Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.48


__ADS_3

**Hai apa kabar semua**


**Happy new year**


Sebelum lanjut baca jangan lupa tinggalin jejak


kalian ya dengan cara


Vote dan komen


Terimakasih❤️


...................


Langit tampak cerah,bintang-bintang bertebaran menemani gagahnya raja malam yang bersinar terang,Arumi segera naik keatas boncengan sepeda motor lelaki yang menjadi pujaan hatinya itu lalu mengeratkan pelukannya,Baskoro segera tancap gas meninggalkan halaman kampus.


Sepasang mata menatap tajam kearah sepasang kekasih tersebut,setelah menyadari bahwa usahanya untuk membuat wanita itu jatuh dalam perangkapnya telah gagal lelaki itupun berlalu pergi.


Baskoro merasa ada sesuatu yang telah terjadi pada Arumi karena sikap dan juga kata-kata gadisnya itu tak seperti biasanya namun lelaki itu mengabaikan semuanya karena dirinya telah terlanjur terbakar dengan perlakuan dan sikap sang kekasih yang membuat hasrat kelelakian nya meronta.


Arumi tiba-tiba diserang rasa pusing yang maha dahsyat kesadaran wanita itu mulai menipis.


"Mas kita berhenti ditoko obat sebentar mas,entah mengapa kepalaku tiba-tiba sakit banget" Arumi meringis sambil memegangi kepalanya.


"Malam sudah larut sayang dan tidak ada toko obat yang masih buka, bagaimana jika kita istirahat saja"tawar Baskoro melirik Arumi dari kaca spionnya,tampak Arumi menganggukkan kepalanya,mendapat kesempatan dalam kesempitan Baskoro segera mencari penginapan yang berada disekitar tempat tersebut lelaki itu menoleh kearah kanan dan kiri dengan mengurangi laju sepeda motornya.


Tak berapa lama mata pria tersebut tertuju pada sebuah penginapan yang berada diseberang jalan Baskoro segera berbelok arah menuju ke penginapan tersebut.


"Sayang turun yuk" ujar Baskoro begitu sampai diparkiran penginapan yang cukup sederhana itu,wanita yang diliputi hasrat aneh yang dia sendiri tidak tahu hasrat apa itu segera turun dari sepeda motor,Baskoro tersenyum bahagia membayangkan akan melewati malam yang penuh keindahan bersama dengan wanita yang sangat ia cintai itu.


Begitu masuk tanpa membuang waktu Baskoro segera menuju meja kasir dan memesan satu kamar kepada resepsionis tersebut,setelah menyelesaikan administrasi nya Baskoro mendapatkan kamarnya, lelaki itu segera memapah tubuh Arumi dan masuk kedalam kamar penginapan.

__ADS_1


"Yang istirahatlah agar sakitnya segera hilang" ujar Baskoro begitu membaringkan tubuh sang kekasih ke atas ranjang lelaki itu kemudian berniat ingin kekamar mandi namun terhenti karena tangan Arumi segera melingkarkan tangannya ke leher lelaki tersebut.


"Disini aja mas temani Rumi ya" ucap Arumi dengan suara tercekat keringat dingin mulai bercucuran dari keningnya,dada Arumi bergemuruh hasrat yang sedari tadi tidak ia mengerti meningkat semangkin pesat bahkan mungkin berkali-kali lipat.


Suara berat yang keluar dari bibir mungil gadis tersebut membuat Baskoro semangkin lupa diri ia segera menyerang bak singa lapar tak ada penolakan dari gadisnya malah membalas setiap serangan yang dilakukannya membuat Baskoro semangkin menggila,Baskoro membuka pakaian yang ia kenakan.


"Sayang kamu berkeringat,lepas bajunya ya" ujar Baskoro dengan suara berat menahan sesuatu,lagi-lagi Arumi menganggukkan kepalanya,Baskoro dengan gesit melucuti pakaian Arumi satu persatu hingga akhirnya tubuh mulus tersebut hanya terbalut dengan dalaman mata Baskoro memerah dan pupilnya mengecil kilatan gairah semangkin menghinggapinya.


Malam yang semangkin larut menjadi awal pergulatan panjang bagi kedua sejoli tersebut,bagi Baskoro yang sudah lebih dahulu merasakan asam garam dalam permainan ranjang dengan mudah menaklukkan Arumi apalagi wanita tersebut sudah dipengaruhi obat perangsang yang sengaja dibubuhi kedalam minumannya oleh Novan atas perintah Rini.


Sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah jendela kamar penginapan membuat Arumi terbangun wanita tersebut menggeliat dan membuka mata secara perlahan.


"Aaaaaaaaaaaaaaaa"


Pekik Arumi begitu menyadari keadaan dirinya saat ini,Baskoro yang tersentak mendengar teriakan kekasihnya ikutan terbangun dengan buru-buru segera membungkam mulut Arumi dengan telapak tangannya.


"Sayang jangan berisik malu sama tetangga" bisik Baskoro ditelinga Arumi dengan sangat mesra lalu segera menurunkan tangannya


"Oh,tidak!!" Arumi menjambak rambutnya sendiri menyesali kebodohan yang telah ia lakukan lalu menangis terisak Baskoro merengkuh tubuh Arumi dan membelai rambut hitam gadis tersebut.


"Hiks..........hiks.............hiks.......apa yang telah kita lakukan mas" ujar Arumi dengan menangis sesenggukan.


"Mas rasa tidak ada yang harus disesalkan sayang semua kita lakukan karena kita sama-sama saling menginginkannya malam tadi apakah kamu lupa sayang dan itu terjadi atas dasar cinta" ujar Baskoro lalu mengecup pucuk kepala Arumi.


"Aku takut mas jika terjadi sesuatu pasti ibu akan murka" ujar Arumi setelah mengingat kejadian malam tadi.


"Kamu jangan kawatir sayang apapun itu kita akan hadapi bersama-sama,mas tidak akan pernah meninggalkan mu mas sangat mencintaimu percayalah sayang" Baskoro berusaha menghibur Arumi dengan kembali mendaratkan kenikmatan dibibir ranum milik Arumi dengan tidak melupakan gundukan kenyal yang sudah menjadi candunya, lagi-lagi keduanya tak mampu menguasai diri mereka masing- masing.


Setelah itu mereka pun membersihkan diri lalu untuk yang pertama kalinya sepasang kekasih itu sarapan pagi bersama,tiba - tiba benda tipis yang berada di atas nakas bergetar Baskoro segera menghentikan sarapannya lalu meraih benda kotak tersebut dan menyerahkan pada Arumi.


"Mas Ayuningtyas,aku harus ngomong apa mas" Arumi tertunduk lesu ia membayangkan apa yang bakal terjadi setelah ini.

__ADS_1


"Angkat saja sayang,tadi malam mas memberitahu pada Ayu bahwa kamu menginap di rumah Angel,mereka tidak curiga" Baskoro tersenyum ucapannya mampu meredakan ketakutan pada wanitanya.


"Halo dek" sapa Arumi datar.


"Kakak Ayu mau kasih tau pagi ini Ayu dan ibu mau berkunjung kerumah paman Suryo,beliau sedang sakit dan kami akan menginap disana untuk beberapa hari,jaga diri kakak selama kami pergi"


"Oh iya titip salam buat paman dan keluarga di kampung dek dan hati-hati dijalan"


"Ok kak bye"


Tanpa menunggu jawaban dari sang kakak Ayuningtyas langsung mematikan ponsel miliknya, Baskoro yang sedari tadi menguping pembicaraan kedua beradik tersebut menghentikan sarapan paginya.


"Memangnya ada apa sayang" tanya Baskoro ingin tahu.


"Paman Suryo sakit dikampung mas" Arumi segera menyelesaikan sarapan paginya.


"Jadi ibu dan Ayu membesuknya,wah ini kesempatan kita donk yang bisa berduaan" terpampang senyum di wajah lelaki tersebut.


"Kamu apaan sih mas" Arumi mengerucutkan bibirnya.


"Bibirnya jangan begitu donk yang apa ingin mas gigit lagi" goda Baskoro pipi Arumi merona merah.


Setelah agak siangan mereka berdua meninggalkan penginapan, Arumi menolak saat Baskoro menawarkan untuk mengantarnya ia memilih mengunakan jasa ojek karena ia tak ingin tetangga melihat mereka berdua hingga menjadi pergunjingan nantinya.


Wanita itu merebahkan tubuh keatas ranjang kamarnya begitu sampai dirumah badannya terasa remuk dan ************ begitu nyeri setelah kejadian tadi malam, beruntung ibu dan adiknya tidak berada dirumah hingga tidak melihat kondisi dirinya saat ini wanita itu pun memilih untuk beristirahat hari ini.


~Bersambung~


mampir juga ya di karya terbaik teman ku di👇


Love you😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2