
Baskoro yang tak sabar segera membaringkan tubuh Rini di atas ranjang dan segera menghujani Rini dengan c****n yang membabi buta,Baskoro sudah tidak tahan karena adik bungsunya yang sudah bangun sedari tadi ingin segera bermain.
Baskoro dengan sedikit kasar membuka lebar kedua belah p**a Rini agar adik bungsunya bisa segera masuk kedalam arena permainan dengan lebih leluasa,tanpa A B C Baskoro segera mendorong adik bungsunya tersebut dengan satu tangan memelintir gundukan kecil sebesar buah cermai didepannya sedangkan satu tangannya yang lain memegang p**a Rini agar tetap pada posisinya,aksi yang dilakukan Baskoro membuat Rini semangkin m********.
Untuk sesaat Baskoro menghentikan aktivitas dengan membiarkan adik bungsunya mempelajari arena permainan dengan seksama,membuat Rini tidak sabar.
"Aku ingin dirimu memuaskan ku segera honey aku sudah tidak tahan" ucap Rini dengan mata sendu.
"So aku akan segera mengabulkan keinginan mu Baby" jawab Baskoro tersenyum nakal.
Rini membenarkan posisinya,setelah merasa yakin adik bungsunya telah berada diposisi-nya Baskoro kembali melanjutkan aktivitasnya dengan perlahan membantu adik bungsunya bergerak maju mundur.
"Ahhhh" Rini m*******.
Baskoro semangkin mempercepat gerakan membantu adik bungsunya maju mundur dengan cukup gesit.
"B*****t ini sungguh sangat n****t" seru Baskoro.
"Lebih cepat shaaanyang....ahhhh" ucap Rini semangkin meracau, Baskoro tidak tinggal diam, ia mengerahkan tenaga membantu adik bungsunya untuk segera menuntaskan permainannya.
"Aku ingin keluar Shasa yang" ucap Rini mengigit bibirnya.
"Bareng baby tahan sebentar ok" jawab Baskoro dengan suara berat karena ia sendiri sedang menahan sesuatu yang ingin segera keluar, Baskoro segera mempercepat g*******nya.
"Honey aaku susudah tiiidak tahaaaan" ujar Rini memejamkan matanya.
"Iya baby keluarkan bersamaan,aku juga Aarrrggh seru Baskoro bersamaan dengan d******n Rini,kini mereka berdua terbaring lemas.
Arumi tersenyum menatap langit - langit kamar Angel,Khalista melirik kearah Arumi seolah memahami apa yang ada dipikiran sahabatnya tersebut yang sebenarnya sangat berbanding terbalik dengan apa yang sedang ia pikirkan, Khalista sangat yakin bahwa sebenarnya Baskoro tidak sedang lagi sakit ia bahkan hadir di acara ultahnya Rini si nenek lampir itu,namun dirinya enggan untuk mengatakan pada Arumi karena dirinya tak ingin melihat sahabatnya tersebut malam ini bersedih.
"Sebentar lagi lu bakalan jauh dengan kita - kita,gue akan selalu rindu akan omelan lu Ta" ucap Angel dan segera memeluk Khalista yang posisinya berada ditengah antara kedua sahabatnya itu,Arumi pun ikut sedih mendengar ucapan Angel dan ikut memeluk Khalista,air mata Khalista mengalir terharu melihat kedua sahabatnya tersebut dan membalas memeluk Angel dan Arumi.
"Gue pun akan selalu merindukan kalian berdua"jawab Khalista lirih namun dapat didengar jelas oleh kedua sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Kenapa sih lu harus kuliah disana Ta" ujar Angel begitu berat untuk berpisah dengan Khalista selama ini ia begitu cukup nyaman dengan Khalista tidak sekedar sebagai seorang sahabat bahkan Angel sudah menganggap Khalista seperti kakaknya sendiri.
Arumi bangkit dan segera duduk kedua sahabatnya ikut duduk kemudian Arumi membuka tas sandangnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tas tersebut dan memberikan pada Khalista.
"Apa ini Rum" ujar Khalista dan segera menerima kotak kecil yang terbungkus kertas kado tersebut.
