
Sebuah mobil sport mewah melaju dengan kecepatan rata-rata,selama dalam perjalanan hanya keheningan yang melanda diantara kedua lelaki tersebut,jika anak buahnya fokus menyetir mobil lain halnya dengan Alvaro kendati lelaki itu fokus dengan pemandangan jalan yang ia lihat dari dalam mobil melalui kaca jendela namun hatinya sedang memikirkan Arumi.
Alvaro tampak menghela napas panjang membuat lelaki yang berada disampingnya itu melirik kearahnya.
"Maaf ndan kita telah sampai" ujar lelaki tersebut Alvaro yang sebelumnya menatap jalanan kini beralih menatap kearah lelaki tersebut.
"Ehm.... kamu boleh pulang sekarang,bawa saja mobilnya besok jemput saya pukul sembilan tepat" ujar Alvaro sebelum turun dari mobil sport mewah miliknya.
"Siap ndan" jawab lelaki tersebut dengan sedikit membungkuk memberi hormat,Alvaro melepaskan seatbelt dan segera turun dari dalam mobil miliknya.
๐kembali ke suasana kampus ๐
Baskoro melangkah kembali masuk kedalam aula kampus,lelaki tersebut mengedarkan pandangannya sekeliling ruangan namun ia tidak menemukan sosok yang ia cari.
"Hy Bay mana Arumi" tanya Baskoro menepuk bahu pemuda yang tengah menyusun kursi diruangan tersebut.
"Oh kamu Bas,Arumi sedang membantu Novan membersihkan ruangan sebelah Bas" jawab Bayu sembari menempatkan susunan kursi dipojok ruangan.
"Ok gua nyusul ke sebelah aja,owh iya Bay"Angel nungguin lu tu" ucap Baskoro, setelah menyampaikan pesan dari Angel ia pun keluar dari dalam Aula melangkah menuju keruangan sebelah.
Baskoro memutar handle pintu dan pintu ruangan itu pun terbuka lebar namun didalam ruangan tersebut tidak ada siapa - siapa,lelaki itupun mengeluarkan benda pipih dari dalam saku celananya lalu segera mendial nomor sang kekasih dan langsung menghubungi nomor tersebut.
"Halo ada apa mas" jawab Arumi begitu ia menerima panggilan telfon Baskoro.
"Kamu dimana sih sayang"
"Aku di toilet mas,maaf habisnya kebelet sih"
"Owh cepetan ya mas dan yang lain nunggu di parkiran"
Setelah mengetahui Arumi yang sedang berada di toilet kampus Baskoro pun memutuskan sambungan teleponnya,namun tiba - tiba lelaki tersebut kebelet buang air kecil tanpa menunggu lebih lama ia segera mempercepat langkahnya berjalan ke arah toilet.
__ADS_1
Arumi tampak senyum - senyum membayangkan sang kekasih,hingga gadis tersebut tidak menyadari bahwa Novan sedang menunggunya tepat didepan pintu toilet, Novan sengaja mengikuti Arumi kedalam toilet wanita,lelaki tersebut berniat akan melancarkan aksi bejatnya yang tertunda saat mereka sedang berduaan tadi, sebenarnya saat berduaan diruangan tadi Novan hampir berhasil mendapatkan Arumi,apalagi obat tersebut sudah bereaksi,bahkan saat Novan sengaja menyentuh pipi Arumi gadis itu hanya diam membisu namun tiba - tiba gadis itu sedang kebelet dan akhirnya berlari menuju toilet.
Baskoro yang sedang terburu-buru menuju ke toilet mendadak menghentikan langkahnya saat tanpa sengaja melihat sesosok lelaki yang tengah berdiri tepat di pintu toilet wanita,Baskoro yang kemudian ingat bahwa sang kekasih sedang berada di toilet tersebut sengaja menegur lelaki tersebut.
"Ehem....."
Baskoro sengaja berdehem,membuat Novan kaget terhingga.
"Hy lu Bas,ngapain?" kebelet juga ya"ujar Novan salah tingkah.
"Seharusnya gua yang nanya,ku ngapain berada di toilet wanita" tanya Baskoro ketus.
"Eh anu....anu bro,gua tadi kebelet Ja....jadi ya itu karena buru - buru gua lupa salah ma...masuknya" sangking gugupnya Novan asal bicara menjawab pertanyaan Baskoro.
Arumi yang mendengar jelas suara Baskoro dan Novan segera keluar dari toilet begitu selesai.
