Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.90


__ADS_3

**please votenya gaes karena setiap vote kalian begitu berarti buat aku juga like dan komentar kalian gaes,untuk itu ringanin donk jempol kalian juga tambahin favorinya ya gaes


langsung aja yuk kita ikuti lanjutan cerita dendam kekasih di👇.


Happy reading 🤗😘**


...****************...


Baskoro merasakan sekujur tubuhnya pegal-pegal dan sedikit perih oleh sabetan sapu lidi dari ibunya.


Pria tersebut benar-benar sangat apes ibarat sudah jatuh tertimpa tangga belum lagi telinga kini mulai terasa budeg oleh omelan ibunya.


Untung saja ayahnya segera pulang hingga omelan buk Tuti mendadak reda, situasi kembali kondusif buk Mira pun telah pulang kerumahnya.


Baskoro yang sedang kesakitan melupakan Desta yang menunggunya di ujung gang,hingga membuat pria tersebut merasa kesal sedangkan panggilan teleponnya tak kunjung dijawab oleh Baskoro.


"Tu anak ada apa ya atau jangan-jangan meninggoi akibat serangan jantung mendadak sih,ah untuk memastikan lebih baik gue samperin aja deh daripada gue nungguin lama di sini"ucap Desta lirih.


Desta pun segera menyamperin Baskoro di rumahnya,begitu sampai Desta memarkirkan motor gedenya sembarangan ia melihat pak Supriyadi duduk diteras rumah dengan ditemani secangkir kopi hangat dan gorengan.


"Assalamualaikum yah"sapa Desta dengan sopan.


"Waalaikumsalam,mau ketemu Baskoro ya"Pak Supriadi membalas sapaan pria tersebut dengan ramah.


"Iya om"


"Anaknya ada di kamar masuk aja gih"


"Oh iya terimakasih,permisi om"jawab Desta sedikit membungkuk lalu segera menuju kamar sahabatnya itu.


"Lho lu dihajar cewek mana lagi bro sampai babak belur gini,mangkanya jangan suka mainin cewek lagi akhirnya lu kena batunya kan"ucap Desta melihat Baskoro dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.


"Enak aja,cewek pala lu bau menyan,nyokap gua nih dikirain gua maling langsung deh gua dihajar pake sapu lidi"jawab Baskoro sambil terus mengompres lengannya yang sedikit memar.


"Hahahaha kok bisa bro"tawa Desta pun mulai pecah' mendengar pengakuan Baskoro yang dihajar ibunya mengunakan sapu lidi,namun tawa itu tidak berlangsung lama karena buk Tuti mendadak muncul di kamar sahabatnya itu.


"Mana handphone kamu"ujar buk Tuti dengan mengulurkan tangan tepat di wajah putranya itu.


"Untuk apa buk"tanya Baskoro dengan perasaan mulai tidak enak,namun ia tetap memberikan handphone miliknya pada sang bunda.


"Mulai sekarang handphone ini milik ibu"


"Lho kok gitu sih bu,lalu bagaimana dengan Baskoro bu"ujar Baskoro dengan wajah tampak mulai panik.

__ADS_1


"Bodo,lagian siapa suruh kamu masuk rumah diam-diam,lewat jendela pula"ketus buk Tuti


"Ah ibu gak bisa gitu donk Bu lagian kalau pun ada yang disalahkan seharusnya tante Mira donk kan beliau yang membuat handphone ibu rusak"protes Baskoro tidak mau kalah.


"Apa susahnya sih buat lu beli yang baru,kamu minta saja pada Rini gampang toh"ujar buk Tuti memberi saran.


Baskoro terdiam ia tahu bakal panjang urusannya jika berdebat dengan ibunya itu.


"Ya udah deh, tapi sini dulu dong biar di tuker nomornya"ucap Baskoro pasrah,buk Tuti tampak tersenyum sumringah apa lagi sudah lama sebenarnya ia ingin membeli handphone seperti milik putranya itu.


"Ape lu senyum-senyum entar kesambet baru tahu"ujar Baskoro begitu melihat reaksi Desta sembari mendelet semua pesan masuk dari Arumi serta photo kekasihnya itu dan segera mengganti nomor handphone tersebut.


"Mending kesambet dari pada harus kehilangan handphone"Desta terus saja mengejek sahabatnya itu Baskoro memutar mata jengah.


"Kamu sengaja memanasi Baskoro ya"bu Tuti menatap tajam pada Desta.


