
...**Hai gaes sebelum lanjut ke cerita di π aku mo ngucapin makasih banget sama kalian yang masih stay dan rela luangin waktu buat baca ceritaku πππ....
...Jangan lupa tinggalin jejak like dan vote serta klik favorit ya....
...Buat yang hanya koment namun tidak like sungguh kalian terlalu π...
...Happy reading β€οΈβ€οΈβ€οΈ**...
...****************...
Malam telah datang menyapa tampak Alvaro turun dari mobilnya dengan langkah penuh semangat lelaki yang menjabat sebagai kasat narkoba tersebut memasuki ruang rapat,semua telah tampak hadir mereka memberi hormat pada Alvaro dengan segera berdiri ketika melihat pimpinan mereka memasuki ruang rapat.
Alvaro tidak ingin gagal dalam menjalankan tugasnya dalam pemberantasan narkotika yang semangkin mengurita ,untuk itu ia memilih 15 orang polisi anak buahnya yang jujur dan yang terbaik dalam melaksanakan misinya.
"Baik lah malam ini tentunya anda semua sedikit banyak tahu mengapa saya mengadakan rapat malam ini"ucap Alvaro tegas semua mata tampak tertuju pada Alvaro.
"Kita semua tahu bahwa kejahatan di bidang narkotika sudah sedemikian menggurita,bisnis tersebut sangatlah menggiurkan karena menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda, sehingga para bandit secara terus-menerus membangun sel baru untuk mempermudah mereka melakukan kegiatan dalam memasarkan barang haram tersebut,misi kali ini kita akan memutuskan jaringan mereka dengan mempertaruhkan jiwa dan raga,dan perlu juga di ketahui bahwa mereka dilindungi oleh kekuatan besar yang mampu melindungi pemain-pemain kelas kakap dari kejaran aparat hukum,untuk itu operasi kali ini kita beri judul operasi sikat habis" jelas Alvaro dengan semangat berapi-api.
Sedetik kemudian Alvaro menghubungkan laptopnya dengan layar proyektor Diki segera memadamkan lampu penerangan yang berada diruangan rapat,Alvaro menjentikkan kedua ujung jari tangannya klik layar proyektor yang telah disiapkan menyala tampak wajah seorang lelaki yang sangat famous lelaki tersebut adalah Albert seorang pengusaha sukses di kota tersebut.
Ruangan rapat tampak lengang semua mata tampak menyimak dan menatap secara seksama pada layar proyektor.
"Mungkin sebagian kita sudah mengenal siapa Albert,seorang pengusaha yang sukses dengan berbagai bisnisnya yang tak terhitung jumlahnya,info yang saya peroleh beliau inilah otak dibalik masuknya narkotika di negara ini pria ini tidak mudah untuk kita bekuk karena beliau cukup licin setiap menjalankan bisnis haramnya beliau mempercayakan pada tangan kanannya yang bernama Pluto" ujar Alvaro secara detail menerangkan pada anak buahnya.
Wajah Pluto yang sudah terekam muncul pada layar proyektor dengan rinci Alvaro membuka jejak kriminal yang telah dilakukan Pluto setelah menjelaskan secara rinci tentang target nya Alvaro segera menyusun strategi dalam penyergapan yang akan ia pimpin besok malam.
"Bagaimana ada yang masih ingin bertanya" tanya Alvaro memberi peluang,salah satu dari anak buahnya mengajukan pertanyaan, Alvaro tampak mengangguk.
"Lalu bagaimana tugas saya yang sebelumnya telah di atur ndan"
"Batalkan fokus pada operasi besok malam sesuai yang dibicarakan malam ini,ada yang lain lagi" lagi-lagi Alvaro memberi peluang pada anak buahnya untuk bertanya namun kali ini tak seorang dari mereka yang bertanya.
