Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps,96


__ADS_3

**Budayakanlah vote sebelumnya membaca dan tinggalin jejak dan like setelah membaca.


Yuk gaes kita lanjutin aja kisah ceritanya di dendam kekasih🤗😘😘😘


Happy reading ❤️**


...****************...


Perpisahan adalah sebuah kata yang selalu menghadirkan sejuta keperitan,terlebih kata pisah itu ditujukan pada orang-orang terkasih yang menempati hati sanubari yang menghadirkan sejuta keindahan,karena apa sebagai manusia memiliki sifat dasar ingin memiliki bukan melepaskan.


Untuk menghilangkan keperitan itu maka belajarlah dari senja,karena senja selalu mengajarkan bahwa sesuatu yang terlihat indah hanyalah sementara karena tiada yang abadi.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Tertangkapnya beberapa ketua mafia membuat pihak terkait mendadak ketar-ketir,pasalnya secara tidak langsung mereka terlibat dalam memuluskan peredaran barang haram tersebut selama ini,hal itu membuat mereka mengupayakan agar Alvaro di mutasi ke daerah lainnya,karena mereka tahu apapun itu polisi yang menjabat kasat narkoba itu selalu menjunjung tinggi kebenaran.


Alvaro sangat yakin bahwa pemindahan terhadap dirinya secara mendadak adalah sebuah konspirasi dari beberapa mereka yang merasa terganggu dengan keberadaan nya dikota tersebut,namun sebagai bawahan mau tidak mau ia harus mematuhi perintah atasannya.


Kendati dirinya merasa senang karena pemindahannya ditempat yang baru dirinya mendapatkan penghargaan kenaikan jabatan sebagai kapolres,namun ada kesedihan yang tidak bisa ia ungkapan dengan kata-kata karena nanti nya ia tidak mungkin lagi dapat berjumpa dengan wanita yang sangat ia cintai itu dalam waktu lama.


Melamun merupakan aktivitas Alvaro hari ini, pria tersebut tidak pernah menyangka bahwa cintanya untuk seorang Arumi begitu besar, hingga ia harus rela menahan rasa sakit demi bisa selalu dekat dengan wanita itu.


Alvaro memejamkan mata menghirup udara kedalam rongga dadanya lalu melepaskan secara perlahan untuk mengurangi rasa sesak di dadanya,ia kemudian bangkit dan segera meraih benda persegi panjang canggih masa kini dan berhasil menggeser layar handphone miliknya,sedikit ragu jempolnya mulai bergerak. mengetik sesuatu.


Alvaro:Hy cengeng apakah kamu ada waktu malam ini.


Aku ingin mengajakmu ke taman kota.


Apakah kamu mau?"


Pesan itu pun segera ia send,sekian detik telah pun berlalu,namun tak kunjung ada balasan pesan dari Arumi,Alvaro menelan ludah menahan rasa kecewa yang teramat dalam akan cinta yang tak pernah terbalaskan.


Detak jantung pria itu kini tidak beritme pada detak yang seharusnya,Alvaro yang merasa sangat sedih tanpa sadar mengacak rambutnya sendiri ia benci akan perasaan yang ia rasakan sendiri.


Ting!" terdengar sebuah notifikasi pesan masuk pada benda pipih itu dengan cepat pria itu membuka pesan yang masuk.

__ADS_1


Arumi:Oh Bisa mas.


Alvaro:Ooh..yaudah deh,sampai ketemu nanti malam👌😊.


Arumi:Baik mas😊.


Alvaro mematikan benda pipih persegi itu lalu kembali meletakkan di atas nakas pria itu tersenyum,perasaan lega setelah membaca pesan yang dikirim oleh Arumi,dirinya merasa senang Arumi menerima ajakannya,walau sesaat kemudian ia kembali bersedih karena malam nanti adalah malam terakhir ia bisa melihat wanita itu dari dekat dan entah kapan lagi ia akan mendapat kesempatan yang sama seperti malam nanti.


Alvaro beranjak dari tempat tidur dan berjalan melangkah menuju balkon apartemenya,untuk menenangkan pikirannya,ia berusaha membuang semua kesedihannya dengan melemparkan pandangannya keluar menatap alam semesta.


Alvaro tersentak dari tidurnya yang baru saja terlelap,ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan lalu mengedarkan pandangannya di dalam ruangan apartemennya sekilas matanya terpaku pada jam dinding yang ada diruangan tersebut"Sudah jam tujuh rupanya,aku hampir saja lupa akan janji ku pada wanita itu"gumam Alvaro,ia lalu berdiri dan melangkah menuju kamar mandi.


Setelah menyelesaikan mandi dan berpakaian ia menuju mobilnya yang terparkir,mesin mobil pun terdengar menyala sesaat kemudian segera berlalu dari pelataran apartemennya menuju kerumah Arumi wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta.


