Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.91


__ADS_3

**Happy reading,jangan lupa vote,like dan komen serta rate bintang limanya ya gaes.


Cikidotssssss😘😘😘**.


...****************...


Sebuah mobil Jeep meluncur dengan kecepatan tinggi kemudian mendadak berhenti tepat didepan pintu gerbang sebuah rumah mewah.


Hitungan detik seseorang melempar sesuatu dari dalan mobil lalu mobil segera tancap gas,dua pria bertubuh kekar yang bertugas jaga di rumah itu bergegas keluar pagar,sebuah kardus besar yang tergeletak tepat di depan pagar membuat kedua pria tersebut saling pandang.


☘️


Bau anyir darah menyeruak keluar saat salah satu anak buah Niko membuka kardus tersebut.


"Oh ****" ujar pria bertubuh gempal tersebut saat kardus terbuka lebar pria itu lalu menutup hidung dengan kedua tangannya.


Niko bangkit dan menghampiri kardus tersebut karena rasa penasarannya,matanya seketika terbelalak begitu melihat apa yang ada di dalam kardus besar tersebut,tubuh pria tanpa kepala dengan tangan terikat tersebut langsung dapat di kenali oleh Niko.


"Artinya Frank telah mengetahui nya ini sangat bahaya buat ku"batin Niko.


Niko berjalan memasuki ruangannya yang diikuti oleh Evan orang kepercayaan Niko sekaligus sahabatnya itu.


Niko menghempaskan tubuhnya pada sofa yang terdapat di dalam ruangan tersebut dengan memejamkan mata sesaat.


"Frank akhirnya tahu,menurut lu bagaimana"ujar Niko menoleh ke arah Evan yang berada di sampingnya.


"Dari awal perang sudah di mulai dan kita harus siap menghadapinya,hanya sebatas Frank gua rasa bukan apa-apa buat kita" ujar Evan dengan tenang.


"Justru yang menjadi ancaman buat kita adalah Alvaro,sejak ia menjabat kasat tidak sedikit ketua geng mafia yang telah diringkusnya"imbuh Evan mengingatkan Niko.


Niko menopang dagu pada sebelah tangannya yang bertumpu pada meja tampak sedang memikirkan sesuatu,lalu sesaat kemudian pria itu segera menghubungi seseorang,dirinya sependapat dengan pendapat Evan


☘️☘️☘️☘️


Suara dentuman musik yang cukup keras terdengar bergemuruh di dalam ruangan club malam,beberapa pengunjung club tersebut tampak tengah asik menari di dance floor.


Alvaro yang ditemani oleh Freddy malam itu tampak duduk di kursi bartender ia sedang menikmati sebotol wine,walau raganya berada di tengah hingar-bingar nya Sura musik namun yang ada di otaknya hanya Arumi dan Arumi.


Untuk menepis sosok wanita yang ada di dalam pikirannya lagi-lagi ia kembali meneguk minuman yang ada di dalam gelas tersebut dan kembali menuangkannya dari dalam botol.


Freddy merasa simpati terhadap pria yang berada dihadapannya itu ia telah mencoba berulang kali untuk mendekatkan pria tersebut dengan wanita yang bernama Arumi itu namun ternyata usahanya sama sekali tak berhasil.


Seorang wanita berparas cantik dengan mengenakan pakaian serba terbuka memperlihat kemolekan tubuhnya tiba-tiba menghampiri kedua pria itu.


"Hy tampan bolehkah aku duduk disini" sapa wanita seksi itu sambil matanya berkedip centil.

__ADS_1


Alvaro memutar kepalanya,menatap pada wanita yang tak dikenalnya itu dengan tangan menunjuk kearah dirinya sendiri.


"Ya tentu kamu dong" ucap wanita tersebut dengan senyuman menggoda memperlihatkan gigi kelincinya.