"Baiklah saya rasa semua sudah cukup jelas,rapat malam ini selesai"
ke-14 anak buahnya meninggalkan ruangan rapat,tinggal Alvaro dan Diki yang masih tampak berada di ruangan rapat tersebut.
__ADS_1
"Lalu siapakah yang memimpin pengerebekan di club long night serta Sangrila ndan" tanya Diki tampak serius.
Alvaro tampak tersenyum sinis,rencana Albert sangat sempurna lelaki tersebut sengaja mengelebuhi pihak kepolisian dengan mengerahkan sejumlah anak buahnya untuk melakukan transaksi yang Alvaro nyakini hanya skala kecil di dua tempat hiburan besok malam agar pihak polisi kecolongan dengan aksi mereka yang sebenarnya.
"Saya akan tugaskan Bramastio dan Akp.Carlos untuk memimpin pengerebekan pada dua tempat hiburan malam tersebut,saya sudah menyusun rencana yang akan saya sampaikan pada rapat besok pagi agar pergerakan kita besok malam tidak terendus oleh Bramastio" ujar Alvaro menjawab pertanyaan dari Diki,tampak kekaguman tersirat pada wajah Diki terhadap kepintaran dan keberanian yang tercermin pada sikap atasannya tersebut.
Pukul sebelas malam mereka tampak meninggalkan ruangan rapat,Alvaro segera menuju ke apartemen miliknya,begitu sampai Alvaro segera membersihkan diri beberapa menit kemudiaan ia selesai dengan ritual mandinya dan mengenakan pakaian tidurnya.
Alvaro berjalan menuju kasur king size miliknya dengan handphone ditangan lalu merebahkan tubuhnya ke atas kasur, pria bucin tersebut menatap photo Arumi yang berada di layar handphone-nya,entah berapa lama akhirnya pria yang memiliki ketampanan setingkat Iko uwais tersebut akhirnya tertidur dengan handphone yang masih berada di tangan dengan photo Arumi yang tersenyum sangat manis,semanis gula aren
****************
Pagi ini sebelum memimpin rapat Alvaro menuju kantin yang berada di kantor tempat pria tersebut bertugas untuk sekedar mengisi perutnya yang kosong,ia segera melahap nasi uduk pesanannya sesaat ia menghentikan acara sarapan paginya begitu Freddy meneleponnya.
"Halo pak polisi" sapa Freddy dari seberang dengan tertawa renyah.
"Hallo teman,tumben pagi-pafi sudah menelepon,ada gerangan apakah teman"~Alvaro.
"Aku ingin mengajakmu ngopi bareng pagi ini teman"~Freddy.
"Maaf teman,sekarang aku sudah berada di kantor dan aku sangat sibuk pagi ini,untuk itu aku tidak bisa memenuhi ajakan mu,lain waktu akan aku usahakan"~Alvaro.
"Sampaikan padanya aku pasti datang"~Alvaro.
"Baiklah aku akan sampaikan padanya,sampai bertemu malam nanti teman"~Freddy.
Setelah menyampaikan pesan dari Albert, Freddy memutuskan sambungan teleponnya Alvaro tersenyum miring.
"Sungguh taktik yang sangat luar biasa,aku akan ikuti permainanmu kawan" gumam Alvaro lirih .
Setelah menyelesaikan sarapan paginya Alvaro segera memimpin rapat pagi ini untuk membahas pengerebekan malam nanti di dua tempat hiburan malam.
****************
Mobil melaju dengan kecepatan sedang,siang telah pun berganti malam,tepat pukul delapan malam Alvaro menuju sebuah restoran hotel bintang lima untuk memenuhi undangan makan malam seorang pengusaha sukses bernama Albert.
__ADS_1
Begitu memasuki area parkir Freddy telah menunggu Alvaro,mereka berjalan beriringan melangkah menuju hotel.
Tampak seorang lelaki berpakaian rapi mengenakan jas dan kacamata hitam menyambut kehadiran mereka lalu membawa Alvaro dan Freddy ke sebuah ruangan khusus,saat pintu ruangan terbuka Albert menyambut mereka dengan senyum ramah.