Arumi dengan mengenakan dress selutut berwarna pink tampak begitu sangat anggun serasi dengan polesan lipstiknya yang tipis,wanita itu menuju pintu rumahnya begitu melihat mobil Alvaro yang telah terparkir dihalaman rumahnya.


"Maaf ya jadi lama nunggunya"ujar Alvaro menatap pada Arumi tak berkedip,Arumi berdehem Alvaro jadi panik karena wanita itu mengetahui akan sikapnya barusan,ia pun melemparkan pandangannya ke dalam rumah Arumi seolah sedang mencari sesuatu.


"Nggak kok mas,ayuk mas kita langsung berangkat ibu kebetulan sedang ada pengajian"tutur Arumi menjelaskan seolah tahu apa yang ingin pria itu tanyakan.


berjalan beriringan menuju kearah mobil.


Didalam perjalanan sebelum menuju taman kota,pria itu menghentikan mobilnya disebuah restoran ia mengajak Arumi untuk makan malam,lagi-lagi Arumi sama sekali tidak menolak ajakan Alvaro,hati pria itu benar-benar merasa sangat bahagia dapat menikmati malam bersama wanita pujaan hatinya itu.


Setelah makan malam mereka menuju taman kota,mereka duduk di sebuah bangku panjang menyisakan jarak satu bangku diantara mereka,suasana mendadak hening entah mengapa keduanya merasa canggung terlebih Alvaro walau dihatinya ingin terus berada dekat dengan wanita itu,meskipun pria itu sudah berusaha menyingkirkan rasa sukanya pada Arumi mengingat wanita itu sudah pun mempunyai kekasih namun usahanya itu tidak pernah berhasil.


Berbeda dengan Alvaro, dipikiran Arumi mengatakan bahwa pria itu sepertinya ingin mengatakan sesuatu,akan tetapi dirinya sungkan untuk menanyakan hal itu pada lelaki itu,Arumi menatap bulan yang ditemani ribuan bintang-bintang.


"Begitu indah bulan itu bukan?" Alvaro memulai membuka obrolan,ia menoleh pada wajah ayu wanita yang sedang asik menatap rembulan.


"Hem"Arumi menjawab dengan gumaman.


"Kamu menyukainya?"


"Semua orang akan menyukainya mas"ujar Arumi menoleh pada Alvaro sesaat kemudian kembali menatap sang rembulan.

__ADS_1


"Arumi"panggil Alvaro lirih namun Arumi masih dapat mendengar pria itu sedang memanggil dirinya.


"Iya,ada apa mas"ujar Arumi.a


"Eh anu Rum,emm anu"lidah pria itu tiba-tiba kelu tak mampu untuk berkata-kata,wanita itu mengernyitkan dahinya.


"Aduh kenapa gue bisa segugup ini sih,dasar payah lu Al" batin Alvaro merutuki dirinya sendiri.


"Mas mau ngomong apa sih?'tanya Arumi menatap pria yang sedang duduk disebelahnya intens.


"Apakah ini tidak berlebihan jika aku mengatakan pada nya sementara' gue bukan siapa -siapa baginya" lagi-lagi Alvaro membatin.


"Halo mas mau ngomongin apa sih,kok malah diam gini?" lagi-lagi Arumi bertanya dengan kalimat yang sama, Alvaro yang mode melamun tersentak kaget.


"Eh iya,kok malah lupa ya"ucap Alvaro menutupi suasana hatinya yang campur aduk.


"Oh iya, mungkin ini adalah malam terakhir buat kita ngobrol secara langsung seperti ini"imbuh pria itu.


"Maksudnya apa mas"


"Karena besok aku harus pergi dari kota ini,aku dimutasi kemedan"wajah gugup Alvaro kini berubah murung ada sesuatu yang terasa menghimpit dadanya.


"O..ya?" mengapa ini begitu tiba-tiba mas?" kata Arumi wajahnya tampak kaget.


"Sama seperti dirimu,aku juga tidak menyangka bakal secepat ini dipindah tugaskan,tapi ya mau gimana lagi tugas harus tetap dijalankan bukan?"jawab Alvaro dengan suara parau ia akhirnya harus tunduk pada tugasnya.


"Bener mas,semoga ditempat yang baru nanti mas betah dan semangkin sukses"Arumi memberikan support buat mas"


"Terimakasih" jawab Alvaro datar.


Seketika suasana kembali hening,keduanya larut dalam pikirannya masing-masing,Arumi tidak tahu lagi apa yang akan ia bicarakan,begitu pula dengan Alvaro ia bingung apa lagi yang akan ia bahas bersama dengan Arumi sedangkan untuk mengutarakan perasaannya ia pikir itu hanyalah sia-sia karena ia sendiri tahu jawaban apa yang bakal ia terima.


Gerimis mulai turun membasahi bumi,mereka berlari menuju mobil dan memutuskan untuk kembali pulang kerumah.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2