
Setelah usai jam kuliah,Arumi tidak segera pulang kerumah,Arumi menepati janji kepada kekasihnya tersebut untuk menemani kekasihnya itu menonton film favorit Baskoro yang diputar sore ini di bioskop,setelah mengabari sahabatnya Angel,Arumi segera naik ke atas boncengan sepeda motor Baskoro yang sudah menunggunya didepan kampus.
Angel sendiri sebenarnya lagi malas untuk segera pulang kerumah karena dirumah ia bakal sendirian,kakak kesayangannya Freddy belum kunjung pulang dari luar kota dengan langkah gontai Angel segera menuju kearah mobilnya.
Bayu yang melihat Angel segera menghampiri Angel "tumben ne murung ada apa sih" ujar Bayu bertanya kepada gadis yang pagi tadi secara tidak langsung resmi menjadi kekasihnya tersebut.
"Lagi bete nih mas,Arumi jalan dengan pacar nya,aku sendiri mau pulang kerumah males tapi mau jalan juga nggak punya tujuan" jawab Angel curhat kepada Bayu.
"Owh jadi itu masalahnya yang membuat pacar ku muram,gimana jika ikut mas aja" ujar Bayu yang disambut girang oleh Angel.
"Seriusan,jadi ceritanya mas ngajak aku kencan nih" ucap Angel bertambah girang.
"Gimana jika kencannya malam Minggu aja dan sekarang mas ingin mengajak kamu ke suatu tempat untuk menemui seseorang, bagaimana apakah kamu mau ikut?" ujar Bayu sambil mencubit mesra hidung mancung Angel dan dibalas dengan sebuah anggukan oleh Angel.
"Tapi kita pakai mobil ku aja mas" ucap Angel segara memberikan kontak mobil kepada Bayu,Bayu sangat faham akan sikap dari gadis seperti Angel yang tidak bakal nyaman melakukan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor untuk itu Bayu pun menerima kontak mobil milik Angel dan segera mengarahkan kemudinya menuju tempat ke suatu tempat.
"Mas emang siapa sih yang akan mas temui" ujar Angel bertanya kepada Bayu.
"Nanti kamu juga akan mengetahuinya" ujar Bayu singkat sambil tersenyum menatap sekilas Angel,Angel lalu terdiam tanpa bertanya lebih detail siapa orang yang akan ditemui Bayu saat ini, ia lebih memilih menikmati lagu yang ia putar melalui handphone sambil mengenakan earphone ketelinganya.
Tiba di sebuah perumahan kumuh dipinggiran kota Bayu pun segera menepikan mobil dan segera mematikan mesin mobil tersebut, Angel melihat disekitarnya dengan perasaan heran.
"Turun yuk" ujar Bayu dengan membukakan pintu mobil buat Angel.
"Yakin kita turun nih" ucap Angel mulai ragu karena tempat tersebut begitu asing baginya,seumur hidup Angel inilah kali pertama dirinya menapakkan kaki di daerah seperti saat ini.
__ADS_1
"Don't worry" ujar Bayu menyakinkan Angel,dengan sangat terpaksa akhirnya Angel turun dari mobilnya dan mengikuti Bayu dari belakang berjalan melalui gang sempit,tiba disebuah rumah bercat kuning yang berada diujung gang Bayu segera masuk diikuti oleh Angel,mereka berdua disambut dengan ramah oleh pemilik rumah,sementara ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan sinis dan secara diam - diam orang tersebut mengambil photo Bayu dan Angel memalui handphone miliknya, kemudian dengan masih tetap fokus memperhatikan Bayu dan Angel dari tempat yang tidak begitu jauh pemuda penuh tato tersebut segera menelepon seseorang setelah sebelumnya mengirimkan hasil photo Angel dan Bayu dengan seseorang diseberang sana.
"Halo Brok jadi mereka berdua yang datang ke rumah tersebut"
"Iya benar sekali bos"
"Terus kamu cari informasi untuk tujuan apa mereka kesana"
"Baik bos"
Setelah pria diseberang sana memutuskan sambungan teleponnya pemuda yang disebut Brok tersebut kembali fokus memperhatikan Bayu dan Angel.
"Jadi sejauh mana pihak berwajib menangani kasus ini buk" ujar Bayu antusias.
"Dasar k******t" ujar Bayu dengan rahang rapat,Bayu sendiri memang mengenal Melati seorang gadis polos yang merupakan teman baiknya saat masih dibangku kuliah dan Bayu sendiri melihat saat Melati ditemukan tewas disebuah gudang dengan keadaan yang cukup memprihatinkan sangat jelas bahwa ada tanda pemerkosaan saat itu namun sayangnya pihak berwajib menyimpulkan tewasnya Melati disebabkan overdosis karena ditemukan beberapa suntikan ditubuh Melati dan beberapa barang bukti berupa alat hisap di tempat kejadian perkara.
