Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.14


__ADS_3

Jika Arumi sedang berbahagia lain halnya dengan sahabatnya Khalista yang sedang bersedih karena ia harus melanjutkan pendidikannya keluar negri, Dady nya yang terkenal dengan sifat diktator telah memutuskan agar Khalista kuliah di university of Oxford dan keputusan Dady nya tidak bisa diganggu gugat,sifat sang ayahnya inilah yang membuat Khalista tidak dekat dengan Dady nya tersebut.


Khalista duduk disisi tempat tidur,air matanya mengalir disudut kelopak matanya ia sedih sebentar lagi akan berpisah dengan kedua sahabatnya itu dan juga Freddy cowok yang ia sukai.


Tok..........tok.........tok


"boleh mama masuk sayang" ujar mama Khalista dari luar kamar,namun sama sekali tidak ada jawaban dari dalam perlahan mamanya membuka pintu kamar Khalista dengan hati - hati dan kemudian menghampiri Khalista yang sedang bersedih.


Stephanie sebenarnya adalah ibu sambung Khalista akan tetapi ia sangat menyayangi anak tirinya tersebut dan Khalista sendiri tidak Pernah menganggap Stephanie sebagai mama tiri,Stephanie duduk disamping Khalista dengan lembut membelai rambut Khalista.


"I'm sorry dear,I can't help you" ucap Stephanie ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa membuat suaminya menuruti permintaannya agar tidak mengantar Khalista keluar negri.


"Don,'t worry I'm fine"ujar Khalista datar lalu beranjak keluar dari kamar,melangkah menuju mobilnya dan berlalu pergi untuk menenangkan pikiran.


Khalista pergi kesebuah cafe disana ia bertemu dengan Niko cowok yang selalu mengejar cinta Khalista.


"Hi Honey what are you doing here" ujar Niko menghampiri Khalista dengan tersenyum licik.


"None of your business" jawab Khalista ketus,ia semangkin kesal harus bertemu dengan lelaki yang menyebalkan ini disaat ia sedang bad mood.


"Jangan galak - galak sayang nanti cantiknya hilang" ujar Niko dengan cengengesan dan dengan tiba - tiba merangkul pundak Khalista lalu mendaratkan sebuah ciuman di pipi Khalista dan


Plakkk.............


Secara spontan Khalista menampar Niko tampa sengaja, seketika wajah Niko memerah dan emosinya tiba - tiba memuncak ia segera memeluk tubuh Khalista dan menciumi Khalista dengan brutal,tak seorang pun berani mencegahnya karena mereka mengenal cukup baik siapa Niko sebenarnya.

__ADS_1


Seorang pemuda menarik kerah Niko dan melayangkan bogem mentah kearah wajah Niko, Niko yang mendapat serangan mendadak seketika terjerembab ke lantai dengan bibir yang terkoyak,tak tinggal diam teman - teman Niko segera menghajar lelaki tersebut namun bagi lelaki yang sudah memiliki sabuk hitam serangan tersebut dengan mudah ia lumpuhkan.


Lelaki tersebut segera menarik tangan Khalista keluar dari cafe tersebut dan membawa Khalista masuk kedalam mobil,ia segera menelepon anak buahnya untuk mengantarkan mobil Khalista kerumah Khalista.


"Kamu lagi punya masalah ya" ujar Freddy yang saat dicafe ia sudah memperhatikan Khalista dari awal gadis itu muncul,Khalista hanya bungkam dengan kepala menunduk kebawah menatap ujung kakinya.


"Baiklah jika kamu tidak ingin mengatakannya, bagaimana kalau kita jalan - jalan,itupun jika kamu tidak keberatan" ujar Freddy menoleh kearah Khalista dan saat itu Khalista juga sedang menoleh kearah Freddy sesaat mereka saling bertatapan tampak ada rasa kagum dibalik tatapan mata Khalista terhadap.abang sahabatnya itu.


"Halo......yaaah malah melamun" ujar Freddy segera menyalakan mobil meninggalkan parkiran,sikap diam Khalista dianggap sebagai tanda setuju oleh Freddy,Khalista yakin benar bahwa Freddy tidak mungkin berbuat sesuatu yang tidak pantas kepadanya sehingga ia hanya diam saja saat Freddy membawanya kesebuah apartemen miliknya.


