Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.31


__ADS_3

Setelah perkuliahan selesai Arumi dan Angel keluar dari ruang kelas menyusuri koridor kampus,dari lantai atas Angel melihat Bayu yang sedang bercengkrama bersama temannya disebuah pohon rindang.


"Cie yang lagi kasmaran, sampai segitunya ngelihatin"ujar Arumi sambil menyenggol lengan tangan sahabat karibnya.


"Apaan sih Rum" ucap Angel malu - malu.


"Samperin aja yuk dari pada cuma lihat dari jauh ntar malah meriang lho" ujar Arumi segera menarik Angel yang tadinya masih terpaku ditempatnya,di lorong kampus Arumi berpapasan dengan Baskoro yang tampak sedang berjalan terburu - buru.


"Mas Bas" ucap Arumi menyapa kekasihnya tersebut.


"Eh iya sayang,maaf ya mas sedang ada projects mas duluan ya" ucap Baskoro mengecup kening Arumi dan segera berlalu pergi tanpa Arumi sempat membalas perkataan lelaki pujaan hatinya tersebut,dengan tidak berniat untuk mengetahui pasti projects apa yang sedang Baskoro lakukan Arumi dan Angel segera menghampiri Bayu.


"Ehem - ehem apakah kami boleh bergabung" ujar Arumi menyapa Bayu dan temannya.


"Eh kalian,silakan dengan senang hati,kapan lagi bisa ditemani ngobrol dengan dua orang bidadari sekaligus" ujar Bayu dengan tersenyum ramah membuat Angel jadi salah tingkah karena Bayu yang terus menatap kearahnya.


"Kayaknya lagi seru nih,kalau boleh tau lagi ngobrolin apa sih mas" tanya Arumi segera duduk diantara Bayu dan teman - temannya.


"Biasalah Rum lagi membahas masalah urusan cowok" ujar Denis menimpali.


"Wah beda server kalau begitu,dan nggak bakal nyambung donk jika kita berdua ikutan gabung" celetuk Angel


" Yaelah tinggal ganti topik kalau begitu Jel" ujar Bayu secara reflek memegang tangan Angel, karena gadis tersebut hendak kembali berdiri mendapat perlakuan demikian dari Bayu,Angel merasa euforia.

__ADS_1


"Kalau yang satu ini pasti langsung klik gua yakin seratus persen" ucap Nofan mencoba menggoda Bayu yang tertangkap basah memegang tangan Angel agar tetap duduk disampingnya,membuat semua yang berada ditempat itu tertawa menatap kearah Bayu.


Suasana sore yang sangat cerah dengan tiupan angin sepoi-sepoi menambah keasikan bagi mereka untuk saling ngobrol satu dengan yang lainnya.


"Gimana Yu jadi kita gerak sore ini"ujar seorang pemuda yang baru saja gabung.


"Gimana Den" ucap Bayu meminta pendapat dari Denis yang disambut anggukan oleh Denis.


"Kalian berdua ada jam kuliah lagi nggak" ujar Bayu bertanya pada Angel dan Arumi.


"Nggak sih mas,emang kenapa mas" ucap Arumi balik bertanya.


"Bagus kalau begitu,gimana jika ikut kami" ujar Denis mewakili Bayu yang tampak ragu untuk memberikan jawaban pada Arumi.


"Hmmm emang mau kemana sih mas" ujar Angel pada Bayu.


"Baik kami ikut kalau begitu" ujar Arumi dengan tersenyum,akhirnya mereka berlima dengan mengendarai mobil Angel kembali berkunjung kerumah almarhumah Melati wanita malang yang tewas secara tidak wajar disebuah bangunan tua satu bulan lalu.


Dalam perjalanan Bayu membahas tentang masalah tersebut kepada temannya Arumi yang mendengarnya tampak ikut prihatin akan musibah yang menimpa Melati,begitu sampai ditempat yang menjadikan tujuan mereka sore ini seperti biasa Bayu menepikan mobil Angel dipinggir jalan karena jalan menuju kerumah buk Endang hanyalah sebuah gang sempit yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, mereka terpaksa turun dan berjalan melewati perumahan kumuh,mereka menyapa ramah kepada warga setempat yang kebetulan berpapasan dengan mereka,tidak seperti biasanya buk Endang menyambut dingin kedatangan Bayu bersama rekannya,bahkan Joko yang kebetulan baru pulang dari kebun milik pak Hadi hanya menatap nanar pada Bayu saat menyapa dirinya.