Dan Bayu sendiri memiliki asumsi adanya keterlibatan seorang anak pejabat penting sehingga kasus tersebut segera ditutup, sebagai seorang teman dan seorang aktivis Bayu mengecam keras tindakan tersebut untuk itu kedatangan Bayu ke rumah orang tua almarhumah Melati ingin membatu membongkar aksi bejat yang menimpa temannya tersebut agar tindakan serupa tidak akan terulang lagi.
"Ibu sabar ya,kehadiran saya disini mewakili rekan saya yang lainnya kami akan mendesak pihak berwajib membuka kembali kasus tersebut,dan kebenaran akan terungkap nantinya" ujar Bayu dan menyerahkan bantuan yang dikumpulkan ia dan rekannya kepada orang tua korban setelah itu Bayu segera berpamitan kepada pemilik rumah buk Endang.
Bayu dan Angel kembali menuju mobil yang terparkir diujung gang tersebut.
"Mas sebentar bisa pinjam pemetik apinya mas" ujar pemuda bertato tersebut menghampiri Bayu sedangkan Angel segera bersembunyi dibalik tubuh Bayu Angel merasa ngeri berhadapan dengan pemuda tersebut.
"Maaf mas kebetulan saya tidak merokok mas" jawab Bayu singkat dan kembali berjalan sambil mengandeng tangan Angel.
__ADS_1
"Oiya mas saya tidak pernah melihat mas sebelumnya apakah ada keperluan sehingga mas berkunjung ketempat kami?" lagi - lagi pemuda tersebut berbicara kepada Bayu dengan maksud menggali informasi.
"Maaf mas saya tidak sedang berkunjung ketempat anda" jawab Bayu ketus.
"Ini daerah wewenang saya,jadi seharusnya tadi kamu minta izin terlebih dahulu kepada saya dan apa maksud tujuan kamu datang kemari"
"Wewenang?" omong kosong seperti apa ini!" lalu dimana anda ketika salah satu warga kehilangan anak gadisnya ha!" sarkas Bayu mulai geram,Bayu sedikit pun tidak merasa takut berhadapan dengan pemuda tersebut,kerena sebelumnya pun dirinya sudah terbiasa menghadapi berbagai macam ancaman lebih dari pemuda tersebut, berbeda dengan Angel yang saat ini mulai menangis karena sangat ketakutan dengan sikap pemuda penuh tato itu "kamu segera kembali kedalam mobi" perintah Bayu berbisik kepada Angel namun Angel sama sekali tidak melakukan apa yang diintruksikan oleh Bayu.
"Santai mas jangan nyolot begitu,bukankah pihak berwajib sudah mengatakan bahwa tewasnya karena overdosis" ujar pemuda tersebut dan melangkah semangkin dekat kearah Bayu,Angel mencengkeram lengan Bayu Angel semangkin ketakutan namun beruntung saat situasi tidak kondusif beberapa warga mulai berdatangan juga adik dari mendiang Melati sehingga tidak terjadi hal buruk saat itu dan atas saran dari adik kandung Melati akhirnya Bayu dan Angel segera meninggalkan tempat tersebut.
"Siapa mereka Ko" tanya Bayu penasaran ketika Joko adik Melati mengantarkan Bayu hingga ke ujung gang.
"Berandalan di sekitar sini mas,mending mas jangan cari masalah mas karena baginya keluar masuk penjara sudah menjadi rutinitas nya" ujar Joko dengan kedua tangan mengepal membentuk tinju.
"Kamu sepertinya mengetahui sesuatu Ko,sebaiknya kamu katakan pada mas" ujar Bayu memegang pundak Joko,sesaat Joko diam tak bergeming ingatannya kembali pada malam kejadian yang menimpa sang kakak,masih segar di ingatannya beberapa pemuda secara bersamaan melakukan perbuatan keji kepada kakaknya,namun saat dirinya ingin membantu sang kakak tiba - tiba dirinya kehilangan kesadaran akibat pukulan benda tumpul dikepalanya,dan ia baru saja sadarkan diri dan mendapati dirinya sudah berada didalam sel dengan tuduhan penganiayaan.
"Joko kamu kok malah bengong,ayo katakan apa sebenarnya yang kamu ketahui" ujar Bayu mengagetkan Joko membuyarkan lamunannya seketika.
"A....aku tidak tahu apa - apa mas,mas pulang saja kami sekeluarga sudah mengikhlaskan mbak Melati" jawab Joko tampak gugup membuat Bayu semangkin yakin dengan kesimpulannya.
"Mas ayo kita pulang saja,aku takut mas" ujar Angel begitu tidak nyaman berada di tempat tersebut,membuat Bayu mengurungkan niat untuk membujuk Joko agar mau terbuka kepada dirinya.
"Baiklah kalau begitu Ko akan tetapi jika kamu berubah pikiran segera hubungi mas" ujar Bayu sambil mengulurkan kartu nama dirinya dan segera menyalakan mesin mobil sedangkan Joko tetap diam tampa respon sedikitpun.
Bayu dengan sejuta keyakinan segera berlalu meninggalkan Joko yang masih mematung di tempat ia berdiri.
__ADS_1