Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.8


__ADS_3

Begitu sampai dirumah Khalista segera menemui sang mama,ia langsung menuju kamar mamanya yang berada dilantai atas " Ma.... mama" panggil Khalista saat ia membuka pintu kamar namun ternyata sang mama sepertinya tidak sedang berada didalam kamar Khalista segera berlari kecil menuruni tangga " dimana mama bik" ujar Khalista bertanya kepada wanita paruh baya yang sedang sibuk dengan kegiatan masaknya didapur " ibuk ada dibelakang non lagi mengurusi bunga - bunganya" jawab bik Ijah yang sudah bertahun - tahun lamanya mengabdi dirumah orang tua Khalista.


Khalista segera menuju halaman belakang rumahnya yang cukup luas begitu melihat sang mama ia segera menghampirinya "Mama disini rupanya" Ujar Khalista begitu berada didepan mamanya " ada apa sayang" ujar mamanya seketika menolah kearah Khalista " Ma Khalis rindu dengan nenek ma,dan sore ini Khalis ingin sekali mengunjungi nenek" ujar Khalista kepada mamanya.


"Baiklah sayang apakah kamu mau mama meminta mang Asep untuk menghantarkan kamu sayang " tanya mamanya Khalista lalu berdiri menatap putri kesayangannya itu dan tersenyum manis " Tidak ma,Khalista ingin mengendarai mobil sendiri ma dan Khalista akan pergi bersama Angel" ujar Khalista yang saat ini berjalan beriringan dengan mamanya masuk kedalam rumah "Mana Angel sayang kok mama tidak melihatnya" tanya mamanya Khalista sembari mencari sosok Angel " Ada ma diruang tamu,Khalis mo siap - siap ya ma takutnya larut malam tiba dirumah nenek"ujar Khalista segera masuk kedalam kamar dan mamanya Khalista menemui Angel sahabat putrinya itu diruang tamu.


"Hey tan" sapa Angel begitu melihat mama Khalista "Hey sayang" jawab mama Khalista tersenyum ramah sambil menunggu Khalista yang tengah bersiap - siap dikamarnya,mama Khalista dan Angel ngobrol dengan penuh keakraban diruang tamu sembari menikmati cemilan yang dihidangkan bik Ijah.


Tak berapa lama Khalista muncul lengkap dengan ransel yang disandang pada pundaknya " Ma Khalis dan Angel berangkat ya ma" ujar Khalista segera meminta izin pada sang mama sembari mencium punggung telapak tangan sang mama"Iya sayang hati - hati dijalan dan sampaikan salam mama dan papa pada nenek ya" ucap mamanya Khalista sambil mengusap pucuk kepala sang putri dan Angel secara bergantian.


Sebelum berangkat sore itu terlebih dahulu Khalista mengantarkan Angel pulang kerumahnya untuk mengambil beberapa pakaian dan izin kepada ortu Angel pastinya.Khalista segera mengeluarkan handphone miliknya dari.balik saku celana jeansnya segera mendial nomor Baskoro dan langsung menelepon Baskoro.


"Halo kalian kemana aja sih gua dari tadi mencoba menghubungi lu dan Angel namun satu diantara kalian tidak mengangkat telfon dari gue, gimana Arumi diperbolehkan untuk ikut acara kita besok?" nyokap nya ngasih izinkan" ujar Baskoro memberondong pertanyaan pada Khalista setelah menghela nafas panjang Khalista segera memberikan jawaban pada Baskoro "Maafkan gue dan Angel" kami tidak sempat kerumah Arumi, mendadak gue harus berangkat tadi ke kota B karena ada urusan keluarga dan Angel menemani gue saat ini,maafkan kami Bas" ujar Khalista dengan suara berat " Ya mo gimana lagi,kalian berdua hati - hati dijalan semoga urusan lu cepet kelar" ujar Baskoro dengan intonasi yang terkesan menunjukkan rasa kecewanya setelah Baskoro memutuskan sambungan telfon dari Khalista.


Baskoro secara sepontan melemparkan kemasan botol minuman yang berada didepannya membuat sahabatnya saling pandang dan suasana mendadak sepi.


Setelah berpamitan kepada mama dan papanya melalui sambungan telfon Angel melangkah keluar berjalan menuju mobil Khalista yang sedang parkir didepan rumah miliknya dan segera masuk kedalam mobil " oke let's go " ucap Angel kepada Khalista dengan wajah lucunya membuat Khalista tersenyum geli.


Belum sempat Khalista menyalakan mobilnya seorang pemuda tampan dengan mengendarai motor gede mendekat kearah mobil Khalista dan pemuda macho tersebut adalah abang kandung dari sahabatnya " Mau kemana lu kura - kura " ujar pemuda itu menatap sang adik yang duduk disebelah Khalista, Khalista pun dapat menatap secara dekat pemuda yang ia kagumi tersebut "gue bukan kura- kura,gue manusia dan gue punya nama!" jawab sang adik ketus.

__ADS_1


"Oke,Angel yang manis dan paling cakep,lu mo kemana sih jangan sampai gue diomelin dan dimarah nyokab bokab jika lu kenapa - Napa nantinya faham?" ujar Freddy dengan suara sengaja dibuat lembut.


