
Sementara Angel dan Khalista masih tetap diam tampa ada pembicaraan diantara keduanya,mereka merasa telah bersalah pada Arumi sahabatnya itu.
Hati mereka sama - sama sedang berkecamuk,terlebih Angel yang tampak lebih panik dari Khalista karena rahasia yang ia pendam selama ini telah diketahui oleh orang lain terlebih orang itu adalah Rini the geng,Angel berfikir bahwa cepat atau lambat rahasia itu pasti akan terbongkar,Angel semangkin ketakutan dan akhirnya menceritakan semua tentang rahasia yang telah ia pendam bertahun lamanya.
"Apakah gue salah jika gue punya perasaan dengan kekasih sahabat sendiri" ujar Angel tertunduk menatap ujung kakinya.
"Jadi lu suka terhadap Baskoro" ucap Khalista bertanya pada sahabatnya itu, ia tidak menyangka sama sekali bahwa selama ini Angel menyukai Baskoro,Angel menganggukkan kepalanya perlahan mengangkat wajahnya menatap ke depan memulai cerita awal tentang perasaan yang telah ia simpan sejak dulu.
"Gue,Arumi dan Baskoro sudah saling kenal sejak duduk dibangku sekolah menengah tingkat pertama,kendati tidak akrab namun kami berteman karena selain satu sekolah kami juga satu kelas,gue sudah jatuh hati pada Baskoro sejak pertama kali melihatnya namun saat itu gue tidak punya keberanian untuk mengatakan perasaan gue pada Baskoro karena doi begitu dingin ke gue.
Hingga akhirnya kami kembali berada di satu sekolah yang sama dan gue mulai akrab dengan Arumi dari awal SMA, sikap Arumi yang care membuat kami semangkin dekat dan akhirnya kami sahabatan,dan gue berusaha mengubur perasaan gue sejak tahu bahwa Baskoro hanya mencintai Arumi bukan gue.walau hingga kini gue masih punya perasaan terhadap Baskoro namun gue tetap memilih persahabatan dan membiarkan hati gue hancur melihat kemesraan yang ditunjukkan Baskoro terhadap Arumi,dan sampai akhirnya dua tahun yang lalu lu pindah kesekolah kita dan menjadi sahabat yang baik buat gue dan Arumi,kehadiran lu yang sering membuat suasana kita happy mampu mengalihkan rasa sakit di hati gue ketika melihat kebersamaan antara Arumi dan Baskoro yang sangat romantis itu" jelas Angel pada Khalista yang saat itu fokus mendengar cerita dari sahabatnya itu.
"Terus apa yang terjadi antara lu dengan Baskoro yang membuat lu begitu khawatir jika orang lain bahkan Arumi mengetahuinya" ujar Khalista bertanya kepada Angel dengan mimik wajah serius yang disambut dengan gerakan kepala dari Angel yang menatap kearahnya dengan tatapan mewakili sebuah kejujuran.
"S h i t,Rini telah membodohi kita!" geram Khalista dengan mengepal kedua telapak tangannya,Angel menautkan kedua alisnya sama sekali tidak mengerti dengan maksud ucapan yang keluar dari bibir Khalista barusan.
"Lantas rahasia apa yang sedang lu tutupi dari gue sebagai sahabat lu" ucap Angel balik bertanya kepada Khalista.
__ADS_1
"Lu tau dengan Niko cowok brengsek itukan,dan lu tau seberapa parahnya Niko berusaha untuk menjadikan gue sebagai pacarnya" ujar Khalista, Angel buru - buru menganggukkan kepala.
"Seminggu yang lalu, saat gue sedang berada di toilet sekolah sendirian,Niko memanfaatkan kesempatan tersebut,Niko menerobos masuk dan mencoba melecehkan gue beruntung Baskoro melihatnya dan mencegah Niko dari perbuatan mesumnya, gue yang saat itu berada dalam keadaan panik tampa gue sadar memeluk Baskoro sementara Rini the geng yang muncul secara tiba - tiba melihat gue berada di dalam pelukan Baskoro saat itu dan gue tidak menyangka kejadian tersebut dijadikan Rini the geng buat nekan gue saat ini" jelas Khalista dengan wajah menahan amarah.