"Oh silakan saja nona"Alvaro mengalihkan pandangannya pada Freddy menghindari perasaan akward yang tiba-tiba menghampirinya.


wanita itu segera memesan minuman non alkohol pada bartender lalu kembali menatap ke arah Alvaro dan Freddy.


"O iya kenalkan nama ku Irena" ujar wanita itu mengulurkan tangannya.


"Saya Alvaro dan ini Freddy teman saya nona"Alvaro menjabat tangan wanita tersebut berusaha bersikap ramah pada wanita seksi yang duduk di sebelahnya kini.


Wanita itu mulai menikmati cocktails pesanannya tersebut,dan sedikit merapatkan duduknya pada Alvaro.


Pria tersebut itu pun menyadarinya namun untuk kali ini Alvaro membiarkannya ia mulai berpikir tidak ada salahnya ia mencoba memberi celah pada wanita lain karena ia ingin melupakan wanita yang selama ini mengisi ruang hatinya,tampaknya Freddy melihat hal itu hingga pria itu pun membiarkan sahabatnya itu menikmati kebahagiaan nya sendiri.


Mangkin lama terlihat keakraban antara Alvaro dengan wanita tersebut membuat Freddy merasa tidak nyaman berada di sana dan akhirnya pria tersebut berpamitan pada Alvaro, meninggalkan club malam yang masih dibanjiri oleh lautan manusia yang mencari kenikmatan sesaat,meski awalnya Alvaro mencoba menahannya namun Freddy yakin itu hanyalah sekedar basa basi.


"Ayo kita turun" ajak wanita bernama Irena itu dengan suara cukup keras karena suara musik semangkin malam semangkin berisik.


Alvaro hendak menolaknya karena dirinya tak pernah menari seumur hidupnya namun belum sempat ia mengucapkan sepatah kata pun Irena segera menyeret satu tangannya, dengan terpaksa membuat Alvaro mengikuti ajakan Irena.


Tanpa canggung Irena mulai menari dengan penuh semangat wanita itu meliuk-liukkan tubuh seksinya mengikuti alunan musik yang dimainkan oleh DJ.


Suasana semangkin hangat tak terasa Alvaro membalas memeluk tubuh sintal Irena yang melingkarkan kedua tangannya pada leher Alvaro dengan tetap menggoyang tubuhnya yang telah menempel pada tubuh kekar Alvaro.


Irena mengalungkan mengalungkan tangannya pada leher pria tersebut,mulai bergoyang mengikuti irama lagu,Alvaro menarik bokong Irena lebih merapat.


"Kamu sangat tampan sayang"ucap Irena kagum mengelus rahang Alvaro.


Alvaro mengangkat kedua alisnya lalu terkekeh membalas memeluk pinggang wanita itu sambil berbisik"Really baby"


Alvaro tidak memperdulikan sekitarnya ia menundukka lalu mengecup leher jenjang Irena.


"Geli ah"Irena tertawa kecil.


"Mau yang lebih geli"balas Alvaro tersenyum tipis wanita itu mengangguk dengan cepat.,Alvaro terkekeh ia menyeret wanita itu menuju kembali ke meja bartender.


Irena menuangkan wine kedalam gelas dan memberikan pada Alvaro,pria tersebut meneguk minumannya hingga kandas lalu memeluk Irena dan mencumbu wanita itu.


"Sepertinya kita butuh tempat lain"Irena mengibaskan rambutnya dan mengedipkan mata centil.


Alvaro sudah tidak bisa menahan diri ia segera membawa Irena untuk menuju ke private room namun pergerakannya terhenti saat Irena menahan tangannya.


"Aku ingin leluasa honey bagaimana ditempat ku saja"ucap Irena manja.

__ADS_1


Dengan kepala mulai sedikit berat ia juga gejolak yang menuntut sesuatu lebih jauh membuat Alvaro menerima ajakan Irena untuk meninggalkan club malam tersebut.


