Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.67


__ADS_3

...****malam gaes Dendam kekasih kembali hadir nih....


...Yuk ikutin kisah selanjutnya yuk....


...jangan lupa dukungannya gaes...


...caranya klik vote,like comment dan favoritnya ya terimakasih 🤗😘😘😘...


...yuk cap cus go****...


...****************...


Saat sang Fajar datang menyapa kicauan burung terdengar begitu merdu membuat seorang Arumi terbangun dari tidurnya.


Arumi tersenyum menoleh pada Angel yang masih tertidur sangat lelap membuat dirinya tak sampai hati untuk membangun kan gadis tersebut,tak ingin melewat kan suasana pagi yang begitu indah Arumi pun keluar dari tenda nya,udara pagi yang terasa begitu sejuk membuat Arumi merapatkan jaketnya untuk mengurangi rasa dingin yang menembus kulit nya,Arumi merentang kan kedua tangannya menghirup udara di pagi hari yang begitu segar dan belum terkontaminasi oleh apa pun.


Arumi melihat sekeliling nya tak satu temannya yang terbangun ia kemudian melangkah mendekati tungku berniat ingin membuat segelas teh hangat untuk menemani pagi hari nya yang sangat menyenangkan itu.


"Wah ternyata kayu bakar nya telah habis,sebaiknya aku mencari nya sendiri jika menunggu mereka pasti sangat lama" ujar Arumi berbicara sendiri.


Arumi pun melangkah masuk kedalam hutan ia menoleh ke kanan dan ke kiri mulai mengumpul kan ranting pohon yang kering,tak jauh dari tempat nya berdiri Arumi melihat banyak ranting kering yang berada di bawah pohon besar,Arumi tersenyum dan bergegas mendekati pohon yang tumbuh kokoh di tepi jurang,di saat Arumi sedang mengumpul kan ranting-ranting kering Arumi tanpa sengaja menginjak tepian jurang tanah yang lembab dan licin akhirnya membuat Arumi terpeleset dan terjatuh ke dalam jurang disertai raungan yang menggema di sekitar nya dan menghilang seketika.


Bayu yang bangun lebih awal begitu melihat kedua temannya masih mendengkur pikiran jahil nya seketika muncul ia segera keluar tenda dengan tersenyum licik tampak Bayu sedang mencari sesuatu.


"Nah akhirnya gua temukan" gumam Bayu dan mencium bungkusan tersebut.


Lalu ia kembali masuk ke dalam tenda lalu segera melancarkan niatnya,Sopian yang tertidur dengan mulut terbuka menjadi sasaran empuk kejahilan Bayu.


"Hueekkk cuih"rasa asin yang memenuhi rongga mulut nya membuat Sopian terbangun memuntahkan sesuatu yang berada di dalam mulut nya,semburan mengenai tepat pada wajah Denis yang tertidur tepat di sebelah nya sontak membuat Denis terbangun.


"Lu udah gila ya " ujar Denis menoyor kepala Sopian kesal.


"Emang enak senjata makan tuan namanya" balas Sopian bergegas keluar tenda lalu berkumur-kumur di tepian sungai.


"Dasar kamfret tu anak,mana bau lagi" omel Denis lalu ikut keluar tenda.


Bayu berusaha keras menahan tawa nya dengan menutup mulut rapat hingga rona wajahnya memerah begitu berhasil mengerjai kedua temannya itu.

__ADS_1


"Apa lu lihat-lihat,apa kurang tadi mau gua ***** ya"ujar Sopian masih kesal pada Denis.


"Weeeek ,najis tralala lagian gua normal tau"balas Denis nyengir.


"Kenapa sih kalian ribut mulu kayak Tom dan Jerry" ujar Bayu yang sudah berdiri di belakang Sopian dan Denis.


"Tanya dia bro" ujar Denis dan Sopian secara serempak.


"Cie-cie kalian kompak jangan-jangan kalian jodoh"goda Bayu di iringi tertawa lebar.


"Maaf ya bro walau gua buluk gua masih normal dan gini-gini gua pernah jadi cover majalah dulu" Sopian membusungkan dada dengan sombongnya.


"Iya cover majalah sebelum Masehi kan"ucap Bayu tertawa geli sedangkan Denis tak bisa menahan tawa nya hingga guling-guling di atas tanah memegang perutnya,Sopian memanyunkan bibirnya.


Suara berisik ketiga pria tersebut mengusik telinga wanita yang sedang tertidur,Angel yang awalnya terpejam membuka mata dengan berat,melihat Arumi yang tidak berada di sampingnya ia segera bangun dengan mengucek mata lalu melangkah keluar tenda dan menghampiri teman-temannya yang sedang bercanda di tepi sungai.


"Lho kalian bertiga doang lalu Arumi di mana" tanya Angel menautkan kedua alisnya.


"Apakah ia tidak ada di dalam tenda" balas Bayu balik bertanya Angel menggelengkan kepalanya membuat mereka saling pandang.


