Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.73


__ADS_3

...****Ok kita lanjut ke part berikutnya gaes...


...Jangan lupa dukung terus author dengan cara...


...Vote,like dan comment pada kolom di👇....


...Happy reading ❤️****...


...****************...


Pagi ini Arumi keluar dari kamarnya sekilas matanya tertuju pada meja makan yang ada diruangan tersebut,sarapan sudah tersaji namun ia tak melihat pria itu berada di sana sepertinya tuan Dexter belum turun dari.kamarnya untuk sarapan pagi,Arumi dengan bantuan kursi roda segera menghampiri bik Surti yang sedang berkutat dengan tanaman-tanaman hias yang berada di belakang villa.


"Pagi bik" sapa Arumi


"Eh non Arumi sudah bangun ternyata,maaf non tadi bibik ke kamar tapi non masih tertidur,apakah non ingin sarapan sekarang?" ujar buk Surti balas bertanya.


"Nanti aja bik,oh iya bik tuan Dexter di mana ya bik"


"Ehem!" terdengar suara seorang pria berdehem dari meja makan,Arumi segera menoleh pada sumber suara tersebut dan ternyata orang yang sedang di cari telah berada disana Arumi menjadi salah tingkah ia takut jika tuan Dexter jadi salah faham terhadap dirinya.


"Apakah anda hanya ingin berdiri disitu nona"ujar Dexter menyipitkan mata.


"Hmmm....tapi saya tidak sedang berdiri tuan"jawab Arumi cemberut.


"Ayo kemarilah,saya tidak biasa saat makan ada yang menjaga"imbuh Dexter sambil menyendok nasi goreng ke dalam piring nya.


Saat itu ingin sekali Arumi menolak tapi tidak ada alasan yang tepat,sebenarnya ia tidak selera untuk sarapan.Dibanding dengan rasa lapar,pagi ini Arumi lebih didominasi rasa gugup dan sedikit takut untuk bertemu dan berbicara dengan pria yang kini tengah menikmati sarapan paginya,tadinya Arumi sengaja keluar kamar pukul.8 pagi mengira bahwa tuan Dexter pasti telah selesai sarapan pagi sayangnya prediksi Arumi meleset dan akhirnya lagi-lagi ia harus berhadapan dengan lelaki itu dimeja makan pagi ini.


Arumi mendekat pada meja makan dengan perasaan campur aduk,meskipun tidak selera untuk makan ia tetap menyendok nasi goreng kedalam piring nya,sesaat ia mencuri pandang pada pria yang sedang berada di hadapannya tersebut.


"Maafkan atas kejadian kemarin pagi"ujar pria bersuara bariton itu menatap ke arah Arumi.


"Saya sudah melupakannya tuan dan rasanya tidak perlu membahasnya lagi"balas Arumi lalu menyuap nasi goreng ke mulutnya sedikitpun tidak melihat pada tuan Dexter yang sedang berbicara kepadanya.

__ADS_1


"Lalu kenapa anda tidak keluar saat makan siang hingga makan malam,anda sengaja untuk menghindar dari saya bukan"


"Sa....saya...kaki saya tiba-tiba sa...sakit tuan" balas Arumi gugup ia sama sekali tidak menduga tuan Dexter akan bertanya kepadanya tentang hal tersebut,rasa gugup yang kini ia rasakan dua kali lipat dibanding rasa gugup saat sedang mengikuti ujian akhir sekolah.


"Lalu bagaimana keadaan kaki anda sekarang nona" tuan Dexter kembali bertanya kali inj tampak kekhawatiran pada raut wajahnya.


"Su...sudah sedikit baikan tuan setelah meminum ramuan obat yang diberikan bik Surti" jawab Arumi berbohong.


"Syukurlah setidaknya saat dua hari lagi anda akan pulang kondisi kaki yang sudah membaik nona"


"Terimakasih tuan atas bantuannya"


"Apakah anda ingin berkeliling di pagi yang cerah ini nona" ujar Dexter setelah menyelesaikan sarapan paginya.


Arumi tampak berpikir sejenak secara refleks ia malah menganggukkan kepalanya begitu menyadari kekeliruannya ia ingin meralat jawabannya namun keburu tuan Dexter yang mendekat kearahnya lalu mendorong kursi rodanya melangkah keluar villa.


"Tuan sepertinya anda sangat menyukai mawar"ujar Arumi saat melihat tanaman mawar yang terawat subur dengan warna beraneka ragam bermekaran di sekitar villa,


"Mawar-mawar ini adalah bunga kesukaan mendiang istri ku semasa hidupnya ia tak lupa merawat bunga-bunga tersebut dengan sangat telatennya" tampak wajah muram saat tuan Dexter mengingat mendiang istrinya.


"Nah kan tuan Dexter bersedih oh tuhan ampuni kebodohan hamba Tuhan" gumam Arumi dalam hati menyesali pertanyaannya barusan.


