Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps 39


__ADS_3

Sebuah mobil melaju memasuki halaman rumah yang sangat megah begitu seorang penjaga keamanan membuka pintu gerbang rumah mewah tersebut,tampak Niko keluar dari dalam mobil dengan lengan terluka didampingi oleh Evan sahabat sekaligus orang kepercayaan nya yang membantu Niko dalam menjalankan bisnis haramnya.


Tap.........tap......tap......


Suara langkah kaki semangkin terdengar oleh orang yang sedang berdiri di depan pintu, lelaki tersebut segara masuk kedalam sebuah ruangan khusus l dan segara melapor pada bos mereka dan kembali keluar berdiri pada tempat semula.


Niko dan Evan segara melenggang masuk kedalam ruangan tersebut mengacuhkan para penjaga yang memberi hormat padanya dan segera duduk tepat pada kursi yang berada di dekat sang Dady, sedangkan Evan yang selalu setia menemani Niko dalam situasi apapun. berdiri tepat disamping.


Albert menatap Niko dengan tatapan mata tajam "You see what's happening now!!" sarkas sang Dady.


"All this is not because of me Dady" ujar Niko membela diri.


"Kamu terlalu serakah dan arogan" bentak sang Ayah begitu emosi Niko menyeringai dan tersenyum smirk melihat sikap sang anak emosi Albert semangkin memuncak lalu segera membuat keputusan yang selama ini sudah ia rencanakan jauh hari, Albert menggantikan posisi Niko dengan salah satu orang kepercayaannya untuk menghandle semua pekerjaan yang selama Niko tangani.


"Kamu masih mentah dan masih perlu banyak belajar,untuk itu mulai hari ini semua urusan dan pekerjaan yang berada di selatan di ambil alih oleh Kattar" ujar Albert tegas.


"Apa - apaan ini!!!" Niko berdiri dengan suara keras protes terhadap keputusan Dady nya,sikap Niko yang tidak ada sopan santun dan hormat padanya membuat Albert semangkin marah apa lagi Niko berbicara dengan nada tinggi dihadapan banyak anak buah ayahnya diruangan tersebut,sebuah tamparan keras pun mendarat di wajah Niko dan Albert segera meninggalkan ruangan tersebut tanpa membatalkan keputusannya.


"Semua ini terjadi bukan karena sikap ku tetapi karena Dady memberi muka pada bajingan itu sehingga si keparat itu berani menginjak kepalamu Dady dan semuanya akan Dady sadari saat nanti Dady harus merangkak seperti binatang yang berjalan dibawah kakinya!!! seru Niko dengan tersenyum sinis Albert seketika menghentikan langkah nya.


"Bulshit!" urusin saja nasib mu anak tak berguna!" balas Albert dan segera kembali melangkahkan kaki keluar ruangan yang diikuti oleh Kartal dan dua orang bodyguard nya.


"Fuc* you" Niko murka mendengar kata - kata dady nya ia menendang kursi disampingnya dan membalikkan meja semua orang termasuk Evan hanya menundukkan kepala mereka menyaksikan perdebatan antara ayah dan anak tersebut, Niko segera meninggalkan ruangan tersebut dengan muka kusut.


"Sayang kamu kenapa" sapa Susan menghampiri,begitu melihat putra kesayangannya dengan wajah semrawut dan luka ditangan kirinya.


"Ini semua karena suami tercinta mami" jawab Niko singkat tanpa menoleh pada maminya melangkah menuju kamar pribadinya yang berada di lantai atas,Susan yang tak mengerti maksud dari perkataan putranya barusan membuat wanita separuh baya yang masih terlihat cantik itu mengikuti sang anak yang masuk kedalam kamar.


"Sayang kenapa kamu berbicara demikian?" ucap Susan segera mendekati sang anak yang tengah sibuk memasukkan pakaiannya yang berada di lemari kedalam sebuah tas ranselnya.


"Dady tak butuh Niko mam,Niko hanya dianggap anak tak berguna jadi untuk apa Niko berada dirumah ini lagi" ujar Niko dan segera bergegas keluar kamarnya Susan kembali mengikuti putra semata wayangnya.

__ADS_1


"Sayang kamu mau kemana,jika Dady mu memarahi mu itu semua pasti ada sebabnya sayang" ucap Susan mencoba memberi nasehat pada putranya.


"Ternyata bukan hanya Dady saja yang selalu menganggap aku tak becus,rupanya mami juga menilai demikian" Niko semangkin tak betah berlama - lama dirumah tersebut ia segera masuk kedalam mobilnya.


"Sayang dengerin mami dulu donk" ucap Susan sambil mencoba menahan putranya dengan mata yang mulai dibanjiri oleh air mata,Niko segara menipis tangan maminya yang berada dipundaknya dan memberi kode pada Evan untuk segera menjalankan mobilnya,Evan pun melakukannya,sementara Susan hanya mampu menatap nanar kepergian putra kesayangannya tersebut.