"Maaf nak Bayu ada apa ya hingga nak Bayu Kembali berkunjung ke gubuk kami ini" ujar Buk Endang membuat Ke lima mahasiswa tersebut saling pandang,mereka sepertinya sama merasakan bahwa si pemilik rumah merasa tidak nyaman akan kedatangan mereka sore ini.


"Kami hanya sekedar bersilaturahmi buk dan sekalian ingin ngobrol dengan Joko"

__ADS_1


"Maaf nak Bayu,ibuk mengerti maksud dari kedatangan nak Bayu tetapi kami sudah merelakan kepergian Melati,kami sudah ikhlas apa yang sudah menimpa putri kami" ujar buk Endang dengan mata mulai berkaca - kaca.


"Tapi buk........."


Bayu menghentikan kata - katanya karena buk Endang segera memotong pembicaraan Bayu.


"Sudahlah nak Bayu kami sudah cukup menderita,semuanya sudah selesai tidak perlu diungkit kembali dan ibuk mohon agar nak Bayu segera meninggalkan rumah kami karena saya dan anak saya Joko ingin beristirahat" ucap Buk Endang dengan wajah penuh harap,Denis menganggukkan kepala begitu Bayu menoleh kearahnya Bayu tidak bisa berbuat apa - apa,usahanya gagal untuk meminta keterangan dari Joko tentang kejadian Melati terbunuh malam itu,di hati kecil Bayu Joko adik Melati mengetahui apa yang terjadi terhadap sang kakak namun sengaja Joko menyembunyikan hal tersebut.


Akhirnya Bayu bersama yang lainnya terpaksa meninggalkan rumah buk Endang dengan menyimpan sejuta teka - teki,saat berjalan hendak pulang menuju mobil yang terparkir diujung gang Bayu dan temannya kembali bertemu dengan Brok yang menatap sinis kepada mereka.


"Ada yang aneh dengan pemuda tadi bro" ujar Nofan seketika.


"Gua juga merasakan hal yang sama,atau jangan - jangan pemuda itu ada hubungannya dengan meninggalnya Melati" ujar Denis dan segera masuk kedalam mobil sedangkan Bayu dan yang lainnya diam tak bergeming mereka sama - sama larut dalam pikirannya masing - masing.


Langit tampak gelap ketika mentari semangkin condong kearah barat,Bayu mengarahkan kemudinya kembali ke kampus karena masih ada satu mata kuliah yang harus mereka ikuti.


"Kalian berdua mau langsung pulang?" ujar Bayu kepada Angel dan Arumi begitu akan sampai di gerbang kampus.


"Iya mas" ujar Angel dengan singkat sementara Arumi hanya diam ia masih kepikiran tentang apa yang menimpa putri buk Endang,begitu Bayu,Denis dan Nofan turun dari mobil.Angel segera mengambil alih kemudi dan segera berlalu meninggalkan kampus dan mengantar Arumi terlebih dahulu.


"Ada apa sih beb sepulangnya dari rumah buk Endang lu banyak diamnya" ujar Angel membuyarkan lamunan Arumi seketika.


"Gue bersimpati dengan buk Endang,gue tahu ini cukup berat buat buk Endang Jel" Ujar Arumi menatap jalanan.

__ADS_1


"Iya sih beb dari wajahnya kita bisa tau bahwa buk Endang belum bisa menerima begitu saja walau bibirnya mengucapkan ikhlas"jawab Angel sepaham dengan Arumi.


"Susah ya jika jadi orang miskin hidup selalu ditindas" ujar Arumi menarik napas dalam Angel hanya diam menanggapi ucapan sahabatnya karena apa yang keluar dari mulut sahabatnya itu memang benar adanya,banyak fakta di lapangan masyarakat kecil yang tidak mendapatkan haknya,Angel pun larut dalam diam ia akhirnya sadar bahwa dirinya harus bersyukur akan kehidupan yang ia jalani selama ini terlahir dari keluarga yang cukup berada,ia menyesal dulu selalu protes dan bahkan marah pada kedua orang tuanya saat dirinya ditinggal dirumah hanya dengan pembantu mereka saat kedua orangtuanya sedang sibuk bekerja.


__ADS_2