Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Ros.,64


__ADS_3

...****Jadwal padat Hari ini gaes,aku terpaksa begadang nih biar bisa up demi melanjutkan cerita imajinasi ku di Dendam kekasih 🔥....


...Semoga hasil nya mendapat vote,like dan comment dari reader cinta sekaligus menjadi daftar favoritnya (terkesan ngarep author ya kan gaes☺️)....


...Ok lanjut yuk all😘😘😘*****...


...****************...


Alvaro memerintahkan seseorang mematai-matai Dragon,polisi berpangkat Ajun komisaris besar polisi yang menjabat sebagai Kasat narkoba tersebut mencurigai dragon merupakan salah satu ketua geng yang melakukan kejahatan terorganisir dengan mengendalikan peredaran narkoba di wilayahnya.


Tidak butuh waktu lama Alvaro telah mendapat informasi tentang semua kejahatan Dragon dan hari ini berdasar kan informasi yang ia terima,Dragon sendiri yang akan melakukan transaksi pengiriman barang antar pulau,untuk itu Alvaro telah mempersiapkan anggota nya untuk melakukan penyergapan terhadap Dragon.


****************


🔥Suasana di kediaman Dragon sebelumnya🔥


Dragon mengamuk bak singa lapar bahkan beberapa anak buahnya menjadi sasaran kemarahan Dragon.


"Brakkk........dasar Keparat bocah ingusan itu semangkin kurang ajar" umpat Dragon dengan berteriak ia sangat begitu emosi sambil mengebrak meja di depan nya dengan mata menyala bak bara api.


Saat Dragon melakukan penyerangan ke basechamp miliknya,Niko telah menyusun rencana membuat keributan dan merampas secara paksa narkoba yang tersimpan rapi dalam gudang tersebut.


Tidak hanya itu saja Niko memaksa semua konsumen Dragon membeli barang haram tersebut pada nya dan siapa yang menentangnya maka Niko tak segan-segan untuk menganiaya mereka.


Dragon segera meraih handphone miliknya yang berada di dalam saku celananya dan


segera melakukan satu panggilan telefon nomor tersebut pun akhirnya menerima panggilan tersebut.


"Halo brother,baru saja aku ingin menelepon mu,karena aku sangat kawatir jika dirimu terkena stroke"~Niko


Dari balik telepon terdengar suara tawa Niko nyaring.


"Bocah ingusan tertawa lah sepuas hati mu malam ini karena hari esok aku tidak yakin kamu bakal bisa tertawa seperti saat ini"~Dragon


"Wow.....seramnya~ Niko


Lagi-lagi Niko tertawa membuat Dragon tak sabar ingin sekali membungkam mulut Niko dan menguliti nya namun Dragon sengaja menunda niat itu karena ia sedang melakukan tugas sangat penting malam nanti.


Setelah saling ancam kedua lelaki berbeda usia tersebut mengakhiri obrolan mereka,mereka sama-sama mempunyai niat saling membunuh.


Niko tertawa puas menikmati kemenangannya atas penderitaan dan kerugian yang di alami Dragon.


"Malam ini tamatlah riwayat mu tua bangka" ucap Niko dan kembali tertawa.

__ADS_1


"Bos semua sudah ready,apakah kita bergerak sekarang bos" tanya Max yang disambut sebuah anggukan oleh Dragon.


Sebuah mobil mewah standby di halaman rumah yang cukup megah,Dragon segera masuk setelah Max membukakan pintu mobil,setelah itu mobil sport merah melaju dengan sangat kencang.


Sebuah notifikasi sebuah pesan masuk Dragon menyeringai pembuluh darah tampak tegang di lehernya sedangkan tangannya mengepal membentuk tinju.


"Stop" seru Dragon.


Terdengar decitan ban mobil,pengemudi terkejut secara mendadak menginjak rem.


"Bos are you okay" tanya Max melihat ekspresi Dragon.


"Hubungi relasi kita dan ubah lokasi ketempat aman" perintah Dragon Max segera melaksanakan titah Dragon,mobil sport merah berbelok arah menuju suatu tempat.


"Maaf bos mereka menyatakan sudah tidak berminat berbisnis dengan kita" ujar Max begitu mengakhiri obrolan melalui handphone nya.


Dragon merampas handphone yang berada di tangan Max dan kembali melakukan panggilan.


"Haya uwe sudah bilang we malas lah buat lanjut, kelja sama dengan lo olang banyak bikin susah,lama-lama we bisa-bisa bangklut ha tu anjing-anjing banyak selang we"~ketua geng mafia antar pulau.


"Ko lu tak usah risau ha,gua bisa kasih tutup mereka punya mulut,gua hanya butuh sedikit waktu,lu tinggal ready ko,apa susah"~Dragon


"We bukan tidak ingat jasa lu olang Dragon,cuma buat sekalang we lebih berpikil objektif ho,anak Albert sudah potong lu punya taling,we banyak susah bila we halus beltahan"~ketua geng mafia antar pulau.


"Gua tak gentar jika sekedar menghadapi tikus got seperti bocah ingusan tersebut ingat ko semua berjalan atas usaha gua dan ini bukan sekadar usapan jempol malam ini lu bisa lihat gua akan buat bocah ingusan tersebut tertidur buat selamanya"~Dragon.


(biar bener-bener dapat gregetnya sengaja author nulis logat cadel👌)


"Tut tut tut"sambungan handphone terputus Dragon menatap kembali layar handphone lalu dengan cepat menekan tombol memanggil namun hasilnya nihil,nomor yang dituju tak bisa di hubungi lagi,emosi Dragon semangkin memuncak tangannya mencengkram handphone yang berada di tangannya.