Baskoro begitu khawatir akan keadaan kekasihnya tersebut begitu memperoleh informasi mengenai Arumi hatinya tak tenang ingin sekali ia segera menjenguk wanita yang sangat ia cintai namun karena permasalahan kedua orang tua mereka yang saling bermusuhan membuat dirinya kesulitan untuk menemui kekasihnya tersebut, ia terpaksa menunggu saat buk Irma tidak sedang berada dirumah sakit.



Sore ini setelah mendapat pesan singkat dari Ayuningtyas yang mengatakan bahwa ibu mereka sudah pulang ke rumah dan sore ini Ayuningtyas menjaga sang kakak hanya seorang diri Baskoro merasa lega,lelaki tersebut segera menuju kerumah sakit.




"Kak Ayu keluar sebentar ya" ujar Ayuningtyas singkat sembari tersenyum kepada Baskoro,Arumi menganggukkan kepala pada adiknya, Ayuningtyas melangkahkan kaki menuju kantin rumah sakit untuk mengisi perutnya.



"Sayang bagaimana dengan keadaan mu sekarang,apakah masih ada yang sakit,kenapa bisa terjadi semua ini,dan dimana Angel pada saat itu" Baskoro memberondong pertanyaan Arumi malah tersenyum sumringah karena kekasihnya begitu mengkhawatirkan dirinya.



"Pertanyaan yang mana dulu nih yang harus Rumi jawab mas" ucap Arumi balik bertanya kepada kekasihnya terpampang senyum diwajahnya.


__ADS_1


"Sayang mas serius lho nanya kok malah balik nanya sih,mas khawatir sayang mas beneran takut jika terjadi sesuatu kepada mu" Baskoro mengenggam jemari Arumi dan mengusap pucuk kepala gadisnya tersebut membuat wanita yang tengah berbaring tersebut merasa sangat bahagia mendapat perlakuan dari Baskoro,setelah beberapa saat terdiam akhirnya Arumi menceritakan semua kejadian yang menyebabkan dirinya harus dirawat dirumah sakit,wajah Baskoro begitu serius mendengarkan Arumi bercerita.



✳️Kembali pada situasi di kantor Polisi✳️



Alvaro memutar otak,lelaki tersebut berpikir keras cara membongkar kasus yang tengah ia tangani tersebut tidak ada nya impo yang lebih akurat membuat dirinya kesulitan untuk meringkus gembong narkoba yang telah merajalela dikota metropolitan tersebut.



Tugas pekerjaan yang menumpuk membuat ia melewatkan makan siangnya bahkan ia juga lupa akan menjenguk Arumi saat makan siang,pukul 5 sore Alvaro baru saja keluar dari ruangannya "Hmmm bagai dengan keadaan gadis cengeng itu" gumam Alvaro dan segera berjalan menuju mobilnya sebelum pulang kerumah kali ini ia menyempatkan untuk membesuk Arumi,entah mengapa ketika lewat disebuah toko bunga tiba - tiba Alvaro menghentikan mobilnya,ia turun dan masuk kedalam toko bunga tersebut dan membeli setangkai bunga mawar berwarna putih setelah melakukan pembayaran Alvaro kembali masuk kedalam mobilnya dan segera menuju kerumah sakit.



Setelah berjalan melewati koridor rumah sakit akhirnya Alvaro sampai di depan pintu ruangan tempat Arumi dirawat ia hendak memutar kenop pintu namun mendadak polisi tampan tersebut mengurungkan niatnya begitu mendengar Arumi tertawa sedikit keras " Apakah gadis cengeng itu sedang menang lotre sehingga bisa tertawa lepas seperti itu" bisik Alvaro dalam hati,Alvaro penasaran sehingga lelaki tersebut ingin mengetahui penyebab Arumi tertawa gembira,Alvaro dengan hati - hati membuka pintu ruangan tersebut,Alvaro cukup jelas melihat senyum bahagia yang mengembang dibibir gadis tersebut,ia pun melihat saat lelaki yang duduk disamping gadis tersebut mengecup mesra pucuk kepala Arumi,Alvaro menutup pintu tersebut dengan pelan.



"Ehemm suara deheman seorang wanita membuat Alvaro sedikit kaget.



\#Bersambung........



🎀hy readers rekomendasi cerita menarik nih buat kamu" semua silakan mampir ya dinovel teman q di 👇 jng lupa tinggalin jejak,like dan vote dicerita kami ini 👌 terakhir kata aq ucapkan terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_1


![](contribute/fiction/3590887/markdown/24330188/1639810800076.jpg)


__ADS_2