"Apakah masih mau diam aja nih" ujar Freddy sambil menyodorkan soft drink kepada sahabat adiknya tersebut.


"Terimakasih mas" ucap Khalista tersenyum tipis.


"Kamu kenapa sih,kalau ada sesuatu sebaiknya kamu cerita nggak baik dipendam sendirian" ujar Freddy dan mengusap punggung Khalista.


"Aku harus kuliah keluar negri mas" ujar Khalista dengan mata mulai berkaca - kaca.


"Lho bukankah itu bagus,banyak orang yang menginginkan melanjutkan pendidikan mereka disana namun sedikit yang beruntung seperti kamu,harusnya kamu bersyukur bukan malah bersedih" ujar Freddy sementara air mata Khalista mulai tumpah membasahi pipinya, Freddy melihatnya dan menghapus air mata di pipi Khalista.


"Kamu bersedih karena harus berpisah dengan pacar kamu ya" ujar Freddy dan menarik napas dalam.


"Aku belum punya pacar mas" jawab Khalista menatap kearah Freddy seketika membuat wajah Freddy tampak bahagia.


"Benarkah?" lalu mengapa kamu harus bersedih" tanya Freddy begitu penasaran.

__ADS_1


"Aku bersedih karena Deddy selalu mengambil keputusan sendiri tampa pernah tau apa yang aku mau,dan aku bersedih bakal jauh dari sahabatku mas" ujar Khalista tertunduk lesu.


"Mana handphone mu" ujar Freddy dengan tangan yang terjulur didepan Khalista,tanpa bertanya Khalista segera menyerahkan handphone miliknya pada Freddy, Freddy segera menerima handphone tersebut lalu mengetik sesuatu di handphone milik Khalista.


"Kamu Jangan bersedih lagi,nanti kita bisa saling kontak dan nanti mas akan sering mengunjungi kamu disana ok" ujar Freddy tersenyum kepada Khalista.


"Maksudnya mas" ucap Khalista menatap wajah Freddy seketika.


"Mas sayang kamu Ta dan mas yakin kamu mempunyai perasaan yang sama,apakah kamu bersedia menjadi pacar mas" ujar Freddy membalas tatapan mata Khalista,Khalista seketika menganggukkan kepala dan tersenyum begitu manis.


"Terimakasih sayang" ujar Freddy mengecup kening Khalista dengan lembut lalu membawa Khalista kedalam pelukannya,seketika hati Khalista menjadi tenang dan damai.


"Mas antar kamu pulang ya sayang" ujar Freddy kepada kekasihnya tersebut.


"Aku ingin menginap disini mas,bolehkah?" tanya Khalista ragu,


"Boleh sayang,mas malah senang jika kamu betah disini,cuma mas takut Deddy kamu khawatir begitu melihat mobil Kamu ada dirumah tapi kamu nya malah tidak ada dirumah,nanti beliau mengira anak gadisnya kabur" ujar Freddy beranjak bangkit dari tempat duduknya karena tiba - tiba handphone miliknya berdering dan segera mengangkat panggilan telepon tersebut,tampak wajah Freddy serius saat berbicara dengan seseorang diseberang sana Khalista menatap Freddy dari tempat duduknya.


"Ada apa mas?" tanya Khalista begitu melihat Freddy mengakhiri pembicaraan dengan seseorang melalui sambungan telepon.


"Maaf sayang mas harus pergi sekarang ada urusan penting yang harus mas selesaikan,kamu sendirian gapapa kan,mas janji setelah urusan mas selesai mas akan segera kembali" ujar Freddy mengecup kening Khalista


"Iya mas Khalista gapapa kok" jawab Khalista dengan tersenyum,Freddy segera buru - buru keluar dari apartemen miliknya tersebut.


Setelah Freddy keluar dari apartemen,Khalista segera menghubungi mama Stephanie dan memberitahu bahwa malam ini dirinya tidak pulang kerumah ia akan menginap dirumah Angel sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2