Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.49


__ADS_3

**Hay jumpa** **lagi gaes


jangan lupa yuk vote dan koment di kolom


dibawah ya gaes


Selamat membaca❤️**


...


Didalam sebuah rumah mewah bernuansa klasik dengan pagar yang menjulang tinggi seorang wanita sedang meluapkan emosinya dengan membanting semua barang yang berada didalam kamarnya dia adalah Rini Mahardika wanita tersebut sangat murka begitu mengetahui misi yang ia tugaskan kepada seorang pria bernama Novan tidak sesuai dengan rencana awal.


"Rin lu nggak perlu emosi begini,hanya untuk mendapatkan Baskoro" tegur Margaretha pada Rini yang tampak uring-uringan.


"Bener beb,apa yang dikatakan Metha" timpal Nindy mendekati Rini dengan memegang pundak sahabatnya itu.


"Lu punya segalanya Rin kenapa harus dengan Baskoro yang tidak ada apa- apanya"imbuh Margaretha,Rini tampak murka saat mendengar ucapan Margaretha yang terkesan merendahkan lelaki yang sangat ia cintai itu dengan memandang sinis kepada wanita tersebut.


"Fine!" jika memang lu tetap pada pendirian lu,kenapa tidak lu gunakan materi yang lu punya untuk menjeratnya, apalagi nyokap nya matre beb"ujar Margaretha tersenyum sinis


"Bener banget kali ini ide lu cukup cemerlang" Rini tampak sumringah lalu melangkah kedalam kamar mandi,Luis dan Nindy menatap kearah Margaretha wanita itu mengangkat kedua bahunya.


Setelah beberapa menit Rini keluar dari dalam kamar mandi dengan bathrobe menutupi tubuhnya ketiga sahabatnya menatap kearah Rini yang melangkah berjalan menuju lemari pakaian,tidak membutuhkan waktu lama Rini sudah tampil cantik dan seksi.


"Emang kita mau kemana sih beb,lu cetar banget deh" tanya Luis melihat Rini yang tampil anggun malam ini.


"Ke pesta" jawab Rini sekenanya dengan raut wajah kesal.


"Anjir lu pada kok nggak ngasih tau ke gue sih gue kan bisa dandan lebih dulu kalau gitu" ujar Luis dengan wajah cemberut,Nindy menoyor kepala Luis.

__ADS_1


"Apaan sih lu sakit tau" Luis semangkin kesal sambil mencibir pada Nindy wanita itu kemudian melangkah menuju cermin namun tiba-tiba tangannya segera ditarik Nindy yang melihat Rini dan Margaretha keluar dari kamar tersebut.


"Bentar kenapa sih gua mau dandan dulu" protes Luis.


"Nggak sempat beb lagian ini pesta buat Rini bukan buat kita-kita ok" jelas Nindy ketus Metha menggelengkan kepala melihat tingkah kedua temannya itu,ketiga wanita itu lalu buru-buru masuk kedalam mobil menyusul Rini mereka hanya diam tanpa bertanya mengikuti kemana Rini membawa mereka.


Tepat disebuah mall Rini turun dari mobil diikuti ketiga dayang-dayangnya.


"Gaes lu pilih apa yang menurut lu yang disukai oleh nyokap nya tu cowok" perintah Rini pada ketiga temannya.


"Siap tuan putri" jawab Margaretha segera melaksanakan titah Rini,sementara temannya sibuk memilih sesuatu barang buat buk Tuti,Rini mencoba menghubungi Baskoro namun setelah berulang kali melakukan panggilan via telfon tak satupun diangkat lelaki tersebut membuat Rini semangkin kesal.


"Hmmm belagu lu Bas lihat aja nanti gua akan buat lu nggak bisa jauh dari gua" gumam Rini dengan ekspresi wajah yang mengeras.


Rini segera mengeluarkan kartu kredit card nya menyerahkan pada kasir setelah ketiga temannya selesai dengan pilihan mereka,setelah kembali ke mobil Rini segera meluncur kerumah Baskoro walau suasana hatinya marah pada lelaki tersebut namun ia enggan mengurungkan niatnya tekad dihatinya sudah bulat untuk menaklukkan lelaki tersebut.


Buk Tuti yang sedang santai menikmati udara dimalam hari didepan rumah bersama sang suami sembari ditemani kolak pisang buatannya tampak melebarkan matanya begitu melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat dihalaman rumahnya.