"Rini's cunning!" umpat Angel geram sesaat mereka terdiam namun pikiran mereka bertraveling mencari solusi cara untuk menyerang balik terhadap Rini dan rekan - rekannya.
"Terus bagaimana langkah kita selanjutnya"ujar Angel bertanya kepada Khalista dengan raut wajah serius ( ngeri bahasa Angel kan, soalnya Angel mantan kelompok gangster kelas teri hehehe canda ding).
"Sebaiknya jangan ada pergerakan dari kita,biarkan saja mereka selagi tidak melewati batas lebih baik kita diamkan" ucap Khalista menarik nafas dalam.
"Gue nggak pernah takut terhadap Rini dan pengawalnya itu!" ujar Khalista dengan nada tinggi.
"Then what males you let Rini feel like she's winning right now" ujar Angel penasaran,Khalista bangkit dari duduknya dan berdiri dengan kedua tangan berada didalam saku celananya ia kemudian menatap nanar kearah Angel.
"Angel lu denger gue,gue tau Rini menyukai Baskoro dari dulu pastinya dia berusaha membuat Baskoro dan Arumi bubar dan gue yang dijadikan kambing hitamnya so Rini akan mempolitisir keadaan dan pastinya Rini merekam saat gue berada di pelukan Baskoro saat itu" ujar Khalista menarik nafas dan menghembuskan secara perlahan.
"Kita bisa meminta bantuan dengan Baskoro juga Niko untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi sesungguhnya saat itu,jika lu khawatir Arumi akan salah faham.
__ADS_1
"Tidak sesimpel tu permasalahannya,lu tidak mengenal siapa Niko sebenarnya" ujar Khalista lalu kembali duduk seperti posisi semula.
"Lantas apa alasan kita jika Baskoro bertanya" ucap Angel yang telah melupakan untuk membalas dendam kepada Rini the geng,
Kring..........kring..........kring
Angel segera mengeluarkan Handphone miliknya dari dalam tas lalu menatap kearah Khalista dengan wajah tampak panik " Baskoro bagaimana ini " tanya Angel meminta pendapat pada Khalista.
"Jangan diangkat biarkan saja" ujar Khalista dengan santainya menjawab pertanyaan sahabatnya tersebut,Angel pun mengikuti saran dari Khalista dengan mengacuhkan beberapa panggilan telfon dari Baskoro,dengan Angel tidak menerima satupun panggilan telfon dari Baskoro membuat Baskoro menghubungi Khalista,setelah melihat nama yang muncul dilayar handphone miliknya,Khalista juga melakukan hal sama seperti yang ia sarankan pada Angel alias tidak menerima panggilan dari Baskoro bahkan Khalista tidak membuka chat yang telah dikirim oleh Baskoro.
"Kita jangan ikut teman - teman kepuncak besok sore,gua hari ini akan ke B untuk mengunjungi nenek gue jika lu mau bisa ikut, jadi kita punya alasan kepada Baskoro dengan dalih gue harus mengunjungi saudara gue yang sakit dikampung bersama nyokap, bagaimana"ujar Khalista
"Brilliant idea so I'm coming with you" ucap Angel bersemangat, mendengar kalimat Angel Khalista segera beranjak dari tempat duduknya melangkah menuju motor Angel yang terparkir tak jauh dari tempat duduk mereka,Angel ikut berdiri melangkah membuntuti Khalista dari belakang.
"Apakah kita akan berangkat sekarang juga?" ucap Angel kembali bertanya pada Khalista.
"Sebaiknya kita mengendarai mobil,gue khawatir jika harus kehujanan dijalan so kita balik kerumah gue terlebih dahulu setelah itu baru kerumah lu, motor lu ntar titip dirumah gue" ujar Khalista sembari memasukkan handphone miliknya kedalam saku celana jeans yang ia kenakan.
__ADS_1