arumi tampak mengepal kedua tangannya Dexter menatap mata Arumi lelaki itu melihat sinar kebencian dari sorot mata wanita itu.
"Aku selalu mendukung mu nona dan aku akan membantumu untuk itu tapi ada syaratnya"
"Benarkah tuan"suara Arumi terdengar begitu gembira,wanita itu tidak memperdulikan syarat apa yang bakal diajukan lelaki itu.
"Apakah aku tampak seperti sedang berbohong nona"
"Terimakasih tuan"
__ADS_1
Arumi tanpa ragu memeluk erat Dexter lelaki itu mencium aroma wangi tubuh Arumi yang memenuhi rongga hidungnya, lelaki itu meneguk salivanya.
"Benarkah anda mau memenuhi syaratnya nona"ujar Dexter mengikis jarak.
Arumi mendongakkan kepalanya membuat lelaki itu semangkin menggilainya,namun lelaki itu mencoba untuk menahan sesuatu yang sedari tadi ingin ia lakukan,dengan perlahan Dexter melepaskan pelukan wanita itu.
Dexter kembali duduk dan menyulut sebatang rokok yang ia keluarkan dari kotak nya untuk mengusir pikiran joroknya,ia lebih memilih menikmati hisapan-hisapan rokok yang tersulut,Arumi pun mendekati Dexter dan duduk disebelah lelaki itu.
"Apakah anda tidak ingin tahu syarat apa yang ingin aku katakan nona"ucap Dexter melirik pada wanita yang berada disebelahnya.
"Syarat apapun itu akan aku penuhi tuan karena tujuan ku hanya lah membuat semuanya berimbang"jawab Arumi dengan tegas.
"Hmm.... ternyata begitu besar tekad mu nona,aku suka dengan orang yang selalu fokus pada tujuannya"tawanya yang begitu khas menggelegar,lelaki itu tampak puas,ia semangkin yakin wanita yang berada disamping nya benar-benar muncul sebagai wanita seperti yang ia inginkan.
"Kembali lah kekamar mu nona, istirahatlah"Dexter bangkit dan berdiri,Arumi ikut bangkit dan berdiri.
"Apakah aku tampak begitu lelah tuan"
Dexter berjalan melangkah mendekati Arumi menatap teduh mata wanita tersebut sesaat mata mereka saling beradu,hal pertama yang dilakukan Arumi adalah memejamkan matanya membuat lelaki itu merasa tertantang,
Perlahan Dexter mengelus lembut surai hitam Arumi lalu turun pada bibir indah wanita itu,keringat dingin pun menjalar pada wajah Dexter,entah mengapa untuk yang pertama kalinya ia merasa gugup kendati ia sering making love dengan beberapa wanita tapi saat bersama wanita tersebut semuanya begitu berbeda.
Dengan segala keberaniannya Dexter mendekatkan wajahnya sangat hati-hati,Arumi menghirup aroma mint khas manly yang menyeruak masuk ke indra penciumannya,wanginya sekarang begitu dekat.
Tubuh Arumi menegang saat benda kenyal itu menempel dibibirnya,lelaki itu semangkin mendekat dan mengikis jarak diantara mereka.
Deru nafas dari lelaki itu semangkin tak beraturan entah mengapa jika tadinya Arumi tak menolak namun kini ia merasakan jijik,bayangan Baskoro muncul begitu saja ia berusaha menepisnya namun ia gagal.
"Lepaskan!" seru Arumi mendorong tubuh Dexter cukup keras,lelaki itu pun tampak begitu terkejut melihat spontanitas sikap Arumi yang berubah secara tiba-tiba.
"Ma...maaf tuan"ucap Arumi tampak panik sembari memijat keningnya.
"Sial kenapa ba***** itu yang muncul"batin Arumi.
"No broblem,mungkin ini terlalu cepat,good night miss sweet dream"lelaki itu tersenyum tipis kearah Arumi.
"Thank you sir,good night"balas Arumi menundukkan wajahnya lalu melangkah keluar dari kamar Dexter dengan didera rasa bersalahnya.
...****************...
Tandai yang typo ya gaes tetap dukung ya karena aku tampa kalian ibarat sayur kurang garam hehehe.
See u next part 👋😘
__ADS_1