Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.26


__ADS_3

Hari ini cuaca cukup panas,tidak tampak awan yang berarak disekitarnya,sang mentari melaksanakan tugasnya dengan sempurna.


Buk Irma ibunya Arumi baru saja pulang dari mengantar pesanan kue buk RT yang akan mengadakan wirid nanti malam,teriknya sinar matahari yang memantul pada kaca spion membuat silau mata buk Irma dan menganggu pemandangannya sehingga ia terpaksa mengerem mendadak sepeda motornya ketika seorang bocah yang secara tiba - tiba melintas dihadapannya,dan akhirnya buk Irma terjatuh namun beruntung buk Irma tidak mengalami luka yang cukup serius.


"Kamu tidak kenapa - napa Ir " ucap pak Supriyanto dengan segera membantu buk Irma untuk berdiri tampak di wajahnya begitu panik dan memeriksa tangan buk Irma untuk mengecek dengan pasti tidak ada yang luka, saat itu kebetulan pak Supriyanto dari tempat kerja dan hendak pulang kerumah untuk makan siang.


"Aku tidak apa - apa" ujar buk Irma dan buru - buru menepis tangan pak Supriyanto.


"Kamu kenapa sih Ir" aku hanya ingin memastikan bahwa kamu baik - baik saja" ujar pria paruh baya tersebut dengan raut wajah sedih.


"Sekarang kamu bisa lihat kan aku baik - baik saja,sekarang mending kamu pulang" ucap buk Irma dan segera menegakkan sepeda motornya pak Supriyanto ingin membantu namun lagi - lagi buk Irma melarangnya,setelah sepeda motor tersebut berhasil ditegakkan ibu Irma segera menyalakan mesin motornya dan berlalu dari tempat itu,pak Supriyanto hanya bisa menatap kepergian wanita yang pernah ia cintai dari dulu hingga saat sekarang ini.


"Ternyata kamu begitu membenciku Ir"batin pak Supriyanto dan segera melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.


Tak disangka pertemuan singkat dua insan yang dulunya saling mencintai tersebut terlihat oleh Wak Minah si tukang gosip tersebut.


Ketika lewat di depan rumah bapak Supriyanto Wak Minah melihat istri pak Supriyanto yaitu buk Tuti sedang duduk - duduk manis dibawah pohon yang rindang jiwa suka membuat ribut orang tiba -tiba meronta -ronta karena Wak Minah jika sehari saja tidak menciptakan keributan pada orang lain maka badannya akan terasa meriang.


"Wah ternyata istri pejabat kelurahan bisa kepanasan juga ya,emang nggak pake AC di rumah buk" ucap wak Minah menyapa buk Tuti yang sedang ngadem dibawah pohon depan rumahnya sambil mengipas - ngipas tangannya kearah badannya sendiri dengan mengunakan kipas.


"Lagi mati lampu wak" jawab buk Tuti sambil terus mengipas - ngipas.

__ADS_1


"Wah pasti buk Tuti akan tambah panas kalau lihat kejadian barusan" ucap wak Minah lagi.


"Kejadian apa ya wak" ujar Bu Tuti serius


"Sebenarnya malas saya buk memberitahu takutnya timbul fitnah,tapi ya itu tadi saya kesel lihatnya sudah tahu bapak Supriyanto itu suaminya buk Tuti wanita yang paling baik dan paling cantik di kampung ini, eh malah tu si Irma semangkin aja kegenitan mencoba menggoda suami ibuk,saya cuma kasihan saja dengan buk Tuti takutnya nanti gara janda jadi janda" ucap wak Minah semangkin membuat cuaca panas tambah panas.


"Udah deh Wak nggak usah berbelit- belit,dimana Wak melihatnya" ujar buk Tuti menghentikan aktivitas mengipasi badannya.


"Di perempatan jalan sono buk,tapi saya nggak ikut - ikutan lho buk saya permisi dulu karena lagi banyak pekerjaan menunggu di rumah buk" jawab Wak Minah berlenggang pergi sambil senyum - senyum sendiri karena berhasil membuat buk Tuti menjadi benar - benar kepanasan hari ini.


Buk Tuti yang sudah tersulut emosi bergegas menutup pintu dan menuju tempat yang di ucapkan Wak Minah barusan.


