
**Hy gaes part kali ini udah hampir mendekati pada pokok cerita dari dendam kekasih nih.
Buruan vote,like sertakan rate bintang limanya dan banyakin giftnya ok.
Jika ada ide agar cerita ini lebih menarik yuk koment pada kolom👇.
juga koreksinya jika ada kesalahannya aku ingin tahu seberapa banyak kalian mengikuti alur part kali ini.
Langsung aja yuk cap cus 😘♥️
...****************...
"Cinta kita memang tak semudah yang dibayangkan.
Dulu kita pernah saling menyakiti dan hampir menyerah.
Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan.
Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersama mu.
Oh....(bersama mu)
Hidup dan menua bersama mu.
Menua bersama mu semoga saja.
Lagu "menua bersama mu" yang dipopulerkan oleh penyanyi muda Tri Suaka mengalun merdu di dalam cafe,Arumi menatap sendu pada pria yang duduk dihadapannya,ia berharap mereka berdua mampu menghadapi semuanya dan menua bersama hingga ajal menjemput sesuai dengan bait dalam lagu tersebut.
Lain halnya dengan Baskoro,ia malah menghela nafas beratnya,dirinya merasa jengah dengan lagu galau yang diputar sedari tadi,andai saja wanita yang berada di hadapannya sekarang mau menuruti perintahnya maka ia dan wanita tersebut tidak perlu mengalami kesulitan seperti apa yang sedang mereka hadapi saat ini.
"Ehem,sayang sepertinya kamu melamun ya"Baskoro berdehem,ia menyadari Arumi yang menatap diri sedang melamun saat ini.
"H-hah...eh enggak kok mas"Arumi kikuk saat Baskoro menegurnya hingga ia tampak sangat gugup.
Baskoro mengusap rambut Arumi"Yaudah lanjutin makannya keburu malam sayang"
Arumi melanjutkan makan malamnya, bersamaan dengan itu ponsel milik Baskoro berdering pria itu melirik kearah ponselnya dan segera meraih benda pipih berbentuk kotak itu.
"Selesaikan makannya sayang,mas angkat telepon bentar ya" ujar Baskoro dengan hati mulai ragu kemudian menjauh dari mejanya,lagi-lagi Arumi hanya mengangguk.
Baskoro:Iya baby"
Rini:Bagaimana,apakah barang tersebut sudah dipindahkan honey.
Baskoro:Sudah seperti yang kamu perintahkan.
Rini:Bagus dan secepatnya tinggalkan tempat tersebut,mengerti honey.
Baskoro:Eum,baiklah.
__ADS_1
Baskoro memutuskan sambungan teleponnya,lalu kembali menuju mejanya,ia melihat wanita itu telah selesai makannya.
"Sayang mas ada keperluan mendadak masalah pekerjaan,kamu bisa kan pulang sendiri mas akan telepon kan ojek online"
"Mas biar aku saja,kamu bisa pergi sekarang"ujar Arumi tersenyum pada Baskoro.
"Kamu yakin sayang,gapapa nih mas tinggal"mendadak ada rasa bersalah dilubuk hati pria tersebut namun ia tidak mungkin membatalkan rencanannya.
"Udah mas jangan kawatir aku bisa jaga diri,dan ini semua demi masa depan kita dan calon anak kita kelak mas,pergilah pekerjaan lebih penting"ucap Arumi dengan mata berbinar,menyakinkan Baskoro kekasihnya itu.
"Kamu jaga diri baik-baik ya sayang,mas duluan"Baskoro tiba-tiba menarik Arumi dan membawa wanita itu kedalam pelukannya untuk beberapa saat"Maafkan aku Rum,aku terpaksa melakukannya"batin Baskoro
"Udah mas buruan gih,tidak baik menunda pekerjaan"tutur Arumi tersenyum manis melepaskan pelukan pria itu.
Baskoro mengangguk menuju meja kasir setelah itu langkahnya membawanya keluar dari cafe diiringi dengan alunan lagu milik Naif"Ketika semuanya harus berakhir"
Ketika semua harus berakhir.
Ketika pelukku tak lagi berarti.
Kau memilih tuk akhiri kisah ini.
Kau hempaskan aku tak berdaya.
Telah kuberikan yang mampu ku berikan.
Kau memilih tuk akhiri kisah ini.
Kau hempaskan aku tak berdaya.
"Ck"decak Baskoro yang merasa tersindir oleh lagu tersebut sesaat ia menoleh kebelakang dengan Arumi yang masih menatapnya dari tempat duduknya,Baskoro buru-buru menepis perasaan iba dengan berlalu pergi meninggalkan Arumi ditempat itu,setelah pria itu tidak tampak lagi wanita itu pun segera menghubungi ojek online melalui aplikasi yang terdapat di ponsel miliknya.
Setelah menunggu beberapa saat Arumi pun bangkit dari duduknya dengan menyandang tas miliknya lalu berjalan menuju keluar cafe ia merasakan sesuatu aneh dengan berat tasnya itu dan berusaha mengeceknya tiba-tiba.
"Brukkkk"ia menabrak seorang pria,salah satu pengunjung cafe itu.
"Ma...maaf tuan"ujar Arumi dengan gugup lalu memungut tas miliknya yang terjatuh.