"Selamat datang tuan-tuan, sungguh satu kehormatan bagi saya karena tuan-tuan telah sudi memenuhi undangan saya"Albert segera menyalami Alvaro dan Freddy secara bergantian.
"Terimakasih tuan Albert" ucap kedua lelaki tersebut hampir bersamaan selain Albert di meja makan telah berada dua orang wanita cantik dengan pakaian sedikit terbuka.
"Perkenalkan ini Monica dan ini Exce mereka akan menemani kita malam ini" ujar Albert memperkenalkan wanita tersebut kepada Alvaro dan Freddy,kedua lelaki tersebut sekilas saling pandang dan memperkenalkan diri mereka masing-masing sekedar basa-basi, makan malam berlangsung diselingi dengan obrolan santai.
Dari awal Alvaro dan Freddy telah mengetahui ada niat terselubung dari Albert atas jamuan makan malam buat mereka berdua,untuk itu Alvaro dan Freddy mengikuti permainan yang sengaja diciptakan oleh Albert, wanita seksi tersebut itu pun mulai melancarkan aksinya dengan secara terang-terangan berusaha merayu kedua lelaki tersebut.
Alvaro melirik jam yang melingkar ditangannya waktu terasa sangat mepet untuk itu ia segera melancarkan rencana yang ia susun untuk menghadapi segala kemungkinan.
Alvaro sedikit merapatkan duduknya pada Albert.
"Tuan apakah ada wanita yang lebih cantik dan tentunya lebih liar dari kedua wanita ini malam ini saya ingin bersenang-senang"ujar Alvaro sedikit berbisik pada Alber,namun Freddy masih bisa mendengarnya.
"Of course,Jangan kawatir tuan Alvaro saya bisa mencarikannya untuk tuan dan saya juga sudah menyediakan tempat yang sangat nyaman buat anda malam ini"Albert tersenyum licik lelaki tersebut menyangka usahanya berhasil.
"Thank you sir very nice" ujar Alvaro memalsukan senyum lelaki tersebut segera menyelesaikan makan malam.
Freddy tampak pamit kebelakang lelaki tersebut sengaja ke toilet untuk menghubungi seseorang setelah mengirimkan alamat pada lelaki tersebut Freddy kembali ke meja makan.
"Tuan Albert maaf sekali,apakah saya bisa menunggu pesanan saya dikamar saja karena saya sangat lelah"Alvaro tersenyum menatap Albert .
"Tidak masalah tuan saya sangat memahami selamat bersenang-senang saya akan mengirimkan pesanan tuan dengan secepatnya"jawab Albert dengan tersenyum lebar,agar tidak menimbulkan kecurigaan Albert,malam ini Freddy memilih Monica untuk bersamanya Albert menatap pada salah satu anak buahnya pemuda bertubuh gempal segera menyerahkan dua kunci kamar pada Alvaro dan Albert, Freddy merangkul pundak Monica dan melangkah keluar di ikuti oleh Alvaro.
Beberapa detik kemudian tampak seorang pemuda tampan menuju kamar dimana Alvaro sudah menunggu kehadirannya,mereka bergerak dengan cepat karena sebelumnya pemuda tersebut sudah diberitahu oleh Freddy apa yang harus dilakukannya,begitu lelaki tersebut masuk kedalam kamar Alvaro,mereka segera bertukar pakaian lalu lelaki tersebut menyerahkan kontak mobilnya kepada Alvaro,dengan mengenakan pakaian dan topi milik lelaki tersebut Alvaro segera bergegas keluar dari kamar tersebut.
...****************...
...**Maaf lho jika aku update nya lama....
...Maaf juga jika masih banyak typo....
__ADS_1
...Terimakasih banget atas dukungannya gaesππ€π€π€**...
...See uβ€οΈπ...