Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.23


__ADS_3

Rini pergi ke salah satu bar milik orang tuanya, perasaan kesal membuat dirinya melampiaskan pada semua pekerja Bar tersebut yang kebetulan bertugas pagi ini.(Rini murka karena bar belum buka ya jelas donk pukul 9 pagi,Rini ayak - ayak wae murka nggak lihat - lihat sikon).


"Hey lu tunggu apa lagi buatin gue minuman yang termahal dan yang paling nikmat a****g"bentak Rini kepada bartender pemuda tampan yang berwajah oriental tersebut.


"Ba..baik siap nona" ujar pemuda tersebut gugup namun tetap berusaha tersenyum manis kepada Rini.


"****" ujar Rini spontan belum aja ia minum namun dirinya sendiri sudah mulai mabuk dengan pesona pemuda yang bekerja sebagai bartender tersebut senyum manis pemuda tersebut membuat Rini ingin making love dengan pemuda tampan yang berada dihadapannya sekarang namun Rini berusaha menipis pikiran joroknya karena ia begitu jijik dengan profesi cowok tersebut yang tidak level dengan dirinya sebagai salah satu anak jutawan di kota itu.


"ini nona " ujar pemuda itu dengan tetap tersenyum ramah.


"Nona!!!" panggil saya bos b******" sarkas Rini segera meneguk habis minuman tersebut,sedangkan pemuda itu sebenarnya sejak tadi sudah sangat tidak menyukai sikap Rini namun apa daya menentang Rini hanyalah sebuah kesalahan yang sangat fatal bak melawan durian sedangkan dirinya hanya sepotong mentimun,walau kesal namun pemuda tersebut segera memohon maaf kepada Rini yang sombong dan sangat arogan itu,lalu ia segera menuangkan kembali minuman kedalam gelas Rini tampa Rini memintanya,lagi - lagi Rini kembali meneguk minuman didalam gelasnya sembari sibuk dengan handphone miliknya ia berusaha untuk menghubungi ketiga sahabatnya namun sayang tak satupun handphone mereka yang dapat Rini hubungi "Ini gila apakah mereka sekarang sedang ingin berlomba menjadi menteri"ucap Rini semangkin kesal.


Dengan putus asa Rini terpaksa menghubungi Baskoro handphone milik Baskoro sedang aktif namun Baskoro malah me reject panggilan telepon dari Rini,dengan sangat emosi Rini melempar handphone miliknya caci maki secara bertubi - tubi keluar dari bibir sensual miliknya.


Rini kehilangan kesadaran nya karena telah meneguk minuman keras yang cukup banyak sehingga dirinya mabuk berat,Rini mencoba untuk bangkit dari duduknya namun tubuhnya kembali ambruk seketika,melihat hal tersebut membuat pemuda tadi tidak tega membiarkan anak dari bosnya yang sudah mabuk berat tersebut menjadi tontonan gratis pekerja bar lainnya kendati sikap Rini tadi membuat dirinya sakit hati ia tetap menolong Rini.


Pemuda tersebut segera memapah tubuh Rini dan membawa kesebuah kamar pribadi milik bos besar mereka yang tersedia di bar tersebut,dengan mengunakan kunci cadangan pemuda tampan tersebut membuka pintu kamar tersebut dan merebahkan tubuh Rini ke atas ranjang.


Selain seorang bartender Boby Anggoro adalah orang kepercayaan Gunawan Pramudya ayah kandung Rini Oktaviani untuk mengelola salah satu bar mereka yang begitu ramai pengunjungnya karena termasuk salah satu bar ternama di kota itu.

__ADS_1


"Hueekkk.....huekkk.......huekkk"


Rini mendadak memuntahkan seluruh minuman dari dalam mulutnya membuat tubuh Rini terkena cairan muntahan tersebut, Boby panik segera membopong tubuh Rini kedalam kamar mandi yang tersedia dikamar tersebut,awalnya ia ragu untuk melucuti pakaian Rini karena takut dianggap tidak sopan nantinya.