"Selamat malam nak,duduk nak Rini" buk Tuti membalas menyapa Rini dengan mata berbinar-binar,pak Supriyadi menyunggingkan seulas senyum dan kembali melanjutkan menyelesaikan tugas kantornya.


"Terimakasih tan,Oya ini ada sedikit oleh-oleh buat tante dan juga om mudah-mudahan suka" ucap Rini dengan menyerahkan beberapa paper bag pada buk Tuti tanpa malu-malu wanita paruh baya itu segera menyambar paper bag dari tangan Rini.


"Waduh jadi merepotkan nak Rini tetapi ibu senang kok nak Rini sangat perhatian pada kami,pak lihat dong pak nak Rini sudah membelikan ibu banyak barang" ujar buk Tuti penuh semangat sang suami menghentikan pekerjaannya .


"Iya buk bapak lihat kok,oiya nak terimakasih ya lain kali tak perlu repot-repot begini nak kami jadi nggak enak" ujar pak Supriyadi buk Irma melotot pada sang suami.


"Ih apaan sih bapak nak Rini aja nggak keberatan tuh,iyakan nak Rini" ujar buk Tuti kembali menoleh pada Rini dengan senyum merekah.


"Iya benar om,Rini tidak merasa direpotkan kok om,Rini malah senang jika om dan Tante senang dengan pemberian Rini,dan ini belum seberapa kok om,tante jika kalian mau lebih dari ini pasti juga Rini belikan bagi Rini ini hanya sesuatu yang sangat kecil" ujar Rini menyombongkan diri.

__ADS_1


"Ah nak Rini tante jadi malu nih" buk Tuti tersipu malu "Kamu pasti ingin bertemu Baskoro ya,dia ada kok didalam kamar lagi molor pasti kalian tadi malam begadang ya" ujar buk Tuti tersenyum.


Rini dan ketiga sahabatnya saling pandang mereka tampak mencerna ucapan buk Tuti barusan.


"kurang ajar banget Baskoro pasti dia malam tadi begadang dengan Arumi cewek sialan itu,awas kalian lihat aja nanti" Batin Rini semangkin kesal.


"Udah nak Rini tidak usah menjelaskan pada ibu,lagian ibu ngerti kok malam tadi kan kalian panitia acara wajar jika kalian harus tidur di kampus pasti kalian sangat sibuk bukan" jelas buk Tuti saat melihat Rini malam terdiam tak bergeming.


Lagi-lagi ucapan buk Tuti membuat hati Rini sakit bak ditusuk dengan seribu pedang,ketiga sahabatnya mengerti akan perasaan Rini,Nindy yang duduknya berdekatan dengan Rini mengenggam jemari sahabatnya akhirnya membuat Rini tersadar dari lamunannya.


"Oh i...iya buk memang kami cukup sibuk malam tadi" ujar Rini berbohong dengan menyembunyikan amarahnya.


"Udah buk panggilin sana Baskoro nya" perintah pak Supriyadi pada istrinya.


"Ah bapak kayak nggak tau aja Baskoro kalau sudah molor susah buat dibangunin mending nak Rini aja yang bangunin pasti langsung melek tu anak" ujar Buk Tuti sibuk dengan paper bag ditangannya membuat sang suami menatap kearahnya dengan mengernyitkan kening namun tampak buk Tuti tak perduli pada tatapan mata sang suami.


"Sudah nak Rini aja sana bangunin Baskoro jangan sungkan-sungkan anggap aja rumah sendiri" ujar buk Tuti dengan santai "Ayo pak kita pindah ke teras belakang biar mereka nyaman ngobrolnya" imbuh buk Tuti segera menarik tangan pak Supriyadi dan berlalu pergi dengan tidak melupakan paper bag nya,sang suami tampak mengalah dengan kemauan sang istri.


Setelah kedua suami istri tersebut masuk kedalam rumah Rini pun bergegas melangkah menuju kamar Baskoro sementara ketiga temannya memilih menunggu Rini diteras depan rumah Baskoro.


....


Maaf ya jika banyak typo


Tak bosan-bosan aku buat ingitin, jangan lupa ya gaes buat vote dan koment


jangan lupa mampir juga di novel terbaik teman ku di👇


see u❤️

__ADS_1



__ADS_2