"Kita ke markas!"


Mobil kembali melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang ramai hingga akhirnya sampai di sebuah tempat hiburan malam,Dragon bergegas turun dari dalam mobil menuju lantai dua dengan mengunakan lift yang di ikuti Max dengan wajah tampak tenang.


Dragon menghempaskan tubuh di sofa yang terdapat di dalam ruangan khusus yang menjadi markas mereka,seorang wanita seksi mulai menuangkan minuman kedalam sebuah gelas berukuran mini,Dragon meraih gelas tersebut dengan sekali teguk minuman di dalam gelas tidak tersisa.


"Kumpulkan orang-orang terbaik,malam ini aku akan mencabut nyawa si tikus got itu!"tampak rahang lelaki itu mengeras.


Max yang masih berdiri di hadapan Dragon menatap tajam pada wanita seksi yang kini mulai bergelayut manja pada dada bidang bos nya,wanita tersebut paham akan tatapan tak bersahabat lelaki yang berdiri di hadapannya, ia tidak berani menentang Max kendati wanita tersebut tahu ia adalah satu-satunya wanita kesayangan Dragon,namun semua kata-kata Mak menjadi sebuah keputusan bagi Dragon,dengan berat hati wanita tersebut beranjak dari duduknya melepas pelukan tangannya dari tubuh Dragon setelah melayangkan sebuah ciuman pada pipi Dragon wanita itu bergegas pergi.


Dalam ruangan tersebut hanya ada Dragon dan dirinya,Max berjalan menuju pintu dan membuka pintu tersebut,setelah memastikan tidak ada satu orang pun yang berusaha menguping pembicaraan mereka,Max kembali melangkah menghampiri bosnya,Dragon mengernyitkan dahinya.


"Cepat lakukan seperti yang ku katakan,anak sial itu benar-benar membuatku pusing!"ucap Dragon dengan nada keras lelaki itu sambil memulai menghirup serbuk putih.

__ADS_1


"Bos sebaiknya urungkan niat itu malam ini"


"Apa!" kau meragukan kekuatan ku bangsat!" mendengar ucapan Max semangkin emosi Dragon berdiri dan meraih kerah Max.


"Boss you have to listen to me first"


Dragon segera menurunkan tangannya,melepaskan cengkeraman dari kerah Max.


"Apakah selama ini bos tidak pernah berpikir?" mengapa kita selalu kecolongan" Max lagi-lagi menatap Dragon intens.


"Maksudmu" Dragon kembali bertanya dengan dahi tampak berkerut.


"Keberhasilan bocah tengik itu bukanlah sesuatu yang kebetulan atau dia lebih hebat dari kita bos"


Kali ini tak ada sepatah tanya yang keluar dari mulut Dragon,lelaki tersebut hanya menatap Max dengan wajah penasaran,Max kembali meneruskan kalimatnya.


"Ada penghianat yang berkeliaran bebas di dalam perkumpulan kita, dia sengaja di tugaskan oleh Keparat Niko untuk mematai kita bos" ujar Max beralih duduk Dragon sesaat terdiam lelaki itu tampak sedang mencerna ucapan anak buah sekaligus tangan kanannya itu,tak lama kemudian Dragon menangguk-angguk ia mulai menyadari bahwa ucapan Max memang benar adanya,ia kembali meneguk segelas wine yang berada di meja.


"Jadi menurutmu apa rencana selanjutnya" ujar Dragon dengan intonasi rendah.


"Malam ini sebaiknya bos istirahat bila perlu untuk sementara kita menghilang, lupakan sejenak urusan tentang Keparat itu sampai situasi aman kita akan mengeksekusi cecunguk itu"


"Apakah menurutmu seserius itu"


"Bos musuh kita bukan cuma anak sialan itu" ucap Max lelaki itu menarik napas panjang sementara Dragon dengan setia menunggu Max melanjutkan ucapannya.


"Alvaro Maldini ia adalah seorang polisi yang sangat menjunjung tinggi sumpah jabatannya,dia tidak bisa di beli dengan uang dan saat ini ia sedang mencurigai kita,dia salah satu polisi yang memiliki prestasi bahkan ditempat tugasnya yang lama pria itu berhasil memutus mata rantai peredaran narkoba dengan membekuk para pemainnya"


Dragon sedikit terkejut ia sama sekali tak menyangka bahwa permasalahan yang ia hadapi sampai serumit ini.


"Kendati seorang polisi namun dia masih punya atasan" Dragon tersenyum tampak sedang meremehkan ucapan Max yang terkesan terlalu memujinya.


"Alvaro memanglah hanya bawahan bos namun ayah nya bukan lah orang sembarangan sang ayah merupakan aparat negara yang memiliki jabatan dan pangkat tinggi" ucap Max serius lalu menyodorkan sebuah kliping berisi biografi seorang Alvaro.


"Satu hal lagi bos,jauhi Monika jika ia sanggup berkhianat terhadap Albert maka tidak ada jaminan wanita tersebut bakal setia pada kita bos"


Dragon sejenak mengalihkan pandangannya dari buku yang memuat seorang Alvaro ke arah Max,kali ini Dragon sependapat dengan Max.


...****************...


...****Aku usahakan meski perharinya cuma satu bab upnya demi kalian pencinta novel aku lakukan 😆...


...Suka nggak dengan cerita ku,Smg aja ada yang bilang suka hehehe....

__ADS_1


...Vote dan comment nya jangan lupa ya 🤗....


...See you next part 👋❤️****...


__ADS_2