Boby pun berniat ingin memanggil karyawan bar cewek agar bisa membantu Rini dengan tubuh yang sudah dipenuhi oleh muntahan dirinya sendiri namun Rini segera meraih tangan pemuda bartender itu " Help me honey" ujar Rini,ucapan Rini merupakan sebuah perintah oleh pemuda tersebut dan segera melucuti seluruh pakaian Rini dan kini tubuh mulus Rini hanya ditutupi dalaman yang sangat minim.


Namun secara mendadak apa yang ia lakukan tadi menghadirkan gejolak rasa yang berbeda ( maklum namanya juga pemuda tersebut manusia normal 😁)


Rini melingkarkan kedua tangannya pada leher pria tersebut akal sehat Rini sudah tidak berjalan normal rasa jijik terhadap profesi seorang bartender sudah tidak ia hiraukan yang hadir kini justru ingin melakukan sesuatu yang dapat membuat setiap orang terbang melayang ke langit ketujuh.


Rini semangkin menarik wajah Boby semangkin mendekat bibir mereka kini saling menempel membuat junior pemuda tersebut bangun dan memberontak ingin segera menaklukkan lawannya.


"Ahhhh.....bos" d***h pemuda tersebut.


"Call my name,honey" jawab Rini tersenyum genit.


"Ahhhh...Rini ini sungguh n****t" ujar pemuda tersebut dengan suara mulai berat ia pun segera mengimbangi gerakan liar Rini,Rini merasa semangkin tertantang ia segera membuka satu persatu kancing kemeja pemuda itu dengan tidak sabar dan melempar kemeja tersebut sembarangan.


"Come on honey show your greatness" ucap Rini dengan suara seraknya.

__ADS_1


Boby segera melakukan in out pada areal bagian bawah Rini, Boby melakukan tempo agar membuat anak bosnya tersebut puas dengan permainan darinya,dan ternyata usaha Boby tidak sia - sia.


"Cup........sebuah kecupan penuh b****i mendarat di kening Boby membuat ia semangkin bersemangat " Do you like baby" ucap Boby berbisik mesra ditelinga Rini kini mata kedua anak manusia itu saling bertatapan Rini menyunggingkan seulas senyum dibibir sensualnya dan


"Sretttttt..... Rini membuka paksa kancing jeans Boby yang masih tertutup rapi dengan kasar dalam sekejap dengan bantuan Boby membuat junior Boby terpampang nya Rini dengan gesit segera menyebar dan m******m junior tersebut,tangan Boby tidak tinggal diam segera bermain di area yang terdapat pada gunung kenyal milik Rini,membuat wanita tersebut men***** karena n*****nya.


Boby segera menarik wajah Rini dan melahap ****** milik Rini,lagi - lagi mengerang keenakan.


Dikamar mandi tersebut Boby dan Rini segera menuntaskan permainan first mereka Boby merebahkan tubuh tanpa sehelai kain tersebut kedalam bathup dan segera melancarkan aksinya.


"Huryy up honey i can't wait" ucap Rini merengek seperti seorang bayi Boby segera mengarahkan juniornya pada v***** Rini yang tampak merekah dan segera mendorong masuk dengan sekali hentakan.


"Ha.....ha......ha..... akhhhhh" suara bibir Rini mendesis Boby memperlambat gerakan temponya nya membiarkan sang bos agar semangkin menikmati "This is really good honey" ujar Rini dengan memejamkan matanya membuat Boby tak tahan dan hampir mencapai puncaknya.


Boby semangkin mempercepat temponya " Call me Baby....ouhhh"


"Bob...Boby faster honey.....ahhhh" ucap Rini meracau.


"Ohh.... ahhhh....shhh really delicious baby" Boby ingin mencapai klimaksnya dan semangkin mempercepat temponya dan benar saja sebelum cairan putih kentalnya keluar ia segera mencabutnya dan menyemburkan pada tubuh Rini.

__ADS_1


"Good job honey,thanks" ucap bibir Rini Boby tersenyum puas mengecup kening sang majikan dengan tubuh masih menindih pada wanita tersebut, dan beberapa saat mereka kembali membuat permainan semangkin panas diatas ranjang setelah membersihkan diri terlebih dahulu,hingga siang berganti senja mereka berdua tetap bergumul, Rini begitu menikmati sensasi yang lebih dahsyat yang dilakukan oleh seorang bartender.


__ADS_2