"Lho Novan,mas Bas kenapa kalian berdua ada disini?" tanya Arumi dengan alis yang menyatu.
"Eng....enggaklah nga...ngapain gua ngintip" jawab Novan mengelak membuat Baskoro naik pitam lelaki tersebut segera menarik kerah baju Novan dan hendak melayangkan bogem.
"Mas kumohon jangan mas biarkan Novan pergi,aku tak ingin terjadi perkelahian diantara kalian"ujar Arumi menatap sendu pada sang kekasih.
"B*ngsa*t sekarang lu boleh pergi tapi ingat jika lu berani macam - macam dengan pacar gua maka jangan salahkan gua jika lu bakal tidak bisa berjalan" ujar Baskoro dengan nada mengancam lalu melepaskan tangannya dari kerah lelaki itu,Novan pun berlalu tanpa sepatah kata.
"Makasih mas" ucap Arumi dengan menghambur kedalam pelukan Baskoro.
"Lain kali jangan pergi sendirian sayang apalagi dalam situasi seperti ini" ujar Baskoro,Arumi mendongakkan wajah menatap Baskoro sayu dan menganggukkan keoalanya,desiran aneh dirasakan oleh Baskoro lelaki tersebut lalu menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantik wanita yang berada dalam peluknya itu,Arumi seketika memejamkan matanya membuat hasrat kelelakian nya jadi tertantang.
Baskoro mengecup hidung bangir milik gadisnya,Baskoro bisa merasakan hembusan nafas Arumi yang terasa begitu hangat mengenai wajahnya wanita itu tampak semangkin cantik dengan mata yang terpejam mendapat respon seperti itu membuat Baskoro semangkin berani bibir lelaki itu turun sedikit ke bawah ia ingin segera merasakan manisnya bibir ranum gadisnya itu.
Suara dering handphone yang berada disaku celana membuat Baskoro menghentikan niatnya,Arumi membuka matanya dan.....
__ADS_1
"Cup.......
Tanpa canggung Arumi mendaratkan ciumannya ke bibir Baskoro matanya berkedip - kedip dengan centil.
"Sayang Angel telfon nih" ujar Baskoro saat melihat nama yang tertera dilayar handphone miliknya.
"Mas bagaimana jika kita jalan dulu sebelum pulang" tawar Arumi dengan tangan mengusap pipi Baskoro, mendapat lampu hijau dari sang kekasih lelaki itu pun tidak melewatkan kesempatan tersebut tanpa basa - basi lelaki itu pun menganggukkan kepala, sepasang kekasih yang sudah di mabuk gejolak hasrat yang kian bergelora itu keluar dari toilet, lalu melangkahkan kaki keluar dari gedung kampus suasana kampus sudah tampak sepi hanya Angel dan empat orang lainnya yang sedang menunggu mereka di area parkiran.
"Kalian ngapain aja sih lama di dalam sana" ujar Angel ngomel begitu Arumi dan Baskoro menghampiri mereka.
"Kalian duluan aja gih,Arumi ikut bersama gua" ujar Baskoro,Angel dan Khalista menatap ke arah Arumi gadis tersebut mengangguk dengan menyunggingkan seulas senyum di bibirnya.
Khalista melirik jam tangannya waktu sudah menunjukkan pukul 00.07.
"Lu yakin Rum,apakah tidak sebaiknya lu pulang dengan kami saja" Khalista mencoba untuk membujuk sahabatnya itu pulang bersama dirinya dan Angel,dirinya kawatir jika Baskoro akan mengajak Arumi ketempat yang tidak sepantasnya,seperti yang sering Freddy katakan kepadanya bahwa Freddy sering melihat kekasih Arumi ketempat hiburan malam bersama Rini.
"Lu jangan kawatir Ta,Arumi aman bersama ku" Baskoro dapat menangkap kekawatiran yang tersirat di wajah dan intonasi ucapan Khalista, untuk itu ia pun mencoba meyakinkan sahabat kekasihnya itu,setelah mengucapkan kalimat tersebut Baskoro menuju sepeda motor miliknya dengan Arumi yang bergelayut manja di lengannya.
......................
Gimana pembaca setiaku suka nggak dengan park ini?"
Smg aja kalian suka ya dan gak bosan-bosan nih aq ingetin kalian semua vote dan komennya โค๏ธ.
Thank you all.
Happy new year 2022 .
See u๐
Dan jng lupa mampir juga ya di novel temen q di ๐
__ADS_1