"Eh e... enggak tante"ujar Desta gugup sembari mengusap tengkuknya (merinding kali Desta gaes dikira buk Tuti tante kunti,mangkanya mengusap tengkuk 😆🤣🤣🤣)


"Hu...syukurin lu"cibir Baskoro


"Eh Bas ngomong-ngomong,mobil lu kemana,kok ibu tidak melihatnya"


Baskoro dan Desta saling pandang,batin mereka berbicara masing-masing


"Mampus gue harus jawab apa nih"batin Baskoro*


"Hei ibu nanya mobil!"kok kalian pada saling pandang sih....oh ibu tau pasti telah terjadi sesuatu,iya kan!'ujar buk Tuti dengan intonasi sedikit keras.


"A.....anu bu,mobil ma...ma...."pertanyaan yang ia takutkan akhirnya keluar juga dari mulut sang ibu membuat mulut Baskoro mendadak kelu


"Masuk angin tante!"seru Desta spontan niat hati ingin membantu sahabatnya yang tampak kesulitan menjawab pertanyaan dari nyokap nya,akan tetapi jawabannya salah telak,Baskoro tampak melotot menatap Desta.


"Kamu tu mbok jangan bercanda sama orang tua ya,orang tua lagi serius juga"ujar buk Tuti sambil meremas bibir Desta yang suka ngasal.


"Maaf tante"jawab Desta menundukkan wajahnya ia tampak menyesali ucapannya barusan yang tak disengaja nya.


"Maksud Desta masuk bengkel bu"ujar Baskoro melakukan pembelaan terhadap sahabatnya itu dengan meralat ucapan Desta.


"Nah benar tan"seketika wajah Desta sumringah.


"Diam kamu!"bentak buk Tuti dengan galak membuat Desta kembali menundukkan kepalanya.


"Tapi ya kok aneh ya masak mobil mewah bisa masuk bengkel"ujar buk Tuti berspekulasi sendiri.

__ADS_1


"Yaelah bu,semewah apa pun namanya juga mobil ya bisa rusaklah"Baskoro berusaha ngeles agar ibunya tidak banyak pertanyaan.


"Yasudah kalau begitu,ibu mau nonton drakor dulu nanti ketinggalan, part ini lagi seru-serunya tapi ingat jika kamu putus dengan Rini kamu bakal ibu coret dari kartu keluarga kita"ancam buk Tuti lalu segera melangkah keluar kamar.


"Wadidau,serem banget ancaman nyokap lu bro"ujar Sesat dengan suara lirih matanya menoleh kearah pintu takut kalau-kalau buk Tuti mendengarnya bisa-bisa bibirnya kali ini di buat pergedel oleh nyokap sahabatnya itu.


Baskoro tampak memikirkan sesuatu ia melemparkan pandangannya keluar jendela kamarnya keraguan kembali muncul bersarang di hatinya ia benar-benar sulit untuk menentukan pilihan.


"Bro jika menurut gua,lu ikutin kemauan Rini disamping lu dapatkan kemewahan lu tidak menjadi anak durhaka bro"


"Argh!" erang Baskoro mengacak rambutnya ia tampak begitu frustasi.


☘️☘️☘️☘️


Entah mengapa Arumi tak bersemangat untuk melakukan apa pun hari ini,tubuhnya terasa lemas sedari dari tadi ia hanya berada di dalam kamarnya.


Buk Irma yang tidak melihat putrinya sejak siang tadi sepulangnya dari pasar langsung mencari Arumi di dalam kamarnya.


Benar saja begitu buk Irma masuk kekamar ia melihat putrinya sedang terbaring di tempat tidur dengan wajah tampak pucat.


.


"Kamu sakit nduk"tanya buk Irma lalu menempelkan tangannya pada kening putrinya itu,buk Irma sedikit lega karena suhu tubuh Arumi normal badannya sedikitpun tidak mengalami panas.


"Ibu,kapan ibu pulang"Arumi balik bertanya ketika melihat ibunya yang sudah berada di kamarnya itu.


"Sudah dari tadi nduk,dan ini telah hampir magrib apakah kamu tertidur dari tadi?" tanya buk Irma lagi Arumi menganggukkan kepalanya.


"Apakah ada suatu yang kamu rasakan sakit,kita periksa ke dokter saja yuk"


"Tidak perlu bu,Arum hanya sedikit lelah saja dengan istirahat yang cukup nanti juga bakal baikan kok"Arumi lalu beranjak duduk menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidurnya dan tersenyum pada ibunya.


"Yasudah kalau begitu sebaiknya kamu mandi keburu azan magrib agar tubuh mu kembali segar nduk,ibu mau kebelakang dulu"


"Baik bu"Arumi lalu mengikuti titah ibunya ia bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kekamar mandi.


...****************...


**Kira-kira ada apa dengan Arumi yang gaes.


silakan komen ya sebelumnya like dan vote dulu ya gaes hehehe.


see u👋😘**

__ADS_1


__ADS_2