"Maafkan saya tuan telah membuat anda bersedih"ujar Arumi dengan rasa bersalah.


"Tidak perlu anda minta maaf nona,tanpa orang lain mengingatkan pun,kenangan yang begitu indah dengan orang terkasih pasti melekat di hati seseorang,tanpa kita bisa menghapus kenangan tersebut"


"Oiya bagaimana anda bisa tergelincir dan terjatuh kedalam jurang nona"


"Waktu itu aku sedang camping di hutan tuan, dan saat yang lainnya sedang tertidur pulas dipagi hari,aku sedang mencari ranting kering untuk memasak secangkir teh hangat,saat itu aku ceroboh tak sengaja menginjak tanah yang lembab dan akhirnya aku terjatuh ke dasar jurang"jelas Arumi menceritakan kronologis kejadian tersebut,Dexter tampak mengangguk-anggukkan kepalanya mendengarkan cerita Arumi lalu ia menghentikan langkahnya dan duduk di tepian danau yang berada di sekitar tempat itu.


Tuan Dexter duduk bersila sambil menopang dagu ditepian danau mendengar cerita dari Arumi sambil menikmati udara segar dan memandang burung-burung yang hinggap dan terbang tanpa permisi,semilir angin menjadi euforia bagi Dexter pagi itu.


Saat pagi menjelang siang,dimana matahari mulai bersinar terang keduanya memutuskan untuk segera beranjak pergi dari tepian danau yang begitu exotic menuju kembali ke vila dengan perasaan masing-masing.

__ADS_1


Saat di perjalanan menuju villa mereka melihat seekor ular cobra yang menghalangi jalan mereka, Arumi yang berada di kursi roda sontak panik karena ular itu bergerak menuju ke arah mereka.


"Huwaaaaaa.......hiks....hiks....hiks" teriak Arumi menangis histeris melompat dan memeluk tuan Dexter dengan wajah ketakutan.


"Tenang nona jangan kawatir saya akan melindungi anda nona"ujar pria tersebut dengan tenang,berusaha mengusir ular tersebut dengan sebuah batu yang berada tepat didekatnya Dexter akhirnya berhasil membuat ular tersebut menjauh dari mereka.


"Tuan aku takut tuan....hiks.....hiks..... hiks" Arumi masih saja ketakutan dengan menangis terisak-isak.


"Lihatlah ularnya sudah pergi nona,anda tidak perlu takut lagi"ucap Dexter lembut secara perlahan Arumi melepaskan pelukannya dari tuan Dexter dan mengarahkan pandangannya kembali ke posisi ular dan benar saja ia sudah tidak melihat ular tersebut.


"Benar tuan ularnya sudah pergi"ucap Arumi dengan tangis yang sudah reda.


"Hei lihatlah dirimu nona,anda sudah bisa berdiri dengan kedua kaki anda" seru Dexter gembira.


"Benar.....benar sekali tuan aku sudah bisa berdiri seperti semula tuan" teriak Arumi tak kalah gembiranya,dengan spontan memegang kedua tangan tuan Dexter dan berputar-putar riang sebuah senyuman yang begitu manis terbit disudut bibir Arumi membuat Dexter semangkin terpesona akan kecantikan seorang Arumi yang begitu sempurna,tuan Dexter semangkin larut hingga tanpa ia sadari ia memeluk tubuh mungil Arumi.


"Aku bahagia sayang sangat bahagia dirimu sudah sembuh" ujar tuan Dexter menangkup wajah Arumi dengan kedua tangannya


Sikap dan ucapan tuan Dexter yang tiba-tiba berubah membuat Arumi kaget ia mulai berpikir bahwa tuan Dexter saat ini sedang menganggap dirinya adalah mendiang istrinya.


"Tu....tuan" kalimat Arumi terhenti saat bibir pria tersebut sudah menempel di bibirnya dan bergerak begitu cepat melahap rakus bibir mungil Arumi,detak jantung pria tersebut berdegup begitu kencang Arumi bisa merasakan karena posisinya yang begitu dekat,tidak ada yang bisa Arumi lakukan selain memejamkan matanya yang mulai basah.


"Ma...maafkan saya nona"ucap Dexter dengan suara berat melepas pagutan bibirnya begitu menyadari Arumi telah berurai air mata,wanita tersebut hanya menganggukkan kepala diam tak bergeming,setelah sesaat saling diam mereka pun melanjutkan langkah mereka kembali menuju villa.


...****************...


...****jangan lupa vote,like serta comment nya gaes....


...Maaf jika aku hanya up sekali dalam sehari karena aku ada kegiatan lain gaes,aku harap kalian tetap setia ngikutin cerita ku dalam dendam kekasih selanjutnya....


...please jangan bosen ya gaes terimakasih sudah vote,like serta comment....


...See u👋****...

__ADS_1


__ADS_2