Sementara buk Irma yang sedang banjir pesanan kuenya mampir di toko ko Acong karena persediaan bahan - bahan kue di rumah sudah habis,ia pun menghentikan motornya tepat di toko ko Acong.


Begitu melihat buk Tuti,ko Acong mulai curiga karena melihat ada gelagat aneh pada buk Tuti ketika menatap kearah buk Irma yang sedang fokus memilih sesuatu barang yang hendak dibelinya.


"Gua ali ini tidak jualan lo,toko gua mo tutup mending lu olang pada balik" ujar ko Acong memegang raket nyamuk di tangannya dengan menatap seksama kepada buk Tuti,ternyata ko Acong masih trauma akan kejadian beberapa bulan lalu yang mengakibatkan dirinya manyak lugi ho😆.


Dan jurus yang digunakan ko Acong ternyata ampuh, membuat nyali Tuti ciut juga kerena melihat raket nyamuk yang berada ditangan Ko Acong saat ini.


"Oh begitu ya ko" ujar buk Tuti garuk - garuk kepala dengan cengengesan.

__ADS_1


"Tidak pakai begitu - begitu lo buluan balik penyakit labies gua sudah mulai kambuh ho" ujar ko Acong mulai emosi,buk Tutik bergidik ngeri dan bergegas meninggalkan toko ko Acong dengan jurus langkah seribu lima ratus eh nggak ding jurus seribu maksud author 😁.


Mendengar perkataan ko Acong barusan bukan hanya buk Tuti saja yang ngeri buk Irma juga merasa ketakutan takut tertular pastinya, buk Irma sempat menoleh kearah Ko Acong untuk memastikan penyakit rabies ko Acong belum mulai kambuh karena dirinya belum selesai memilih bahan kue yang akan dibelinya nya.


"Lu kenapa lilik - lilik gua lu mau gua gigit bial lu ketularan ho" ucap ko Acong kepada buk Irma sontak membuat buk Irma panik bergegas membayar barang belanjaannya walau belum lengkap,keringat dingin mengucur ditubuh buk Irma dengan buru - buru ia pun melangkah keluar toko setelah melakukan pembayaran dan segera tancap gas dengan sepeda motornya.


Ko Acong tertawa bangga telah berhasil membuat kedua wanita tersebut meninggalkan toko miliknya "emang enak Acong gitu lho nggak bakal lu olang bisa buat gua lugi lagi lo" ujar ko Acong berbicara sendiri.


Istri ko Acong yang ingin menyuguhkan segelas susu coklat hangat dan cakwe kepada suaminya jadi mengurungkan niatnya, karena ia mendengar ucapan suaminya dari balik pintu bahwa sang suami kini mengidap penyakit rabies,Mimi istri ko Acong berbalik badan untuk kembali masuk ke dapur namun karena dirinya sedang kepikiran penyakit sang suami membuat Mimi tidak fokus sehingga piring yang berisi cakwe jatuh kelantai berserakan suara piring yang jatuh terdengar sampai di telinga Ko Acong sontak ko Acong bergegas masuk kedalam dan


"Byurrrrrrrr...........................


Wajah ko Acong disiram susu coklat oleh sang istri.


"Haya daling lu kenapa silam muka tanvam gua lo"ujar ko Acong sedikit berteriak.


"qin ai de ( sayang) jangan dekat - dekat,gua belum mau mati,lu tidak boleh tularkan lu punya penyakit ke gua lo" ujar Mimi dengan menangis histeris.


Dengan ucapan istrinya barusan ko Acong jadi mengerti bahwa istrinya telah salah faham terhadap dirinya hingga sang istri tidak ingin didekati olehnya.


Dengan wajah merah menahan rasa panas ko Acong segera meninggalkan sang istri yang masih menangis histeris "Ya Tuhan jangan kasih perempuan gendut juga jelek itu kembali ke toko gua tuhan,gua banyak susah ho!!!" seru ko Acong yang kesal terhadap buk Tuti dan buk Irma yang selalu membuat dirinya tidak beruntung.

__ADS_1


"Hey raiders sory ya 🙏 jika endingnya nggak ******* terus support ya biar bisa buat ending yang lebih pecah nantinya dengan cara berikan jempol kalian dan juga tinggalin jejak👌😘#


__ADS_2