"Mungkin saja Arumi berjalan-jalan disekitar sini menikmati udara segar" ujar Sopian memecah kebisuan diantara mereka.


"Gua ingin mengumpul kan ranting kering,kalian mau ikut" Bayu melenggang pergi tanpa menunggu jawaban,Angel menyusul Bayu dari belakang sedangkan Denis dan Sopian memilih menunggu di tenda.


Begitu merasa ranting-ranting yang mereka kumpulkan telah cukup, Bayu dan Angel kembali ke kemah mereka.


"Apakah Arumi telah kembali" tanya Angel menaikkan sebelah alisnya namun tak ada jawaban dari Denis dan Sopian kedua lelaki tersebut sesaat saling pandang,melihat reaksi kedua temannya Angel mulai cemas.


"Mas gimana nih,ini sudah terlalu lama mas,aku takut " rengek Angel menggoyang lengan Bayu.


"Sabar yank jangan panik dulu oke,biar mas menyusul Arumi kamu tetap di sini" Bayu memegang pundak wanitanya mencoba menenangkan.


"Oiya kenapa tidak kita coba meneleponnya" ucap Sopian memberi usul membuat kedua sahabatnya melotot menatap padanya.


"Maaf gaes gua lupa" ucap Sopian menggaruk kepalanya menyadari dihutan yang cukup terpencil membuat handphone mereka tidak ada sinyal sama sekali.


"Sebaiknya kita berpencar" Bayu memberi arahan pada kedua temannya lalu kembali masuk kedalam hutan,sementara Angel menunggu di tenda sambil memasak sarapan pagi.

__ADS_1


Angel semangkin kawatir setelah satu jam belum ada satu temannya kembali ke perkemahan mereka,wanita itu berjalan mondar-mandir sesekali matanya menatap ke arah hutan.


"Ya Tuhan semoga mereka baik-baik saja, Arumi lu biar ada di mana sih" ucap Angel Rini tampak cairan bening menggenang di kelopak matanya.


"Gimana Den" Angel berlari menghampiri Denis begitu melihat kemunculan pria tersebut,Denis hanya menggelengkan kepala.


"Aduh gimana nih Den gua semangkin takut atau Ja......" ucapan Angel terpotong saat jari telunjuk pria tersebut menempel di bibirnya.


"Lu jangan negatif thinking dong Rum,mungkin saja yang lain sudah bertemu dengan Arumi kita doakan aja yang terbaik.


"Hei gimana gaes apakah Arumi sudah kembali?"ujar Sopian begitu kembali dari dalam hutan.


"Seperti yang lu lihat bro sama seperti mu di dalam sana gua tidak menemukan keberadaan Arumi semoga saat ini Bayu sudah bersama Arumi" ujar Denis mencoba berfikir positif.


Setelah itu tak ada obralan di antara mereka karena sejujurnya mereka memiliki firasat telah terjadi sesuatu terhadap Arumi.


"Bayu" ujar Denis membuat yang lainnya menatap arah jari telunjuk Denis,melihat Bayu hanya berjalan seorang diri tanpa Arumi membuat seluruh tubuh Angel terkulai lemas lalu ambruk ke tanah.


"Astagfirullah Angel!" pekik Sopian segera menyambut tubuh Angel yang tak berdaya,Bayu pun berlari mendekat dengan wajah panik lalu mengambil alih menopang tubuh kekasihnya tersebut kepangkuan nya.


"Arrhh" desis Denis sambil menjambak rambutnya sendiri lelaki itu tampak stres dengan keadaan tersebut.


"Lu apa-apaan sih Den,cepat ambilin minyak angin di tas gua" bentak Bayu spontan secepat kilat Sopian lari kedalam tenda setelah menemukan apa yang dicarinya Sopian segera memberikan pada Bayu,pria itu mengoleskan minyak pada hidung dan pergelangan tangan Angel.


Angel tersadar dari pingsannya lalu menangis histeris"hiks.....hiks....hiks di mana kamu beb"


"Sayang kamu tenang dulu ya,please" Bayu mendekap tubuh Angel kedalam pelukannya,secara perlahan tangis Angel tak terdengar lagi,keheningan terasa begitu mencekam mereka tak pernah menyangka camping mereka berakhir dengan kesedihan dengan menghilangnya Arumi.


"Bro jadi apa yang harus kita lakukan" ucap Denis memecah keheningan menatap nanar pada Bayu.


"Untuk sementara kita bertahan saja disini jika tidak ada tanda-tanda Arumi kembali setelah dua jam gua bersama Angel akan turun ke desa untuk meminta bantuan dan kalian tetaplah disini.


Lalu suasana kembali hening hanya suara gemericik air dan kicauan burung terdengar saling bersahutan.


...****************...


...****Ok gaes sampai disini dulu ya...

__ADS_1


^^^terimakasih atas support nya 🙏🤗🤗🤗.^^^


...See you next part ❤️👋****...


__ADS_2