Irena menyadari bahwa pria tersebut mulai kehilangan kesadaran nya akibat terlalu banyak minum,untuk itu ia mengambil inisiatif menjadi sopir malam ini untuk pria tampan yang berada disampingnya,


Irena menghentikan laju mobil disebuah hotel dan setelah memarkirkan mobilnya mereka pun tampak terburu-buru turun dari dalam mobil dengan saling berpelukan.


Dengan menggunakan lift akhirnya keduanya sampai di sebuah kamar dengan nomor 301.


Begitu pintu kamar terbuka Alvaro yang tampak tak sabar segera melepaskan hasrat yang sedari tadi tertunda dengan mendaratkan ciuman secara bertubi-tubi pada bibir mungil Irena.


Alvaro ingin segera menuntaskannya ia pun mendorong tubuh Irena dengan kasar pada ranjang berukuran king size,pergumulan diantara manusia berbeda jenis itu pun terjadi


Dalam suasana yang semangkin panas dengan keringat yang mulai mengucur pada tubuh sixpack pria tersebut yang menuntut sesuatu yang lebih,tangan Irena menyusup ke bawah bantal untuk meraih sesuatu dan......


Dor!"


Satu tembakan terdengar tiga pria secara paksa mencoba masuk kedalam kamar tersebut,Alvaro yang mulai gila akan Irena tak menghiraukan keadaan genting yang membahayakan nyawanya Alvaro meneruskan aktivitasnya mencumbu wanita yang berada dalam.kungkungannya.


Tiga pria dengan senjata ditangan masuk secara paksa kamar dengan nomor 301,tanpa mereka sadari pergerakan mereka telah di ketahui oleh sepasang mata,dan sebelum mereka berhasil masuk pria tersebut melepaskan tembakan dua orang roboh kelantai tak bernyawa.


Alvaro yang berusaha menuntaskan keinginan nya mendengar suara tembakan tersebut segera menjatuhkan diri ke lantai untuk melindungi diri dengan Irena yang masih berada dalam pelukannya.


Melihat lawan yang terkapar tanpa tahu apa penyebabnya langsung saja Alvaro menuntaskan hasratnya dan pelepasan terjadi walau tidak sempurna, Alvaro tampak mengenakan pakaiannya kembali lalu meninggalkan beberapa lembar uang ratusan diatas nakas berlalu pergi meninggalkan cinta satu malamnya.


"Oh ****"Alvaro melihat beberapa pria berjas hitam dengan mengenakan kaca mata berjalan kearahnya dengan senjata ditangan.


Begitu melihat Alvaro mereka segara menghujani tembakan secara membabi buta mereka begitu bernafsu ingin menghabisi nyawanya,Alvaro yang terdesak segera mencari tempat perlindungan.


"Come on friend!" Alvaro menoleh ke sumber suara dan segera berlari kearah Freddy mereka akhirnya berhasil keluar dari tempat tersebut melalui pintu darurat, Freddy segera masuk kedalam mobilnya diikuti Alvaro,mobil melesat secepat kilat dengan kecepatan tinggi membelah jalanan.


Freddy melirik kaca spion mobil memastikan kelompok penjahat itu tidak membuntuti mereka.


"Terimakasih kasih teman jika tidak ada lu, ini akan menjadi malam terakhir gua menikmati udara"


"Hu sekarang aja baru tahu tadi sepertinya lu girang banget saat gua pergi"gerutu Freddy dengan melengos.


"Sorry brother,gua rasa lu mengerti" Alvaro tersenyum smirk.


"Tentu gua ngerti mangkanya gua kasih jiun tu orang agar lu leluasa melakukan eksekusi"balas Freddy tertawa membuat wajah Alvaro memerah menahan malu.


"Sialan,lu memantau gua rupanya"


"Tadi lu berterimakasih sekarang lu malah protes dasar labil lu" cibir Freddy Keduanya akhirnya saling terkekeh seolah melupakan kejadian barusan.


...****************...

__ADS_1


**Ikutin terus kelanjutan cerita dendam kekasih ya gaes dan dukung terus 👌🤗🤗🤗


See you👋**


__ADS_2