"Gue udah dapat izin bonyok jadi lu nggak usah khawatir ok" ujar Angel pada sang kakak dan segera mengajak Khalista agar segera berlalu meninggalkan sang kakak yang selalu overprotektif kepada dirinya


"Kak gue minta Angel untuk temenin gue mengunjungi nenek yang berada di B dan sebelumnya Angel sudah memberitahu om dan tante dan mereka mengizinkan kak" ujar Khalista pada kakak sahabatnya itu padahal Angel sudah menjelaskan bahwa ortu mereka telah memberi izin,Khalista sengaja ingin berlama - lama menatap wajah tampan berkharismatik yang berada dihadapannya saat ini.


"Oke gue percayakan sama lu,dan gue berharap lu bisa sabar jagain kura - kura labil ini" ujar Freddy namun disisi lain ia mulai menyadari kecantikan Khalista yang begitu mempesona sehingga membuat kedua mata Freddy tak berkedip dan akhirnya mereka saling menatap satu sama lain ehem Angel sengaja berdehem membuat kedua salah tingkah,setelah saling melempar senyuman Khalista menyalakan mobilnya dan berlalu meninggalkan Freddy yang masih berdiri ditempat tersebut.


"Khalis lu naksir abang gua ya" ujar Angel bertanya kepada Khalista yang sedang fokus menyetir.


"Apaan sih lu" jawab Khalista dengan pipi berubah merona merah menahan malu.


Siang telah berganti sore namun terik sinar matahari masih terasa begitu menyengat Arumi buru - buru mempercepat langkahnya menghampiri sang adik yang sudah menunggunya didepan toko milik mereka namun Arumi mengurungkan niat untuk segera naik di boncengan sang adik karena tiba - tiba handphone miliknya mengeluarkan bunyi Arumi segera menghindar dari terik matahari dan segera menerima panggilan dari Baskoro pujaan hatinya.


"Halo ada apa mas?" ucap Arumi dengan bersemangat.


"Sayang,apakah Angel dan Khalista sudah memberitahumu?" ujar Baskoro kepada wanita yang ia cintai itu.


"Tentang apa mas?" sejak siang tadi mereka belum ada meneleponku sama sekali,memang ada apa sih mas?" ujar Arumi dengan raut wajah tampak serius.

__ADS_1


"Rencana kita gagal sayang,Khalista mendadak keluar kota ada urusan penting sedangkan Angel menemani Khalista so mereka tidak jadi kerumahmu,untuk itu mas berharap kamu sendiri yang membujuk ibumu agar kita bisa datang bersama acara dipuncak malam besok" ujar Baskoro dengan penuh harap.


"Aku akan usahakan mas nanti aku akan kabari" ucap Arumi dengan hati yang diselimuti kebimbangan,Arumi segera naik keatas motor setelah mengakhiri pembicaran nya dengan kekasihnya itu,kedua kakak beradik tersebut segera meninggalkan pasar yang mulai sepi hanya terlihat beberapa pedagang lain yang juga tampak bersiap - siap hendak pulang kerumah mereka masing - masing.


Setelah melaksanan sholat isya Arumi menghampiri sang ibu yang tengah berada didapur dengan tangan berlumuran tepung roti, tangan itu begitu cekatan mencampur adonan kedalam baskom besar,membuat kue adalah usaha sampingan yang dilakukan buk Irma untuk menambah biaya kebutuhan hidupnya dan kedua anak gadisnya karena jika hanya mengandalkan dari hasil berjualan bunga dipasar tidak akan cukup bagi kelangsungan hidup mereka.


Arumi semangkin ragu untuk menyampaikan niatnya yang hendak menghadiri acara perayaan kelulusan sekolah yang akan dilaksanakan dipuncak besok malam,buk Irma menangkap ada sesuatu yang tengah ditutupi oleh putri sulungnya itu.


"Arumi ada apa denganmu nduk?",ayo kemari lah dan cerita ke ibu nduk" tanya buk Irma yang melihat Arumi berdiri mematung diambang pintu,kendati ragu akhirnya Arumi menyampaikan niatnya.


"Bu besok malam akan diadakan acara perayaan kelulusan sekaligus perpisahan sekolah kami Bu,bolehkan Arumi ikut serta dalam acara tersebut" ujar Arumi kepada sang ibu seketika buk Irma menghentikan aktivitasnya buk Irma menatap pada anak gadisnya tersebut.


" Mengapa tidak ada undangan buat ibu nak biasanya kan selalu ada pemberitahuan dari pihak sekolah kepada para wali murid?" ujar buk Irma bertanya kepada Arumi.


"Acara tersebut tidak dari pihak sekolah yang menyelenggarakan Bu itu kesepakatan dari para siswa" ucap Arumi jujur.


"Hmmm dimana acara tersebut akan diadakan' ujar buk Irma kembali bertanya secara detail,untuk kali ini Arumi begitu berat mengatakan ia sejenak terdiam untuk menyusun keberanian " Di puncak Bu" ujar Arumi dengan hati yang mulai takut.


#Hai raiders terima kasih yang telah sudi mampir dan selalu setia memberi support dicerita q yang berjudul CINTAMU MEMBAWAKU PULANG dan DENDAM KEKASIH eps sebelumnya untk selanjutnya author tetap mengharap dukungan dari para raiders yang Budiman,🙏 like,vote dan juga coment raiders adalah semangatku🤗

__ADS_1


__ADS_2