"Gue membuatnya sendiri Ta,gue tau itu bukanlah sesuatu yang mahal karena lu tahu gue tidak bakal sanggup memberikan sesuatu yang mahal buat lu tapi itu gue buat dengan penuh kasih sayang gue harap lu menyukainya beb" ujar Arumi dengan tersenyum
Lu berdua sahabat gue,orang yang paling dekat dengan gue,gue sayang lu berdua,gue tidak menginginkan sesuatu yang mahal dari lu berdua gue cuma ingin ketulusan hati kalian berdua terhadap persahabatan kita bertiga dan itu gue sudah dapatkan gue bahagia" jawab Khalista dan kembali mereka bertiga berpelukan.
"Udah deh kalian berdua jangan nangis gue jadi ikutan nangis gue nggak suka" ucap Angel begitu dramatis.
"Gitu donk tertawa,btw sini gue buka kado dari Arumi kali aja nggak cocok buat lu Ta" ujar Angel segera mengambil paksa kotak kecil dari tangan Khalista dan mengoyak bungkus kado tersebut,Angel pun dengan rasa penasaran atau lebih tepatnya yang suka kepo mengeluarkan isi didalam kota tersebut,tampak sebuah sajadah berukuran kecil dengan sulaman masjid yang sangat indah.
"Terimakasih Rum, insyaallah gue akan memakainya" ujar Khalista dan memeluk sahabatnya tersebut dengan erat.
"Sama - sama Ta" jawab Arumi mengusap punggung Khalista, Khalista pun mengambil sajadah dan melipatnya kemudian memasukkan kembali kedalam kotak dan meletakkan dengan rapi ke atas nakas.
tiba - tiba suara dering handphone milik Khalista berbunyi ia segera melihat nama yang muncul dilayar handphone miliknya dan ternyata deddy nya yang sedang menelepon, Khalista dengan malas menerima panggilan tersebut.
"Where have you been,can you do anything useful other than partying?"
__ADS_1
"Is the party quite deddy"
"Kamu semangkin pandai menyangkal,tiga hari lagi kamu sudah harus berangkat ke As untuk itu bersiaplah"
Deddy Khalista langsung memutuskan sambungan teleponnya,Khalista begitu bersedih raut wajahnya mendadak berubah menjadi murung,sang Deddy tidak pernah bisa untuk berbicara baik kepadanya ia sangat merindukan figur seorang ayah yang bisa bersikap mesra dan menyayanginya seperti kebanyakan ayah diluar sana,Arumi mendekat dan mengusap pundak Khalista untuk.memberikan kekuatan pada sahabatnya itu.
"Lu yang sabar ya Ta,gue yakin dibalik sikap deddy lu yang dingin namun ia pasti tetap menyayangi lu,lu harus yakin itu" ujar Angel dan memeluk Khalista dengan penuh kehangatan.
"Terimakasih" ujar Khalista tersenyum tipis.
Malam semangkin larut ketiga sahabat ini pun memutuskan untuk tidur mereka merebahkan tubuh diatas satu tempat tidur.
Diruang kerjanya Freddy masih setia menunggu Khalista yang belum kunjung muncul, Freddy melihat kearah jam tangannya waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam.
"Apakah dia sudah ikutan tertidur" batin Freddy ia kemudian mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp.
Khalista yang berada didalam kamar Angel jadi gelisah setelah menerima pesan singkat dari abang sahabatnya itu,ingin rasanya ia menemui kekasihnya tersebut namun Arumi dan Angel belum kunjung tertidur,terutama Angel yang terus saja berbicara sementara Arumi yang berada disampingnya tampak sudah memejamkan matanya,Khalista akhirnya mendapat ide agar Angel berhenti berbicara dengan berpura - pura tertidur Khalista memejamkan matanya dan akhirnya lama kelamaan tidak terdengar Angel bersuara.
"Arumi.....Arumi lu udah tidur?" Angel gue lapar nih" ujar Khalista beralasan untuk mengetahui apakah kedua sahabatnya tersebut sudah tertidur dan tidak satu pun dari mereka menjawab pertanyaan dari Khalista
"Ternyata mereka benar sudah tertidur" bisik Khalista dalam hati dengan perlahan - lahan Khalista turun dari tempat tidur tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
__ADS_1