"Oh tidak mengapa nona,saya juga minta maaf"balas pria tersebut dengan mengedipkan matanya membuat Arumi begitu ketakutan lalu ia segera bergegas pergi meninggalkan pria itu yang masih berdiri dan memandanginya dengan tatapan mesumnya.
Begitu berada diluar cafe ia segera mengecek kembali driver ojek online yang dipesannya tadi untuk memastikan sudah sampai dimana sang driver.
Sang driver:Halo,maaf mbak jalanan macet tapi mbak gak usah kawatir saya hampir tiba di lokasi.
Arumi: cepetan dong mas.
Sang driver:Ok mbak.
Kendati sang driver mengatakan akan segera sampai namun Arumi tampak masih cemas,lagi-lagi ia menoleh kearah cafe takut pria yang ia tabrak tadi akan kembali menghampirinya.
__ADS_1
Dengan perasaan gelisah menunggu sang driver ojek online ia dikagetkan dengan kemunculan dua orang polisi berpakaian preman yang menghampirinya.
"Selamat malam nona"sapa salah satu dari pria tersebut.
"Ma.... malam,kalian siapa dan ada keperluan apa ya"balas Arumi dengan wajah begitu ketakutan.
"Kami dari kepolisian,maaf kami akan melakukan pemeriksaan pada tas anda,mohon kerjasama nya"ujar pria itu tegas dengan menunjukkan identitas dirinya.
"Oh baik pak,silakan"ucap Arumi lalu memberikan tas miliknya,pria tersebut menerimanya dan segera melakukan pemeriksaan.
Lelaki itu pun membuka tas sandang milik Arumi dan menemukan bungkusan yang mencurigakan,keduanya saling pandang dan pria yang satunya menganggukkan kepalanya,Arumi pun membelalakan matanya lebar ia sama sekali tak menyangka dengan apa yang baru saja ia lihat.
"Maaf nona,anda harus ikut dengan kami untuk memberikan keterangan lebih lanjut"
"Ma... maksudnya apa ya pak,dan bungkusan itu bukanlah milik saya pak"jelas Arumi yang sama sekali tidak mengerti bagaimana bisa bungkusan tersebut berada di dalam tas miliknya.
"Nanti anda jelaskan dikantor,sekarang anda ikut kami nona"ujar pria itu lagi dengan nada tinggi.
"Ta...tapi pak"
Polisi tersebut sama sekali tidak menggubris perkataan Arumi mereka langsung menggelandang Arumi masuk kedalam mobil yang telah standby diseberang jalan dengan memborgol kedua belah tangan Arumi.
Arumi histeris wanita itu berusaha meronta dengan deraian airmata yang bercucuran membasahi pipinya,tiba-tiba kepalanya mendadak merasakan pusing semuanya menjadi gelap lalu tubuhnya terkulai lemas jatuh tak sadarkan diri,kedua polisi itu membopong tubuh wanita tak bersalah itu masuk kedalam mobil.
"Arghhh!"Baskoro berteriak keras melampiaskan kemarahan pada dirinya sendiri juga keadaan,berkali-kali ia memukul kemudi di depannya dan menitikkan air matanya,ada perasaan menyesal saat melihat Arumi meronta histeris menyadari penyesalannya sudah terlambat Baskoro melajukan mobilnya sangat kencang menuju sebuah club malam.
Tidak memakan waktu lama mobilnya telah terparkir dengan mulus diarea club,Baskoro segera turun dari dalam mobil lalu bergegas masuk kedalam club langsung menuju ruangan khusus dimana Rini telah menunggunya.
Rini menyambut Baskoro dengan wajah berseri-seri satu saingannya telah terperangkap dalam permainan liciknya.
"Come here honey"ucap Rini manja dan menempelkan bibirnya pada Baskoro,perlahan Baskoro mendorong tubuh Rini lalu mulai menuangkan minuman kedalam gelasnya,lalu Baskoro meneguknya hingga kandas,lagi-lagi ia menuangkan kembali minuman kedalam gelas yang sama dengan sekali teguk dirinya membuat gelas tersebut kosong tak bersisa.
"Hy kamu kenapa sih honey,apakah kamu menyesalinya!"Rini berbicara dengan suara keras.
"Bu...bukan,jujur aku takut bagaimana jika sidik jariku ditemui pada bungkusan tersebut"Baskoro terpaksa berbohong menutupi suasana hati yang sebenarnya,pria itu takut jika dirinya berkata jujur wanita tersebut akan murka.
"Hahaha"sontak Rini tertawa keras hingga matanya basah mendengar pengakuan Baskoro barusan namun pria tersebut tidak memperdulikan hal tersebut ia kembali meneguk minumannya.
"Kamu tidak perlu setakut itu honey,aku tidak mungkin membuatmu celaka selagi kamu bersikap manis terhadapku"tegas Rini dengan menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik lelaki itu.
"Itu tidak mungkin terjadi baby,aku tidak mungkin mengabaikan mu"kata Baskoro dengan rahang mengeras membiarkan wanita itu memeluknya.
...****************...
Penting banget nih gaes komen dari kalian tapi jangan terlalu baper ok😉.
juga dukungan kalian ya gaes.
See u👉**
__ADS_1